Batik Jonegoroan, Kabupaten Bojonegoro 2

Bupati Bojonegoro, H Suyoto, meresmikan Toko Bojonegoro yang menyediakan Batik Jonegoroan dan kaos Jonegoroan (2/8/2013).

batik jonegoroan.TOKO di komplek pertokoan Jl Gajah Mada itu menampung hasil produksi batik masyarakat dari enam desa di tiga kecamatan binaan Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos) Mobil Cepu Limited (MCL), operator Migas Blok Cepu. Enam desa yang sebelumnya mendapatkan program industri kreatif batik Jonegoroan dan sablon kaos Jonegoroan itu adalah Desa Ngunut dan Dander, Kec Dander; Desa Sukoharjo dan Leran, Kec Kalitidu, dan Desa Ngasem dan Sendangharjo, Kec Ngasem.

Bupati Bojonegoro, Suyoto, mendukung kreasi anak muda Bojonegoro yang turut memberi identitas bagi Bojonegoro dalam bentuk kreasi dan karya seperti yang dilakukan Ademos. “Apa yang dilakukan ini dapat ikut mempromosikan produk lokal Bojonegoro dan sekaligus membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya,” kata Suyoto.

Dia berharap, dengan hadirnyaToko Bojonegoro ini dapat lebih memudahkan masyarakat dari dalam maupun luar Bojonegoro dalam memperoleh produk lokal Bojonegoro, khususnya Batik Jonegoroan dan Kaos Bojonegoro Untuk itu, Kang Yoto berpesan, agar para perajin maupun pengelola Toko Bojonegoro lebih kreatif lagi dalam menyajikan desain produknya.”Sehingga toko ini bisa diminati semua kalangan dan menjadi jujugan,”tutur Suyoto.

Ketua Ademos, Aziz Ghosali, menerangkan, selain untuk menampung hasil kerajinan para perajin, Toko Bojonegoro ini merupakan salah satu upaya untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh Batik Jonegoroan dan Kaos Bojonegoro. KarenaToko Bojonegoro ini menyajikan varian produk beragam mulai kalangan tua hingga remaja. “Untuk produknya sengaja didesain berbeda sesuai selera remaja masa kini,”sambung Aziz.

Untuk lebih memperluas pemasaran produk Batik Jonegoroan dan Kaos Bojonegoro ini Ademos juga memasarkannya secara online dengan alamat www. tokobojonegoro.com. Sementara itu Menko Kesra, HR Agung Laksono, usai membuka pasar murah, langsung meninjau stan milik Dekranasda dan tertarik serta membeli batik khas Jone­goroan dengan warna kuning motif daunjati. *

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jaw timuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Galeria, Edisi 14; September – Oktober 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *