Jelajahi Jejak Destinasi Pantai Boom Tuban Jawa Timur

Gerbang Utama Masuk ke Pantai Boom, Tuban

Selain terkenal dengan wisata religi, goa dan kuliner yang khas, ada satu destinasi wajib dikunjungi saat berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Tempat itu bernama Pantai Boom. Letaknya hanya sekitar 300 meter dari alun-alun. Di pantai ini pengunjung akan menemukan break water, semenanjung dengan panjang hampir 1.000 meter, plus semenanjung buatan.

Keindahan panorama yang layaknya lukisan akan memanjakan seti’ap wisatawan yang hadir. Aktivitas nelayan melengkapi keindahan matahari saat terbit dan ketika beranjak ke peraduannya. Puluhan pohon cemara yang sengaja ditanam berderet pun menambah kesan rapi nan sejuk.

Pantai Boom juga menyimpan keunikan jejak peiabuhan yang legendaris. Jaman kerajaan Singasari dan Majapahit, pantai Boom merupakan jalur lintas utama perdagangan dan peiayaran. Juga pintu masuk para wali untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, khususnya Jatim. Lewat pantai ini juga Adipati Ronggolawe menghadang dan menyerang pasukan tentara Mongol yang hendak menyerbu kerajaan Singasari. Hal ini bisa diiihat ketika pengunjung memasuki gerbang utama masuk. Pengunjung disuguhi arsitektur yang unik berupa relief tentara Tar Tar di sebelah kiri gerbang dan relief Ronggolawe di sebelah kanan gerbang. Relief ini menceritakan ketika tentara Tar Tar mendarat di Pantai Tuban serta Bupati Ronggolawe yang men­ceritakan sejarah berdirinya Tuban. Sebagai bekas pelabuhan niaga yang besar di masa lampau, tak heran bila di kawasan perairan pantai ini banyak ditemukan benda-benda bersejarah seperti gentong, guci kuno, persenjataan tradisional, keramik, dan sebagainya. Sekitar 1990 an, di pantai ini pernah dilakukan pengangkatan “harta karun” dari dasar samudera oleh salah satu perusahaan swasta atas ijin pemerintah. Beberapa benda yang telah berhasil diangkat bisa dijumpai di Museum Kambang Putih di selatan Alun-alun Kabupaten Tuban.

Keunikan lain, di area wisata pantai ini terdapat sumur yang mengeluarkan air tawar. Sumur ini terletak di sisi kanan dan kiri tak jauh di belakang loket. Sumur ini diberi namaTirta Jaladri dengan bangunan berarsitektur Jawa. Masing-masing dinding bangunan terdapat prasasti yang menceritakan sejarah Pantai Boom. Pantai Boom ini menyuguhkan eksotisme pantai dengan jalan setapak seratusan meter menuju bibir pantai. Di sepanjang jalan juga dilengkapi gazebo atau biasa disebut gubuk permanen sebagai pos istirahat pengunjung sembari menikmati pemandangan pantai. Bahkan, pihak pengelola sengaja menanam cemara laut untuk menambah sejuknya suasana pantai. Untuk bisa memasuki kawasan wisata Pantai Boom, wisatawan cukup membayar Rp 1.500. Jam buka dimulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Pintu masuknya berbentuk seperti layar perahu dan hamparan taman di depanya.

Namun meski tiket masuknya sangat murah, namun fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Tempat parkir yang sangat luas, disertai toilet di beberapa tempat, arena bermain ayunan, prosotan, jungkat-jungkit, kereta api, biang lala dan lain sebagainya. Aneka wisata kuliner juga tersedia di sekitar Pantai Boom, sehingga bagi wisatawan yang lapar tidak perlu bingung.

Senja di Pantai Boom, Tuban

Pantai yang landai dan gelombang kecil seperti Pantai Utara Jawa lainnya, memungkinkan wisata bahari plus segala sesuatu yang menyertainya. Ketika berada di dalam, wisatawan bisa jogging, jalan santai baik seorang diri atau bersama, sahabat, ataupun orang terkasih. Wisatawan juga bisa memancing tersedia spot mancing. Sehingga tak heran, banyak pengunjung yang rela menunggu ikan berjam-jam, hanya ditemani dengan deburan ombak. Yang lebih spesial, adalah sang surya yang bergerak perlahan keluar dari peraduannya. Para pengunjung biasanya menikmati keindahan sunrise ini sambil duduk di gazebo atau santai di bibir pantai. Bagi wisatawan yang suka berswa foto Pantai Boom juga memiliki spot foto yang bi­sa menghasilkan foto yang bagus. Latar be­lakang lautan lepas, ataupun saat bermain air laut, dengan deretan perahu-perahu nelayan yang bersandar di pinggiran pantai. Karenanya jangan lupa membawa kamera. “Baru pertama kali ke Pantai Boom ini, asyik banget lokasinya enak buat bersantai.” Itu kata Ratna, salah seorang pengunjung asal Kabupaten Gresik. “Terlebih suasana angin sepoi-sepoi.

Sumber :    Majalah Prasetya, Sumber Informasi Birokrasi, Januari 2018 [24-26]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *