Kota Malang di Jaman Penjajahan Jepang

7 Maret 1942, Kota Malang dan sekitarnya diduduki balatentara Jepang. Pengambilan alih pemerintah pada prinsipnya meneruskan sistem lama, hanya sebutan-sebutan dalam jabatan diganti dengan Bahasa Jepang. Selama penjajahan Jepang yang relatif pendek itu, Kotamadya Malang berhasil membuat 33 Peraturan Daerah.Selengkapnya

Kota Malang di Jaman Penjajahan Belanda

Tahun 1767, daerah Malang diduduki kompeni belanda, saat itu Malang yang dipimpin oleh Adipati Moeljo Koesoemo terpaksa menyerah kepada kompeni.

Tahun 1812, Malang kemudian masuk dalam wilayah Residensi Pasuruan dengan Bupati Raden Tumenggung Kartonegoro.

Tahun 1824, mulailah Malang dipimpin oleh … Selengkapnya

Asal Mula Kota Malang

KOTA MALANG0002Dalam lambang Kota Malang tertulis sesanti berbunyi MALANG KUCECWARA yang berarti Tuhan menghancurkan yang bathil dan menegakkan yang baik. Sesanti itu disyahkan menjadi semboyan Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang pada tanggal 1 April 1914.

Semboyan MALANG KUCECWARA erat kaitannya … Selengkapnya

Sejarah Singkat Kota Malang

KOTA MALANG0001Kota Malang seperti halnya kota-kota lain di Indonesia pada umumnya baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif itu masih berbekas hingga sekarang, Misalnya Ijen Boullevard dan Selengkapnya

Kerajaan Singasari, Malang, Jawa Timur

KERAJAAN SINGASARI SELAYANG PANDANG

Sumber sejarah yang tertua yang memberitakan tentang daerah Malang berupa prasasti yang dikenal dengan prasasti Dinoyo. Prasasti ini berangka tahun yang berbentuk candrasangkala yang berbunyi: nay ana vasu rasa, yang berarti tahun saka 682 atau tahun … Selengkapnya

Tedhak Siten, Kabupaten Blitar

Upacara Tedhak Siten

Apabila usia bayi telah mencapai tujuh bulan (jawa 6 lapan), maka dirayakan dengan upacara yang disebut Tedhak Siten, yang oleh sementara orang disebut pitonan/mitoni. Upacara Tedhak Siten biasanya ada ketentuan hari untuk melaksanakannya, yaitu disesuaikan dengan hari … Selengkapnya

Upacara Tingkeban, Kabupaten Blitar

Masyarakat Kecamatan Nglegok apabila ibu hamil atau mengandung, dan kandungannya telah berumur tujuh bulan maka diadakan upacara tingkeban, tetapi ada pula yang menyebutnya piton-piton (pitonan). Upacara Tingkeban hanya dilaksanakan oleh wanita yang baru hamil pertama kali, sehingga kehamilan yang kedua, … Selengkapnya

Upacara Ruwahan

Masyarakat dusun Sanan tidak saja mengenal dan melaksanakan upacara Lampet Bendungan, tetapi juga yang lainnya yaitu upacara Ruwahan. Menurut sejarahnya, kegiatan ruwahan ceritanya dilaksanakan semenjak nenek moyang mereka, yang tujuannya untuk menghormati cikal bakal dusun Sanan yaitu mbah Kentosuro-wijoyo. Mbah Selengkapnya