Menengok Keindahan Coban Talun di Kab. Batu

Inilah keseruan berwisata di Coban Talun.  Sepanjang perjalanan, pesona alamnya serasa tak kunjung habis. Alamnya hijau merimbun, berjumpa ribuan pohon pinus, bersantai di taman bunga nan romantls, berswafoto dengan beragam spot yang unik hingga nikmati air terjun tinggi menjulang.

BERSAMA empat temannya, Novita (23), pengunjung asal Surabaya menghabiskan hari libur di wisata Coban Talun, Kota Batu. Perempuan yang mengaku suka traveling setidaknya sekali sebulan, memang sengaja berkunjung ke kota berjuluk agropolitan untuk refreshing.

Kala itu, dengan mengendarai motor mereka sampai di lokasi wisata pukul 11.00 WIB. Meski sudah siang, bagi mereka, terik mentari tak seberapa menyengat. Sembari memakan tahu sumedang yang dibeli di deretan jalan Kec. Lawang, Kab. Malang, mereka sejenak beristirahat dan berdiskusi. Berbeda dengan Hestiningrum, temannya. Ia berpendapat, lokasi yang bagus adalah

bendungan besar yang mengalir gemericik air. Kata dia, gemericik airnya memberi kesan lembut dan cantik saat berswafoto. “Sudah, sudah… mending ke air terjun saja dulu,” sergah dua teman prianya.

Walhasil, tempat pertama yang mereka kunjungi ada­lah coban itu sendiri. Pilihan itu beralasan. Mereka khawatir, jika mengunjungi beragam spot ter lebih dahulu akan keasyikan foto dan memakan banyak waktu. Terlebih lokasi coban yang cukup jauh dan jalannya sesekali naik turun.

Menuju air terjun, keindahan yang ditawarkan adalah ribuan pohon pinus yang menjulang tinggi. Beruntungnya, saat mereka berkunjung cuaca masih cukup cerah, tak berkabut. Mereka pun dengan leluasa menikmati udara sejuk dan segar di sana.

Coban Talun berada di ketinggian sekitar 950 mdpl de­ngan tinggi air terjun mencapai 75 meter. Kelebihannya adalah keberadaan batu cadas pegunungan yang besar di sekelilingnya. Batu-batu itu membuat keindahan kian terasa. Bahkan, batu itu menjadi tem­pat paling favorit dinaiki untuk mengabadikan momen berlatar belakang gemuruh air terjun.

 

Selain air terjun, banyak spot yang sengaja dikonsep unik dengan memanfaatkan kondisi alam. Antara lain: apache camp, pagupon camp, bumi perkemahan, rumah pohon, taman bunga, bendungan coban, hutan pinus dan Iain-Iain.

Novita menyampaikan, tak perlu bingung jika mau ber­kunjung ke Coban Talun. Pasalnya, di wisata ini sudah ba­nyak terpampang tanda petunjuk menuju spot-spot menarik yang akan dikunjungi.

Tiketnya pun relatif ramah kantong. Lanjut dia, untuk masuk ke wisata ini perlu membayar Rp 10 ribu untuk tiket masuk dan Rp 5 ribu untuk biaya parkir. “Tapi, kalau mau ke spot-spot tertentu ya ada beberapa yang bayar lagi,” imbuhnya. (ndi)

Sumber :    Di nukil dari Majalah Derap Desa, Edisi 133, November 2018 [42-43]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *