Massa Demo di Jembatan Suramadu

Masyarakat yang tergabung dalam Forum Tokoh Masya­rakat dan Tokoh Adat (For­mat) demo di kaki jembatan Suramadu sisi Madura. Mereka memblokir akses jalan menu­ju Jembatan Suramadu dari arah Madura. Demo Jumat (24/2) untuk menolak finalisasi ren­cana induk percepatan pem­bangunan wilayah Suramadu yang digelar di Surabaya.

Mereka meneriakkan yel-yel penolakan BPWS (Badan Pengembangan Wilayah Suramadu). “Apabila hari ini terja­di finalisasi rencana, induk percepatan pembangunan wilayah Suramadu, maka kami akan membentuk dewan adat. Dewan itulah yang nantinya akan menghadang habis-habisan dengan memerahkan jembatan Suramadu dengan darah orang Madura,” teriak korlap aksi Maszahri.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat petugas ja­jaran polres Bangkalan. Sem­pat terjadi kemacetan ken­daraan bermotor roda empat di pintu tol jembatan Sura­madu sisi Madura ini. Agar kendaraan bermotor dari Ma­dura bisa masuk jembatan, arus kendaraan selama aksi dialih­kan ke jalan dari arah Sura­baya. Dikatakan kehadiran badan pengembangan wilayah suramadu (BPWS) tidak mengerti nilai kultur sosial budaya Madura. Akibatnya pembangunan Madura tidak jalan.

“BPWS bentukan pusat yang dalam struktur kepengurusannya tidak melibatkan tokoh Madura. Seharusnya untuk membangun Madura, harus mengerti kultur sosial budaya Madura,” tegasnya. Sampai sekarang katanya BPWS belum ada komitmen dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat di Madura, seh­ingga apabila finalisasi renca­na induk percepatan pemban­gunan wilayah Suramadu di paksakan dan gubernur Jatim juga setuju, maka Format akan mengelang semua tokoh un­tuk membentuk dewan adat Madura.

“Dewan itu nanti yang akan memulai proses pele­pasan diri dari propinsi Jawa Timur, akan menuju Madura menjadi propinsi,” ungkapn­ya. Selain itu massa juga meng­galang tanda tangan para tokoh masyarakat yang hadir dalam aksi di atas kain putih sepan­jang 30 meter yang akan di kirim Grahadi. (sn/.jn)

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: MEMORANDUM, SABTU 25 PEBRUARI 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *