Sejarah Reyog Ponorogo

Reog Panaraga sebagai pertunjukan satire, olok-olok, atau sindiran, tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan sasaran yang dijadikan olok-olok tersebut. Sasaran itu bermacam-macam. Dapat menunjuk pada situasi masyarakat umum, atau tertentu, dalam kurun waktu tertentu pula, atau kepada seseorang tokoh terpandang, yang … Selengkapnya

Reog Tulungagung

Reog Tulungagung ini merupakan gubahan tari rakyat, yang menggambarkan arak-arakan prajurit pasukan Kedhirilaya tatkala mengiring pengantin “Ratu Kilisuci” ke gunung Kelut, untuk menyaksikan dari dekat hasil pekerjaan Jathasura, sudahkah memenuhi persyaratan pasanggirinya atau belum. Dalam gubahan tari reog ini barisan

Selengkapnya

Kapat, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Upacara Kapat, Meminta Selamat

Pada setiap tanggal 4 bulan Kapat, masyarakat Tengger melakukan upacara-upacara yang bermaksud mencapai keselamatan untuk umat ma­nusia, tanaman dan hewan piaraan. Upacara bulan Kapat ini sebenarnya berhubungan dengan siklus pertanian. Upacara ini lebih menekankan ke­pada Selengkapnya

Pujan Karo, Upacara Tradisi Masayarakat Tengger

Upacara Karo, Rekaman Kesetiaan Dua Abdi Setya dan Setuhu

Pada setiap tanggal 16 bulan purnama bulan Karo, masyarakat Tengger merayakannya dengan permainan Sodoran dan mengeluarkan Jimat Klontong untuk dibersihkan. Pada saat itu seluruh masyarakat merayakannya dengan sukacita, saling berkunjung untuk … Selengkapnya

“Entas-entas”, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Upacara  setelah keseribu-harinya kematian. Upacara ini dinamakan “entas-entas”. Petra dibuat dengan secara besar- besaran yang dibuat dari bunga pisang, buah kelapa, lawe, daun pokok, rumput, telur dan diberi pakaian. Petra dibuat seperti orang-orangan yang dibentuk secara duduk. Petra merupakan tempat … Selengkapnya

Mengantar ke Tanah Arwah, Uapacara Tradisi Masyarakat Tengger

  • Mengantar ke Tanah Arwah

    Begitu ada seorang yang meninggal segera keluarganya memberita­hukan kepada Petinggi dan dukun desa. Seluruh keluarga diberitahu ke­pada Petinggi dan dukun desa. Seluruh keluarga diberitahu demikian juga tetangganya yang dekat. Pengurusan mayat baru diselenggarakan setelah seluruh keluarga,

Selengkapnya

Pujan Kasanga, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Pujan Kasanga, Usaha Bersih Desa  

Upacara Pujan Kasanga ditujukan untuk merawat desa dari segala penyakit, terutama yang disebabkan oleh gangguan roh-roh halus. Upaca­ranya dipimpin oleh Dukun, bertempat di Sanggar Pamujan. Apabila semua penduduk desa sudah berkumpul mulailah Dukun mengujubkan, serta

Selengkapnya

Pujan Kawolu, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Pujan Kawolu, Memperbaharui Ikatan Hidup dengan Alam Semesta.

Tanggal 1 bulan Kawolu merupakan hari untuk melaksanakan upa­cara yang bertujuan untuk memperingati terjadinya manusia. Perayaan itu dilangsungkan sebagai akhir megeng pada Pujan Kapitu. Upacara ter­sebut ditujukan untuk meminta selamat kepada Hong

Selengkapnya

Megeng dan Patigeni, Upacara pada Bulan Kapitu, Masyarakat Tengger

Pada bulan Kapitu “masyarakat Tengger melakukan megeng. Megeng dapat dibandingkan dengan puasa, pada masa yang telah ditetapkan, se­lama sebulan masyarakat yang sudah mampu dan cukup umur melaku­kannya. Pada saat megeng, diharuskan menghindari apa saja yang me­nimbulkan kenikmatan atau kesenangan. Pada Selengkapnya