Musik pengiring Kesenian glipang

Kesenian glipang, kesenian asli tradisi Probolinggi ini kecuali disajikan dalam bentuk tari dan drama (sandiwara) juga diiringi musik dan vokal. Secara umum bisa dikatakan sebagai berikut, ciri-ciri dari penyajian keseni­an glipang. Pada pola penyajian keseni­an memiliki struktur tertentu dan tema tertentu, serta lagu-lagu yang dibawakan bernafaskan agama Islam.

Alat-alat nusik yang digunakan terdiri dari sebuah Jedhor, dua buah ketipung besar (lake’an dan bhine’an), tiga sampai lima terbang/kecrek. Pola permainan musik merupakan ansamble dari jedhor, terbang / kecrek dan vokal.

Bahasa yang digunakan dalam vokal/dialog adalah bahasa arab, Jawa dan Madura, unsur gerak kreativitas pribadi dari unsur – unsur gerak pencak silat. Tokoh-tokoh pelaku sesuai dengan lakon yang dibawakan.

 Alat musik yang digunakan.

Alat musik/karawitan glipang terdiri dari :

–     Dua buah ketipung besar.

Terdiri atas lake’an dan bhine’an, ditabuh tingkah meningkah (saling mengisi), ketipung laki-laki (lake’an) berfungsi memimpin dan memberikan tekanan-tekanan gerak.

–     Satu buah Jidhor.

memberikan tekanan-tekanan tertentu untuk semelehnya (konstan-nya) irama.

–    Tiga buah sampai lima buah terbang/keorek.

mengisi laga dengan cara memberikan suara diantara degupan.

Lagu-lagu yang dibawakan

–     Lagu Awayaro, sebagai lagu pembukaan menjelang penyajian tari kiprah glipang.

–    Pantun berlagu bebas, dibawakan secara bergantian pada penyajian tari pertemuan.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jaw timuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Soetrisno R: Tari Dan Musik Glipang Di Kabupaten Probolinggo, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Surabaya, 1984, hlm.2-5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *