Petik Laut, Kota Pasuruan

Lebih Berwarna

Petik Laut0002Upacara tradisi Petik Laut tahun ini yang diselenggarakan masyarakat pesisir Kota Pasuruan, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Petik Laut kali ini selain melakukan konvoi perahu seperti biasanya ke tengah laut, juga didahului dengan pawai budaya.

Selain itu, juga dihadirkan berbagai atraksi seni dan budaya, seperti tari- tarian, pencak silat serta pertunjukan seni lainnya, hal ini menambah semaraknya kegiatan upacara tradisi tersebut. Respon yang ditunjukkan warga sekitar untuk menyaksikan rangkaian acara Petik Laut juga cukup tinggi.

Petik Laut0001Namun kegiatan ini masih terkesan dilaksanakan seadanya, ke depannya perlu dikemas agar lebih menarik dan dapat dijadikan sebagai salah satu paket wisata budaya. Sehingga lebih memikat para pengunjung wisata di Kota Pasuruan.Acara ini dihadiri langsung walikota, wakil walikota dan juga jajaran Muspida Kota Pasuruan. Tidak ketinggalan beberapa pejabat di lingkungan Pemkot Pasuruan juga turut menghadirinya.

Kegiatan Upacara tradisi Petik Laut merupakan salah satu atraksi budaya yang biasa diselenggarakan masyarakat pesisir. Dalam sejarahnya, diselenggarakannya Petik Laut ini adalah sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya hasil laut yang diperoleh para nelayan. *****

MAJALAH BANGKIT EDISI I, Tahun V, Januari- Maret, 2013

Lomba kerapan sapi di kota Pasuruan

Lomba kerapan sapi di kota Pasuruan, hibur ratusan warga 

Kerapan Sapi Pasuruan0001 - CopyLapangan bekas tambak di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Panggungrejo, Sabtu (9/3) terlihat lebih ramai dari biasanya. Sesek bambu dipasang mengelilingi hampir sebagian besar luas bekas tambak. Sementara itu, banyak orang baik tua muda, laki-laki dan perempuan yang datang menyemut dan kemudian berdiri di luar sesek bambu. 

Kerapan Sapi Pasuruan0002Kerapan Sapi Pasuruan0001Sesek bambu tersebut dijadikan batasan lintasan untuk perlombaan karapan sapi dalam rangka memeriahkan HUT Kota Pasuruan ke 327. Teriknya sinar matahari tidak menyurutkan langkah warga Kecamatan Panggungrejo dan sekitarnya untuk menyaksikan lomba karapan sapi yang baru tahun ini digelar sejak HUT Kota Pasuruan diperingati. 

Kerapan Sapi Pasuruan0003Siang itu, ada 24 pasang sapi yang akan mengikuti lomba memperebutkan Piala Walikota. Sapi-sapi seperti Ronggolawe, Kencono Wungu, Carlos, Arepas dan lainnya yang selama ini biasa mengikuti pacuan sudah siap berlari melintasi lintasan sepanjang kurang lebih 100 meter. 

Sebelum sapi-sapi tersebut berlomba oleh para pemiliknya diberi perlakuan, seperti dimandikan, diberikan jejamuan ataupun perlakuan lain yang merangsang sang sapi dapat berlari sekencang- kencangnya. 

Kerapan Sapi Pasuruan0004Walikota H. Hasani dalam sambutannya mengatakan, lomba karapan sapi ini digelar adalah sebagai bagian untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Karena itu, walikota mengharapkan agar para pengunjung dapat menjaga ketertiban dan keamanan selama lomba dilangsungkan. Walikota juga beijanji untuk menggelar acara serupa di kemudian hari. 

Kerapan Sapi Pasuruan0005Digelarnya lomba karapan sapi ini selain memberikan hiburan bagi masyarakat, juga memberikan keuntungan finansial untuk masyarakat sekitar. Warga memanfaatkan untuk menjual berbagai barang dagangan seperti makanan dan  minuman ringan. 

Perlombaan yang digelar selama dua hari, yakni 9 dan 10 Maret 2013 ini akhirnya dimenangkan sapi Kencono Wungu. Selain mendapatkan piala walikota, pemenang lomba karapan sapi ini membawa pulang sebuah sepeda motor. Selain itu, beberapa hadiah lainnya juga diperebutkan dalam lomba kali ini. **

MAJALAH BANGKIT EDISI I , Tahun V, Januari – Maret  2013, hlm 19-21

hari jadi Kota Pasuruan ke 327

Prosesi hari jadi Kota Pasuruan ke 327, diramaikan pawai budaya

prosesi pasuruan0001Prosesi harin jadi yang ditandai kirab pataka oleh para prajurit wironini Menjadi pertanda lahirnya kota Pasuruan. Rangkaian upacara prosesi hari jadi ini diawali dengan kirab pataka oleh para prajurit wironini yang diawali dari depan Kantor Walikota di Jalan Pahlawan menuju ke GOR Untung Suropati yang selama ini selalu dijadikan sebagai pusat kegiatan prosesi.

prosesi pasuruan0002Pataka yang diletakkan di dalam tabung kayu itu dibawa oleh salah seorang prajurit wironini, yang secara simbolik menggambarkan seorang prajurit mataraman yang membawa surat mandat dari Sultan Jawa kepada Untung Suropati. Prajurit yang membawa pataka ini duduk dengan gagah di atas kereta kudaprosesi pasuruan0006 dan diikuti beberapa pengawal yang membawa prototype senjata tombak dan tameng.

Kirab pataka ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti pelaku seni dan budaya, siswa sekolah, para pendekar silat yang menampilkan berbagai atraksi budaya, seperti tari terbang bandung, reog dan barongsai.

prosesi pasuruan0003Pawai budaya dan kirab pataka ini sayangnya masih belum terlalu antusias disambut oleh masyarakat. Padahal bila dilihat lebih dalam, kegiatan ini mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah paket wisata festival yang mampu menarik pengunjung untuk menikmatinya.

Untuk itu perlu dikembangkan menjadi lebih menarik dengan memasukkan unsur entertain di dalamnya. Mendekati GOR Untung Suropati, prajurit wironini pembawa pataka yang sebelumnya diiringi pawai budaya, digantikan oleh rombongan walikota, wakil walikota dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Pasuruan yang mengenakan baju khas Pasuruan.

Sementara itu, pataka yang sebelumnya dibawa oleh seorang prajurit yang naik di atas kereta kuda diserahkan kepada seorang putri yang diiringi dengan dua orang dayangnya menuju ke tempat prosesi.Rangkaian kegiatan prosesi ini diakhiri dengan pembacaan pataka oleh Ketua DPRD Kota Pasuruan. ****

MAJALAH BANGKIT EDISI I Tahun V, Januari- maret 2013, hlm. 16-18