Makam Bathara Katong, Kabupaten Ponorogo

Makam Bathara Katong Janjikan Jabatan

makam-batoro-katong 2Makam pendiri Kota Ponorogo ini sering didatangi mereka yang berharap bisa naik pangkat atau ingin menjadi pejabat. Selain syaratnya harus berjalan dengan melewati tujuh gapura, jika ingin terkabulkan dilarang membawa bunga ziarah bercampur daun pandan wangi.

Sore itu, saat LIBERTY mengunjungi makam Bathara Katong yang berada di Desa Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, terlihat dua orang yang sedang melakukan ziarah. Usai melakukan ritual menaburkan bunga dan membaca doa selama beberapa saat, suami-istri asal Madiun. itu mengaku melakukan ziarah de­ngan tujuan agar anaknya segera bisa mendapatkan pekerjaan.

“Anak saya lulusan perguruan tinggi, tapi hingga dua tahun menganggur, ia belum juga mendapatkan pekerjaan. Ini adalah salah satu bentuk ikhtiar karhi, semoga dengan perantara makam Eyang Bathara katong, anak saya segera mendapatkan pekerjaannya,” ucap mereka sebelum meninggalkan makam Bathara Katong.

Selepas kepergian suami-istri itu, praktis di betoro katong0002tempat itu hanya tinggal LI­BERTY dan juru kunci makam, Pak Mu­kim. “Bathara Katong itu salah satu anak Prabu Brawijaya V. Dia termasuk adik Raden Patah, raja Demak, hanya lain ibu. Dan keberadaannya di Pono­rogo adalah untuk menyebarkan agama Islam di wilayah ini,” terang Mukim.

Status sebagai anak seorang raja besar membuat Bathara Katong memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Ponorogo. Karena itu pada hari-hari tertentu, makam ini akan dipenuhi oleh para peziarah. Bahkan tak ha­nya peziarah dari Ponorogo saja yang datang. Banyak juga di antara mereka yang datang dari luar kota. Namun demikian, tujuan mereka tentu tak jauh beda, yaitu berharap berkah dari Bathara Katong.

makam-batoro-katongMukim juga menjelaskan bahwa selain dikunjungi masyarakat biasa, makam yang dijaga oleh beberapa juru kunci ini termasuk tempat favorit bagi para pejabat. Terutama yang berasal dari wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Dan tingkat kunjungan itu semakin tinggi bila menjelang acara pilkada.

“Sebelum menjalankan tugasnya sebagai pejabat di Ponorogo, minta restu pada Kanjeng Bathara Katong sudah menjadi kewajiban bagi para pejabat di sini. Karena bagaimanapun juga, beliau adalah orang yang mbahurekso wilayah ini. Beliaulah bupati pertama Kota Ponorogo,” jelas Mukim.

Semasa hidupnya Bathara Katong juga dikenal sebagai seorang tokoh yang sakti mandraguna. Salah satu kisah yang menggambarkan kesaktiannya adalah pertempurannya dengan Ki Ageng Kutu, seorang demang dari sebuah daerah di Ponorogo yang dikenal sebagai orang paling sakti. Konon, waktu itu Ki Ageng Kutu tidak bisa menerima kehadiran Bathara Katong yang mengemban misi menyebarkan agama Islam. Karena itulah kemudian dia memutuskan untuk beradu kesaktian guna mempertaruhkan wilayah Ponorogo. Pertempuran antara Ki Ageng Kutu dengan Bathoro Katong terjadi hingga berhari-hari, soalnya keduanya sama-sama sakti dan sama-sama kuat. Namun, tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.

makam-batoro-katong 3Begitu lamanya pertarungan anta­ra kedua tokoh sakti ini salah satu penyebabnya adalah karena Ki Ageng Ku­tu tidak bisa mati selain dengan pusakanya sendiri yaitu tombak Korowelang. Maka dari itulah Bathara Ka­tong kemudian menyusun strategi bagaimana caranya agar bisa mendapatkan senjata pusaka itu. Karena dengan mendapatkannya berarti Ki Ageng Kutu bisa diatasi, dan tentunya misinya un­tuk menyebarkan agama Islam bisa terlaksana tanpa hambatan.

Sebuah siasat akhirnya didapatkan oleh Bathara Katong yaitu dengan meminang putri Ki Ageng Kutu yang bernama Niken Gandini. Dari tangan Niken Gandini inilah konon Tombak Korowelang yang belakangan diakui sebagai senjata pusaka Bathara Katong ini berhasil didapatkan. Dan dengan didapatkannya tombak ini, maka Bathara Katong dengan mudah mengalahkan Ki Ageng Kutu.

Dengan kemenangannya atas Ki Ageng Kutu, berarti sudah tidak ada lagi hambatan bagi Bathara Katong. Hingga kemudian dia memutuskan un­tuk mendirikan Kota Ponorogo yang sebelumnya disebut den­gan nama Wengker.

Bathara Katong pun dinobatkan sebagai adipati pertama Ponorogo pada 1496. Penobatan dilakukan di atas dua buah batu gilang yang diberi ukiran tahun terjadinya peristiwa itu. Batu gi­lang itu kini diletakkan tepat di depan gapura ke lima makam Bathata Katong.

betoro katong0001Ya, makam Bathara Katong 

memang agak berbeda dengan makam- makam raja atau para tokoh lainnya. Makam yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk ini memiliki tujuh gapura pintu masuk yang melambangkan lapisan langit sebagaimana yang dipaparkan dalam kisah Isra’ Mi’raj.

Karenanya, bagi siapa saja yang memang benar-benar berharap berkah dari sang Bathara, maka dia harus rela berjalan menyusuri tiap gapura yang antara satu dengan lainnya berjarak sekitar 200 meter. Jadi tentu butuh sedikit pengorbanan, demi menggantung- kan harapan pada sang tokoh.

Sebagaimana di tempat lain, untuk bisa mewujudkan harapan, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipatuhi pa­ra peziarah. Selain berwudhu dengan air dari gentong keramat, ada larangan yang harus ditinggalkan yaitu tidak boleh ada daun pandan dalam campuran bunga yang digunakan untuk ziarah.

“Biasanya kalau kita beli bunga, di dalamnya pasti dicampurkan irisan daun pandan wangi. Nah, kalau mau ke sini, daun pandan itu harus dibuang. Sebab Kanjeng Bathoro Katong tidak suka. Dan bila tidak suka berar­ti apa yang kita harapkan tentu akan sulit terkabul,” terang Mukim. Entah apa yang menyebabkan Ba­thara Katong tidak suka dengan daun pandan. Namun Mukim memberikan sedikit penjelasan bahwa daun pandan adalah salah satu senjaia andalan Ki Ageng Kutu yang sempat membuat Bathara Katong kerepotan dan dipukul mundur. Karena itulah, daun pandan ini harus ditiadakan dari makam ini, agar tidak sampai mempengaruhi kekuatan gaib yang terpancar dari makam ini. Sebab dengan berkurangnya kekuatan itu, maka bukan tidak mungkin keistimewaan makam yang bisa membuat orang naik pangkat akan berkurang.

Mukim juga menjelaskan bahwa bunga yang paling baik untuk diserahkan pada arwah Bathara Katong adalah bunga talon yang terdiri dari mawar, kantil dan kenanga. Kalau misalnya tidak membawa bunga talon, bunga melati saja sudah cukup. Bahkan konon banyak para pengalab ber­kah yang sukses hanya dengan mem­bawa bunga melati. Terutama mereka yang memang memiliki niat suci sesuci bunga melati. • RUD

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: LIBERTY, 1-10 MEI 2010, hlm. 

Makam Agung, Kabupaten Bangkalan

Cepat Naik Pangkat Berkah makam Agung,

Menjadi tempat pemakaman orang-orang hebat dari masa lalu, Makam Agung dipercaya mampu mendatangkan berbagai berkah. Mulai yang ingin sukses berbisnis, dapat jabatan, hingga cepat naik pangkat.

MAKAM AGUNG0002Bagi para pengglab berkah, wilayah Arosbaya di Kabupaten Bangkalan, menjadi tujuan wisata ziarah Pulau Madura yang tak boleh dilewatkan. Selain Komplek Aer Mata yang sudah sangat terkenal, di wilayah kecamatan ini juga terdapat makam keramat lainnya, Makam Agung. Di komplek pemakaman ini, dimakamkan 3 raja yang pernah memerintah Bangkalan. Mereka adalah Kyai. Pragalba alias Pangeran Ong’gu, Kyai Pratanu atau Panembahan Lemah Duwur, dan Raden Koro alias Pangeran Tengah.

Kekuasaan 3 orang tersebut berada dalam rentang waktu antara 1531 sampai 1620 Masehi. Sebuah masa yang sudah sangat lama, sama tua- nya dengan sejarah masuknya Islam di Madura. Nisan-nisan berbahan batu putih yang terlihat kekunoannya, menjadi saksi ketuaan masa saat rhereka berkuasaKyai Pragalba, adalah anak kelima dari Demung Plakaran, pendiri Kraton Plakaran. Semasa kekuasaan Pra­galba, agama Islam yang dibawa pa­ra ulama dari Gresik’, mulai menyebar di Madura barat. Pratanu, putra Pra­galba dari istri ketiga, lebih dulu ma- suk Islam yang peristiwanya ditandai candra sengkala Sirna Pandawa Kertaning Nagara (1450 caka 1528 M).

Baru menjelang wafat, Pragalba mau masuk Islam. Itupun hanya den­gan menganggukkan kepala, sehingga kemudian dikenal sebagai Pange­ran Ong’gu (mengangguk). Pratanu kemudian, menggantikan ayahnya berkuasa dengan gelar Panembahan Lemah Dhuwur. Di masanya, pusat pemerintahan Plakaran dipindahkan ke Arosbaya hingga disebut sebagai pendiri Kerajaan Arosbaya. Dia juga mendirikan kraton dan msajid pertama di Arosbaya.

MAKAM AGUNG0001Panembahan Lemah Duwur berhasil meluaskan daerah kekuasaannya hingga ke seluruh Madura barat, termasuk Sampang dan Blega. Pa­nembahan Lemah Dhuwur wafat di Arosbaya pada 1592 M seusai berkunjung. ke Panembahan Ronggo Sukowati, Pamekasan. Selanjutnya ke­kuasaan dipegang oleh putra hasil perkawinannya dengan putri Pajang, Raden Koro atau Pangeran Tengah.

Menjadi tempat pemakaman orang-orang hebat dari masa lalu, tak salah bila Makam Agung dipercaya oleh sebagian kalangan mampu mendatangkan berbagai berkah. “Banyak yang datang ke sini, mulai yang ingin naik pangkat, dapat jabatan, hingga sukses berbisnis,” jelas Mat Nari, juru kunci makam, kepada LIBERTY beberapa waktu lalu.

Menurut juru kunci berumur 61 tahun yang sudah menjabat sejak 1992 itu, banyak pula ulama dan santri datang ke Makam Agung. “Biasanya mereka yang sedang mencari atau menambah ilmu agar lebih ampuh atau mumpuni,” ungkap Mat Nari. Selain itu, bunga peziarahan atau kembang boreh, serta airnya, diyakini bisa menjadi obat berbagai penyakit.

Sebagai makam orang-orang hebat yang diyakini kekeramatannya, di Makam Agung sering terjadi peristiwa-peristiwa spiritual. Peristiwa-peristiwa gaib tersebut umumnya ditemui oleh orang-orang yang sedang ngalab berkah atau lelaku di situ. “Ada yang pernah cerita didatangi ular dan macan besar’ paparnya. Pernah pula ter­jadi gempa, siang tiba-tiba menjadi gelap gulita, dan hujan besar, padahal di luar makam tak terjadi apa-apa.

Pohon Pohon Perlambang

Keanehan komplek makam “yang berlokasi di Desa Makam Agung ini, juga ada pada pepohonan di dalamnya. Di sini terdapat 2 pohon berbeda jenis, beringin dan nangker, saling melekat, menempel sangat kuat. Me­nurut Mat Nari, beberapa orang pintar menyebut dua pohon ini sebenarnya adalah simbol keterikatan antara ula­ma (ahli agama) dan umaro (pemim- pin masyarakat).

Pohon beringin melambangkan umaro, dan nangker sebagai simbol ulama. “Ulama dan umaro seharusnya bergandengan tangan, bekerjasama, untuk menyejahterakan rakyat,” jelas Mat Nari. Saat Mat Nari masih kecil, dua pohon yang saling melekat itu pernah dicoba untuk dipotong. “Tapi tidak berhasil, malah 3 dari 4 penebangnya, tak lama setelah itu, mati,” ungkapnya.

Selain dua pohon itu, ada pula sebatang pohon pule besar yang dililit pohon beringin. “Kalau yang ini, menurut banyak orang, melambangkan sebuah nasehat, bahwa seorang pemimpin harus selalu bersama rak­yat yang telah mendukungnya,” jelas lelaki berperawakan jangkung tersebut.

Pohon beringin dan nangker yang saling me­lekat, melambangkan harus bersatunya umaro dan ulama untuk mem­bawa kesejahteraan rakyat.  Pada waktu-waktu tertentu, kom­plek pemakaman ini juga ditumbuhi oleh pohon pisang yang oleh masya­rakat setempat disebut pisang agung. Orang-orang percaya, muncul atau tumbuhnya pisang agung merupakan pertanda bakal terjadinya sebuah peristiwa besar di Indonesia. “Aneh- nya pertanda itu hanya untuk peristi­wa tingkat nasional saja,” ujar Mat Nari.

Menurut Mat Nari yang menjadi juru kunci menggantikan bapaknya, saat masa akhir Presiden Soekarno berkuasa, pohon pisang itu pernah tumbuh. Beberapa batang, bahkan salah satu pohon sampai berbuah. Setelah itu pecah peristiwa G 30 S yang kemudian berakibat turunnya Soekarno dari kursi presiden.

Pada masa Soeharto, pohon pi­sang itu tumbuh lagi, sempat mati, tumbuh lagi, mati, tumbuh, mati lagi. “Saat Pak Harto sering tumbuh dan banyak, lebih banyak dibanding jamannya Bung Karno,” ungkap Mat Nari. Hingga menjelang 1998, pohon pisang muncul lagi, tumbuh, terus hi- dup sampai berbuah. Tidak lama, krisis ekonomi yang parah dan gerakan mahasiswa menjatuhkan presiden Indonesia terlama itu.

Sebatang pohon pisang agung yang awalnya kerdil, tiba-tiba berubah subur, berdaun lebat, begitu Susilo Bambang Yudhoyono memenangkan pilpres langsung di 2004. Tapi tidak lama kemudian, pohon pi­sang agung satu-satunya itu mendadak mati. Setelah itu bencana besar berturut-turut mengguncang Nusantara, mulai tsunami yang memporakporandakan Aceh hingga musibah Lumpur Lapindo. •HK

 LIBERTY,  1-10  Pebruari 2010, hlm. 25

Panembahan Ronggo Sukowati, Pa­mekasan

Panembahan Ronggo Sukowati dikenal sebaqai pembangun Kota Pamekasan. Saat ini makamnya banyak dikunjungi peziarah, teratoma mereka yang sedang berburu jabatan.

Panembahan Ronqgo Sukowati0001Membicarakan sejarah Pa­mekasan, tentu tak bisa dilepaskan dari riwayat Panembahan Ronggo Su­kowati. Raja inilah yang membuat nama Pame­kasan dikenal kemudian hari menyu- sul kebijakannya waktu itu. Yaitu keberhasilannya membuat perubahan pada pemerintahan dan melakukan pembangunan di wilayah kekuasaannya. Salah satu perubahan yang paling fundamental adalah di- pindahkannya pusat pemerintahan dari dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras.

Panembahan Ronggo Sukowati juga disebut-sebut sebagai raja pertama di Pamekasan yang secara te- rang-terangan mengembangkan Aga- ma Islam di kraton dan rakyatnya. Jalan Sejimat di Alun-Alun Kota dan Masjid Jamik Pamekasan yang konon didirikannya menjadi bukti.

Panembahan Ronqgo Sukowati0002Sayang, pada beberapa situs pen- inggalannya sampai saat ini belum ditemukan adanya inskripsi atau prasasti yang bisa menjelaskan ke- pastian waktu dia memerintah Pame­kasan. Para ahli hanya memerkira- kan, Ronggo Sukowati memerintah Pamekasan sekitar paruh kedua abad XVI, ketika pengaruh Mataram mulai masuk Madura.

Riwayat Ronggo Sukowati lebih banyak dikenal lewat legenda mau- pun cerita-cerita tutur tentang kehe- batannya. Dia disebut berkuasa di Pamekasan menggantikan ayahnya, Bonorogo alias Pangeran Nugeroho. Saat Ronggo Sukawati mulai meme- gang kekuasaan, wilayah Pamekasan masih terbagi dalam beberapa kera- jaan kecil. Misalnya, wilayah Blim- bingan diperintah oleh Pangerah Nu- goro, adiknya, dan daerah Jamburi- ngin diperintah Pangeran Suhra dari keturunan Palakaran, Arosbaya.

Suatu hari, saat baru dilantik menjadi raja, dia mendapatkan per- sembahan satu landian keris dari seseorang. Hari berikutnya, dia memeroleh hadiah sebuah rangka keris dari tamu yang berbeda. Beberapa hari kemudian, datang pula orang lain membawakan untuknya isi keris. Setelah dibawa ke seorang mpu, ternyata landian, rangka, dan isi keris itu cocok satu sama lain.

Keris tersebut kemudian dia beri nama Jokopiturun, yang kelak kemu­dian hari menewaskan Panembahan Lemah Duwur dari Arosbaya. Kejadi- an ini bermula saat Panembahan Le­mah Duwur berkunjung ke Pame- kasan untuk bersilahturahmi. Sambutan ramah Ronggo Sukowati dibarengi dengan acara menangkap ikan tamunya di Rawa Si Ko’ol.

Para pengiring Panembahan Le­mah Duwur turun ke rawa untuk menangkap ikan dengan bertelan- jang dada. Demikian pula dengan para pengawal Ronggo Sukowati, diperintahkan terjun ke rawa untuk membantu. Namun berbeda dengan para pengiring Lemah Duwur, pengawal-pengawal Ronggo Sukowati tidak membuka pakainnya sama sekali. Mungkin karena hal ini, tiba- tiba Panembahan Lemah Duwur tanpa minta diri langsung pulang ke Arosbaya diiringi menteri-menterinya.

Melihat ada yang tidak beres, Penembahan Ronggo Sukowati pun mengejarnya. Sampai di Sampang, dia mendapat penjelasan dari saudaranya, Adipati Sampang. Bahwa Panembahan Lemah Duwur sempat berhenti dan bersandar di sebuah pohon di Desa Larangan. Seketika itu, Ronggo Sukowati menghunus keris Jokopiturun, menusukkannya di pohon tersebut, dan kembali ke Pamekasan.

Selang beberapa hari, dia menda­pat surat dari istri Panembahan Le­mah Duwur yang mengabarkan bah­wa sang suami telah meninggal dunia akibat bisul besar di pinggangnya. Mengetahui berita ini, Ronggo Suko­wati marah pada dirinya dan membuang keris Jokopiturun di Rawa Si Ko’ol. Tiba-tiba, begitu keris itu jatuh ke rawa, terdengar suara; “umpama keris Jokopiturun tidak dibuang, Jawa dan Madura hanya selebar daun kelor”.

Demi mendengar suara itu, Rong­go Sukowati sangat menyesal, dan memerintahkan pengawal-pengawal- nya mencari Jokopiturun. Tapi sayang, keris itu tidak dapat ditemukannya lagi.

Saat Panembahan Ronggo Suko­wati berkuasa, konon pernah 2 tahunlamanya tidak turun hujan di Pamekasan. Hingga rakyat tida  dapat bercocok tanam dan mengakibatkan kelaparan di mana-mana. Kemudian, Ronggo Sukowati

bermimpi melihat seorang wali berdiam tanpa rumah di sebuah hutan tak jauh dari Pamekasan. Benar, prajurit-prajurit yang di­perintahkan mencari, menemukan sang wali bernama Kyai Agung Raba itu.

Mendengar laporan dari pengawalnya, Ronggo Suko­wati kemudian menggerakkan Makam tenaga rakyat untuk membantu  banyak membangun rumah bagi sang kyai. Ajaib, begitu rumah terse­but selesai dibangun, hujan men- dadak turun di seluruh Pamekasan.

Menurut sebuah sumber, pernah Madura diserang oleh orang-orang Bali dan berhasil menewaskan Pange- ran Lor I dari Sumenep. Namun di perbatasan Pamekasan, tepatnya di daerah Jungcangcang, prajurit-prajurit Ronggo Sukowati melawan dengan gagah berani dan berhasil menghancur-leburkan pasukan Bali. Dari peristiwa ini, kedudukan Ronggo Suko­wati bertambah kuat dan semakin terkenal di seantero Madura.

Keharuman nama Ronggo Suko­wati bahkan terus dikenang ratusan tahun kemudian saat jati dirinya hanya bisa dikenal lewat makamnya. Makam yang terletak di Kelurahan Kolpajung, Kota Pamekasan ini, seti- ap hari tak pernah nihil diziarahi orang. Terutama pada malam Jum’at, orang yang datang semakin banyak dengan berbagai permohonan.

“Kebanyakan yang datang ke sini, orang-orang yang sedang berhajat dengan jabatan tertentu. Mungkinkarena riwayat Panembahan Suko­wati yang seorang raja,” kata Hanafi, juru kunci makam. Menurut laki-laki 72 tahun ini, agar hajat yang ingin dicapai bisa terkabul, ada 3 syarat yang harus dilakukan sewaktu ziarah di makam ini.

Pertama, hajat atau keinginan itu harus yang baik. Kedua, berani da­tang sendiri ke makam. Ketiga, kuat terhadap godaan. “Kalau keinginan- nya tidak baik, pasti tidak akan di- kabulkan. Juga harus sendiri, baik datangnya maupun saat lelaku di sini. Terus harus tahan godaan, kare­na bagi yang akan direstui, godaan itu pasti ada bermacam rupa,” jelas Hanafi.

Di komplek makam yang terletak sekitar 1 km sebelah utara alun-alun Kota Pamekasan ini, dimakamkan pula Ratu Inten, istri Ronggo Suko­wati. Juga Pangeran Jimat, putranya, yang nisan makamnya terlihat unik layaknya makam-makam kuno. Ma­kam Panembahan Ronggo Sukowati sendiri, seiain berupa nisan kuno, ju­ga dihiasi ukir-ukiran antik di cungkupnya•HK

LIBERTY, September 2009, hlm. 76

Wayang Timplong, Kabupaten Nganjuk

Tolak Balak dengan Wayang timplong

Wayang Timplong0001Dalam setiap acara bersih desa, wayang timplong selalu disyaratkan untuk digelar. Konon kekuatan gaib yang dimiliki wayang ini mampu menetralisir berbagai energi negatif yang menyelimuti desa tersebut. Sambil sesekali membenahi lipatan sarung yang dikenakannya, Ki Gondo Maelan terus menata wayang-wayang yang baru dibersihkannya. Di saat sedang sepi tanggapan seperti sekarang ini, memang tidak ada kegiatan lain yang dilakukan oleh pria 73 tahun ini selain membersihkan wayang-wayang koleksinya. Sebab dia menyadari bahwa dari benda inilah, dirinya selama ini bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Sehingga sudah sewajarnyalah kalau diri­nya dengan setia merawat benda-benda ini.

Ya, Ki Gondo Maelan memang seorang dalang, yang senantiasa menghabiskan masa hidupnya untuk memainkan seni warisan leluhur itu. Namun tidak seperti halnya para da­lang yang lain, tawaran untuk pagelaran wayang yang dimainkannya relatif lebih sedikit. Sebab tidak semua orang kenal dengan jenis wa­yang yang diciptakan leluhurnya itu. Wayang timplong demikianlah nama wayang yang diyakini hanya ada di wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur itu. Berbeda dengan wayang kulit, wayang timplong terbu- at dari kayu, sehingga bentuknya hampir mirip dengan wayang klitik.

Wayang Timplong0003“Bentuk wayang timplong itu sebenarnya mirip wayang klitik, yang membedakan cuma’ dari ceritanya. Kalau wayang klitik lebih berkisar pada kisah-kisah Menak, wayang timplong justru lebih banyak berce- rita seputar sejarah kerajaan Kediri ataupun cerita Panji,” jelas Ki Mae­lan, sapaan akrab Ki Gondo Maelan saat ditemui LIBERTY di rumahnya, di Desa Getas, Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.

Memang wayang timplong bisa dikategorikan jenis wayang klitik, karena terbuat dari bahan kayu pi- pih. Namun perbedaan mendasar di antara keduanya – yaitu pada cerita yang dibawakan, membuat wayang timplong dimasukkan dalam kategori tersendiri.

Petunjuk Gaib Wayang timplong sendiri awalnya diciptakan oleh Mbah Bancol, pada sekitar tahun 1910-an, melalui sebuah proses yang cenderung berbau mistis. Awalnya pada pria asal Grobogan itu tengah membelah sebatang pohon waru untuk kayu bakar. Namun anehnya pada satu bela- han kayu itu terlihat sebentuk gambar yang mirip wayang.

Selanjutnya seperti mendapat tuntunan gaib, Mbah Bancol selanjutnya memahat kayu itu dan mewujudkan bentuk gambar itu menjadi sebuah wayang. Dari satu wayang yang berhasil dibuat, hal itu mendorong Mbah Bancol untuk terus membuat yang lain hingga akhirnya terbentuk seperangkat. Dan sebagai pelengkap, Mbah Bancol juga menyi- apkan seperangkat gamelan sederhana untuk mengiringi wayang ini.

Wayang Timplong0002Dalam pementasannya wayang timplong memang tidak menggunakan seperangkat gamelan yang lengkap. Yang dipakai hanya berupa gambang, kempul, kendang serta sebuah gong. Dan nama timplong sendiri sebenarnya berasal dari alunan gending yang dimainkan dari se­perangkat gamelan sederhana ini. “orang-orang menyebutnya dengan nama timplongan. Karena kalau diperhatikan dengan seksama suaranya terdengar timplang., timplong.. timplang., timplong..,” terang Ki Maelan yang telah mendalang sejak tahun 60 an ini.

Mengenai cerita yang dibawakan, konon yang memiliki ide adalah R. Sariguno, seorang pujangga dari Keraton Jogjakarta. Dan Ki Maelan sendiri masih memiliki garis keturu- nan dengan R. Sariguno. Karena itulah dia begitu piawai, dalam memainkan setiap lakon cerita dalam page- laran wayang ini. Tak hanya piawai me­mainkan, Ki Maelan ternyata juga piawai menciptakan to- koh-tokoh dalam wayang ini. Bahkan di wilayah Nganjuk, untuk saat ini hanya dialah satu-satunya dalang WE* yang sekaligus merangkap sebagai pembuat wayang timplong. Dan karena prestasinya itu, Ki Maelan sempat mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo, pada 2005 silam. Tak hanya itu, Ki Mae­lan juga mendapat perhatian serius dari International Biographical Centre Cam­bridge (BCC) Inggris.

Namun sayang prestasi yang ditorehkan Ki Maelan tidak sebanding dengan nasib wayang ini di masya- rakat. Sampai saat ini wayang tim­plong terkesan hanya sebagai wa­yang kampung yang pementasannya tak lepas dari acara bersih-bersih desa. Hal ini berbeda dengan wayang kulit yang hampir selalu cocok digelar untuk berbagai macam acara. Itu karena lakon yang dimainkan memang tak lepas dari sejarah perjalanan kerajaan Kediri yang tentu berkaitan erat dengan sejarah desa-desa di kawasan Nganjuk dan sekitarnya. Bahkan konon pagelaran wa­yang ini di tiap acara bersih desa, berfungsi sebagai penolak bala.

Tujuannya agar seluruh warga desa bisa senantiasa mendapat berkah keselamatan serta lancar rejeki. “Wayang ini biasanya memang digelar pada acara bersih desa. Dan seperti sudah menjadi syarat utama, setiap acara bersih desa di wilayah Nganjuk dan sekitarnya, selalu menggelar wayang timplong sebagai pengganti wayang kulit,” ungkap Ki Maelansembari menunjukkan piagam penghargaan yang diterimanya dari Gubernur Jatim, Imam Utomo.

Hal itulah yang membuat hatinya semakin gelisah di usianya yang kian senja. Sebab calon generasi penerus kesenian ini nyaris tidak ada. Yang berarti, wayang timplong di ambang kepunahan. Padahal, di Nganjuk sendiri dalang wayang timplong tak lebih dari empat orang yang kesemu- anya sudah berusia lebih dari tujuh puluh tahun. Karenanya di usianya yang se­makin senja, Ki Maelan sangat berharap adagenerasi muda yang tertarik dan mau untuk mempelajari kesenian yang satu ini. Tujuannya tak lain agar wayang timplong bisa tetap bertahan hingga di masa-masa yang akan datang.

“Kalau saya amati, salah satu cucu saya ada yang mulai tertarik dengan wayang ini. Karenanya saya berharap agar dia nantinya benar- benar bisa menjadi penerus saya. Dan untuk itu, saya terus berusaha untuk menularkan ilmu saya padanya, agar dia semakin tertarik dan benar-benar menggeluti kesenian ini,” pungkasnya. • Kl@-6

LIBERTY, 11-20 APRIL 2009, hlm. 54-55

Log Zhelebour, Surabaya, Jawa Timur

Log-Zhelebour16 Maret 1959, Ong Oen Log lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Selanjutnya arek-arek surabaya memanggilnya Log Zhelebour.

Sejak duduk di bangku SMP Pirngadi Surabaya, Log mulai bersentuhan dengan musik rock.

Tahun 1977, Log lulus dari SMA St. Louis Surabaya.

Log memulai kariernya sebagai promotor pergelaran musik rock, didahului dengan berbagai kegiatan musik disko. Log mendirikan Log Zhelebour Production.

Tahun 1979, karier promotornya mulai menanjak setelah Log menggelar konser grup band kecil hingga menampilkan grup rock papan atas ketika itu seperti SAS asal Surabaya dengan Super Kid dari Bandung dalam pertunjukan diberinya judul Rock Power. Berlanjut dengan penyanyi rock wanita Euis Darliah, Sylvia Saartje, Farid Harja & Bani Adam, Ucok AKA, Gito Rollies, Micky Jaguar, serta grup God Bless, Rollies, Cockpit, Giant Step dan lain lain.

Log mengembangkan bakatnya sebagai executive produser rekaman, setelah sukses sebagai promotor musik rock, rekaman perdananya adalah group rock papan atas God Bless dengan album Semut Hitam yang terjual 300.000 kaset/CD dan melakukan promo tour album di 35 kota yang di sponsori oleh Djarum Super. =S1Wh0T0=

Tahun 1989, Log mendirikan Logiss Records, dari hasil sukses dalam konser tour promotor show dan executive produser rekaman,.

Log adalah  penggelar pertama festival musik rock di Indonesia. Bertujuan agar ajang tersebut menjadi pemicu bagi tumbuhnya kepercayaan diri musisi rock tanah air untuk membawakan karya mereka sendiri. Log perlu waktu lima tahun untuk meyakinkan Djarum agar bersedia menjadi penyandang dana sebuah festival musik rock yang dicita-citakannya, Djarum Super Rock Festival.

Tahun 1984-,2007, Festival musik rock yang telah digelar mencapai 11 kali. Delapan kali didanai oleh Djarum sehingga dikenal sebagai Djarum Super Rock Festival (1984, 1985, 1986, 1987, 1989, 1993, 2001, 2004) dan sekali oleh stasiun televisi Indosiar (1996) serta dua kali oleh Gudang Garam (1991, 2007).

Tahun 1992, Log juga melebarkan sayapnya dengan membuat pergelaran grup rock mancanegara seperti Sepultura, Mr BIG

Tahun 1996,  Log menggelar grup White Lion.

Tahun 1997-2000, sewaktu suasana politik di Indonesia gonjang-ganjing dan terjadi krisis moneter, festival rocknya sempat terhenti. Namun Log membuktikan eksistensinya dengan rekaman God Bless, Boomerang dan Jamrud. Pada saat itulah eksistensi Jamrud sebagai grup rock nomor satu dikukuhkan melalui rekaman-rekamannya yang berhasil mengatasi produk serupa lainnya. Album-album Jamrud seperti Nekad (1996) yang terjual 150.000 kaset dan CD, Putri (1997, 300.000 kaset/CD),Terima Kasih (1999, 800.000 kaset dan CD) dan ” Ningrat ” (2000, terjual 2.000.000 kaset dan CD ) sehingga meraih penghargaan 5 kategori AMI Award 2001 bahkan membawa mereka bersama Log tentunya melakukan tour tunggal di 120 kota yang di sponsori Djarum, diundang tampil di Jepang dan Korea serta melakukan rekaman di Australia dan melahirkan Album ” Sydney 090102 ” 2002, terjual 1.000.000 kaset/CD. Merasa belum cukup, Log menerbitkan tabloid Rock.

Tahun 2003, Log menyelenggarakan  tour 5 kota, ( Helloween ).

Tahun 2004, Log menyelenggarakan  tour 2 kota.

Tahun 2004, Log telah mengatakan bahwa Djarum Super Rock Festival 2004 akan menjadi festival terakhir kalinya yang telah ia gelar sejak tahun 1984.

Tahun 2007, Log kembali menggandeng Gudang Garam, menggelar Gudang Garam Rock Competition (GGRC). Dari ajang ini pula Log menemukan grup-grup yang kemudian diorbitkan untuk di’jual’ olehnya.

Juli 2007 , proyek Log terbaru merilis albumnya group KOBE “Positive Thinking;  Pilih Aku jadi 1 (2009); No Comment dan Log Guns (2011).

1 Januari 2008. Grup yang mengikuti GGRC 2007 ini resmi dikukuhkan awalnya bernama Alas Roban. Grup band ini seakan menjadi pertaruhan bagi Log yang telah lama vakum merekrut band sejak lepasnya Boomerang pada tahun 2002. Namun group ini tidak bertahan lama setelah menjadi band pembuka tour Skid Row, band ini vakum.

Tahun 2008, penyelenggaraan terakhir Log , Skid Row di 5 kota.

Tahun 2012, Log bangkit dari kevakumannya seiring dengan kembalinya Krisyanto ke Jamrud, kini Log menggandeng WIN Mild sebagai Sponsor Tunggal album produksinya dan menggelar tur konser Rock besar besaran, rencananya juga akan menggelar Rock Festival di 16 provinsi di Indonesia bersama Win Mild.

Log produser musik rock. Berbagai ‘produk rock’ dihasilkan di bawah bendera Log Zhelebour Production, dari Logiss Record (perusahaan rekaman yang didirikan Log bersama Iwan Sutadi Sidartha (ISS) dari Indo Semar Sakti dan Billboard Records), sampai bisnis di sekitar pagelaran musik rock, seperti Log Sound, Log Artist Management, Log Stage, Log Lighting, dan Log Show Promotor. Penyanyi dan grup band yang pernah ditangani oleh Log antara lain Ita Purnamasari, Mel Shandy, Lady Avisha, Nicky Astria, El Palmas, Kaisar, Power Metal, Gank Pegangsaan, Boomerang, dan Jamrud.=S1Wh0T0=

Drs. Suyadi, Pak Raden, Kabupaten Jember, Jawa Timur

Drs. Suyadi 128 November 1932, Drs. Suyadi lahir di Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur Indonesia. anak ketujuh dari sembilan bersaudara.

Tahun 1952-1960, Suyadi  menyelesaikan studi di Fakultas Seni Rupa di Institut Teknik Bandung (ITB)  Bandung.

Tahun 1961-1963, Suyadi meneruskan belajar animasi di Prancis. Sejak masih menjadi mahasiswa Suyadi sudah menghasil sejumlah karya berupa buku cerita anak bergambar dan film pendek animasi. Keistimewaan Suyadi tidak hanya membuat ilustrasi, tapi juga mempunyai kemampuan menulis ceritanya sendiri. Bahkan di usia senjanya kini, Suyadi tetap berkarya. “Tiap hari selalu orat-oret …” candanya suatu hari.

Tahun 1970-an, Drs Suyadi sangat kreatif puluhan buku cerita anak hasil karyanya beredar, hingga sekarang.

Tahun 1980 – 1991, terlibat langsung dalam serial Si Unyil. Dari tangannyalah karakter boneka yang konsep cerita yang ditulis Kurnain Suhardiman itu melegenda hingga saat ini. Pada masa jayanya, serial Si Unyil telah mencapai lebih dari 603 seri film boneka, dan menjadi teman pemirsanya di seluruh Nusantara di setiap Minggu pagi.

Drs. suyadi5 April 1981, Si Unyil ditayangkan di TVRI pertama kali. Tidak ada tokoh rekaan yang begitu dicintai dan hidup berpuluh tahun seperti Unyil. Selain menjadi art director, Suyadi menciptakan model bonekanya dan memasukan sejumlah karakter baru seperti Pak Raden, Pak Ogah, Bu Bariah dan lain sebagainya. Selain penulis cerita Kurnain Suhardiman, kehadiran Suyadi dalam serial Si Unyil sebagai pemberi “nyawa” sehingga Unyil dan kawan-kawannya masih hidup dan dicintai hingga saat ini.

14 Desember 1995, Drs Suyadi mengadakan perjanjian penyerahan hak cipta atas nama Suyadi dengan pihak PPFN. Di butir Pasal 7 surat perjanjian tertulis tersebut, seharusnya pihak PPFN mengembalikan hak cipta “Si Unyil” kepada Suyadi lima tahun kemudian. Namun, hal itu tidak dilakukan, karena PPFN menganggap bahwa perjanjian itu adalah bentuk penyerahan hak cipta secara tetap.

Tahun 2000-an, Kemudian, Unyil diformat ulang menyesuaikan  dengan zamannya, sehingga tetap dapat digemari anak-anak Indonesia. Hasil dari format ulang acara Si Unyil adalah Laptop Si Unyil. Ia juga dikenal sebagai Pak Raden dalam acara Unyil.

Tahun 2008,  Drs Suyadi masih menghasilkan buku anak berjudul Petruk Jadi Raja (Kelompok Pecinta Buku Anak, 2008).

28 November 2009, Drs Suyadi menjadi model klip sebuah group musik anak muda, Sembilan Band.

Selasa 03 Juli 2012, Drs Suyadi atau dikenal sebagai tokoh Pak Raden di serial “si unyil” telah dianugrahi penghargaan Ganesha Widya Jasa Utama karena telah menunjukkan jasa dan prestasi yang menonjol sebagai pelopor Bidang industry Kreatif Klaster Animasi dan Tokoh Animator di tingkat nasional, pada Pada peringatan 92 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia yang dilaksanakan pada di Aula Barat ITB. =S1Wh0T0=

Yuki Kato, Kota Malang, Jawa Timur

yuki-kato.2 April 1995, Yuki Anggraini Kato lahir di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Putri pertama dari pasangan Takeshi Kato dan Twinawati. Takeshi Kato, seorang Project Manager sebuah perusahaan besar di Jepang dan saat ini berada di Jepang dan datang setiap 3 bulan sekali untuk mengunjungi putrinya di Indonesia. Memiliki adik bernama Reina Meisilia Kato dan Sakura Des Caesar Kato.

Yuki tinggal bersama ibu dan adiknya di Kota Wisata, Cibubur.

Yuki Kato adalah mantan siswi SD Fajar Hidayah dan SMP Sekolah Pilar Indonesia. Dan kini Yuki menjadi siswi di SMA Bakti Mulya .

Yuki Kato pemeran Indonesia, yang mulai dikenal setelah membintangi sinetron “Primata Cantik” produksi Starvision bersama dua rakannya, Irshadi Bagas dan Esa Sigit,

Yuki Kato bermain bersama Raffi Ahmad dan Laudya Chintya Bella dalam Jodoh Arietta berperan sebagai adik Raffi Ahmad.

Yuki Kato juga  berpontensi pula dalam bidang tarik suara. Pernah berduet dengan Irshadi Bagas menyanyikan lagu OST My Heart dalam acara My Heart By Request di SCTV.

Tahun 2008, Yuki Kato berperan dalam Film “Basahhh”.

Tahun 2010, Yuki Kato memperoleh prestasi sebagai Aktris Pemeran Utama Terfavorit Gaulteenment Award.

Tahun 2010,  Yuki Kato  membintangi sinetron yang berjudul Arti Sahabat. Dalam serial televisi ini Yuki berperan sebagai Ajeng dan lawan mainnya, Steven William berperan sebagai Yudha.

Tahun 2011, Yuki Kato berprestasi sebagai Aktris Utama Ngetop SCTV Award. Ditahun ini pula Yuki sebagai Juara 1 Aktris Terfavorit Gaulteenment Award (2011).

Tahun 2012, Yuki Kato berprestasi sebagai Aktris Pemeran Utama Terfavorit Gaulteenment Award. Aktris Pasangan Sinetron Remaja Terbaik dengan Stefan William

Tahun 2012, Yuki Kato berperan dalam  FTV When Yo’ve Got Ism@il; “Mister Pinky”; “Sepatuku Cintaku; “Aku Dewi Bukan Dewo” dan “22 Hari Mengejar Cinta Seleb”.

Tahun 2013, Yuki Kato berperan dalam  FTV “Cinta Kadal Di Kadalin”; “RoroJonggrang Millenium” serta “Cinlok Si tukang Cilok”. Selain itu Yuki juga berperan dalam Film “Operation Wedding”.

yuki-katoYuki Kato juga berperan dalam beberapa sinetron diantaranya : Inikah Rasanya; Matahariku; Kecil-Kecil Tukar Cincin; Heart Series; My Love; Pelangi-pelangi Cinta; Pintu Hidayah; 3 Pengantin Untuk Ayahku; Putih Merah; Gol-Gol Fatimah; Dia atau Diriku; Cahaya Gemilang; Otomatis Jatuh Cinta; Part Of Me dan Cinta Cenat Cenut 3 .

Yuki Kato juga berperan sebagai bintang iklan diantaranya: Gery Chocolatos;  Wafer Tango; Biore ;  Baju Jenama BARA; Ting Ting Garuda; Oil Yamalube; Nourish Skin dan United Bike.

Marini, Kota Malang, Jawa Timur

marini2 November 1947, Kanjeng Raden Ayu Soemarini Soerjosoemarno lahir di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Selanjutnya lebih dikenal  dikenal sebagai Marini Burhan Abdullah. anak ke-dua dari pasangan Soetarjo Soerjosoemarno (Mayjen TNI/Alm.), keluarga kesultanan Keraton Mangkunegaran Solo, dan Dolly Zegerius   keturunan Belanda dan Yahudi. Dinikahi tahun 1943 sewaktu Soetarjo studi di Technische Universiteit Delft, Nederland.

Tahun 1960-an,  Marini telah merekam puluhan album, baik yang direkam di Indonesia maupun di luar negeri yang direkam di Polydor, Philips, EMI di Singapura, Tokyo, dan Kuala Lumpur.

Tahun 1970-an, Marini dan Sandra Sanger merupakan penyanyi andalan The Steps, mereka lebih dari 8 tahun melanglang kota-kota besar Asia, Singapura, Kuala Lumpur, Tokyo dan Hongkong.

Tahun 1975-an, Marini sebagai pemeran wanita yang terkenal pada film-film pernah terpilih sebagai The Best Actress (Pemeran Wanita Terbaik) pada Festival Fim Asia (FFA Awards) di Seoul, Korea. Sampai saat ini Marini masih sering tampil menyanyi bersama Band The Steps.

Tahun 1975,  Marini berperan dalam  film “Cinta”  – arahan Wim Umboh.

Tahun 1976, Marini memperoleh Twin Lion Award di Pusan, Korea Selatan, lewat film arahan sutradara Wim Umboh, Cinta (1975).

1976, Marini berperan dalam  film “Sesuatu Yang Indah”  – arahan Wim Umboh; dalam  film  “Sentuhan Cinta – arahan Bobby Sandy dan dalam  film “Kenangan Desember”  – arahan Ami Prijono

1977, di tahun ini Marini banyak sekali berperan dintaranya dalam film “Layu Sebelum

marini 1

Bekembang”  – arahan Sofyan Sharna, dalam  film “Istriku Sayang Istriku Malang- arahan Wahab Abdi; dalam  film “Sejuta Duka Ibu”  – arahan Motinggo Busye; dalam  film “Jangan Menangis Mama”  – arahan Sofia WD, dalam  film “Terminal Cinta – arahan Abrar Siregar serta dalam  film “Marina”  (1977) – arahan Nico Pelamonia.

Marini pernah beberapa kali menikah antara lain dengan Tinton Soeprapto (cerai), dan selanjutnya dengan  Idris Sardi (cerai). Dari perkawinannya terdahulu Marini memperoleh seorang putra Putera Parama Pandu Suwastomo.


Tahun
1979, Marini berperan dalam  film “Wanita Segala Zaman” – arahan Hasmanan;  dalam  film  “Kemana Hati Kan Ku Bawa”  arahan Yusaini Amir,  serta dalam  film  “Anna Maria”  – arahan Hasmanan.Dari perkawinannya Didi Abdulkadir Hadju (cerai), memperoleh seorang putra dan seorang putri yaitu, Shelomita Sulistiany (lahir 26 November 1974) dan Reuben Elishama (lahir 18 September 1978).

Setelah menikah dengan Burhan Abdullah, namanya dikenal sebagi Marini Burhan Abdullah. Mereka berdua sekarang lebih banyak menyalurkan kegiatannya di bidang pendidikan dan sosial, diantaranya Sekolah Taman kanak-Kanak bagi anak-anak yg orang tuanya tidak mampu dan TPA & Panti Asuhan. Marini bersama beberapa artis pemeran dan penyanyi senior membentuk organisasi Solidaritas Artis Indonesia (STARINA). Organisasi STARINA merupakan wadah kegiatan sosial bagi Artis pemeran dan penyanyi Indonesia yang telah memasuki lansia.

Tahun 1980, Marini berperan dalam  film “Sirkuit Kemelut”  – arahan Lukman Hakim Nain.

Tahun 1981, Marini berperan dalam  film “Nila Di Gaun Putih”  – arahan Sandy Suwardi Hassan.

Tahun 1987, Marini berperan dalam  film “Akibat Kanker Payudara”  – arahan Frank Rorimpandey.

Tahun 2004, Marini telah ikut aktif dibidang politik sebagai fungsionaris dan Caleg Partai Patriot Pancasila (sekarang Partai Patriot). Marini juga disamping aktif sebagai Srikandi Pemuda Pancasila, kini bersama beberapa teman-teman, mendirikan Japto Soerjosoemarno Center (JSC), sebagai lembaga kajian Kebangkitan Semangat Kebangsaan dalam mempertahankan UUD 1945, Pancasila dan NKRI.

Tahun 2007, Marini berperan dalam  film “Ayat-Ayat Cinta”  – arahan Hanung Bramantyo.

2010, Marini berperan dalam  film “Satu Jam Saja”.

Marini berperan dalam beberapa Sinetron ; Dia Anakku, Cinta Melody dan Keburu Jodoh

Agustus 2008, Marini & The Steps melakukan Konser di Sultan Hotel (dahulu Hilton Hotel) Jakarta. Marini masih aktif tampil sebagai pemeran film sinetron terutama yang bertemakan religi dilayar kaca, dan tampil lagi dilayar lebar pada film Ayat-Ayat Cinta yang mencapai rekor jumlah sementara tertinggi di Indonesia, ditonton lebih dari 3,9 juta penonton.

Tahun 2008, Marini memperoleh Penghargaan Bintang Seniman dari Presiden Persatuan Seniman Malaysia, Kuala Lumpur. =S1Wh0T0=

Renia, Kota Madiun

Renia22 Januari1980, Elmayana Sabrenia lahir di Madiun, Jawa Timur, Indonesia, selanjutnya lebih dikenal dengan panggilan Renia. Sulung tiga bersaudara Putri pasangan Marsma Pnb Surya Dharma dan Cut Nurleily.

Renia adalah seorang mahasiswi yang kuliah di Jurusan Public Relations (PR) FISIP Universitas Pelita Harapan.

Thun 2004,  Renia membintangi film Brownies sebagai Didi. Film ini juga merupakan debut Renia di dunia seni peran. Sehingga sejak ini nama Renia mulai dikenal. Bahkan sebelum main di film ini Renia belum pernah bermain di film maupun sinetron, juga belum pernah menjadi bintang iklan. Saat ditawari main di Brownies, Renia masih berstatus mahasiswa.

Tahun 2005, Renia sebagai Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI dalam film (Brownies, 2004)

Tahun, 2005, Renia membintangi film Vina Bilang Cinta.

Tahun 2006, Piala Vidia FFI 2006, Aktris Pembantu (Super Model).

2007, Renia berperan dalam film Mengejar Mas Mas, serta flmPocong 3.

2008, Renia berperan dalam film XL, Antara Aku, Kau dan Mak Erot.

Setelah bermain sebagai Didi yang ceriwis, yang juga menjadi trademark Renia, seperti dalam sinetron 1001 Cara Menggaet Cowok, Renia menjadi pengarang bernama Serena yang bawel. Di sinetron Bunda yang disiarkan RCTI, Renia juga menjadi tokoh antagonis bernama Lia.=S1Wh0T0=

Venna Melinda, di Surabaya, Jawa Timur

Vena - pustak1 copy20 Juli 1972,  Venna Melinda lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Tahun 1988, kariernya dimulai lewat acting dalam film Catatan Si Boy II.

Tahun 1993, mengikuti pemilihan Abang None Jakarta.

Tahun 1993, Venna menikah dengan Ivan Fadilla Soedjoko, yang juga Abang Jakarta. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, Verrell Bramasta dan Athalla Naufal.

Tahun 1994, mengikuti pemilihan Puteri Indonesia. Kariernya terus menanjak dan Multivision Plus mengorbitkannya lewat sinetron Bella Vista 1 dan Bella Vista 2. Sinetron lain yang pernah ia bintangi antara lain: Bulan Bukan Perawan, Opera Jakarta, Tersanjung 5 dan Maha Pengasih

Venna juga aktif mengembangkan bisnis perawatan tubuh dan kebugaran. mendirikan studio senam, lalu merambah dunia tari Salsa. Venna memiliki “Sanggar Senam dan Fitness Venna Melinda”, namun akhirnya sanggar studio senam ini ditutup karena ketidak jelasan manajemen yang mengelolanya. Wanita berdarah Bali ini juga mengeluarkan DVD berisi senam dengan ‘exotic dance’.

15 September 2004, Venna merilis album solo perdananya “The Other Side of Me”.

Venna juga membuat perusahaan recording, sehingga album perdananya “The Other Side of Me”. di bawah VM (Venna Melinda) Record. Dalam pembuatan album solonya tersebut, Venna mengeluarkan kocek sendiri termasuk menjadi produser.

Venna menggandeng Dian Pramana Putra dan Pongki Singiku untuk membantu perwujudan album perdananya tersebut. Venna juga meluncurkan buku yang mengisahkan keputusannya untuk mengambil langkah kehidupan yang dijalaninya saat ini, berjudul “Venna Melinda’s Guide To Good Living”. Buku ini, disertai tip lengkap guna menjaga kebugaran tubuh.

Di samping itu, Venna Melinda juga menjadi bintang iklan produk Natur Slim dengan slogannya yang terkenal “Minum Natur Slim. Buktikan khasiatnya. =S1Wh0T0=