SMP A. Wahid Hasyim, Tebuireng

SMP. P. Wahid Hasyim0002SMP A. Wahid Hasyim (biasa disingkat SMP AWH) merupakan salah satu unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari (Tebuireng-Jombang-Jawa Timur), yang pendiriannya hampir bersamaan dengan SMA A. Wahid Hasyim (tahun 1975). Dalam kurikulumnya, SMP AWH menggabungkan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional dengan kurikulum
pesantren (Program Diniyah), sehingga diharapkan lulusan SMP AWH mampu menguasai ilmu pengetahuan umum dengan dasar keagamaan yang kuat. Hingga kini, SMP AWH sudah berhasil meluluskan banyak siswa dengan prestasi yang cukup membanggakan. Pada tahun ajaran 2010-2011, SMP AWH membuka kelas unggulan, yakni International Class Programme (ICP) yang dibina oleh sekolah Center Laboratorium Universitas Negeri Malang, bekerjasama dengan Cambridge International Programme (CIP).
Dengan sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sendiri, sejak tahun 1991 SMP AWH mendapat status “Disamakan” berdasar SK Depdikbud No. 1616/104/MN/1998, tertanggal 27 Januari 1998. Kemudian pada tahun 2003, SMP AWH mendapat kepercayaan sebagai Sekolah Target (Sekolah Percontohan) serta telah terakreditasi ulang dengan nilai terbaik tingkat SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Jombang (tahun 2003).
Untuk menunjang keberhasilan proses belajar-mengajar, maka SMP AWH menyediakan sarana dan pra sarana yang memadai. Diantaranya 12 ruang belajar yang dilengkapi dengan audio visual (TV & DVD) tiap kelas, dua ruang laboratorium computer ber-AC dengan system jaringan nirkabel, ditambah sarana penunjang belajar LCD proyektor, satu ruang laboratorium bahasa ber-AC dengan system multimedia, 1 ruang laboratorium sains/IPA dengan fasilitas lengkap, satu ruang laboratorium IPS dengan koleksi benda bersejarah/antik, satu ruang bengkel kertaseni untuk praktek keterampilan dan seni rupa/pahat, ruang studio musik untuk praktek ekstrakurikuler musik/band.
SMP AWH juga menyediakan Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Koperasi Sekolah, satu ruang perpustakaan, dua ruang makan siswa, musholla, dan masjid untuk mendukung Full Day School, lapangan olah raga yang luas, dan green bouse (lahan pembibitan dan tanaman obat) untuk praktek KIR.
Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler meliputi Kursus Bahasa Inggris (ELC), Kursus Komputer, Sains Club, Theater, Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR), Seni Baca Al-Qur’an (SBQ), Teknik Informatika Komputer, Banjhari, Palang Merah Remaja (PMR), kegiatan Pramuka, Seni Musik/Band, dan Olah Raga.

————————————————————————————————————————-

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Mubarok Yasin, A. dan Fathurrahman Karyadi. Profil Pesantren Tebuireng. Cetakan 1. Jombang, Pustaka Tebuireng: 2011. halaman 161-164

SMA. A. Wahid Hasyim, Tebuireng

SMA. A. Wahid Hasyim.0001Secara struktural, SMA A. Wahid Hasyim (biasa disingkat SMA AWH) berada di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy’ari Pondok Pesantren Tebuireng dan dalam pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur. SMA AWH didirikan pada masa kepemimpinan KH.Muhammad Yusuf Hasyim, tepatnya pada tahun 1975, dengan SK Kanwil Depdikbud No.097/PA/PMU/75-76 dan sejak tahun 2005 mendapat status Trakreditasi “A” dan merupakan Sekolah Rintisan Standar Nasional.
Pendirian institusi ini pada awalnya mendapat penentangan keras dari beberapa kalangan, karena dianggap menyalahi tradisi pesantren, namun berkat kesungguhan para pendirinya, hingga kini SMA AWH tetap eksis dan telah banyak berkiprah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ribuan alumninya telah tersebar di berbagai pelosok Nusantara.
Jurusan IPA dan IPS merupakan program alternatif pilihan siswa/i SMA AWH. Selain melaksanakan kurikulum nasional, SMA AWH juga menambah kurikulum pesantren (diniyah) yang materi kurikulumnya meliputi akidah ahklaq, tafsir, hadits/ilmu hadits, fiqh, nahwu, shorof, aswaja, dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Untuk mendukung peningkatan mutu lulusannya, SMA AWH menyediakan sarana-sarana penunjang seperti Laboratorium Biologi, Laboratorium Kimia, Laboratorium Fisika, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Hatspot Area, Ruang Perpustakaan, Ruang OSIS, Ruang Redaksi Buletin, Kopsis, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Musholla, dan Kamar Kecil.
Selain menjalani proses belajar-mengajar, para siswa SMA AWH juga diberi materi tambahan berupa kegiatan ekstra kurikuler, seperti pembinaan Bahasa Arab dan Inggris, Qosidah, Drum Band, Seni Musik, Seni Bela Diri, Olah Raga, Group Pecinta Alam, Pramuka, KIR, Paskibra, Seni Baca Al-Qur’an, Theater, al-Banjari, Tim Olimpiade Sains.
Sejak tahun 2004, SMA AWH selalu mengirimkan siswa-siswinya yang berprestasi, untuk mengikuti pertukaran pelajar (Program AFS) ke Amerika Serikat dan Negara-negara maju lainnya.

————————————————————————————————————————-

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Mubarok Yasin, A. dan Fathurrahman Karyadi. Profil Pesantren Tebuireng. Cetakan 1. Jombang, Pustaka Tebuireng: 2011. halaman 171-174

Pondok Pesantren Salafiyyah Seblak, Tebuireng

Ponpes Seblak 1Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Seblak (selanjutnya disingkat Pondok Seblak) berdiri di atas tanah seluas 8500 m2, berlokasi di dusun Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, sekitar 500 m. kearah barat Tebuireng. Pendirinya, K.H. Ma’shum Ali, adalah menantu pasangan Kiai Hasyim Asy’ari-Nyai Nafiqoh, yang dinikahkan dengan putri pertamanya yang bernama Khoiriyah Hasyim. Kiai Ma’shum berasal dari Maskumambang, Gresik.
Pada awal pernikahannya, Kiai Ma’shum dan Nyai Khoiriyah tinggal bersama mertuanya di Tebuireng (ndalem kesepuhan). Kiai Ma’shum ikut membantu sang mertua mengajar. Beliau pernah tercatat sebagai kepala sekolah pertama Madrasah Tebuireng. Setelah kelahiran putra pertamanya, pasangan ini mulai merintis tempat tinggal sendiri dengan membeli tanah di dusun Seblak (tahun 1926). Dipilihnya dusun Seblak karena dekat dengan Tebuireng, sehingga Kiai Ma’shum tetap bisa mengajar di sana. Pasangan Kiai Ma’shum-Nyai Khoiriyah memperoleh 6 putra dan putri. Namun lima orang meninggal sewaktu kecil, dan tinggal dua orang putri bernama Abidah dan Jamilah.
Ponpes Seblak 2Perkembangan
Pada awalnya, para santri yang mondok di Seblak adalah mereka yang punya minat mempelajari ilmu Falak. Jumlahnya tidak banyak. Pada masa itu, ilmu falak memang belum diajarkan di pesantren-pesantren, termasuk di Pesantren Tebuireng. Tak heran bila di kemudian hari, Pondok Seblak terkenal sebagai pondok ilmu falak. Kiai Ma’shum Ali dipanggil oleh Yang Maha Kuasa pada tanggal 27 Ramadhan 1351 H (1933 M.),. Pondok Seblak berduka. Kepemimpinan Pondok Seblak selanjutnya diteruskan oleh K.H. Mahfudz Anwar, menantu Kiai Ma’shum yang menikah dengan putri pertamanya, Nyai Abidah Ma’shum.
Kiai Mahfudz bukan hanya melanjutkan kepengasuhan pesantren, tapi juga menguasai dan meneruskan tradisi ilmu Falak. Beliau memang santri binaan khusus Kiai Ma’shum. Kiai Mahfudz juga terkenal ahli Tafsir dan Hadits, yang dulu pernah berguru kepada Kiai Hasyim. Beliau sering berperan penting menentukan awal Ramadlan atau Idul Fitri. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Lajnah Falakiyah PBNU. Pada permulaan tahun 1940an, di bawah kepemimpinan Kiai Mahfudz Anwar, Pondok Seblak berencana membangun Madrasah Banat. Yaitu lembaga pedidikan formal tingkat ibtidaiyah khusus putri. Karena saat itu santri putri hanya belajar secara klasikal di ndalem. Sayangnya, rencana tersebut terhambat oleh kondisi Negara yang masih dalam masa penjajahan. Bangunan pertamanya diresmikan pada tahun 1949.
Satu tahun kemudian, Madrasah Banat berhasil meluluskan angkatan pertamanya. Untuk menampung lulusan tersebut, atas desakan masyarakat, Kiai Mahfudz kemudian mendirikan Madrasah Muallimat (1950), lembaga pendidikan tingkat menangah pertama khusus putri. Karena besarnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putrinya di dua lembaga tersebut, maka pada tahun yang sama didirikanlah Pondok Putri Seblak dengan pengasuh Nyai Abidah Ma’shum.
Ternyata perkembangan pondok putri lebih pesat daripada pondok putra, sehingga Pondok Seblak lebih dikenal sebagai pondok putri.
Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.
Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.
Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.
Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.

Ponpes Seblak 4Inovasi
Pada tahun 1956, Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim pulang kembali dari Mekkah, setelah bermukim di sana selama 18 tahun (sejak tahun 1938). Kepulangannya itu berkat desakan Presiden Soekarno tatkala berziarah ke Mekkah. Tujuannya agar Nyai Khoiriyah dapat ikut serta membangun bangsa Indonesia yang telah merdeka.
Di bawah kepemimpinan Nyai Khoiriyah, Pondok Seblak terus berkembang. Beliau malakukan penyempurnaan manajemen dan revitalisasi organisasi santri. Para santri betul-betul didorong untuk aktif berorganisasi. Kegiatan tahlil, diba\ latihan pidato, kegiatan olahraga, pengembangan koperasi dan perpustakaan, juga digalakkan.
Lahirnya model kerudung yang biasa disebut “kudung rubu’\ merupakan salah satu karya inovatif Nyai Khoiriyah dan santri (putri) Seblak. Model kerudung yang cukup populer antara tahun 1960-1970- an itu, untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada masyarakat Jombang sekitar tahun 1964, bersamaan dengan peringatan ulang tahun Nahdlatul ‘Ulama. Saat itu santriwati Pondok Seblak tampil dengan celana panjang, baju berlengan panjang, dan kerudung rubu’. Tampak anggun, rapi, dan kental nuansa islami. Nyai Hj. Khoiriyah Hasyim wafat pada Sabtu sore, 21 Ramadhan 1404 H./2 Juli 1983, sekitar pukul 17.20 WIB dan dimakamkan di komplek pemakaman Tebuireng. Kepengasuhan Seblak kemudian dilanjutkan oleh Nyai Jamilah Ma’shum dan Nyai Abidah Ma’shum.
Nyai Jamilah Ma’shum kemudian membina Pondok Pesantren Putri Seblak hingga wafatnya tahun 1988. Kepengasuhan dilanjutkan oleh putra-putrinya dengan membentuk Yayasan Pondok Salafiyah Syafi’iyah “Khoiriyah Hasyim”, dengan akte notaris No. 7 tanggal 15 Mei 1979. Hingga kini, Yayasan Khoiriyah Hasyim menaungi beberapa lembaga pendidikan, yakni Play Group dan TK al-Khoiriyah, MI Salafiyah Syafi’iyah, Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyah, Madrasah Aliyah Salafiyah Syafi’iyah, SMK Khoiriyah Hasyim, Madrasatul Qur’an Putri, termasuk Panti Asuhan Al-Khoiriyah.
Sedangkan Nyai Abidah Maksum (bersama suaminya, KH Mahfudz Anwar) memimpin kembali Pondok Seblak tahun 1989 dan mendirikan Yayasan Rohmah. Sepuluh tahun kemudian (1999), KH. Mahfudz
Anwar wafat dan kepemimpinan Yayasan Rohmah dilanjutkan oleh istrinya, Nyai Abidah Ma’sum hingga wafatnya tahun 2007. Kepengasuhan dilanjutkan oleh Nyai Hamnah Mahfudz dengan nama Pondok Pesantren al-Mahfudz.
Hingga kini, Pondok Pesantren al-Mahfudz memayungi beberapa lembaga pendidikan, yaitu pondok putra-putri, SMA Islam Sunan Ampel, dan Ma’had Aly Al-Mahfudz.
Ma’had Aly al-Mahfudz
Untuk melestarikan dan mengembangkan ilmu falak, maka mulai tahun ajaran 2007-2008 Pondok Pesantren Al-Mahfudz mendirikan Ma’had Aly Al-Mahfudz, sebuah lembaga perguruan tinggi setingkat S-l jurusan falak (astronomi). Lulusan Ma’had Aly Al-Mahfudz diproyeksikan mampu mengisi posisi-posisi penting di lembaga pemerintahan, seperti Departemen Agama; lembaga kemasyarakatan seperti NU, Muhammadiyah, dll; sebagai pengajar astronomi di tingkat SMA/MA.
Kurikulum Ma’had Aly Al-Mahfudz merupakan perpaduan antara ilmu falak tradisional, jurusan Astronomi Fakultas MIPA ITB, dan Fakultas Syari’ah IAIN/UIN, dengan masa kuliah 8-14 semester untuk Strata 1 (S-l). Lulusannya mendapat gelar Sarjana Agama (S.Ag.). Ma’had Aly Al-Mahfudz diharapkan mampu menjadi pusat inovasi dan pengembangan ilmu falak, serta rujukan umat dalam memecahkan masalah-masalah falakiyah. ()

————————————————————————————————————————-

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Mubarok Yasin, A. dan Fathurrahman Karyadi. Profil Pesantren Tebuireng. Cetakan 1. Jombang, Pustaka Tebuireng: 2011. halaman 211-215

Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi'iyyah (MTSS), Tebuireng

Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi'iyyah..Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Syafi’iyyah, unit sekolah tertua di Tebuireng, berdiri pada masa kepemimpinan Kiai Abdul Wahid Hasyim dan mendapat pengakuan formal pada tahun 1951 di masa kepemimpinan Kiai Abdul Karim Hasyim. Pada masa itu, madrasah- madrasah di berbagai pesantren memang sedang mengalami masa-masa
suram, karena pemerintah lebih memprioritaskan sistem persekolahan formal (schooling) daripada madrasah. Oleh sebab itu, unit-unit madrasah di Tebuireng pun pada akhirnya diformalkan sesuai dengan sistem persekolahan Nasional.
Khusus untuk Madrasah Tsanawiyah, selama kurang lebih setengah abad ini telah berhasil menjadi salah satu sekolah favorit dengan status “Disamakan” dan “Terakreditasi A”, berdasarkan SK No. Wm.06.03/ PP.03.2/ 1838/SKP/1997 sampai dengan tahun 2009 oleh BAN-S/M, dengan nilai 9,2. Dalam perjalanannya, MTs Tebuireng pernah meraih predikat MTs Teladan III se Jawa Timur serta menjadi Juara II dalam Lomba prestasi MTs Swasta tingkat Kanwil Depag Propinsi Jawa Timur.
Ruh Tebuireng masih terasa kental di MTs Tebuireng karena pendalaman ilmu-ilmu keagamaan melalui kajian kitab salaf masih konsisten dijalani. Hal ini ditunjang dengan upaya peningkatan bakat siswa melalui bimbingan mata pelajaran dan ketrampilan. Sesuai dengan kurikulum KTSP, MTs Salafiyyah Syafi’iyyah Tebuireng merupakan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama yang konsis mengajarkan ilmu-ilmu keagamaan dengan perpaduan Kurikulum Pendidikan Nasional dan Kurikulum Agama Takbasus Pesantren. Para pengajar di MTs Tebuireng didukung oleh sejumlah guru senior Pesantren Tebuireng dan para pengajar dengan standar akademik Strata Satu (S-l) dan Strata Dua (S-2).
Pada tahun ajaran 2010-2011, MTs Tebuireng membuka program Kelas Internasional berbasis Cambridge (2 kelas putra dan putri) hasil kerjasama dengan Laboratorium School Universitas Negeri Malang.
Untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar, MTs Tebuireng menyediakan ruang belajar yang memadai, dilengkapi dengan Laboratorium IPA, Laboratorium Multimedia, Perpustakaan, Ruang Kesenian, Ruang OSIS, Ruang UKS, Kopma (Koperasi Madrasah), Lapangan Olah Raga, Gedung Serbaguna, Kantin, ruang Tata Boga, dll.
Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler di MTs Tebuireng meliputi kegiatan baca tulis al-Qur’an, pembinaan Kitab Salaf yang dilaksanakan sekaligus di madrasah dan di pesantren, praktek ubudiyah, pengembangan nahwu dan shorof (dengan standar Kitab Al-Jurumiyab), ketrampilan mengetik komputer, olah raga dan kepramukaan, qasidah Al-Banjari dan Band, serta LKD (Latihan Kepemimpinan Dasar).

————————————————————————————————————————-

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Mubarok Yasin, A. dan Fathurrahman Karyadi. Profil Pesantren Tebuireng. Cetakan 1. Jombang, Pustaka Tebuireng: 2011. halaman 157-160