Soto Branggahan

Soto Branggahan0001Kabupaten Kediri dikenal dengan Gudangnya kuliner, salah satunya Soto Branggahan begitulah banyak orang menyebuf namanya . Apabila bepergian ke Tulung Agung dari Kediri atau yang dari Tulung Agung akan ke Surabaya atau ke Kediri dan melewati Ngadiluwih pasti akan dijumpai banyak sekali deretan lapak- lapak kaki lima yang berjualan soto khas dari Kediri.

Soto Branggahan0002Masyarakat menyebutnya dengan Soto Branggahan, karena nama daerah tempat mereka berjualan adalah Desa Branggahan, Kec. Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, ± 8 km arah selatan dari Alun-alun Kediri menuju Tulung Agung. Dari cerita yang selama ini beredar, “Sentra Soto” tersebut sudah ada sejak tahun 1950. Dan para pedagang itu umumnya adalah warga sekitar dan telah berjualan soto secara turun-temurun.

Soto Branggahan0003Yang menjadi ciri khas dari Soto Branggahan adalah sotonya ayam kampung dengan kuahnya dari rempah-rempah yang bercampur dengan santan sehingga rasanya menjadi gurih. Hal ini juga yang membedakan dengan soto-soto pada lainnya yang cenderung berkuah bening.

Hal unik lainnya dalam penyajian Soto Branggahan adalah bila pedagang soto pada umumnya meletakkan sambal pada tempat yang terpisah dan sambalnya sudah dihaluskan, namun Soto Branggahan ini meletakkan sambalnya dibawah nasi, jadi ketika menyantap soto ini harus diaduk- aduk agar pedasnya merata.

Soto Branggahan0004Selain itu tempat penyajiannya pun tak kalah menarik, yakni disajikan pada mangkuk yang ukurannya tidak sebesar wadah penyajian soto pada umumnya, tetapi menggunakan mangkuk kecil yang menyerupai mangkuk china atau cawan. Jadi bagi yang terbiasa makan besar pasti tidak akan cukup jika cuma makan satu mangkuk saja, sehingga setidaknya butuh dua mangkuk untuk membuat kenyang.

 

 

Soto Branggahan0005

 

 

Ida Kristianingrum ( 29 tahun ) Ibu 2 orang anak sebagai pemilik warung soto khas kediri yang terletak di desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih. Buka setiap hari mulai pukul 8.30 WIB – 23.00 WIB. Setiap hari bisa menghabiskan beras 4 – 6 Kg dan menghabiskan ayam 4-6 ekor. (Prastyanto B – Kominfo)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Majalah GEMA KELUD, Edisi 3 / Juli-september 2013 halaman 36-37

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *