Reog Ponorogo

Kesenian Berbau Mistis Tersebar Di Mana-mana

Ya, salompret tersebut menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, eksotis sekaligus membangkitkan gairah.

Hampir semua kalangan menyenangi akan kesenian khas Reog Ponorogo. Musik pengiringnya, terdiri dari alat-alat tradisional dan iramanya begitu dinamis. Dan itu membuat kita bisa larut di dalamnya. Tidak itu saja, terompet yang ditiup seniman reog juga bisa menyedot ban yak orang untuk mendatangi tempat penampilan Reog Ponorogo.

Secara garis besar instrumen pengiringnya terdiri dari: kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret (nama terompet di dalam kesenian tersebut). Ya, salompret tersebut menyuarakan nada slendro dan pelog yang memuneulkan atmosfir mistis, eksotis sekaligus membangkitkan gairah.

Tidak mengherankan suara salompret begitu dominan apabila ditampilkan Reog Ponorogo di satu tempat. Mulai dari anak-anak, dewasa hingga orang tua pasti berduyun-duyun mendatangi tempat acara apabila mendengar suara salompret tersebut.

Kehebatan kesenian ini juga terlihat dari para penarinya. Mulai dari yang memanggul kepala macan yang beratnya berkilo-kilo sampai dengan atraksi kelincahan penari dalam memperagakan ilmu loncat meloncat seperti halnya yang dilakukan oleh atlet dari cabang olahraga senam.

Dengan demikian hampir dipastikan kalau ada Reog Ponorogo yang pentas di suatu acara, maka penontonnya akan membludak. Para penonton tidak akan kecewa untuk menyaksikan kehebatan kesenian tersebut walaupun mereka harus berlama-lama mengorbankan waktu.

Reog Ponorogo begitu merakyat sehingga hampir seluruh daerah di tanah air. ini ada grup kesenian Reog Ponorogo. Dalam suatu upacara ataupun pawai dan pesta rakyat, sangat sering keserlian ini ditampilkan. Tidak saja di kota-kota Pulau Jawa tetapi di daerah lain seperti Sumatra kesenian ini juga menjadi andalan sebagai hiburan masyarakat.

Berdasarkan sebuah buku te rb itan Pemkab Ponorogo pada tahun 1993 menyebutkan, sejarah lahirnya kesenian ini pada saat Raja Brawijaya ke-5 bertahta di Kerajaan Majapahit. Selain itu juga ada buku versi lain yang meneeritakan asal muasal kesenian Reog Ponorogo. Kesenian Reog Ponorogo ini pertama kali bernama Singa Barong atau Singa Besar dan diperkirakan mulai dikenal oleh masyarakat pad a sekitar tahun saka 900 dan berhubungan dengan kehidupan pengikut Agama Hindu Siwa.

Diceritakan dalam buku terbitan Pemkab Ponorogo, untuk menyindir sang raja yang amat dipengaruhi oleh permaisurinya, dibuatlah barongan yang ditunggangi burung Merak oleh Ki ageng Kutu Suryo. Dan seiring dengan perkembangan jaman kesenian barongan itu terus dipertahankan hingga akhirnya berubah menjadi kesenian Reog Ponorogo.(p)

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Infodis, Edisi , 2006, hlm. 24

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *