Batik Jonegoroan

Kabupaten Bojonegoro dengan kondisi geografis dan potensi sumberdaya alamnya memiliki potensi besar bagi pengembangan kerajinan batik, khususnya batik yang memiliki motif khas Bojonegoro. Terlebih lagi dengan masih banyaknya potensi sumber daya manusia terutama kaum wanita. Berangkat dari pemikiran memberdayakan secara optimal kaum wanita untuk menekuni usaha mandiri, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, pada tanggal 29 Desember 2009 menyelenggarakan festival desain motif batik khas Bojonegoro, Festival itu bertujuan untuk mengangkat potensi daerah Bojonegoro yang di goreskan dalam sebuah motif batik. Dalam penentuannya dipilih 9 karya yang ditetapkan sebagai “Motif Batik Khas Bojonegoro” selanjutnya dipopulerkan dengan nama “Batik Jonegoroan”. Diantaranya motif Rencak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti dan Gatra Rinonce.

Proses pembuatan batik Jonegoroan sama dengan proses pembuatan batik pada umumnya yaitu:

  1. Ngemplong adalah pengerjaan membatik tahap pertama terdiri dari beberapa tahapan, diawali mencuci kain mori untuk menghilangkan kanji yang biasanya terdapat pada kain yang baru. Pengeloyoran, memasukan kain mori ke minyak jarak atau minyak kacang dalam abu merang, agar kain menjadi lemas, sehingga daya serap terhadap zat warna lebih tinggi. Setelah melalui proses tersebut, kain diberi kanji dan dijemur.
  2. Nyorek atau Memola; proses membuat pola diatas kain mori dengan cara meniru pola motif, disebut dengan ngeblat (menjiplak). Dilakukan secara langsung di atas kain dengan menggunakan pensil atau canting.
  3. Mbathik; proses menorehkan malam batik ke kain mori, dimulai dengan nglowang (menggambar garisgaris diluar pola) dan isen-isen (mengisi pola garis dengan berbagai macam bentuk). Dalam proses isen-isen terdapat istilah nyecek, yaitu membuat isian pada pola dengan cara memberi titik-titik (nitik).
  4. Nembok; proses menutupi bagian-bagian yang tidak boleh terkena warna dasar, dengan menggunakan lapisan malam yang tebal.
  5. Medel; proses pencelupan kain yang sudah dibatik ke cairan warna secara berulang-ulang sehingga mendapatkan warna yang diinginkan.
  6. Ngerok dan Mbirah; proses menghilangkan malam pada kain, dengan cara dikerok/dikelupas secara hati-hati dengan menggunakan lempengan logam, kemudian kain dicuci bersih, lalu dianginanginkan.
  7. Mbironi; proses menutupi warna biru dan isen-isen pola dengan menggunakan malam, selain itu ada proses ngrining mengisi bagian yang belum diwarnai dengan motif tertentu, dilakukan setelah proses pewarnaan dilakukan.
  8. Menyoga; proses mencelupkaan kain ke dalam campuran warna coklat, yang didapat dari soga (kayu yang digunakan untuk mendapatkan warna coklat).
  9. Nglorot; merupakan proses akhir dalam pembuatan batik tulis maupun cap yang menggunakan perintang warna (malam). Dalam tahap ini, pembatik melepaskan seluruh malam (lilin) dengan cara memasukan kain kedalam air yang mendidih. Setelah diangkat, kain di bilas dengan air bersih dan kemudian diangin-anginkan hingga kering.

Perkembangan batik Jonegoroan pada saat ini sudah mulai menunjukan kemajuan, peran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam upaya mengenalkan batik Jonegoroan kepada mayarakat masyarkat amat penting.  Dengan cara mengikut sertakan batik Jonegoroan pada event pameran pada tingkat Provinsi dan nasional diharapkan batik Jonegoroan akan lebih dikenal lebih luas lagi.

  1. Tahun 209-2012 Batik Jonegoroan digagas oleh Mahfudhoh Suyoto pada Desember 2009. Memunculkan batik Jonegoroan mengacu pada kondisi geografis dan potensi sumber daya alam yang dimiliki Bojonegoro. Untuk menumbuhkan kreatifitas dan memberdayakan kaum perempuan di Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya, pada tanggal 29 Desember 2009 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro mengadakan festival desain motif batik khas Bojonegoro dengan tema Kekayaan Alam Bojonegoro, diputuskan ada sembilan motif batik yang terpilih. Diantaranya motif Rencak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Mungal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti dan Gatra Rinonce.
  2. Tahun 2012-2014 Batik Jonegoroan munculnya motif baru tepat di tahun 2012. Diantaranya motif Belimbimbing Lining Lima, Pelempelem Sumilar, Sekar Rosella Jonegoroan, Woh Roning Pisang dan Surya Salak Kartika. Idea ini diangkat dari Potensi yang beraneka ragam milik Kabupaten Bojonegoro, diantaranya kebun belimbing di Kecamatan Kalitidu dan kebun salak di Kecamata Kapas.

Kabupaten Bojonegoro saat ini memiliki empat belas macam motif Batik Jonegoroan. Semua itu tidak lepas dari peran pemerintah yang selalu memberikan inofasi dan semangat kepada masyarakat Bojonegoro. Semua ini tidak lepas dari peran masyarakat dalam hal ini adalah pengrajin batik.

Makna Simbolis Batik Jonegoroan

Tahun 2009 sampai 2012,  Batik Jonegoroan memiliki empat belas macam motif batik. Berikut sembilan motif batik Jonegoroan.

  • rancak-thengul-bojonegoroRancak Tengul, Wayang Thengul merupakan salah satu kesenian tradisional khas yang masih hidup dan berkembang di Kabupaten Bojonegoro, bentuk tiga dimensi terbuat dari kayu dengan asesoris kain sebagai busananya. Dasar cerita manak dan panji gunungan / kalpataru-nya juga berbahan kayu dan bulu burung merak. Rancak Thengul (bahasa jawa) mengandung arti seperangkat Wayang Thengul sebagai warisan tradisional di Kabupaten Bojonegoro akan selalu terjaga eksistensinya, menjadi ikon Bojonegoro, lebih dikenal dan digemari masyarakat luas dan sekaligus sebagai bentuk pelestarian dan pengembangan salah satu warisan pusaka Budaya (cultural heritage).
  • parang-lembu-sekar-rinambatParang Lembu Sekar Rinambat Sapi yang ditambatkan dikandang membentuk barisan miring dengan kombinasi warna hitamputih menggambarkan dimasa mendatang Kabupaten Bojonegoro akan menjadi pusat penngembangan peternakan sapi. Parang lembu (bahasa jawa) deretan sapi yang ditambatkan membentuk barisan miring. Sekar Rinambat (bahasa jawa) bunga yang selalu merambat tanpa batas. Parang Lembu Sekar Rinambat bermakna, Kabupaten Bojonegoro dikenal harum akan peternakan sapinya sehingga dapat memberikan kontribusi yang besar sekaligus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • sekar-jati-bojonegoroSekar Jati Tanaman jati mulai dari akar, pohon dan daun dapat dimanfaatkan. Kayunya merupakan bahan meubelair dan kerajinan bubut kayu. Sekar (bahasa jawa) bunga, Jati (pohobn jati) sehingga bermakna tumbuh suburnya pohon jati di Kabupaten Bojonegoro selaras dengan berkembangnya sentra-sentra kerajinan kayu jati (meubel, bubut kayu, gembol) sebagai roda kemajemukan dan kreatifitas masyarakat.
  • pari-sumilak-bojonegoroPari Sumilak Kesuburan tanah (warna coklat) di bumi Angling Dharmo, sangat tepat kalau ditanami padi dan dibudidayakan secara maksimal sehingga dapat meningkatkan taraf hidup petani dan masyarakat Bojonegoro. Pari (bahasa jawa) padi. Sumilak (bahasa jawa) sudah mulai menguning dan siap panen, sehingga mempunyai makna padi yang sudah siap dipanen di semua wilayah Bojonegoro. Diharapkan ke depan Bojonegoro menjadi lumbung padi.
  • sata-ganda-wangiSata Ganda Wangi Sejak dahulu tembakau Bojonegoro sudah dikenal di seluruh nusantara, sehingga menjadi salah satu produksi unggulan selain kayu jati dan produk unggulan lainnya. Jenis tanah yang cocok untuk tanaman ini menghasilkan aroma khas/harum yang berbeda dengan daerah lain. Sata (bahasa jawa) tembakau. Ganda (bahas jawa) aroma. Wangi (bahasa jawa) harum, sehingga bermakna tembakau Bojonegoro memiliki aroma harum. Diharapkan nama Bojonegoro menjadi harum dan terkenal lewat tembakau sebagai salah satu potensinya.
  • parang-dahono-munggal-bojonegoroParang Dahana Manunggal Kayangan Api adalah salah satu objek wisataa andalan di Kabupaten Bojonegoro. Merupakan sumber api abadi terbesar di Asia Tenggara dan pernah menjadi tempat pengambilan api pada PON XV tahun 2000. Parang (bahasa jaawa) miring. Dahana (bahasa jawa) api. Mungal (bahasa jawa) menyala/berkobar, sehingga bermakna bentuk miring dari api yang menyala/berkobar sepanjang waktu. Simbul masyarakat Bojonegoro yang dinamis, semangat dan mampu memberikan cahaya bagi masyarakat disekitarnya.
  • jagung-miji-emas-bojonegoroJagung Miji Emas Jagung merupakan tanaman yang merakyat dan tumbuh subur di Kabupaten Bojonegoro. Hasil yang melimpah menggambarkan bahwa jugung juga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus sebagai salah satu pengganti makanan pokok beras. Jagung miji (bahas jawa) berbiji. Emas memiliki makna tanamanjagung di Bojonegoro adalah yang terbaik, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus mengangkat nama Bojonegoro dengan hasil jagungnya.
  • mliwis-mukti-bojonegoroMliwis Mukti Mliwis putih adalah jelmaan Prabu Angling Dharmo (Raja Malowopati) yang menurut legenda kerajaannya dianggap pernah ada di daerah Bojonegoro. Mliwis (bahasa jawa) burung belibis jelmaan Prabu Angling Dharmo. Mukti (bahasa jawa) mulia, sehingga bermakna meliwis yang mulia/tinggi. Bukan sembarang mliwis karena jelmaan Raja yang dapat memotifasi masyarakat Bojonegoro untuk kerja keras, tekun dan ulet dalam berkarya guna mencapai kemakmuran.
  • gatra-rinonce-bojonegoroGatra Rinonce Visualisasi perpaduan RIG (Alat mengambil minyak) minyak dan gas bumi digambarkan sulur dan bunga, dimana satu dengan yang lainnya saling berhubungan dalam satu kesatuan bentuk. Warna hijau dan kuning melambangkan kemakmuran, kemmiliaan dan keindahan. Ga (gas), Tra (petra) minyak, Rinonce (bahasa jawa) ditata satu persatu, dirangkai menjadi satu kesatuan yang utuh dan indah sehingga bermakna adanya gas dan minyak bumi. Apabila dikelola dikelola dengan baik dan tetap menjaga keseimbangan dan kelestarian alam dan dimanfaatkan untuk keselamatan umat manusia, dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Lima/5 moptif baru yang bertemakan Agro Bojonegoro yang dikenalkan pada tahun 2012 sampai sekarang masih di buat oleh para pengrajin batik Jonegaran  antara lain

  • Belimbing Lining Lima Adalah penggambaran potensi belimbing yang ada di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dimana buah belimbingtersebut berasa manis dan segar, dengan ukuran besar berwana kuning. Berbentuk bintang lima dan kalau terlihat dari samping bergaris lima, karena halus dan bersihnya kulit belimbing.
  • Pelem-pelem Sumilar Adalah motif mangga. Utamanya mangga jenis gadung yang manis dan segar dan sudah menjadi tanaman masyarakat manggaBojonegoro sejak dahulu dan sudah dikenal masyarakat diluar Bojonegoro, Utamanya kota-kota besar di Indonesia. Sekarang mangga Bojonegoro selalu ditunggu dan dinikmati buahnya oleh masyarakat, karenanya buah mangga Bojonegoro di ibaratkan selalu bersinar.
  • rosellaSekar Rosella Jonegoroan, gambaran tanaman Rosella yang berbuah merah, merupakan salah satu potensi agro wisata Bojonegoro. Jika diolah akan menjadi minuman segar dan menyehatkan dan ada rasa khas yang berbeda dengan daerah lain. Sehingga motif batik rosella dinamakan Sekar Rosella Jonegoroan.
  • pisangWoh Roning Pisang Adalah penggambaran motif pisang susu belirik, salah satu buah andalan budidaya masyarakat Bojonegoro. Disebut Woh Roning Pisang, karena keseimbangan antara daun dan buah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, hal tersbut sangat diperlukan dalam social kehidupan.
  • salakSurya Salak Kartika Adalah penggambaran buah salak, hasil budidaya masyarakat Bojonegoro, khususnya di Desa Wedi dan Desa Tanjungrejo Kecamatan Kapas. Salak memiliki rasa khas, rasa manis agak sedikit asam dan sedikit berair juga buahnya besar dan bersih.

Batik Jonegoroan Sebagai Ikon daerah Kabupaten Bojonegoro, yang baru lima tahun terakhir ini menggencarkan budaya membatik, dan mempunyai motif bertemakan sumber daya alam dan budaya Kabupaten Bojonegoro. Mampu menumbuhkan antusianme masyarakat, sehingga membuat pemerintah optimis akan besarnya tekat masyarakat yang akan menggeluti usaha batik.

Berbaga upaya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam melestarikan  Batik Jonegaran meliputi:

  • Membuat Keputusan Nomor : 188/50/KEP/ 412.11/2010 tanggal 25 Februari 2010 tentang 9 (sembilan) Motif Batik Jonegoroan Kabupaten Bojonegoro. Langkah tersebut supaya batik Jonegoroan mendapat perlindungan dan mempunyai hak paten. Supaya batik Jonegoroan tetap lestari dan selalu dekat dengan masyarakat Bojonegoro.
  • Membuat peraturan kepada kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro yang mewajibkan berpakaian batik Jonegoroan pada hari kamis dan jumat. Peraturan tersebut terdapat pada Peraturan Bupati Bojonegoro Nomor 44 Tahun 2014 Pasal 33.16.
  • Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Pelatihan serta pendampingan supaya lebih banyak masyarakat yang menggeluti usaha batik teruta kaum perempuan.
  • Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro mengadakan pengawasan mutu untuk menjaga kualitas batik Jonegoroan. Karena pangsa pasar terbuka dan menyebabkan persaingan semakin ketat.
  • Sekolahsekolah di Bojonegoro satu minggu satu kali diharuskan memakai seragam batik khas Bojonegoro.
  • Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro berencana akan tetap menggelar lomba disain batik Jonegoroan dengan tema potensi daerah, untuk melahirkan motif baru batik Jonegoroan.
  • Mengikut sertakan Batik Jonegaran dalam pameran tingkat daerah maupun nasional, untuk mengenalkan produk batik Jonegoroan kepada masyarakat luas.
  • Di Bojonegoro Batik motif Jonegoroan bisa diperoleh di sentra pengrajin batik, juga bisa diperoleh di Show Room Dekranasda Disperindag Bojonegoro.

Batik modern lebih banyak digemari masyarakat saat ini dari pada  batik klasik. Hal ini dikarenakan batik modern memiliki banyak motif dan memiliki warna yang beragam. Dari kalangan remaja hingga orang tua banyak yang menyukai batik modern yang memiliki motif yang unik.  Bojonegoro dengan potensi alam yang dimiliki dapat memberikian inspirasi bagi masyarakat Bojonegoro untuk menciptakan karya seni dalam bentuk motif batik yang beraneka ragam. Sehingga  Batik Jonegaran diharapkan mampu menjawab dan memenuhi apa yang diinginkan oleh pasar.

——————————————————————————————-

Ryan Bajuri, Pusaka Jawatimuran Team

AVATARA, e-Journal Pendidikan Sejarah, Volume 3, No. 3,  Oktober 2015
Hanif at tanthowy, Septina Alrianingrum
Ragam Motif Batik Bojonegoro Sebagai Upaya Membangun Identitas Daerah  Di Bojonegoro Tahun 2009-2014 Universitas Negeri Surabaya
Sumber gambar
http://www.kanalbojonegoro.com
https://potensi-bojonegoro-matoh.blogspot.co.id

KH. Abdul Karim Hasyim, Pengurus PP. Tebuireng Periode Ketiga

KH. Abdul Karim Hasyim.KH. Abdul Karim Hasyim pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Periode Ketiga tahun 1950 sampai dengan tahun 1951
Selama Kiai Wahid Hasyim menjadi pengasuh Tebuireng, Kiai Abdul Karim Hasyim sudah dipercaya sebagai wakilnya sejak tahun 1947. Ketika Kiai Wahid diangkat manjadi Menteri Agama, kepemimpinan pesantren Tebuireng manjadi kosong sehingga keluarga besar Bani Hasyim memilih Kiai Karim sebagai penggantinya. Kiai Karim resmi menjadi pengasuh Tebuireng sejak tanggal 1 Januari 1950 M.
Di kalangan pesantren, Kiai Karim terkenal sebagai ahli bahasa dan sastra Arab. Beliau juga produktif menulis dengan nama samaran Akarhanaf\ singkatan dari Abdul Karim-Hasyim-Nafiqoh.
Kelahiran dan Pendidikan
Abdul Karim dilahirkan di Tebuireng pada tanggal 30 Septenber 1919 M./1338 H., dengan nama kecil Abdul Majid. Sejak kecil Abdul Karim dididik langsung oleh kakaknya, Kiai Wahid Hasyim, serta kakak iparnya, Kiai Baidlawi. Dia terkenal sebagai anak yang rajin belajar.
Masa pendidikannya lebih banyak dihabiskan di Tebuireng. Dia tercatat sebagai salah seorang siswa pertama Madrasah Nidzamiyah yang didirikan kakaknya, Kiai Wahid Hasyim.
Keluargfa dan Karier
Pada tahun 1943, ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Kiai Karim menikah dengan Masykuroh, putri seorang kiai yang kaya raya di Jombang. Melalui perkawinan ini, Kiai Karim dikaruniai empat anak, yaitu Lilik Nailufari, Muhammad Hasyim Karim, Cicik Nafiqoh, dan Muhammad Natsir.
Selain aktif di Tebuireng, Kiai Karim juga bekerja sebagai KN I Kabupaten Jombang dan merangkap menjadi guru pada tahun 1945- 1948. Pada saat yang sama, Kiai Karim merangkap sebagai penghubung staf Grup M I di pulau Jawa.
Lalu pada tahun 1954, ketika sudah tidak menjabat sebagai pengasuh Tebuireng, Kiai Karim diangkat menjadi Ahli dan Pengawas Pendidikan Agama di Semarang. Lalu pada tahun 1960, Kiai Karim dipindahkan ke wilayah Surabaya dan Bojonegoro. Kemudian pada tahun 1968, dia diangkat menjadi dosen luar biasa pada Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya.
KH. Abdul Karim HasyimSaat itu, IAIN Sunan Ampel Surabaya hanya memiliki 1 Fakultas yaitu Fakultas Syari’ah, itupun merupakan cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lokasi IAIN Sunan Ampel juga masih berada di Wonokromo yang sekarang ditempati Yayasan Khodijah. Beliau mengajar Nushush Adab yaitu materi kuliah tentang syair-syair, terutama syair-syair yang berisi kritikan kepada pemerintah.
Sekitar tahun 1970-an, Kiai Karim masuk keanggotaan Partai Golkar. Sikap ini sangat kontroversial di kalangan pesantren, yang saat itu umumnya berpartai Islam. Konon, beliau masuk Golkar karena diajak oleh salah seorang pejabat di Jombang, dengan pertimbangan bahwa perjuangan Islam tidak selamanya hanya di pesantren. Dakwah juga tidak selamanya di dalam partai Islam. Di Golkar juga membutuhkan siraman rohani, sehingga pemerintahan Orde Baru yang semuanya anggota Golkar perlu mendapat siraman rohani dari orang pesantren. Dakwah seperti ini, menurut Kiai Karim, merupakan konsep saling mengisi antar ulama dan umaro.
Pada pemilu tahun 1971, di mana partai Golkar mendapat suara 62,8 % dan memperoleh 227 kursi di parlemen, Kiai Karim terpilih sebagai salah satu anggota DPR-RI dari fraksi Golongan Karya.
Kepemimpinan di Tebuirengf
Selama satu tahun memimpin Tebuireng, Kiai Karim banyak melakukan reorganisasi dan revitalisasi sistem madrasah. Pada masa kepemimpinannya, madrasah-madrasah di berbagai pesantren sedang mengalami masa-masa suram. Dikatakan suram karena sejak penyerahan Kedaulatan RI dari pemerintah Belanda kepada pemerintah RI tahun 1949, Pemerintah lebih memprioritaskan sistem persekolahan formal (schooling) daripada madrasah. Perlakuan diskriminatif lainnya terlihat dari keputusan bahwa yang diperbolehkan menjadi pegawai negeri adalah mereka yang lulusan sekolah umum.
Oleh sebab itu, madrasah-madrasah di Tebuireng pun akhirnya diformalkan sesuai dengan sistem persekolahan. Jika sebelumnya jenjang madrasah hanya dua tingkat, yakni Shifir dan Ibtidaiyah, pada masa Kiai Karim ditambah menjadi tiga tingkat. Yaitu Shifir dua tahun, Ibtidaiyah enam tahun, dan Tsanawiyah tiga tahun. Periode Kiai Karim merupakan masa transisi menuju integrasi sistem salaf dan sistem formal. Inilah tonggak awal dimulainya era pendidikan formal di Pesantren Tebuireng, yang kemudian diikuti oleh sejumlah pondok pesantren lain, khususnya di tanah Jawa.
Pada masa Kiai Karim, didirikan pula Madrasah Muallimin enam tahun. Jenjang ini lebih berorientasi pada pencetakan calon guru yang memiliki kelayakan mengajar. Selain pelajaran agama dan umum, para siswa Mu’allimin juga dibekali keahlian mengajar seperti didaktik- metodik dan ilmu psikologi. Dengan adanya jenjang Mu’allimin, permintaan tenaga guru dari berbagai daerah dapat dipenuhi.
Setelah satu tahun mengasuh Tebuireng, Kiai Karim menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Kiai Baidlawi, yang merupakan kakak iparnya sendiri. Pergantian jabatan pengasuh Tebuireng dari Kiai Karim kepada Kiai Baidhawi, merupakan hal yang baru dari sistem kepemimpinan Tebuireng, karena seorang menantu dapat menggantikan kedudukan anak kandung di saat si anak kandung masih hidup.
Meskipun kepemimpinan Tebuireng secara formal dipegang oleh Kiai Ahmad Baidhawi, namun Kiai Karim tetap aktif membantu segala kegiatan pondok. Segala bentuk administrasi pondok, termasuk
formalisasi sekolah, diurus oleh Kiai Abdul Karim. Sedangkan Kiai Ahmad Baidlawi lebih berkonsentrasi mengurus pondok bersama kakaknya, KH Idris Kamali. Jadi, secara de facto, peran KH Abdul Karim tetap berlangsung di saat kepengasuhan Tebuireng berada di tangan KH Ahmad Baidhawi. Meskipun secara de jure beliau sudah mengundurkan diri. Pada tahun 1950-1951, Kiai Karim mendirikan Pandu HIPPI (Himpunan Pandu Pelajar Islam)
Meningeal di Tanali Svtci
Pada tahun 1972, Kiai Karim menunaikan ibadah haji bersama Kiai Idris Kamali dan keluarga Pesantren Seblak. Ketika semua kegiatan Ibadah Haji selesai dan rombongan sudah bersiap-siap untuk pulang, kondisi fisik pemimpin rombongan, KH Abdul Karim, mulai menurun. Dokter lalu memberikan suntikan injeksi. Namun tak lama kemudian Kiai Karim tidak sadarkan diri. Akhirnya, pada 31 Desember 1972, Allah Swt memanggil Kiai Karim untuk selama-lamanya. Inna liLlahi wa inna ilaihi roji’un. ()18
18Pada saat itu, Kiai Abdul Karim masih tercatat sebagai anggota DPR-RI.

———————————————————————————————————————-

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Mubarok Yasin, A. dan Fathurrahman Karyadi. Profil Pesantren Tebuireng. Cetakan 1. Jombang, Pustaka Tebuireng: 2011. halama 77-81

Pantai Gua Cina, Kabupaten Malang

Malang memang terkenal dengan pariwisatanya yang lengkap, mulai dari gunung, tebing, air terjun, hingga berbagai jenis pantai jika dikuiijungi satu-satu tidak akan habis dalam sehari. Salah satu pantai di selatan Malangyang masili sedikit diketaliui wisatawan adalah Pantai Gua Cilia.

Pantai Gua Cina0001BANYAK sebutari imtuk Pantai Gua Cina ini. Ada yang memberi julukan perawan yang sedang mekar di Ma- lang, atau eksotisme Malang Selatan, dan entah sebutan apa lagi. Namun yang jelas Pantai Gua Cina yang terle tak di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sum- bermanjing Wetan, Kabupaten Malang Selatan, ini masih belum begitu ramai karena jarang orang mengetahuinya.
Pantai Gua Cina0005Kesan pertama kali yang muncul adalah Pantai Gua Cina ini sungguh alami dengan warna laut yang jernih dan bersih, dibalut pasir putih yang lembut. Pantai ini memang menawarkan keaslian, pasirnya yang lembut dan putih sehingga membuat pantai ini indah dan asri. Ditambah lagi pemandangan sekeliling yang memesona, berpadu dengan air pantai yang bening dan dingin. Deburan ombaknya yang mengalun terdengar begitu merdu.
Pantai Gua Cina0002Konon, nama pantai ini diawali seki- tar tahun 1930, ketika seorang pengembara Tionghoa dari Surabaya bernama Hing Hook, terdampar di sebuah pan¬tai tersembunyi di Malang Selatan itu, Hati sang pengembara bersedih karena kemiskinan yang terns menderanya. Ia kemudian menyendiri di sebuah gua yang berada di salah satu pulau kecil yang ad a di sana. Dia sendirian, tak ada yang menemani akhirnya maut menjemputnya. Ia meninggal dalam kesepian di gua itu. Jasadnya ditemu- kan beberapa hari kemudian dan dimakamkan penduduk di tempat lain. Sejak saat itu, pantai terkenal dengan nama Pantai Gua Cina.
Bila ingin menuju Pantai Gua Cina dari Malang, arahkan kendaraan menuju Gadang, Turen. Jangan khawatir, karena banyak papan petunjuk sepanjang perjalanan. Sekitar 1,5 km sebelum pantai Sendang Biru, akan bertemu pertigaan. Selanjutnya belok kanan mengarah ke Pantai Bajul Mati. Setelah 5 km, di sebelah kiri jalan ada papan penunjuk Pantai Gua Cina. Lalu belok kiri dan melalui jalan makadam kira-kira 800 meter sampai akhirnya ada loket tiket masuk Pantai Gua Cina.
Pantai Gua Cina0006Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang menawan, Hamparan sawah serta pe~ gunungan kapur yang hijau seolah memanjakan mata. Kini, Pantai Gua Cina yang dikelola Perhutani ini mulai banyak dikenal para pelancong. Setiap akhir pekan pantai ini mulai dipenuhi pengunjung. Mereka berasal dari Sura¬baya, Sidoarjo, Malang, bahkan tidak sedikit turis mancanegara.
Tak salah bila muncul tren baru, Pantai Gua Cina kini sebagai jujugan utama pengunjung. Pantai Gua Cina0004Tren ini muncul mungkin karena orang sudah jenuh dengan pantai-pantai di sekitarnya yang sudah dikenal lebih dulu sehing¬ga butuh suasana baru. Maka, Pantai Gua Cina menjadi pilihartnya.Byan

Pantai Gua Cina0003Bila ingin menuju Panta Gua Cina dari Malang, arahkan kendaraan menuju Gadang, Turen. Jangan khawatir, karena banyak papan petunjuk sepanjang perjalanan. Sekitar 1,5 km sebelum pantai Sendang Biru, akan bertemu pertigaan. Selanjutnya belok kanan mengarah kle Pantai Bajul Mati. Setelah 5 km, di sebelah kiri jalan ada papan penunjuk Pantai Gua Cina. Lalu belok kiri dan melalui jalan macadam kira-kira 800 meter sampai akhirnya ada loket masuk Pantai Gua Cina.

————————————————————————————————————————-

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : majalah SAREKDA Jawa Timuran/edisi; 020/2014/halaman 42-43

PERAJIN ROTAN MALANG

IMAM BUDIONO, PERAJIN ROTAN MALANG
Mengikuti Selera Mode Pelanggan
Rotan0003PARA tukang tampak asyik bekerja. Jemari-jemari tangannya tampak begitu terampil dan cekatan merajut belahan rotan maupun yang berbentuk sintetis pada sebuah kerangka yang akan dibentuk kursi atau meja. Kegiatan rutin para tukang ini setiap hari selalu menghiasi rumah yang sekaligus dijadikan tempat pembuatan mebel rotan milik Imam Budiono di Jl. Pahlawan 249A, Balerejo, Blimbing, Malang. Selain untuk kegiatan pembuatan mebel, di ruang sebelah yang berlantai dua juga digunakan sebagai showroom hasil karyanya.
Selama ini rotan dikenal sebagai bahan baku industri mebel serta furniture seperti kursi, meja, dan beragam perangkat rumah tangga lainnya. Namun di tangan seorang Imam Budiono, 49 tahun, bahan baku rotan dan sintetisnya bisa ‘disulap’ menjadi beragam kreasi berkualitas ekspor. Tak hanya mebel dari bahan rotan, tapi juga asesoris lain juga dikerjakannya. Bermula dari usaha coba-coba di kota Probolinggo tahun 1986 akhirrnya membuahkan hasil sebagai pengusalia mebel rotan di Malang. Imam Budiono merintis usahanya di Probolinggo saat itu mengambil produk mebel milik orang lain lantas dijualnya. Cam ini diubahnya karena kurang menguntungkan, lantas dia membeli mebel sisa ekspor di pabrik mebel lalu dijual lagi dan laris manis. Di Probolinggo ia menyewa toko yang diberi nama Tiban Jaya dan dijadikan nama usahanya sampai sekarang. Nama Tiban Jaya diambil dari nama masjid yang berada di depan tokonya di Probolinggo saat itu. Orang-orang di sana menyebut masjid tiban, karena konon tempat ibadah itu tiba-tiba ada dan tak ada yang tahu siapa yang membangun.
Rotan0004Hijrah ke Malang, kini Imam Budiono bisa dibilang pengusaha mebel rotan sukses. Kesuksesannya diawali tahun 2007 ketika ia ingin mencoba membuat mebel rotan sendiri walau sebenarnya ia tidak pernah tahu bagaimana cara membuat mebel rotan. ‘Terus terang saya tidak punya keahlian membuat mebel rotan. Saya hanya bisa mendesain lantas para tukang saya yang mengerjakan. Untuk membuat sendiri saya tidak bisa, jadi saya hanya mengarahkan tukang saja,” ujar lulusan STM (sekarang SMK) jurusan mesin ini.
Walau Imam Budiono mengaku tidak bisa membuat sendiri mebel-mebel itu, tapi dia adalah pencetus ide atau pembuat desain. Kadang ide desain itu didapatnya dari browsing internet, dari tayangan televisi atau bahkan pemesan yang membawa desain sendiri, “Pokoknya prinsip saya mengikuti selera mode pelanggan. Desain itu tak melulu mebel tapi bisa juga asesoris seperti kursi besar untuk kolam renang pigora atau wadah buah dan lain-lain. Bahkan pintu dan jendela rumah saya beri anyaman rotan sintetis. Hasilnya luar biasa, punya nilai lebih dibanding hanya pintu polosan. Ini hasil kreasi lain, untuk memberi kesan beda saja,” tuturnya.
Rotan0001Sejak awal berdiri, Imam Budiono dibantu empat orang, dan sekarang berkembang menjadi 32 karyawan. Kini, pemasaran mebel rotan buatan Imam Budiono disamping sudah menjangkau seluruh Jawa Timur juga di luar Pulau Jawa, “Kebanyakan pelanggan yang beli pada kami dijual lagi, j bahkan mungkin ada juga yang diekspor. Alhamdulillah setiap hari kami produksi terns dan selalu habis karena pelanggan setiap tahun bertambah. Bahkan untuk memberi kepuasan bagi pelanggan yang membawa model sendiri kami pun siap membuatnya berdasar gambar dan ukurannya,” jelas ay all dua anak ini.
Sebagai pengusaha mebel rotan, Imam Budiono termasuk orang baik hati. Sebab, ia menerapkan marketing kepercayaan kepada semua pelanggan yang kulakan padanya, yaitu barang laku baru bayar. Artinya, para pelanggan yang membeli dan menjual kembali mebel dari Imam Budiono bisa
dibilang tidak mengeluarkan modal dan cara membayarnya pun suka-suka. “Kadang ada juga yang benar-benar tidak bisa membayar walau barang sudah laku. Jika dia memang tidak mampu membayar, saya akan ikhlas. Namun kalau ada unsur nakal dan tak mau bayar, seterusnya tidak boleh mengambil barang lagi,” kata dia.
Imam Budiono yakin dalam berbisnis prinsipnya bisa menyenangkan orang lain. Dengan prinsip ini maka rezeki akan terus mengalir. “Semua rezeki diatur oleh Allah SWT. Insya Allah dalam bekerja sebisa mungkin menyenangkan orang lain, sehingga hubungan kekeluargaan akan terjalin erat. Ikatan emosional ini sebetulnya mahal harganya, karena bisa menambah persaudaraan,” prinsip Imam Budiono.
Rotan0002Tentang rahasia keberhasilannya mengelola kerajinan rotan dan sintetis ini, Imam Budiono mengaku tak jauh dari prinsip disiplin kerja, jujur dan tepat janji. Soal janji Imam Budiono sangat hati-hati. Kalau tidak tepat waktu, dia berusaha telepon dan memberitahukannya tentang kesulitan yang dihadapi. Bila terjadi komunikasi timbal balik, praktis hubungan kerja lancar. Apalagi peluang mebel rotan yang digelutinya ke depan sangat menjanjikan. “Alhamdulillah hasil produksi saya sudah cukup dikenal di Malang. Sehingga mebel-mebel untuk keperluan hotel yang banyak bertebar di Malang ini juga banyak yang pesan ke saya pungkasnya.Byan

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:majalah SAREKDA Jawa Timuran/edisi; 020/2014/halaman 34-35

Perdagangan Batik Lewat Web

Perdagangan batik Lewat WebSEIRING dengan semakiri majunya teknologi informasi diharapkan perdagangan batik bisa melalui website atau elektronik commerce (e-commerce), sehingga produk kerajinan batik, bordir dan asesoris Jawa Timur lebih luas jangkauan pemasararmya.
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan itu saat membuka Pameran Batik, Bordir dan Asesoris ke 9 di Grand City Surabaya, Rabu (14/5).
“Dengan semakin luasnya pemasaran membuat produk batik, bordir dan asesoris Jawa Timur selain dicintai di daerahnya sendiri juga semakin dikenal di dunia khususnya di ASEAN, Asia, Eropa, Afrika dan Amerika,” katanya seperti dikutip Kominfo Jatim.
Ia mengingatkan, dengan semakin dekatnya ASEAN Economic Commu¬nity (AEC) 2015 maka produk-produk Indonesia khususnya Jawa Timur harus mempunyai standar dan kemasannya harus bagus menarik. Dengan kualitas dan kemasan yang bagus produk- produk Indonesia termasuk batik, bordir dan asesoris bisa bersaing di pasar , internasional. ?
Dalam pameran ini, kata gubernur, panitia hanya menargetkan transaksi Rp 12 miliar tetapi yang pen ting pasca pameran ini diharapkan pasar batik, bordir dan asesoris Jawa Timur bisa
meningkat lebih besar lagi.
Oleh sebab itu dengan semakin diciritainya batik oleh rnasyarakatnya Jawa Timur dua kali pada tahun 2012 dan 2013— menjadi juara nasional menggunakan produk dalam negeri. Dan diharapkan pada 2014 menjadi juara lagi mengguiiakan produk dalam negeri. Memang Jawa Timur sangat mencintai produk dalam negeri atau Aku Cinta Indonesia (ACI) dengan segala produknya termasuk batik, bordir dan asesorisnya.
Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Jawa Timur, Nina Kirana Soekarwo atau Bude Karwo, di sela-sela peninjauan Pameran Batik Bordir dan Asesoris ke 9 Tahun 2014 di Grand City mengatakan, perkembangan kera¬jinan batik, bordir dan asesoris di Jawa Timur cukup bervariasi dan dinamis dibandingkan dengan provinsi lain.
Dari hasil pengamatannya di are¬na pameran bahwa corak batik Jawa Timur bahan dasamya sudah cukup baik hanya tinggal coraknya perlu dipertajam. Dekranasda dan Disper- indag Provinsi Jawa Timur dalam pa-meran ini memperkenalkan berbagai kerajinan batik dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Jawa Timur yang kaya perajin batik saat ini sudah menghasilkan 1.350 karya motif batik atau meningkat dari sebelumnya yang hanya 110 motif batik. Menurut Nina Soekarwo, permintaan pesanan batik produk Jawa Timur semakin meningkat tetapi belum diimbangi dengan tenaga perajin pembatiknya. Oleh sebab itu dalam waktu dekat Disperindag dan koperasi-sikoperasi dibantu Dikranasda akan membuka pelatihan-pelatihan masyarakat untuk belajar membatik guna menambah perajin batik agar lebih banyak lagi.
Dekranasda juga telah membantu mematenkan atau hak paten bagi batik yang bagus, seperti batik ayam bekisar dan bunga teratai telah dipatenkan hak ciptanya. Dalam pameran batik, bordir dan asesoris 2014 ini diikuti 175 perajin batik dari berbagai daerah di Indonesia dan kabupaten/kota di Jawa Timur. Pameran batik di Grand City ini berlangsung 14-18 Mei 2014. ■

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:majalah SAREKDA Jawa Timuran/edisi; 020/2014/halaman 36

Belimbing Kota Blitar

belimbing kota blitar0001KECERIAAN tampak menghiasi wajah H Imam Surani ketika memperlihatkan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013, di rumahnya Karangsari, Kota Blitar. Penghargaan yarig diterimanya di Jakarta itu berkat kerja kerasnya yang gigih dan ulet sehingga mampu mempertahankan plasma nutfah belimbing karangsari. Keberhasilan belimbing karangsari memenangi kategori Produk Segar Berdaya Saing dalam Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013, menurut Imam, karena ditunjuk pemerinbelimbing kota blitartah Provinsi Jawa Timur mengikuti ajang tersebut. Penunjukan ini terkait dengan penghargaan yang pernah diraih dari Gubernur Jawa Timur dalam lomba Inovasi Teknologi Produk Unggulan.
Bisa jadi makanan khas Blitar kini lebih lengkap, tak lagi didominasi bumbu pecel atau buah rambutan. Tapi, sekarang ada buah belimbing karangsari. Bila ingin menikmati belimbing berkualitas nomor wahid, datanglah ke Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Blitar. Di sana sudah menanti pohon-pohon belimbing matang terbungkus plastik bening yang banyak dijumpai di setiap halaman rumah warga. Belimbing-belimbing yang dibungkus plastik itu supaya terhindar serangan lalat buah. Keistimewaan dan keunikan buah belimbing karangsari selain rasanya manis, ukuran buah besar dan berada di lingkungan perkotaan.
belimbing kota blitar0003Usaha pembudidayaan belimbing ini dikerjakan secara kelompok. Imam Surani clipercaya sebagai ketua Kelompok Tani Margo Mulyo sejak tahun 1985. Kelompok ini beranggotakan 14 anggota yang merupakan pengepul belimbing. Belimbirtg karangsari merupakan belimbing varietas unggul dan berhasil mengisi pasar swalayan seluruh Pulau Jawa. Bahkan, belimbing karangsari ini sudah bersertifikat, dengan nama Belimbing Karangsari yang diambil dari nama Desa Karangsari, Kota Blitar. Populasi belimbing karangsari sekarang mencapai lebih dari 30 ribu tanaman. Dari sekian banyak belimbing-belimbing itu, tentu saja ada kelas-kelasnya. Pengiriman belimbing ke pasar-pasar atau supermarket berdasarkan klasnya.
Saat ini belimbing karangsari sudah dikenal luas, hampir setiap orang mengenalnya karena ciri khas yang tidak dimiliki belimbing lain. Di Blitar juga dikembangkan area lahan milik pemerintah daerah seluas lima hektare untuk dijadikan lokasi agrowisata belimbing. Setiap pohon belimbing rata-rata menghasilkan lebih dari 0,5 kuintal buah selama empat kali dalam setahun. H Imam Surani mewajibkan seluruh warga desanya menanam pohon belimbing di pekarangan rumah. Tujuannya agar tanaman pelindung yang ditanam di rumah memberi nilai tambah. “Warga wajib pemanfaatan Halaman, samping, belakang, depart rumah. Bahkan tanaman lain harus diganti dengan tanaman belimbing kata dia.
Belimbing karangsari merupakan salah satu varieteas belimbing unggul nasional dengan belimbing kota blitar0004SK Mentan pada tahun 2004. Beberapa keunggulan belimbing karangsari di antaranya:
■ Penampilan buahnya sangat menarik berwarna kuning oranye bila masak optimal.
■ Ukuran buah besar sekitar 350-600 gram per buah.
■ Rasa buah manis, kandungan air tinggi, daya simpan lebih dari tujuh hari.
■ Mampu berbunga dan berbuah sepanjang tahun dan panen daoat dilakukan 3-4 kali dalam setahun.
■ Produktivias 400-500 kg/phon/tahun (empat kali panen) dengan umur tanaman lebih ciari 10 tahun.
Belimbing hasil panen dari halaman warga yang disortir berdasarkan kelas super (bobot 500 g per buah), kelas B, dan C itu termasuk istimewa. Warna buah kuning-jingga terang mengkilap dengan lingir hijau serta beraroma harum saat matang pohon. Ukuran besar berbobot 350—600 g per buah, manis segar dengan tingkat kemanisan mencapai 9 —100 brix. Sudah begitu ia memiliki daya simpan lama, mencapai sepekan lebih. lebih dari 7 hari. Penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, mem- perlihatkan belimbing karangsari yang pernah menjadi juara kontes buah tropis BPTP Jawa Timur pada 2003 itu mengandung asam oksalat, asam sitrat, kaya potasium, vitamin A dan C. Sosok pohon belimbing karangsari juga tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan pemanenan.
Wajar bila warga yang sebelumnya menanam beragam varietas, kini hanya menanam belimbing karangsari yang telah menjadi varietas unggul nasional. Nah, belimbing karangsari kini sudah diperbanyak dengan cara okulasi. Penanamannya kini tak melulu di Kelu- rahana Karangsari, Blitar, tapi sudah menyebar hingga Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Malang, Bondowoso, Jember, dan beberapa daerah lain di luar Pulau Jawa.
Saat panen raya dan cenderung kelebihan produksi, Surani dan teman-teman dalam kelompok tani Margo Mulyo mengolah buah belimbing menjadi dodol, sari buah, manisan, sirup dan keripik belimbing. Sekarang tempat kediaman Imam Surani menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), tiap bulan tidak sepi dari kunjungan warga, kelompok tani dari berbagai daerah. Pemerintah daerah dan pusat memberikan dukungan mo¬dal, fasilitasi alat dan ruang pertemuan pelatihan. ■ Pribadi/Marta Mukti Widodo

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah SAREKDA Jawa Timuran/edisi; 020/2014/halaman 30-31

Manik-manik Kaca, Kabupaten Jombang

Manik-manik Kaca Diminati Wisman
Manik-manik Kaca0002SUATU siang beberapa turis turun dari minibus di halaman galeri kerajinan manik kaca milik Nur Wachid, di Desa Plumbon Gambang, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Dalam rombongan turis ini ada lima orang dari Austra¬lia, Jepang dan Malaysia. Mereka menginap di hotel berbintang di Surabaya yang sengaja berbelanja di show room manik kaca milik Nur Wachid, salah satu perajin manik- manik kaca di Jombang.
Begitu turun dari kendaraan, mereka langsung ‘menyerbu’ berbagai jenis manik kaca yang dipajang. Nur Wachid sebagai pemilik galeri langsung menyambutnya dan menerangkan kelebihan manik-manik yang dijualnya dengan bahasa Inggris yang fasih. Salah satu rombongan turis adalah Else, dari Australia. Ia terlihat memilih satu persatu dan begitu menikmati manik-manik kaca, “Saya sengaja beli banyak karena har- ganya murali dan banyak pilihan. Sesampai di Australia nanti akan saya jual lagi,” kata Else.
Menurut Nur Wachid, manik-manik hasil produksinya sangat diminati wisatawan asing karena memiliki nilai historis dan nilai seni yang cukup tinggi. Dalam produksinya, manik-manik bikinannya tidak dibuat dengan mesin cetakan seperti produksi pabrik, tetapi benar-benar original dibuat dengan tangan perajin sendiri. Selain itu produksinya adalah manik-manik etnik khas suku-suku dari berbagai belahan dunia termasuk suku-suku pedalaman Indonesia yang kini sudah semakin langka. Antara lain manik-manik yang dibuat Majapahitan, suku Dayak, suku Sabu, Sefron, manik Haye khas Sentani, dan masih banyak lagi.
Manik-manik Kaca0001Membuat manik-manik jenis itu tidak tergolong mudah, karena dibutuhkan keahlian dan ketelat- enan perajin dalam melukis atau memberi corak manik-maniknya dengan menggunakan bara api. Harga manik-manik bervariasi, mulai dari Rpl5 ribu sampai Rpl80 ribu bahkan lebih setiap bijinya. Pada hari biasa, Nur Wachid mengaku pesanan manik-manik etniknya seperti gelang, kalung dan aksesoris lainnya, hanya berkisar antara 8-10 ribu biji perbulan. Namun ketika digelar Miss World digelar di Bali tahun lalu, jumlah pesanan yang datang me- ningkat hingga 13 ribu biji.
Digelarnya ajang Miss World di Indonesia memberi berkah tersendiri baginya. Selama ajang Miss World berlangsung, pesanan kerajinan man¬ik-manik meningkat, karena manik- manik buatan perajin asal Jombang sangat diminati wisatawan asing di Bali sebab bermotif etnik yang kini sudah semakin langka. Selain memiliki galeri di Jombang, Nur Wachid juga memiliki sejumlah galeri di Bali, sehingga ia merasakan langsung manfaat digelarnya ajang Miss World di pulau Dewata tersebut. Sebab selain mempromosikan potensi wisata yang ada, ajang Miss World juga membuat buah karya seni para perajin manik- manik etnik tradisional seperti dirinya semakin dikenal luas masyarakat mancanegara. (mimik suryathy/ wurita andaningsih)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah SAREKDA Jawa Timur/edisi 021/2014 halaman 41

USAHA setir mobil

Sewtir Mobil0001USAHA setir mobil ini dijalankan anak muda benama Nicko Agung, 26 tahun, beralamat di J1 Panglima Sudirman Gang Kadipaten IV/17A, RT-3/RW-4 Kelurahan Kebon Agung, Pasuruan.
Bersama kakak Nicko, yaitu Arif memulai usaha ini sejak tahun 2010 dengan modal awal Rp 3 juta. Tak cuma setir mobil dari yang punya merek terkenal seperti Momo dan lain-lain, usaha keluarga ini juga membuat handle porsenling. Sebetulnya usaha bikin setir mobil ini meneruskan usaha ayah Nicko, yaitu Abdullah.
Menurut cerita Abdullah yang tidak tamat SD ini, sebelum terjun membuat setir mobil awalnya dia bekerja di bidang mebel/kursi. Bosan dengan usaha perabot rumahtangga, tahun 1993 ia coba banting setir menekuni jadi perajin setir mobil kayu dan berhasil. Bahan bakunya berasal dari limbah mebel pabrik.
Masih cerita Abdullah, pertamakali menawarkan hasil karyanya itu di Pasar Senen Jakarta. Sayang, krisis ekonomi yang pernah melanda Amerika berimbas ke Indonesia dan usahanya. Lama sempat berhenti, kemudian tahun 2010 usahanya diteruskan anak-anaknya, Nicko dan Arif.
Sekarang, Abdullah tinggal mengawasi kerja anak- anaknya yang dibantu para tetangganya sekaligus membuka lapangan kerja. Dulu punya 25 pekerja, sekarang tinggal 7 orang. “Bapak itu banyak akal, seperti tokoh cerita film Mc Giver tutur Nicko. Sekarang, Nicko bersama Arif, membuat setir mobil berdasarkan pesanan toko-toko komponen mobil di Surabaya, Jember, Malang, Banyuwangi dan kota-kota besar di Jawa Tengah. Kebanyakan pula setir mobil yang dipesan untuk mobil sport. “Kami hanya melayani pembelian kontan, ada uang ada barang,” tutur Nicko yang pernah menjadi sales sepeda motor Yamaha. Em djupri/alfan

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah SAREKDA Jawa Timur/edisi 021/2014 halaman 33

AYAM lodho, Kabupaten Tulungagung

Lodho Tulungagung.AYAM lodho adalah salah satu masakan tradisional yang berasal dari Tulungagung, tapi ada juga yang menyebutnya sebagai makanan khas Trenggalek. Bahkan, ada juga yang bilang, masakan ini mirip dengan opor ayam, tapi bedanya pada citarasanya yang pedas,
Di Tulungagung ayam lodho bisa dinikmati di Resto Sumber Rejeki, milik Bu Hj Khasnan, tepatnya di J1 Jayeng Kusuma atau berada persis di depan gang Tapan I, Tulungagung. Model penyajiannya di resto ini memakai sistem paket prasmanan, Satu paket bisa dinikmati 5-6 orang, harganya pun bisa terjangkau kantong yaitu Rp 100 ribu. Satu paket prasmanan ini berisi satu centhing nasi gurih, satu ekor ayam bumbu lodho ditambah lalapan dan sambal. “Kalau hari libur, kami bisa menghabiskan sekitar 125 ekor ayam kampung/’ kata Mbak Dwi, pramusaji Warung Sumber Rejeki.
Ayam lodho biasa menggunakan ayam kampung. Menurutnya, ini dimaksudkan agar rasanya lebih gurih dan enak. Keunikan olahan ayam lodho ini terletak pada kuah santan yang kental sehingga rasanya gurih, enak dengan aksen pedas cabe plus aroma ayam ba- kar yang wangi. Hampir setiap hari, waning yang telah buka sejak beberapa tahun lalu itu selalu ramai disinggahi pembeli, khususnya penikmat kuliner pedas, mulai pagi hingga malam. Tidak hanya warga setempat dan ma- syarakat luar daerah yang kebetulan sedang berkunjung ke Tulungagung.
Proses pengolahan ayam lodho pun mem- butuhkan waktu yang cukup lama. Tahap awal, ayam kampung dicuei bersih, setelah itu dibakar di atas arang tanpa bumbu hingga matang. Setelah dibakar ayam direbus hingga empuk dalam campuran santan, cabe rawit, dan rempah-rempah. Soal rasa, ciri khas ayam lodho adalah pedas. Walau harga cabe mahal, pemilik resto tidak berani mengurang- iirya, karena ini adalah ciri kliasnya.
Lodho Tulungagung.1Dalam penyajiannya, ayam lodho ini dihidangkan dengan sepiring nasi gurih dan urapan. Aro¬ma ayam lodho yang harum berpadu dengan kuah santan yang gurih, plus daging ayam yang empuk, memang pas dinikmati dengan nasi gurih.
Nasi gurih adalah nasi yang terbuat dari olahan beras dan santan. Rasanya gurih dan nikmat bila disajikan hangat-hangat. Urap- urap adalah olahan sayuran yang direbus terlebih dahulu dan disajikan bersama parutan kelapa bercitarasa pedas. Kehadiran urap-urap ini sangat penting untuk menyeimbangkan asupan daging ayam yang masuk ke dalam tubuh. Rasanya, lidah tidak berhenti bergoyang ketika rasa gurih dari nasi, pedas dari ayam, dan segar dari urap-urap berpadu di mulut.
Bila dilihat sekilas, bentuk visual ayam lodho itu mirip dengan opor ayam. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan dari segi bumbu yang digunakan. Ayam lodho menggunakan bumbu khas berupa merica dan pala, sedangkan opor ayam tidak menggunakan dua bumbu itu. Cara pengolahan daging ayamnya pun berbeda. Ayam untuk lodho hams dipanggang terlebih dahulu, sedangkan proses ini tidak perlu dilakukan untuk ayam opor.
Warna kuning pada masakan ayam lodho diperoleh dari kunyit dan cabe merah. Sedangkan citarasa itu diperoleh dari cabe, merica, dan pala yang menciptakan sensasi pedas yang khas. Selain dari bumbu, citarasa yang khas juga diperoleh dari daging ayam yang dipanggang terlebih dahulu sebelum direbus bersama kuah. Perpaduan antara kuah, racikan bumbu yang pas, dan ayam panggang yang gurih menciptakan citarasa yang lezat dan sukar dilupakan.
Hem, selamat menikmati dan siap-siap berkeringat. ■Sumaryati/Truly Purnama Sari

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah SAREKDA Jawa Timur/edisi 021/2014 halaman 41

Kerajinan Kuningan, Kabupaten Bondowoso

Dari Sampah Diubah jadi Berkah
Kerajinan Kuningan Bondowoso0002BONDOWOSO tak hanya menawarkan keindahan kawah Ijen, tapi juga terdapat kerajinan yang sangat terkenal yaitu kerajinan kuningari yang sudah menjadi komoditas ekonomi Bondowoso. Keistimewaan produk kuningari Bondowoso ini adalah kadar mengkilatnya yang lebih awet, tanpa pengolahan tambahan, warna kuningnya dapat bertahan lebih lama. Berbagai macam barang dibuat dari kuningan ini, seperti peralatan rumah tangga, suvenir, hiasan interior rumah, tempat bunga, guci, tempat menyirih, relief lukisan ataupun berbagai macam miniatur binatang.
Kerajinan Kuningan Bondowoso0003Salah satu perajin kuningan itu ada¬lah UD Rizky, terletak di Raya Situbondo 6, Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso. Menurut Lina, pemilik UD Rizky, usahanya merupakan warisan dari orangtuanya dan merupakan generasi ketiga. UD Rizky bisa dibilang salah satu perajin yang sanggup bertahan untuk waktu cukup lama, berdiri sejak tahun 1960-an. Awal pembuatannya berkonsentrasi pada perangkat gamelan Jawa, selanjutnya produksinya berkembang hingga sekarang menjadi beragam jenis. Lina bersama suaminya di UD Rizky berkecimpung di usaka kerajinan kuningan tahun 2000. Bahkan, hasil karyanya sempat diekspor ke Italia, lewat Bali. Begitu ada peristiwa Bom Bali, maka usaha ekspor pun ikut terhenti.
Kerajinan Kuningan Bondowoso0001Bahan baku kerajinan kuningan berasal dari sampah berupa rongsokan yang sudah tak terpakai. Dari pengepul rongsokan, Lina beli bahan baku saat ini antara Rp 45 ribu Rp 48 ribu setiap kilogram. “Setiap kami mengecor, membutuhkan sekitar 1,5 – 2 kuintal rongsokan kuningan. Kalau bahan lagi sulit dan mahal, kami mengecor setiap sebulan sekali. Para pekerja di tempat kami yang berjumlah sepuluh orang, begitu usai mengecor pekerjaan selebihnya fokus pada finishing. Begitu finishing selesai, pengecoran dimulai lagi tutur Lina.
Harga hiasan yang dipajang di showroom UD Rizky berkisar mulai dari Rp 150 ribu – Rp 4.000.750. Kecenderungan pembeli memang tergan- tung musim, kadang yang laris model binatang atau hiasan. “Untuk bulan- bulan seperti ini, saat orang banyak mengadakan hajatan perkawinan, maka yang laris manis adalah tempat siraman atau hiasan kursi. Begitu juga pembelinya, tak terbatas dari Bondowoso saja tetapi hampir seluruh kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah serta
Jogjakarta pernah membeli di tempat kita,” jelas Lina.
Kini, perajin kuningan di Bondowoso ini banyak yang gulung tikar. Kalau dulu jumlahnya puluhan, kini tinggal lima perajin saja. Itu pun tiga perajin berada di Desa Cindogo, dan dua lagi di desa seberang, yaitu Desa Jurangsapi. Semakin jarangnya perajin kuningan ini, keluhannya semua hampir sama, yaitu mahalnya harga bahan baku. “Kendalanya memang pada bahan baku, dulu harganya hariya Rp 8000/kg, sekarang Rp 48.000/kg/’ tutur Lina.”
Wurita Andaningsih/Fery Wardata

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah SAREKDA Jawa Timur/edisi 021/2014 halaman 32-33