Taman Kehati, Desa Sumberejo, Wonosalam. Kab. Jombang

Lokasi Taman Keanekaragaman Hayati Kabupaten Jombang secara administrasi terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang pada koordinat 7° 40′   22.83391″ S dan 112° 23′      10,49395″ E dengan luas areal 15 Ha. Luasan ini memenuhi luasan minimal 10 Ha sebagaimana yang diatur dalam Lampiran I Permen LH No.  03/2012 tentang Tipe Taman Kehati. Lokasi Taman Kehati berada   pada area Perusahaan Daerah Perkebunan Panglungan yang dapat diakses dengan mudah melalui jalan utama Jombang ke Wonosalam yang berjarak sekitar  30 Km dari Kota Jombang, melalui Mojoagung. Penetapan tapak Taman Kehati Jombang telah dilakukan berdasar Surat Keputusan Bupati Jombang No. 252 Tahun 2017, tentang Penetapan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berlokasi di desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. SK tersebut menetapkan pemberian penetapan tapak kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang untuk keperluan pembangunan dan pengembangan kawasan Taman kehati Jombang.

PENGELOLA

Unit Pengelola Taman Kehati sudah dibentuk melalui SK Bupati Jombang No. 253 Tanggal 21 Juni 2017 tentang Pengelola Taman Kehati yang berlokasi di Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Unit pengelola dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jombang, dan beranggota Direktur PD Panglungan, Kepala BAPEDA, Bagian Perekonomian, Kepala Desa dan LSM Padepokan Wonosalam Lestari.

BENTANG ALAM

Secara umum kondisi fisik lokasi pembangunan keanekaragaman hayati di wilayah Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang merupakan wilayah dengan bentang alam yang kompak dan memilki topografi yang cukup beragam.

Secara topografis, bentang lahan taman kenekaragaman hayati terletak di ketinggian rata-rata ± 500 mdpl (diatas permukaan laut), serta memiliki bentuk wilayah berbukit dan bergelombang dengan kelerengan berkisar antara 15-40 derajat. Mengacu pada data iklim rerata di wilayah studi Desa Sumberejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang memiliki tipe iklim D (Schmidth Fergusson). Suhu rata-rata berkisar antara 22-33° C.

Jumlah curah hujan sebesar 2.239 mm pertahun dan jumlah hari dengan curah hujan tertinggi sebanyak 93 hari. Lokasi dengan ketinggian di atas ± 500 m mempunyai fungsi hidrologis yang penting dan memerlukan usaha pengawetan tanah dan air.

Peran kawasan perbukitan dan pegunungan di wilayah Wonosalam sangatlah vital dan strategis. Secara umum kawasan ini memiliki curah hujan relatif tinggi (di atas 1.750 mm/tahun) dengan tipe iklim C3 dan D3 yang mendukung wilayah produktif penghasil sumber komoditas pertanian pangan penting (padi, palawija, tebu dan beberapa komoditas sayuran) yang merupakan wilayah dataran fluvial dibawahnya.

Kawasan tersebut merupakan daerah tangkapan air yang perlu dijaga dan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Keberadaan hidrologi di lokasi taman keanekaragaman hayati sangat minim, dimana kondisi awal hanya mengandalkan air tadah hujan.

Struktur geologi area’Taman Kehati didominasi oleh alluvium dan bentukan hasil gunung api kwarter muda. Sedangkan batuan yang relatif agak luas persebarannya adalah miosen, hasil gunung api kwarter tua. Sementara itu batuan lain hanya mempunyai proporsi kecil. Batuan sedimen alluvium tersebar. Dari beragamnya jenis batuan yang ada, memberikan banyak kemungkinan mengenai ketersediaan bahan deposit tambang.

Berdasarkan pada tapak fisik dan morfologi (tapak ekoregion) maka wilayah yang ada di dalam Taman Kehati tersebut dapat dibagi menjadi 8-9 blok yang meliputi wilayah datar, lereng, tebing curam dan jurang.

PENGEMBANGAN FUNGSI

Pola kolaborasi dengan masyarakat dalam pemeliharaan dan pengembangan Taman Kehati sudah diciptakan mulai awal pembangunan. Meskipun demikian, kolaborasi tersebut masih perlu ditingkatkan khususnya pada fungsi Taman Kehati dalam mendorong ekonomi, meningkatkan kehidupan sosial masyarakat serta pelestarian lingkungan. Selain itu, aspek dukungan sosial kemasyarakatan terhadap keberadaan Taman Kehati juga harus terus ditumbuh- kembangkan agar masyarakat secara mandiri ikut berperan serta dalam menjaga dan memeliharanya.

Pada review masterplan Taman Kehati Jombang telah dibuat zonasi tanaman buah produktif yang bisa dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat nantinya, antara lain jenis mangga-manggaan, salak, beberapa jenis manggis, beberapa jenis ubi, durian, jeruk dan sebagainya.

Saat ini, kegiatan pemeliharaan Taman Kehati, melibatkan A orang tenaga kerja harian lepas dan 10 orang tenaga bantuan insidental untuk pemupukan. Seluruh kegiatan pemeliharaan maupun pembangunan fisik Taman Kehati Jombang, Dinas Lingkungan Hidup selalu memprioritaskan keterlibatan ma’syakarat setempat.

Penambahan infrastruktur wisata juga terus dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jombang. Keberadaannya diharapkan dapat menarik para pengunjung agar datang ke Taman

Kehati untuk berwisata alam, menikmati ruang terbuka hijau atau belajar tentang ekosistem alam.

Keterlibatan kelompok masyarakat dalam pemanfaatan fungsi dilaksanakan dengan konsep “Pengembangan Edu-Eko-Wisata Research Tour”. Terkait model ekowisata ini Dinas Lingkungan Hidup Kab. Jombang telah bersinergi dengan Universitas Ciputra untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kemampuan menjadi tour guide, membentuk gaya hidup ramah lingkungan, menciptakan kuliner lokal serta hunian yang layak (guest house) yang memenuhi syarat dalam mendukung pengembangan pariwisata.

Sinergi pengembangan kawasan dan obyek ekowisata antara lain adalah untuk pengem­bangan wisata hutan dan mata air di Desa Panglungan, Wonosalam (pengelola kelompok KEPUH dan MA Faser), wisata penelitian kualitas air dengan metode Biotilik di Desa Panglungan, Wonosalam (pengelola Padepokan Wonosalam Lestari) dan wisata Taman Kehati di Desa Sumberjo, Wonosalam (pengelola Pokja Taman Kehati).

Sumber :    Dinukil dari TIM Lingkungan Hidup Perak Grati, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Taman Kehati Jombang Rumah Lestari Warisan Alam Indonesia , Vol. 1 Tahun  2018 hal. 5,6,21.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *