Batik Situbondo, Ds. Selowogo Kec. Bungatan

Di Kabupaten Situbondo terdapat batik pesisiran yang dinamakan “ Batik Lente” yang menampilkan motif utama “ keranglaut ” . Motif kerang ini disinyalir muncul pada tahun 1994 dirancang dan dikerjakan oleh muda-mudi yang tergabung dalam Karang Taruna Tunas  Harapan Desa Selowogo. Mereka melakukan pengembangan inovasi motif untuk membentuk atau membedakan desain motif batik Situbondo dengan motif batik pesisir di daerah lain. Yang akhirnya menghasilkan batik pesisiran yang cerah dan kontras, yang bisa memberi identitas tersendiri bagi batik pesisiran Situbondo ini.    Sentra kerajinan batik Situbondo ini terdapat di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan. Kerajinan batik Situbondo di Desa Selowogo banyak dipengaruhi oleh batik Madura karena masyarakatnya yang kebanyakan suku Madura. Pengrajin batik di Desa Selowogo memproduksi batik yang tergolong batik pesisiran. Motif batik pesisiran pada umumnya memiliki karakter motif hias yang lebih bersifat naturalis dan lebih kaya akan motif hias, serta kaya akan ragam pewarnaan. Demikian pula motif batik Situbondo yang ada di Desa Selowogo. Pengrajin yang memakai objek kerang sebagai motif utama. Motif kerang ini diberi latar warna gading (jingga atau warna mangga yang hampir masak), biru tua, hijau tua, cokelat tanah, hingga ungu.   Menilik keunikan motif batik Situbondo  yang belum didapati di daerah lain, maka batik ini sangat menarik untuk  diteliti. Selain untuk menginventaris kekayaan motif batik pesisiran di daerah Jawa Timur, penelitian ini juga akan mengungkapkan betapa kayanya alam budaya Indonesia.

Salah satunya keragaman jenis Batik di Indonesia yaitu batik Situbondo, Uraian ini, memaparkan INFO:, tentang batik Situbondo di Desa Selowogo, kecamatan Bungatan, kabupaten Situbondo.

  1. Peralatan yang digunkan dalam pembuatan batik Situbondo

Alat yang digunakan untuk membuat batik ada beberapa jenis. Masing-masing alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Adapun peralatan untuk membatik yang digunakan pengrajin batik di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo antara lain sebagai berikut.

  1. Canting Canting adalah alat pokok untuk membatik. Canting dipergunakan untuk melukiskan lilin malam pada kain dalam proses pembuatan motif batik. Canting yang digunakan pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah adalah canting yang berukuran medium atau canting klowong dan menggunakan satu jenis canting saja untuk memudahkan dalam proses pembatikan.
  2. Wajan Wajan merupakan perkakas yang digunakan bersama kompor untuk mencairkan lilin malam. Wajan yang digunakan oleh pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah wajan yang berukuran kecil atau wajan mini untuk memudahkan saat dipindah-pindah.
  3. Kompor Kompor yang digunakan oleh pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah kompor yang berukuran mini karena menyesuaikan dengan ukuran wajan yang digunakan.
  4. Gunting Gunting adalah alat yang digunakan untuk tahap persiapan yang berfungsi untuk memotong kain yang akan dibatik. Gunting yang digunakan oleh pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah gunting berukuran medium dengan panjang 17cm.
  5. Kuas Kuas adalah alat yang digunakan dalam pewarnaan colet maupun keseluruhan kain (ngeblok) . Kuas yang digunakan oleh pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah kuas dengan ukuran 14, 12, 6, dan 3. Kuas yang berukuran besar digunakan untuk mewarnai bidang yang besar sedangkan kuas yang berukuran kecil digunakan untuk mewarnai bidang kecil atau bidal detail.
  6. Pensil Pen sil adalah alat untuk membuat desain dasar pada kain agar pembatik lebih mudah dalam membuat motif dan pola pada saat pencantingan malam (lilin). Jenis pensil yang digunakan adalah pesil 2B.
  7. Tong Di dalam proses pelorodan peralatan yang dibutuhkan diantaranya adalah tong. Tong berguna sebagai wadah kain dalam proses pelepasan lilin malam pada kain dengan cara mencelupkan kedalam air mendidih.
  8. Bak Besar Fungsi dari bak besar yaitu sebagai wadah air untuk membilas kain setelah proses pelorodan maupun tempat untuk air campuran kanji. Bak yang digunakan berukuran 110 cm x 150 cm.

Bahan yang Digunakan dalam Pembuatan Batik Situbondo

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, bahan-bahan yag digunakan dalam proses membatik di desa Selowogo, kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo antara lain:

  1. Kain Jenis kain yang sering dipakai oleh pengrajin batik Situbondo yaitu jenis katun Primisima dan untuk batik agak kasar menggunakan jenis katun Prima.
  2. Malam Pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah malam yang sudah jadi atau malam siap pakai.
  3. Pewarna Warna kimia yang dipakai oleh perajin batik di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo adalah Remazol dan Naphtol .
  4. Soda Abu (Soda Ash) Soda abu yang berupa puder berwarna putih berfungsi untuk campuran pada waktu proses pencucian kain sebelum dibatik dengan tujuan untuk menghaluskan kain supaya mudah dibatik.
  5. Water Glass Waterglass berupa cairan yang bersifat kental dan lengket. Digunakan sebagai bahan bantu dalam proses pelorodan atau melepas lilin pada kain dalam air mendidih dan untuk mematikan warna sehingga tidak mudah luntur dan tahan lama.

Proses Pembuatan Batik Situbondo

  1. Pengetelan Pengetelan adalah proses untuk menghilangkan kanji pada kain yang berasal dari pabrik. Proses ini dilakukan dengan cara perendaman kain dengan menggunakan soda ash dan air secukupnya.
  2. Mendesain motif pada kain Pada tahap ini, yang pertama adalah membuat membuat motif di atas kain menggunakan pensil untuk mempermudah proses pencantingan.
  3. Pencantingan Pencantingan pertama pada kain yang dilakukan perajin batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo sering disebut “Ngrengreng” . Yang pertama dilakukan adalah “Nglowong” yaitu membuat out line garis paling tepi pada pola. Canting yang digunakan adalah canting berukuran medium dan hanya menggunakan satu jenis canting saja. Setelah melakukan pencantingan klowong maka selanjutnya adalah memberi isen – isen pada pola yang sudah di klowong. Memberi isen – isen adalah memberi isian pada pola yang berupa titiktitik, garis, lingkaran ataupun dengan bentuk-bentuk lain. Isen – isen ini dimaksudkan agar pola kelihatan luwes tidak kosong atau polos. Dan yang terakhir adalah Nembok . Nembok  adalah proses menutupi bagianbagian yang tidak boleh terkena warna dasar. Nembok juga dilakukan pada sisi muka maupun belakang agar warna tidak mudah tembus ke warna dasar.
  4. Pewarnaan Proses pewarnaan batik Situbondo di desa Selowogo kecamatan Bungatan kabupaten Situbondo jika diamatai sangatlah sederhana. Perajin batik menggunakan pewarna remazol atau Napht ol . Proses pewarnaan dengan teknik coletan adalah proses pewarnaan dengan menggunakan lebih dari satu warna menggunakan kuas dalam proses pewarnaannya. Kuas  yang digunakan oleh pengrajin batik Situbondo di Desa Selowogo adalah kuas dengan ukuran 14, 12, 6, dan 3. Kuas yang berukuran besar digunakan untuk mewarnai bidang yang besar sedangkan kuas yang berukuran kecil digunakan untuk mewarnai bidang kecil atau bidang detail.
  5. Proses Pelorodan malam (menghilangkan lilin) Proses terakhir dalam pembuatan batik adalah proses menghilangkan lilin atau malam . Menghilangkan malam secara keseluruhan ini dengan cara kain dimasukkan ke dalam air panas. Agar warna batik tidak mudah luntur biasanya kain batik yang sudah diwarna dicuci terlebih dahulu menggunakan water glass . Untuk mempermudah pelepasan malam , sebelum dimasukkan kedalam kedalam air panas dicuci atau dibasahi dahulu dengan air larutan kanji. Di dalam air panas kain batik sambil diangkat-angkat untuk mempercepat pelepasan malam dari kain. Kain setelah dilorod dicuci dengan air bersih sambil digosok dengan tangan untuk menghilangkan sisa malam yang masih menempel. Kain yang sudah bersih setelah proses pelorodan dijemur ditempat yang teduh, yang tidak terkena matahari secara langsung  agar kain batik warnanya tidak mudah menjadi kusam.

Beberapa ragam corak motif yang teradapat pada batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo.

  1. Motif Tale Percing Motif  batik Tale Percing dalam bahasa yang dimaksud adalah hiasan korden yang dibuat menggunakan kerangkerangan yang diikat menggunakan benang. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama tale percing . Motif ini di kelompokkan  dalam  motif fauna (hewan) . Degan motif utama berupa stilasi kerangkerangan dan motif pendukung stilasi bunga. Motif ini mengunakan isen titik yang terdapat dalam motif pendukung namun motif ini memiliki banyak ruang kosong karena tidak banyak menggunakan isen untuk menutup bidang-bidang kosong. Situbondo adalah kota yang masyarakatnya beraneka ragam agama, suku, dan bahasa. Warga Situbondo memang didominasi oleh keturunan Madura jadi bahasa Madura menjadi bahasa sehari hari di Kabupaten Situbondo, namun banyak warganya yang keturunan dari daerah lain bahkan dari keturunan Cina dan Arab. Dengan berbagai perbedaan yang mejadi satu kesatuan maka motif ini dibuat agar dari perbedaan itu ada pengikat menjadi satu kesatuan yang harmonis sehingga muncullah motif tale percing . Motif tale percing dibuat agar masyarakat Situbondo agar lebih memiliki sikap saling menghargai satu sama lain dan memiliki sikap toleransi dalam bermasyarakat.
  1. Motif Kerang Gempel Kerang gempel dalam bahasa Madura adalah kerang pecah. Motif ini termasuk corak nongeometris yang merupakan pola dengan  susunan tidak terukur. Motif ini memiliki motif utama kerang besar yang digambar retak (tak sempurna) dan  kerang kecil tiga buah serta bunga. Pada motif ini terdapat motif pendukung berupa stilasi bunga. Motif ini menggunakan isen titik.    Motif ini mengandung makna dan filosofi bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak, yang artinya tidak satupun di dunia ini yang sempurna, tentunya kecuali Tuhan yang maha sempurna. Memang demikian setiap orang pasti pernah berbuat salah tanpa terkecuali.
  2. Motif Lerkeleran Lerkeleran dalam bahasa Madura adalah berjalan dengan tertib. Motif ini termasuk corak non geometris yang merupakan pola dengan  susunan tidak terukur dan tergolong dalam kelompok corak fauna (hewan) . Motif lerkeleran ini memiliki motif yang hampir sama dengan motif yang lain yaitu kerang kerangan, yaitu terdiri dari satu kerang berukuran besar dan sebelas kerang berukuran kecil, serta terdapat motif pendukung berupa kerangkerang lainnya. Motif ini memiliki makna pesan moral  budaya tertib. Karena dalam kehidupan sehari-hari masusia tidak lepas dari kata tertib,  karena hal ini merupakan suatu dasar agar suatu manusia mendapatkan kesuksesan dalam hidup ataupun karir. Motif Lerkeleran ini bertujuan agar masyarakat Situbondo miliki kebudayaan antri dan lebih disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Motif Kerang Bertopeng Motif  ini hampir sama dengan motif lain yang tergolong corak fauna (hewan) dan tergolong corak non geometris.  Motif  ini terdapat motif utama berupa hasil dari stilasi dari kerang -kerangan dan memilki motif  pendukung berupa stilasi bunga dengan isen titik-titik.  Mengandung makna dan filosofi kejujuran. Dalam kehidupan, kejujuran merupakan sikap positif manusia. Kejujuran adalah pangkal dari kebaikan, jadi apabila  kita selalu berkata jujur maka kebaikan akan hadir dalam kehidupan kita. Sikap inilah yang ingin dituangkan dalam sebuah motif kerang bertopeng ini. Agar makna dari motif ini dapat menginspirasi masyarakat Situbondo untuk mengambil  makna positif dalam motif ini.
  2. Motif Malate Sato‟or Malate sato‟o r dalam bahasa madura adalah seikat melati. Motif ini memiliki motif utama yaitu stilasi bunga melati  yang tergolong corak flora (tumbuhan) . namun terdapat juga motif pendukung yaitu kerang-kerangan yang menjadi ikon batik situbondo, ditambah dengan isen titik-titik.   Dalam filosofinya bunga melati adalah lambang kesucian atau kebaikan. Bunga melati mengajarkan bahwasanya manusia janganlah besifat sombong dan angkuh. Bahwasanya bunga melati tidak perlu mengatakan bagaimana wangi dirinya karena semua orang akan mengetahui wangi dari bunga melati dengan sendirinya. Begitupun manusia dalam berbuat kebaikan tidak perlu memamerkan bahkan menyombongkan diri, bahwasanya kebaikan yang diperbuat, akan terungkap dengan sendirinya dan yang terpenting bahwa Tuhan akan selalu memberikan pahala kepada orang yang berbuat baik.
  3. Motif Baluran Menunggu  Motif ini merupakan motif yang sangat sulit dalam proses pengerjaannya karena memiliki motif yang cukup rumit. Motif Baluran menunggu ini memiliki motif utama yang tergolong corak fauna yaitu hewan khas yang ada di hutan Baluran yang berada di Kabupaten Situbondo, yaitu banteng , burung merak dan rusa. Pada motif ini juga terdapat motif pendukung yaitu motif hasil stilasi dari bunga, daundaun dan rumput. Motif ini sebagai tanda untuk membawa Kabupaten Situbondo lebih baik lagi di sektor pariwisata serta lebih baik lagi dalam menjaga aset daerah di taman nasional, bahari dan sebagainya.
  4. Motif Sonar Bulen Motif sonar bulen dalam bahasa Madura adalah cahaya bulan. Motif ini memiliki motif utama yaitu stilasi dari bulan sabit di atas lautan. Serta terdapat isen berupa titik-titik dan garis bergelombang tak beraturan. Bulan sebagai simbol kecantikan dan keindahan. Ibarat wanita biasanya kecantikannya di ibaratkan seperti cahaya bulan. Serta cahaya yang memiliki sifat menerangi dan memberikan jalan yang benar dan terang dalam  kehidupan seharihari. Motif ini bermakna bahwa keindahan dan kecantikan harus juga di ikuti dengan perilaku yang baik dan memberikan hal yang positif bagi makhluk sekitarnya.
  5. Motif Sonar Are Sonarare dalam bahasa Madura adalah cahaya matahari. Motif ini hampir mirip dengan motif sonar bulen . Motif ini memiliki motif utama yaitu stilasi dari matahari, daun dan laut. Dan terdapat isen berupa titik dan garis bergelombang tak beraturan Motif ini memiliki makna keikhlasan. Semua makhluk di bumi membutuhkan sinar matahari. Manusia, tumbuhan, dan hewan membutuhkan matahari, dan matahari secara ikhlas memberi cahaya nya tanpa meminta imbalan dari makhluk yang membutuhkannya. Motif ini bermakna agar kita mau seperti matahari, membantu sesama tanpa rasa pamrih. Dan lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan.
  6. Motif Jaring Samudra Motif ini hampir sama dengan motif batik Situbondo kebanyakan yaitu motif utama stilasi dari kerang dan dua daun.  Serta memiliki isen berupa garis dan titik.  Motif jaring jaring samudra memiliki makna dan filosofi sebagai penghargaan untuk masyarakat Kabupaten Situbondo yang berprofesi sebagai nelayan. Selain itu motif ini mengandung makna kemakmuran.
  7. Motif gelang bahari Motif gelang bahari hampir sama dengan jaring samudra. Yang membedakan motif ini hanya motif utama dan warna. Motif ini adalah hasil stilasi dari kerang, daun, dan bunga dengan isen titiktitik dan garis. Motif ini mencerminkan kegotong royongan masyarakat nelayan. Bahwasanya para nelayan mencari ikan ke laut untuk mencari nafkah mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Motif ini memiliki makna yaitu dengan bersamasama hal apapun akan menjadi mudah, dan dalam hehidupan hendaknya kita manusia harus saling tolong menolong terhadap sesama. Agar hidup kita lebih bermakna hari ini dan nanti.

Makna filosofi dari ragam motif batik Situbondo di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo, banyak berisi pesan moral yang banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai agama dan normanorma tradisi yang banyak dianut oleh masyarakat Situbondo. Hal tersebut divisualisasikan melalui simbol-simbol visual yang  berkaitan dengan kekayaan flora, fauna dan biota laut yang menjadi sumber  kehidupan masyarakat Situbondo yang berada di daerah pesisir timur pulau Jawa, yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan dan petani.

————————————————————————————————————————–Batik Situbondo Di Desa Selowogo Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo./ Rochman Kifrizyah, Drs. Agus Sudarmawan, M.Pd, Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn, M.Ds
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Bali
Nara Sumber: Bapak Jasmiko tgl 10 / 13 – 4 – 2013

Soto Branggahan

Soto Branggahan0001Kabupaten Kediri dikenal dengan Gudangnya kuliner, salah satunya Soto Branggahan begitulah banyak orang menyebuf namanya . Apabila bepergian ke Tulung Agung dari Kediri atau yang dari Tulung Agung akan ke Surabaya atau ke Kediri dan melewati Ngadiluwih pasti akan dijumpai banyak sekali deretan lapak- lapak kaki lima yang berjualan soto khas dari Kediri.

Soto Branggahan0002Masyarakat menyebutnya dengan Soto Branggahan, karena nama daerah tempat mereka berjualan adalah Desa Branggahan, Kec. Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, ± 8 km arah selatan dari Alun-alun Kediri menuju Tulung Agung. Dari cerita yang selama ini beredar, “Sentra Soto” tersebut sudah ada sejak tahun 1950. Dan para pedagang itu umumnya adalah warga sekitar dan telah berjualan soto secara turun-temurun.

Soto Branggahan0003Yang menjadi ciri khas dari Soto Branggahan adalah sotonya ayam kampung dengan kuahnya dari rempah-rempah yang bercampur dengan santan sehingga rasanya menjadi gurih. Hal ini juga yang membedakan dengan soto-soto pada lainnya yang cenderung berkuah bening.

Hal unik lainnya dalam penyajian Soto Branggahan adalah bila pedagang soto pada umumnya meletakkan sambal pada tempat yang terpisah dan sambalnya sudah dihaluskan, namun Soto Branggahan ini meletakkan sambalnya dibawah nasi, jadi ketika menyantap soto ini harus diaduk- aduk agar pedasnya merata.

Soto Branggahan0004Selain itu tempat penyajiannya pun tak kalah menarik, yakni disajikan pada mangkuk yang ukurannya tidak sebesar wadah penyajian soto pada umumnya, tetapi menggunakan mangkuk kecil yang menyerupai mangkuk china atau cawan. Jadi bagi yang terbiasa makan besar pasti tidak akan cukup jika cuma makan satu mangkuk saja, sehingga setidaknya butuh dua mangkuk untuk membuat kenyang.

 

 

Soto Branggahan0005

 

 

Ida Kristianingrum ( 29 tahun ) Ibu 2 orang anak sebagai pemilik warung soto khas kediri yang terletak di desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih. Buka setiap hari mulai pukul 8.30 WIB – 23.00 WIB. Setiap hari bisa menghabiskan beras 4 – 6 Kg dan menghabiskan ayam 4-6 ekor. (Prastyanto B – Kominfo)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Majalah GEMA KELUD, Edisi 3 / Juli-september 2013 halaman 36-37

Kue Pia Kering, Kediri

Kue Pia Kering Desa Tawang Kec. Wates

Kue yang satu ini anda pasti sudah kenal, karena rasa yang renyah, gurih dan manis dengan aroma rasa yang sangat nikmat sekali, apalagi kalau dinikmati dengan keluarga atau dengan teman serta handai tolan bersama-sama dan ditemani dengan minuman teh, sirup, soft drink atau kopi pada waktu pagi, siang atau sore hari.

 

Pia Wates.docx0001Kue Pia Kering ” MATAHARI ” Produksi Pak I^B Didik Desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri ini merupakan Industri Rumah Tangga (UKM) dibuat dari bahan Tepung Terigu, Minyak, Kacang Hijau, Gula dan Garam sedangkan bahan-bahan tersebut dibeli dari Toko di Kota Kediri. Pak Didik (45 tahun) memproduksi Kue Pia Kering ini dirumah dibantu oleh Istri, Anak dan tenaga kerja dari tetangga sekitarnya sejumlah 6 orang dengan gaji/upah borongan, Usaha ini dirintis sejak tahun 2005, usaha ini mewarisi dan melanjutkan usaha orang tua.

Pia Wates.docx0005Proses pembuatan kue Pia Kering ini memang agak rumit dan memerlukan keahlian serta ketelatenan. Pertama-tama membuat adonan ditangani oieh Pak Didik sendiri sedangkan untuk yang lainnya ditangani oleh Pekerja seperti Pembuatan Kacang Hijau sebagai isi kue Pia Kering, Pengopenan dan Pengemasan , sedangkan untuk pemasaran menuju ke tempat penjualan baik di Pasar, Toko, Warung dan Depot serta mengantar pesanan oleh tenaga kurir “Saya kalau ditanya berapa jumlah produksi setiap bulannya, bahan yang diperlukan apa lagi pendapatan atau laba dari produksi kue Pia Kering ini, rasanya sulit untuk menjelaskan bahkan tidak bisa memerincinya karena itu semua tergantung pesanan yang diterima “ujarnya.

Pia Wates.docx0002Pemasaran kue Pia Kering buatan Pak Didik pemasarannya ke Toko dan Pasar Lokal di Kabupaten Kediri dan Kota-Kota Sekitarnya, Kalimantan dan bahkan Singapura, karena kue Pia Kering ini tahan sampai dengan 30 hari walaupun tanpa menggunakan bahan pengawet, kue ini juga sudah mempunyai PIRT:215350601394. Sedangkan pengemasan untuk penjualan dengan cara kiloan atau kemasan mica isi 34 biji yang Pia Wates.docx0003ukuran kecil dijual dengan harga Rp. 6.000,- Tunggu apa lagi ? segera buktikan rasa dari Pia Kering Matahari produksi Bapak Didik dari Desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. (wk-kominfo)

Pia Wates.docx0004

 

 

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 36

Kerupuk Nadya Kaya Rasa, Kediri

Krupuk kediri.docxTidak bisa dipungkiri bahwa sebagian masyarakat Indonesia menyukai makanan berupa kerupuk, disamping rasanya renyah dan enak, harganya juga murah serta terjangkau, untuk itu jangan anggap enteng profesi perajin kerupuk. Kisah sukses Bapak TARYONO dari Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri ini membuktikan bahwa keuntungan dari bisnis kerupuk tak seenteng produk kerupuk. Berkat usahanya yang tak kenal lelah, pengusaha kerupuk ini mampu meraih omzet yang sangat besar setiiap bulan.

Pria yang satu ini punya keyakinann bahwa dengan usaha yang disokong doa, niscaya usaha apa pun akan menuai hasil memuaskan. Keyakinan ini mengantarkan TARYONO menjadi seorang perajin kerupuk cukup terkenal.

Memakai merek produksi ” Nadya Kaya Rasa” Taryono membuat aneka rasa kerupuk, seperti rasa udang, hasil produksi krupuk mentah ini diambil oleh pengusaha dari Kediri, Gurah, Pare, Tulungagung, Malang, Pasuruan, Brebes dan Jakarta.

Saat ini, Taryono mempekerjakan sekitar 50 karyawan, dengan sistim penggajian mingguan, ia mampu memproduksi hingga 7 sampai dengan 8 kwintal per hari. Layaknya pepatah padi yang semakin tua dan berisi justru semakin menunduk, begitu pula karakter Taryono. Meski sudah sukses, ia enggan disebut pengusaha sukses. “Saya belum layak disebut pengusaha sukses/’ ungkapnya merendah.

Komposisi kerupuk dibuat dari Tepung Tapioka, Garam, Bawang Putih, Udang, Bumbu Penyedap Rasa. Krupuk Nadya Kaya Rasa ini sudah mempunyai P-IRT Nomor 206350601643. Dengan harga jual Per-Kg Rp. 8.700,- minimum pembeli harus membeli 25 Kg. **

Contact Person: Bapak Taryono Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Nomor Telephone 0354-478772. HP 0816518202

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 37

Seribu (1000) Barong

 

Seribu (1000) Barong Bikin Kagum Ribuan Penonton

1000. barongKabupaten Kediri sangat kaya dengan budaya, kreasi budaya ditampilkan Ratusan seniman Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Tari seribu Barong mewarnai penutupan Pekan Budaya dan Pariwisata di Simpang Lima Gumul. Sabtu (22/6).

Atraksi 1(300 (seribu) Barong yang dimainkan oleh seribu seniman se Kabupaten Kediri berhasil mengundang kegakaguman ribuan penonton yang menyaksikan pertunjukan. Kekayaan budaya Kabupaten Kediri yang akrab dengan alam lingkungan pedesaan perlu terus dikembangkan sekaligus mengenalkan tradisi dan budaya yang adi luhung kepada Generasi Muda untuk mencintai budaya khas Kediri sehingga akan bangga menjadi warga Kabupaten Kediri.

1000 barongSalah seorang peserta tari seribu barong dari kecamaton Grogol (yang tidak mau disebut namanya) sangat bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Budaya dan Pariwisata ini, sehingga dapat membantu pemerintah membangun kepariwisataan di Kabupaten Kediri untuk meningkatkan kunjungan wisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Banyak pengunjung yang memadati area Simpang Lima Gumal menyaksikan atraksi tari barong juga membawa berkah tersendiri bagi pedagang kaki lima dan tukang parkir memperoleh penghasilan yang lumayan untuk membantu kebutuhan keluarga. (hn- Kominfo)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 12

Konveksi Mukena dan Aneka Bordir "Amanah"

Konveksi Kediri2Konveksi Kediri1

Usaha konveksi ini digelutinya mulai dari l&BJI bawah yaitu les jahit menjahit dan bordir, kemudian  menjadi pegawai pada salah satu usaha konveksi besar di kota Tulung Agung, dan sedikit dari sedikit mempelajari, terus mengikuti cara metode usaha dan manajemen pemasaran yang dijalani perusahaan konveksi tersebut, setelah itu baru merintis usaha kecil kecilan secara mandiri mulai tahun 2006, dengan bahan produksi mulai 1 pis kain biasa yang hanya jadi sekitar 38 mukena dan 1 pis kain yang bagus jadi 13 mukena, tetapi sekarang perkembangannya sudah pesat, sekali membeli bahan sudah mencapai 1 box atau 100 pis.

Ibu Suwito (40 th) yang beralamat di Dusun Kromasan Desa Bendosari Kecamatan Kras Kabupaten Kediri ini melangkah awal dalam berusaha konveksi yang hasil produknya berupa Rukuh ( Mukena ), Sajadah dan aneka Bordir, dengan modal awal sebesar Rp. 1.000.000,- adapun jumlah pekerja tetap mulai dari 1 orang, 3 orang, 7 orang hingga sekarang menjadi 14 orang serta pekerja tambahan tidak tetap 28 orang. Dengan bidang kerjanya meliputi, Sobek (menyobek kain bahan), Sablon, Sepak (Bordir) dan menjahit serta pengemasan hasil produksi.

Pekerja di konveksi ini sebagian besar Ibu rumah tangga, baik dari desa Bendosari maupun dari desa sekitarnya sampai radius 8 Km. Pekerja digaji dengan sistim per bulan, rata-rata penghasilannya berkisar Rp. 800.000,- tentu saja ini merupakan tambahan penghasilan yang cukup lumayan bagi pekerjaan sampingan ibu-ibu rumah tangga guna membantu tambahan pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pemasaran hasil produksi diawali dari pemasaran dari rumah ke rumah, dan sekarang sudah mendapatkan pelanggan tetap di kota Bojonegoro, Tuban, Nganjuk, Surabaya, Jember, Brau Kalimantan Timur hingga pesanan dari Arab Saudi, dan pada 2 tahun terakhir ini melayani pesanan untuk Mukena Jama’ah Haji dari Kabupaten Kediri, dan pada tahun 2012 ini sejumlah 480 buah mukena. Disamping itu Ibu Suwito juga memasarkan hasilnya di salah satu lapak kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG) serta di Pendopo Kabupaten Kediri pada acara Rapat Pleno Tim Penggerak PKK atau Dharma Wanita Kabupaten Kediri tiap bulan sekali serta mengikuti event pameran pembangunan yang digelar oleh Pemkab Kediri.

Tentu saja dengan kualitas yang baik dan selalu menjaga mutu hasil produksinya serta selalu mengikuti perkembangan mode, usaha konveksi ini tidak kesulitan mencari konsumen / pelanggan sehingga dapat berkembang dengan pesat.

Hasil produksi mukena ini ada 4 motif yaitu i dengan pengerjaan mulai dari 1 hari jadi 1 mukena, 1 hari jadi 2 mukena, 1 hari jadi 20 mukena, hal ini tergantung model serta motif yang dipilih atau dipesan oleh pelanggan. Dengan harga bervariasi mulai Rp. 24.000,- sampai dengan Rp. 240.000,- (*)

Disamping itu Ibu Suwito juga memasarkan hasilnya di salah satu lapak kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG) serta di Pendopo Kabupaten Kediri pada acara Rapat Pleno Tim Penggerak PKK atau Dharma Wanita Kabupaten Kediri tiap bulan sekali serta mengikuti event pameran pembangunan yang digelar oleh Pemkab Kediri.

Tentu saja dengan kualitas yang baik dan selalu menjaga mutu hasil produksinya serta selalu mengikuti perkembangan mode, usaha konveksi ini tidak kesulitan mencari konsumen / pelanggan sehingga dapat berkembang dengan pesat.

Hasil produksi mukena ini ada 4 motif yaitu i dengan pengerjaan mulai dari 1 hari jadi 1 mukena, 1 hari jadi 2 mukena, 1 hari jadi 20 mukena, hal ini tergantung model serta motif yang dipilih atau dipesan oleh pelanggan. Dengan harga bervariasi mulai Rp. 24.000,- sampai dengan Rp. 240.000,- (*)

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 34

 

Telur Asin, Kabupaten Kediri

Telur Asin Sejahterakan Keluarga

Telur Asin merupakan salah satu makanan yang mengandung protein hewani yang cukup tinggi, dapat diandalkan untuk pemenuhan gizi masyarakat yang harganya relatif murah. Maraknya industri telur asin dipedesaan wilayah Kabupaten Kediri mendorong berkembangnya peternakan itik, yang berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat.

 

Telur Asin0003Itik dikenal juga dengan istilah bahasa jawanya Bebek yang banyak dipelihara oleh para petani-petani di pedesaan, tinggal apa orientasinya dalam pelihara itik , untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging atau juga pembibitan ternak itik.

Pada awalnya Asih Wirianti yang lulusan SPMA Kediri bersama suaminya Koyari Kasianto hanya bertani di desanya Tegalan Kec. Kandat Kabupaten Kediri. Berbekal ilmu yang didapat waktu menempuh sekolah di SPMA Asih Wirianti yang di desanya dikenal dengan sebutan Bu Win mencoba untuk usaha telur asin yang pernah dipraktekkan pada waktu masih sekolah.

Telur Asin0001Usaha membuat telur asin diawali pada tahun 2003 yang setiap harinya membuat 150 butir dan dibawa ke Pasar Gudang Garam untuk dijual. Bu Win bertutur sebetulnya usaha ini coba-coba karena kebutuhan rumah tangga semakin hari semakin bertambah apalagi anak-anak sudah mulai sekolah maka dibutuhkan biaya banyak, dengan semangat dan kesabaran akhirnya bisa berkembang karena kami berfikir cari pekerjaan sulit berbekal ilmu yang didapat kita harus bisa menciptakan lapangan kerja produktif, mandiri dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan sekaligus berperan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat.

Telur Asin0002Pengembangan telur asin ini juga mernbantu program Pemerintah dalam usaha perbaikan gizi keluarga dan gemar makan telur bagi putra-putri Indonesia. Di Desa Tegalan ini ada ± 85 orang peternak itik dan pada tahun 2007 berdirilah kelompok ternak itik ” Tunas Harapan ” sehingga bahan baku telur itik sangat mudah didapatkan.

Di Desa Tegalan 80 % telur itik di full ditempatnya dalam satu minggu mencapai 90.000 butir telur yang dipasarkan ke Jakarta dan Kalimantan yang pengirimannya pada hari rabu dan hari sabtu. Produk telur asin Bu Win berlabel ” Berokah Abadi ” dan berharap usahanya bisa lebih maju dan berkembang untuk biaya sekolah anak-anaknya. (hn- Kominfo)

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 35

Lontong Rumo Gresik

Gresik memang asyik. Banyak wisata di sana, mulai wisata budaya, agama hingga kulinernya yang’aneh-aneh’. Tapi berbicara kuliner Gresik, orang pasti tertuju pada nasi krawu. Padahal nasi krawu merupakan buah karya perantauan dari tanah Madura. Justru yang khas Gresik adalah lontong rumo atau sega rumo, walau keberadaannya bisa dihitung dengan jari.

Lontong Rumo Gresik.docx0001SEGA rumo sesuai nama asal- nya merupakan makanan khas dari Desa Roomo atau Rumo. Sebuah desa di kawasan Ke- camatan Manyar, sekitar 5 km dari pusat kota Gresik ke arah Mariyar. Dulu desa tersebut banyaktambak bandeng dan tambakgaram, tapi sekarang Desa Rumo menjadi kawasan pabrik.

Konon, ada perempuan yang kesu- sahan memenuhi kebutuhan hidupnya. Lalu atas saran seorang sakti, dia disuruh berjualan. Dia mengambil bahan-bahan yang ada di dapurnya, lalu mengolah dan menjualnya dengan berkeliling kampung sambil berteriak, “Lontong RomoJ!” Sejak itulah makanan ini terkenal.

Lontong Rumo Gresik.docx0004“Makanan ini sudah tidak asing lagi di lidah saya, zaman masih kecil, ini merupak­an menu favorit untulcsarapan. Dulu selalu ada di pagi hari mulai pukul 05.30 sampai sekitar pukul 10.00. Harganya pun murah meriah, zaman tahun 1990-an, hanya Rp 250,- dan itu bikin kenyang/’ungkap lelaki paruh baya yang mengaku bernama Cumi.

Makanan sega rumo ini bisa dibilang mirip buburtapi bukan bubur, karena bisa disajikan dengan lontong atau nasi. Ben- tukfisik makanan ini berupa nasi/ lontong yang ditaruh di atas pincuk daun pisang, lalu di atasnya ditaruh sayur kucuk (sejenis kangkung yang tumbuh di sawah) dan disiram dengan bubur berwarna coklat kemerahan. Saat ini sangat sulit untuk me- nemukan sayur kucuk, sehingga banyak penjual lontong rumo menggantinya dengan daun sirigkong.

Lontong Rumo Gresik.docx0003Kekhasan makanan ini adalah bubur penyiram lontong/nasi. Bubur ini dibuat dari tepung beras, santan kelapa, tumbukan udang, cabai merah, bawang dan rempah-rempah lainnya. Warna merah bisa jadi karena daging udang dan cabai merah yang menjadi bumbu utama. Sebagai pelengkap di atasnya ditaburi kelapa sangrai dan keru- puk rambak yang sudah diremas.

Menemukan makanan ini gampang-gampang susah karena sistem penjualan- nya yang nomaden dan dijual hanya pada pagi dan sore hari. Kebanyakan penjual lontong rumo ini biasanya berkeliling ke kampung-kampung, dan sedikit sekali yang menetap di satu tempat. Ada juga yang menjajakannya di pinggir jalan, lesehan di selasar toko atau di ujung gang.

Lontong Rumo Gresik.docx0002Meskipun begitu, saat ini cukup sulit mencari sega rumo di tempat asalnya. Pasalnya, penjualnya pun kini bisa dihitung dengan jari.Tapi jangan khawatir, tak hanya di Desa Romo, sego rumo juga banyakdijajakan di belakang PasarGresik. Tepatnya di Desa Sukodono, Pasar Gresik Kota. Bagi anda yang kebetulan mampir ke Gresik, sego rumo bisa jadi salah satu alternatif menu yang patut dicoba. Selain harganya yang murah sekitar Rp 5.000 sampai Rp. 6.000 perpincuk-anda juga tidakakan menemukan menu semacam ini di tempat lain, kecuali Gresik. (ati)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah PUSPA Edisi 35, Desember 2013, halaman42