Sego Becek, Nganjuk

nasi_becek_2Sego Becek (nasi becek) merupakan makanan tradisional dari Nganjuk, Jawa Timur, sego Becek khas Nganjuk, sebenarnya sudah lama menjadi buah bibir masyarakat sejak dulu. Bila di amati dari jenis masakan, bumbu dan bahannya makanan satu ini merupakan makanan jenis kare kambing atau gulai kambing. Walaupun hampir mirip dengan gulai kambing, namun Sego Becek ini memiliki cita rasa dan penyajian yang berbeda.

Penyajian

Keistimewaan kuliner khas nganjuk ini pada tampilannya, sego becek ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan di atasnya disertakan ragam trancam (semacam lalapan) yang terdiri dari irisan kobis, kecambah dan seledri, biasanya diletakkan di atas nasi. Juga disertakan beberapa tusuk daging yang sudah disate dicampurkan ke piring.

Baru setelahnya, bumbu kacang dan sambel kemiri dimasukkan. Terakhir kuah becek dituangkan dalam keadaan panas, tak hanya kuah tapi juga jeroan kambing seperti gajih (lemak) dan balungan (tulang belulang). Untuk sate kambing biasanya disajikan secara terpisah atau disajikan langsung di atas Sego Becek.

Cita Rasa Nasi Becek

Sego Becek ini memiliki cita rasa yang sangat khas, karena kuahnya menggunakan banyak jenis bumbu, seperti sere, lada, pala, kapulaga termasuk bawang merah dan putih. Belum lagi emponempon (rempahrempah) seperti kencur, jinten dan semua jenis bumbu dimasukkan menjadi satu. sehingga kuah memiliki rasa yang pas dan tidak terlalu menyengat. Isian daging pada kuah tersebut juga terasa empuk sehingga tidak terlalu susah untuk menyantapnya.

Selain itu, salah satu ciri khas dari Nasi Becek ini adalah perpaduan rasa kuah dan sate kambingnya. Sebelum tersaji Sate kambing ini sudah terlebih dahulu dibumbui dengan bumbu kacang, kecap dan irisan bawang merah. Sehingga bila dibandingkan dengan kuah Sego Beceknya akan menjadi dua rasa yang berbeda dan bila keduanya dipadukan akan menjadi satu rasa yang sangat khas. Sate kambing tak hanya sekedar pelengkap. Kelezatan sate kambing yang sudah dibumbui dengan bumbu kacang, kecap dan irisan bawang merah terasa berbeda.

Tempat Kuliner Nasi Becek

Bagi anda yang berkunjung ke Kota Nganjuk, Jawa Timur, tentu kurang lengkap bila belum menikmati makanan satu ini. Sego Becek ini merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di sana. Tempat penjualan kuliner Sego Becek ini tersebar di wilayah Nganjuk sehingga mudah di jumpai.

Pengolahan Nasi Becek

Proses pengolahan nasi becek, kuah Nasi Becek ini diolah dengan bumbu yang cukup lengkap mulai dari bumbu yang dihaluskan hingga bumbu rempah, sehingga cita rasa bumbunya sangat terasa di lidah kita saat menyantapnya. Selain itu ditambahkan dengan potongan daging kambing dan jeroan tentu membuat Sego Becek ini semakin nikmat.

 

nasi_becek_3Resep Nasi Becek Khas Nganjuk Lezat

Bahan :
• 500 gr daging kambing, atau boleh dicampur jeroan kambing, potong dadu
• 500 ml santan encer
• 3 sdm minyak, untuk menumis
• 1 btg serai, memarkan
• 3 lbr daun jeruk
• 1 btg kayu manis (sekitar 3 cm), panggang
• 300 ml santan kental

Bumbu halus :
• 1 sdt garam
• 1 sdt gula pasir
• 5 btr bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 5 btr kemiri, sangrai
• 1 sdt ketumbar, sangrai
• 1 sdt merica
• 1 ruas jari jahe, bakar
• 1 ruas jari kunyit, bakar
• 1 ruas jari kencur, panggang
• 1 ruas jari lengkuas
• 5 lbr daun jeruk

Pelengkap :
• 2 sdm sambal cabai rawit
• 2 sdm irisan kucai
• 6 lbr kol, iris halus
• 100 gr tauge pendek
• 30 tusuk sate kambing bumbu kacang, siap saji
• 1 bh jeruk nipis
• 600 gr nasi putih

Cara membuat :

  1. Rebus daging dan jeroan kambing dengan santan encer hingga matang dan lunak.
  2. Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan kayu manis hingga harum. Masukkan ke dalam air rebusan, aduk.
  3. Masak dengan api sedang hingga bumbu meresap. Tambahkan santan kental, masak kembali sambil diaduk hingga mendidih kembali dan matang.
  4. Angkat.

Saran penyajian :
Taruh nasi di dalam mangkuk, tambahkan kol, tauge, daun kucai, dan sate kambing, siram dengan kuah beserta potongan daging dan jeroan. Tambah air jeruk dan sambal rawit. sajikan selagi panas.

Demikian pengenalan tentang “Sego Becek Makanan Tradisional Dari Nganjuk, Jawa Timur”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang ragam kuliner tradisional Indonesia. Selamat mencoba resep dirumah Sego Becek khas nganjuk lezat ini.

—————————————————————————————Dian K, Pustakawan; Pusaka Jawatimuran Team

LEPET JAGUNG, Kabupaten Kediri

lepet-jagungJajanan tradisional kini penikmatnya kesulitan mencari tempat penjualnya, Padahal banyak juga jajanan tradisional memiliki rasa yang nikmat tak terlupakan seperti lepet jagung. Hal ini bisa disebabkan kerumitan pembuatannya, bisa juga bahan dasarnya.

Lepet jagung merupkn jajanan tradisional yang bahan dasar adalah jagung dan kelapa parut saja, dan memiliki cita rasa yang khas lidah masyarakat Jawa Timur. Rasa manis dan gurih bercampur menjadi satu, saat disajikan selagi hangat pada pagi hari didampingi secangkir teh hangat atau kopi, Lepet Jagung ini begitu nikmat.

Lepet Jagung dibungkus kulit buah jagung, sehingga membuat bentuk, warna dan aroma menjadikan makanan yang khas.  Untuk mengingatkan lidah akan kelezatan jajanan tradisional Jawa Timur ini. Bisa kita coba dengan resep di bawah ini. Untuk yang masih sangat asing akan makanan ini jangan kawatir masalah rasa. Jajanan ini spesialnya lebih pedat, tahan lama dan tak mudah basi. Untuk itu jika anda ingin bisa merasakan akan lepet jagung manis ini bisa membuatnya sendiri dan berikut resep dan langkahnya dengan baik seperti.

Resep Lepet Jagung

Bahan:

  • 6 buah jagung muda, sisihkan kulitnya untuk pembungkus
  • 1/3 butir (+/- 150 gr) kelapa agak muda kupas, parut
  • 100 gr gula pasir
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 1/2 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Parut jagung hingga habis dari bonggolnya. Campur dengan kelapa, gula, garam, dan vanili, aduk rata
  2. Ambil selembar kulit jagung, isi dengan 1 – 2 sdm adonan, gulung menyerupai jagung kecil sampai adonan habis semua.
  3. Kukus sampai matang selama +/- 30 menit. Angkat dan dinginkan.

 Setelah dikukus matang, kulit jagung pembungkus akan menjadi berwarna kuning dan berkeriput. Supaya lepet jagungnya tetap tampil indah dan menawan, kulit jagung pembungkus bisa diganti dengan kulit jagung bagian dalam yang dicelupkan sebentar ke dalam air mendidih.

———————————————————————————–
134N70 nulis DW
Nara sumber: Mak Katipah (Brenggolo, Plosoklaten,Kediri)

Gethuk Gedang, Kediri

Kediri merupakan salah satu nama daerah yang terletak di Jawa Timur, kota kediri memang sudah sangat terkenal dengan berbagai macam jenis masakan khasnya. Salah satu masakan khas dari kota Kediri adalah Gethuk Gedang (gethuk pisang). Gethuk gedang memang berasal dari kota Kediri, namun makanan yang satu ini sudah tersebar luas dimana – mana hampir diseluruh wilayah di pulau jawa.

Olahan pisang dibungkus dengan daun pisang mirip lontong ini adalah salah satu aset kuliner Kediri yang sudah ada dari dahulu kala, meskipun belum diketahui mengenai asal-usul si manis dari Kediri ini, namun tradisi pembuatan dan pengolahan gethuk gedang diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi.

Gethuk gedang berasa manis legit dan sedikit asam, rasa ini semua merupakan rasa alami khas buah pisang, tanpa tambahan zat apapun termasuk gula dan bahan pengawet. Sehingga gethuk pisang hanya bisa bertahan selama dua hari pada suhu kamar atau sekitar empat sampai lima hari jika disimpan di dalam lemari pendingin.  Sedikit mengingatkan bagi yang ingin membeli getuk pisang dan rumah anda terlalu jauh, pertimbangkan masa bertahannya gethuk gedang yang hanya dua hari.

Makanan ringan yang satu ini selain memiliki rasa alami dari buah pisang yang merupakan bahan dasarnya, karena tanpa tambahan zat apapun, sehingga kandungan gizinyapun sesuai dengan kandungan pisang merupakan jenis bahan makanan rendah kolesterol, juga kaya akan kandungan sarat,  karbohidrat dan protein nabati.

Meskipun gethuk gedang ini sudah terkenal, namun masih banyak yang belum mengetahui proses dan cara pembuatannya. Berikut penjelasan tentang resep getuk pisang khas Kediri sederhana spesial asli enak. Membuat Getuk gedang yang merupakan makanan tradisional khas dan asli dari Kediri ini,  tidak sulit namun dalam memilih bahan harus tepat. Gehtuk gedang merupakan cemilan yang paling mudah dibuat, olahan ini dibuat dari bahan dasar pisang kepok yang manis dan kenyal. Gedang/Pisang yang dipilih adalah jenis pisang kepok yang berkualitas sangat baik dan juga masih segar. Mungkin berikut ini salah satu proses untuk membuat getuk pisang yang sangat enak.

Bahan :

  • buah pisang kepok segar dan matang yang berkualitas baik 2 kg,
  • garam dapur yang halus dan beryodium sebanyak 1 sendok teh,
  • vanili bubuk 1 sendok the,
  • 1 kg gula pasir .

Untuk pembungkus:

  • daun pisang secukupnya,
  • lidi  secukupnya ( dipotong lancip )

Cara membuat :

  1. Kukus pisang kepok sampai benar-benar matang dan empuk
  2. Kupas kulit pisang lalu dahaluskan
  3. Campurkan pisang yang sudah dihaluskan dengan gula pasir dan garam
  4. Tumbuk halus lagi hingga semua bahan tercampur rata
  5. Padatkan adonan selagi masih panas dan diamkan hingga menjadi dingin
  6. Ambil tiap satu lembar daun pisang lalu masukkan adonan getuk pisang secukupnya
  7. Gulung memanjang seperti lontong sambil dipadatkan kembali
  8. Semat dengan sapu lidi pada kedua ujungnya
  9. Kukus dalam kukusan panas selama 25-30 menit atau sampai matang dan kenyal
  10. Buka daun pisang yang membungkusnya lalu dipotong dan sajikan.

Kini Getuk pisang telah siap untuk disajikan,  akan kelihatan lebih menarik jika dihidanngkan dipiring pada waktu sore maupun pagi hari sambil ditemani teh dan kopi hangat, nikmati gedang ini selagi hangat, namun juga sedap saat disantap ketika sudah dingin.

 ——————————————————————————————-134N70 nulis DW
Nara sumber: Mak Katipah, Brenggolo, Plosoklaten, Kediri

TAJIN SOBIH – Bubur Khas Bangkalan

tajin-sobihMakanan tradisional madura sangat bervariasi, salah satunya adalah makanan tradisional khas Kabupaten Bangkalan, kuliner yang satu ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat Surabaya.  Namanya Tajin Sobih (bubur madura dari Bangkalan), merupakan salah satu makanan tradisional yang manis dari madura. Tajin Sobih di Surabaya dikenal dengan Bubur Sobih, makana ini berasal dari desa Sobih Salah satu desa kecil yang terletak di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Di Bangkalan bubur ini Sangat Mudah di Jumpai dan yang pasti penjualnya pasti orang dari desa Sobih atau masih ada garis keluarga dengan orang Sobih, karena itulah sehingga makanan tersebut dinamakan tajin sobih. Varian isi Tajin Sobih ditempatkan pada panci – panci kecil yang dijadikan satu pada wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu. Para penjual tajin sobih ini biasanya ibu – ibu,  menjajakannya dengan cara disongon/disunggi (ditaruh diatas kepala).

Bubur ini sangat gurih serta manis, rasa manis bubur ini di dapat dari gula merah atau kalo orang madura bilang guleh gentong. Sebenarnya Bubur ini kurang lebih sama dengan bubur susum pada umumnya, namun ada ciri khas dari bubur ini.  Ada empat jenis dalam isian pada setiap porsi Tajin Sobih ini yakni:

  • Bubur Putih, terbuat dari bahan tepung beras,
  • Bulatan putih, bahan tepung beras, kanji, kelapa parut, santan, dibuat bulatan kecil-kecil,
  • Bubur lonjongan coklat , terbuat dari bahan tepung beras, tepung ketan, tepung kanji, gula merah, air, dibuat lonjongan kecil-kecil,
  • Bubur Mutiara, terbuat dari bahan – Bahan : Sagu mutiara merah, Gula pasir, Pandan, Tepung Kanji, Air, Garam sedikit.

Kuah dan saus

  • Saus gula coklat, bahan : gula jawa, air, daun pandan, ,  kadang bisa di tambahkan potongan nangka,
  • Kuah Santan, terbuat dari bahan Santan, daun pandan, garam, sedikit tepung kanji,  kadang bisa di tambahkan potongan nangka,
  • Kuah Putih, terbuat dari bahan Tepung Beras, Santan, Tepung Kanji, Air, sedikit garam
    Kuah Coklat, terbuat dari bahan Tepung Beras, Santan, Tepung Kanji, Gula merah, Air.

Cara Menghidangkan, varian isi tajin sobih bubur coklat, bubur putih dan bubur mutiara ditempatkan dalam 1 piring atau daun pisang secara  terpisah-pisah, diatas isian tajin sobih yang berwarna – warni ini kemudian disiram dengan kuah santan, lalu ditambahkan saus gula coklat yang sudah dimasak pekat. Campuran kuah santan dengan saus gula coklat diatas Tajin Sobih ini yang membuat rasanya sangat manis dan tetap saja masih terasa gurih di lidah.

Menikmati Tajin Sobih Berbungkus Daun Pisang Makanan tradisional Bangkalan yang satu ini benar – benar masih terasa lekat dengan nuansa tradisionalnya, menyantap Tajin Sobih di atas daun pisang yang ujungnya disematkan lidi (Pencok) dan difungsikan sebagai piring. Untuk sendoknya juga menggunkan daun pisang juga yang dilipat 2 (suru). Jadi terasa sederhana dan tradisional sekali. Semua campuran tersebut disajikan Tampilannya yang cantik dan berwarna-warni cukup menggoda. Selamat mencoba

————————————————————————————134N70 nulis DW
Nara Sumber: Ibu Roha, Asemjaya III/32 Surabaya

SOTO BOK IJO – LEGENDA KULINER KEDIRI

soto-bok-ijoSoto Bok Ijo buat warga Kediri dan sekitarnya pasti mengenalnya, karena memang makanan yang satu ini sudah sangat terkenal sebagai salah satu pilihan kuliner di Kediri. Kuliner ini juga sudah melegenda, konon soto bok ijo ini sudah ada sejak tahun 1969, soto bok ijo atau juga sering disebut Soto Ayam Tamanan. Dikenal dengan sebutan Soto Bok Ijo karena lokasi berjualannya di sekitar Bok Ijo (Jembatan Hijau). Kini lokasinya sudah berubah menjadi pertigaan di samping Terminal Tamanan Kediri. Dan para penjual soto di Bok Ijo dipindahkan di samping terminal, hingga saat ini bisa ditemui berjejer warung-warung soto di samping terminal.
Soto Bok Ijo sendiri sebenarnya merupakan soto ayam biasa, atau bisa disebut soto Kediri. Karena soto ini memakai kuah yang bersantan, soto ini rasanya memang enak, namun porsinya sedikit sih, satu mangkok pasti kurang, cara penyajiannya memakai mangkok standart, tapi porsinya sedikit, irisan ayamnya juga gak banyak. Dalam penyajiaannya pelengkap soto antara lain adalah kol, kecambah, cabe rawit, jeruk nipis dan tentunya kecap disajikan secara terpisah. Jadi pembeli meracik soto sendiri sesuai selera.
Yang istimewa dan menjadi favorit adalah ayam bakar bumbu kecapnya, pembeli bisa memilih ayam bagian mana yang diinginkan, dan dibakar saat itu juga, jadi pembeli bisa menyantapnya panas-panas. Bumbu kecapnya benar-benar meresap, karena ayam yang dibakar memang telah dipotong-potong terlebih dahulu dan disusun pada tusuk besi, baru kemudian dibakar dan disajikan di dalam mangkok. Harganya bervariasi tergantung bagian mana yang kita pilih, ayam bakar ini dinikmati dengan soto, terasa sangat cocok sekali, dinikmati langsung tanpa sotopun juga enak.

———————————————————————————————134N70 nulis DW

 

Belimbing Kota Blitar

belimbing kota blitar0001KECERIAAN tampak menghiasi wajah H Imam Surani ketika memperlihatkan Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013, di rumahnya Karangsari, Kota Blitar. Penghargaan yarig diterimanya di Jakarta itu berkat kerja kerasnya yang gigih dan ulet sehingga mampu mempertahankan plasma nutfah belimbing karangsari. Keberhasilan belimbing karangsari memenangi kategori Produk Segar Berdaya Saing dalam Anugerah Produk Pertanian Berdaya Saing 2013, menurut Imam, karena ditunjuk pemerinbelimbing kota blitartah Provinsi Jawa Timur mengikuti ajang tersebut. Penunjukan ini terkait dengan penghargaan yang pernah diraih dari Gubernur Jawa Timur dalam lomba Inovasi Teknologi Produk Unggulan.
Bisa jadi makanan khas Blitar kini lebih lengkap, tak lagi didominasi bumbu pecel atau buah rambutan. Tapi, sekarang ada buah belimbing karangsari. Bila ingin menikmati belimbing berkualitas nomor wahid, datanglah ke Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Blitar. Di sana sudah menanti pohon-pohon belimbing matang terbungkus plastik bening yang banyak dijumpai di setiap halaman rumah warga. Belimbing-belimbing yang dibungkus plastik itu supaya terhindar serangan lalat buah. Keistimewaan dan keunikan buah belimbing karangsari selain rasanya manis, ukuran buah besar dan berada di lingkungan perkotaan.
belimbing kota blitar0003Usaha pembudidayaan belimbing ini dikerjakan secara kelompok. Imam Surani clipercaya sebagai ketua Kelompok Tani Margo Mulyo sejak tahun 1985. Kelompok ini beranggotakan 14 anggota yang merupakan pengepul belimbing. Belimbirtg karangsari merupakan belimbing varietas unggul dan berhasil mengisi pasar swalayan seluruh Pulau Jawa. Bahkan, belimbing karangsari ini sudah bersertifikat, dengan nama Belimbing Karangsari yang diambil dari nama Desa Karangsari, Kota Blitar. Populasi belimbing karangsari sekarang mencapai lebih dari 30 ribu tanaman. Dari sekian banyak belimbing-belimbing itu, tentu saja ada kelas-kelasnya. Pengiriman belimbing ke pasar-pasar atau supermarket berdasarkan klasnya.
Saat ini belimbing karangsari sudah dikenal luas, hampir setiap orang mengenalnya karena ciri khas yang tidak dimiliki belimbing lain. Di Blitar juga dikembangkan area lahan milik pemerintah daerah seluas lima hektare untuk dijadikan lokasi agrowisata belimbing. Setiap pohon belimbing rata-rata menghasilkan lebih dari 0,5 kuintal buah selama empat kali dalam setahun. H Imam Surani mewajibkan seluruh warga desanya menanam pohon belimbing di pekarangan rumah. Tujuannya agar tanaman pelindung yang ditanam di rumah memberi nilai tambah. “Warga wajib pemanfaatan Halaman, samping, belakang, depart rumah. Bahkan tanaman lain harus diganti dengan tanaman belimbing kata dia.
Belimbing karangsari merupakan salah satu varieteas belimbing unggul nasional dengan belimbing kota blitar0004SK Mentan pada tahun 2004. Beberapa keunggulan belimbing karangsari di antaranya:
■ Penampilan buahnya sangat menarik berwarna kuning oranye bila masak optimal.
■ Ukuran buah besar sekitar 350-600 gram per buah.
■ Rasa buah manis, kandungan air tinggi, daya simpan lebih dari tujuh hari.
■ Mampu berbunga dan berbuah sepanjang tahun dan panen daoat dilakukan 3-4 kali dalam setahun.
■ Produktivias 400-500 kg/phon/tahun (empat kali panen) dengan umur tanaman lebih ciari 10 tahun.
Belimbing hasil panen dari halaman warga yang disortir berdasarkan kelas super (bobot 500 g per buah), kelas B, dan C itu termasuk istimewa. Warna buah kuning-jingga terang mengkilap dengan lingir hijau serta beraroma harum saat matang pohon. Ukuran besar berbobot 350—600 g per buah, manis segar dengan tingkat kemanisan mencapai 9 —100 brix. Sudah begitu ia memiliki daya simpan lama, mencapai sepekan lebih. lebih dari 7 hari. Penelitian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, mem- perlihatkan belimbing karangsari yang pernah menjadi juara kontes buah tropis BPTP Jawa Timur pada 2003 itu mengandung asam oksalat, asam sitrat, kaya potasium, vitamin A dan C. Sosok pohon belimbing karangsari juga tidak terlalu tinggi sehingga memudahkan pemanenan.
Wajar bila warga yang sebelumnya menanam beragam varietas, kini hanya menanam belimbing karangsari yang telah menjadi varietas unggul nasional. Nah, belimbing karangsari kini sudah diperbanyak dengan cara okulasi. Penanamannya kini tak melulu di Kelu- rahana Karangsari, Blitar, tapi sudah menyebar hingga Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Malang, Bondowoso, Jember, dan beberapa daerah lain di luar Pulau Jawa.
Saat panen raya dan cenderung kelebihan produksi, Surani dan teman-teman dalam kelompok tani Margo Mulyo mengolah buah belimbing menjadi dodol, sari buah, manisan, sirup dan keripik belimbing. Sekarang tempat kediaman Imam Surani menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), tiap bulan tidak sepi dari kunjungan warga, kelompok tani dari berbagai daerah. Pemerintah daerah dan pusat memberikan dukungan mo¬dal, fasilitasi alat dan ruang pertemuan pelatihan. ■ Pribadi/Marta Mukti Widodo

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah SAREKDA Jawa Timuran/edisi; 020/2014/halaman 30-31

AYAM lodho, Kabupaten Tulungagung

Lodho Tulungagung.AYAM lodho adalah salah satu masakan tradisional yang berasal dari Tulungagung, tapi ada juga yang menyebutnya sebagai makanan khas Trenggalek. Bahkan, ada juga yang bilang, masakan ini mirip dengan opor ayam, tapi bedanya pada citarasanya yang pedas,
Di Tulungagung ayam lodho bisa dinikmati di Resto Sumber Rejeki, milik Bu Hj Khasnan, tepatnya di J1 Jayeng Kusuma atau berada persis di depan gang Tapan I, Tulungagung. Model penyajiannya di resto ini memakai sistem paket prasmanan, Satu paket bisa dinikmati 5-6 orang, harganya pun bisa terjangkau kantong yaitu Rp 100 ribu. Satu paket prasmanan ini berisi satu centhing nasi gurih, satu ekor ayam bumbu lodho ditambah lalapan dan sambal. “Kalau hari libur, kami bisa menghabiskan sekitar 125 ekor ayam kampung/’ kata Mbak Dwi, pramusaji Warung Sumber Rejeki.
Ayam lodho biasa menggunakan ayam kampung. Menurutnya, ini dimaksudkan agar rasanya lebih gurih dan enak. Keunikan olahan ayam lodho ini terletak pada kuah santan yang kental sehingga rasanya gurih, enak dengan aksen pedas cabe plus aroma ayam ba- kar yang wangi. Hampir setiap hari, waning yang telah buka sejak beberapa tahun lalu itu selalu ramai disinggahi pembeli, khususnya penikmat kuliner pedas, mulai pagi hingga malam. Tidak hanya warga setempat dan ma- syarakat luar daerah yang kebetulan sedang berkunjung ke Tulungagung.
Proses pengolahan ayam lodho pun mem- butuhkan waktu yang cukup lama. Tahap awal, ayam kampung dicuei bersih, setelah itu dibakar di atas arang tanpa bumbu hingga matang. Setelah dibakar ayam direbus hingga empuk dalam campuran santan, cabe rawit, dan rempah-rempah. Soal rasa, ciri khas ayam lodho adalah pedas. Walau harga cabe mahal, pemilik resto tidak berani mengurang- iirya, karena ini adalah ciri kliasnya.
Lodho Tulungagung.1Dalam penyajiannya, ayam lodho ini dihidangkan dengan sepiring nasi gurih dan urapan. Aro¬ma ayam lodho yang harum berpadu dengan kuah santan yang gurih, plus daging ayam yang empuk, memang pas dinikmati dengan nasi gurih.
Nasi gurih adalah nasi yang terbuat dari olahan beras dan santan. Rasanya gurih dan nikmat bila disajikan hangat-hangat. Urap- urap adalah olahan sayuran yang direbus terlebih dahulu dan disajikan bersama parutan kelapa bercitarasa pedas. Kehadiran urap-urap ini sangat penting untuk menyeimbangkan asupan daging ayam yang masuk ke dalam tubuh. Rasanya, lidah tidak berhenti bergoyang ketika rasa gurih dari nasi, pedas dari ayam, dan segar dari urap-urap berpadu di mulut.
Bila dilihat sekilas, bentuk visual ayam lodho itu mirip dengan opor ayam. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan dari segi bumbu yang digunakan. Ayam lodho menggunakan bumbu khas berupa merica dan pala, sedangkan opor ayam tidak menggunakan dua bumbu itu. Cara pengolahan daging ayamnya pun berbeda. Ayam untuk lodho hams dipanggang terlebih dahulu, sedangkan proses ini tidak perlu dilakukan untuk ayam opor.
Warna kuning pada masakan ayam lodho diperoleh dari kunyit dan cabe merah. Sedangkan citarasa itu diperoleh dari cabe, merica, dan pala yang menciptakan sensasi pedas yang khas. Selain dari bumbu, citarasa yang khas juga diperoleh dari daging ayam yang dipanggang terlebih dahulu sebelum direbus bersama kuah. Perpaduan antara kuah, racikan bumbu yang pas, dan ayam panggang yang gurih menciptakan citarasa yang lezat dan sukar dilupakan.
Hem, selamat menikmati dan siap-siap berkeringat. ■Sumaryati/Truly Purnama Sari

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah SAREKDA Jawa Timur/edisi 021/2014 halaman 41

Soto Branggahan

Soto Branggahan0001Kabupaten Kediri dikenal dengan Gudangnya kuliner, salah satunya Soto Branggahan begitulah banyak orang menyebuf namanya . Apabila bepergian ke Tulung Agung dari Kediri atau yang dari Tulung Agung akan ke Surabaya atau ke Kediri dan melewati Ngadiluwih pasti akan dijumpai banyak sekali deretan lapak- lapak kaki lima yang berjualan soto khas dari Kediri.

Soto Branggahan0002Masyarakat menyebutnya dengan Soto Branggahan, karena nama daerah tempat mereka berjualan adalah Desa Branggahan, Kec. Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, ± 8 km arah selatan dari Alun-alun Kediri menuju Tulung Agung. Dari cerita yang selama ini beredar, “Sentra Soto” tersebut sudah ada sejak tahun 1950. Dan para pedagang itu umumnya adalah warga sekitar dan telah berjualan soto secara turun-temurun.

Soto Branggahan0003Yang menjadi ciri khas dari Soto Branggahan adalah sotonya ayam kampung dengan kuahnya dari rempah-rempah yang bercampur dengan santan sehingga rasanya menjadi gurih. Hal ini juga yang membedakan dengan soto-soto pada lainnya yang cenderung berkuah bening.

Hal unik lainnya dalam penyajian Soto Branggahan adalah bila pedagang soto pada umumnya meletakkan sambal pada tempat yang terpisah dan sambalnya sudah dihaluskan, namun Soto Branggahan ini meletakkan sambalnya dibawah nasi, jadi ketika menyantap soto ini harus diaduk- aduk agar pedasnya merata.

Soto Branggahan0004Selain itu tempat penyajiannya pun tak kalah menarik, yakni disajikan pada mangkuk yang ukurannya tidak sebesar wadah penyajian soto pada umumnya, tetapi menggunakan mangkuk kecil yang menyerupai mangkuk china atau cawan. Jadi bagi yang terbiasa makan besar pasti tidak akan cukup jika cuma makan satu mangkuk saja, sehingga setidaknya butuh dua mangkuk untuk membuat kenyang.

 

 

Soto Branggahan0005

 

 

Ida Kristianingrum ( 29 tahun ) Ibu 2 orang anak sebagai pemilik warung soto khas kediri yang terletak di desa Branggahan Kecamatan Ngadiluwih. Buka setiap hari mulai pukul 8.30 WIB – 23.00 WIB. Setiap hari bisa menghabiskan beras 4 – 6 Kg dan menghabiskan ayam 4-6 ekor. (Prastyanto B – Kominfo)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Majalah GEMA KELUD, Edisi 3 / Juli-september 2013 halaman 36-37

Kue Pia Kering, Kediri

Kue Pia Kering Desa Tawang Kec. Wates

Kue yang satu ini anda pasti sudah kenal, karena rasa yang renyah, gurih dan manis dengan aroma rasa yang sangat nikmat sekali, apalagi kalau dinikmati dengan keluarga atau dengan teman serta handai tolan bersama-sama dan ditemani dengan minuman teh, sirup, soft drink atau kopi pada waktu pagi, siang atau sore hari.

 

Pia Wates.docx0001Kue Pia Kering ” MATAHARI ” Produksi Pak I^B Didik Desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri ini merupakan Industri Rumah Tangga (UKM) dibuat dari bahan Tepung Terigu, Minyak, Kacang Hijau, Gula dan Garam sedangkan bahan-bahan tersebut dibeli dari Toko di Kota Kediri. Pak Didik (45 tahun) memproduksi Kue Pia Kering ini dirumah dibantu oleh Istri, Anak dan tenaga kerja dari tetangga sekitarnya sejumlah 6 orang dengan gaji/upah borongan, Usaha ini dirintis sejak tahun 2005, usaha ini mewarisi dan melanjutkan usaha orang tua.

Pia Wates.docx0005Proses pembuatan kue Pia Kering ini memang agak rumit dan memerlukan keahlian serta ketelatenan. Pertama-tama membuat adonan ditangani oieh Pak Didik sendiri sedangkan untuk yang lainnya ditangani oleh Pekerja seperti Pembuatan Kacang Hijau sebagai isi kue Pia Kering, Pengopenan dan Pengemasan , sedangkan untuk pemasaran menuju ke tempat penjualan baik di Pasar, Toko, Warung dan Depot serta mengantar pesanan oleh tenaga kurir “Saya kalau ditanya berapa jumlah produksi setiap bulannya, bahan yang diperlukan apa lagi pendapatan atau laba dari produksi kue Pia Kering ini, rasanya sulit untuk menjelaskan bahkan tidak bisa memerincinya karena itu semua tergantung pesanan yang diterima “ujarnya.

Pia Wates.docx0002Pemasaran kue Pia Kering buatan Pak Didik pemasarannya ke Toko dan Pasar Lokal di Kabupaten Kediri dan Kota-Kota Sekitarnya, Kalimantan dan bahkan Singapura, karena kue Pia Kering ini tahan sampai dengan 30 hari walaupun tanpa menggunakan bahan pengawet, kue ini juga sudah mempunyai PIRT:215350601394. Sedangkan pengemasan untuk penjualan dengan cara kiloan atau kemasan mica isi 34 biji yang Pia Wates.docx0003ukuran kecil dijual dengan harga Rp. 6.000,- Tunggu apa lagi ? segera buktikan rasa dari Pia Kering Matahari produksi Bapak Didik dari Desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. (wk-kominfo)

Pia Wates.docx0004

 

 

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 36

Kerupuk Nadya Kaya Rasa, Kediri

Krupuk kediri.docxTidak bisa dipungkiri bahwa sebagian masyarakat Indonesia menyukai makanan berupa kerupuk, disamping rasanya renyah dan enak, harganya juga murah serta terjangkau, untuk itu jangan anggap enteng profesi perajin kerupuk. Kisah sukses Bapak TARYONO dari Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri ini membuktikan bahwa keuntungan dari bisnis kerupuk tak seenteng produk kerupuk. Berkat usahanya yang tak kenal lelah, pengusaha kerupuk ini mampu meraih omzet yang sangat besar setiiap bulan.

Pria yang satu ini punya keyakinann bahwa dengan usaha yang disokong doa, niscaya usaha apa pun akan menuai hasil memuaskan. Keyakinan ini mengantarkan TARYONO menjadi seorang perajin kerupuk cukup terkenal.

Memakai merek produksi ” Nadya Kaya Rasa” Taryono membuat aneka rasa kerupuk, seperti rasa udang, hasil produksi krupuk mentah ini diambil oleh pengusaha dari Kediri, Gurah, Pare, Tulungagung, Malang, Pasuruan, Brebes dan Jakarta.

Saat ini, Taryono mempekerjakan sekitar 50 karyawan, dengan sistim penggajian mingguan, ia mampu memproduksi hingga 7 sampai dengan 8 kwintal per hari. Layaknya pepatah padi yang semakin tua dan berisi justru semakin menunduk, begitu pula karakter Taryono. Meski sudah sukses, ia enggan disebut pengusaha sukses. “Saya belum layak disebut pengusaha sukses/’ ungkapnya merendah.

Komposisi kerupuk dibuat dari Tepung Tapioka, Garam, Bawang Putih, Udang, Bumbu Penyedap Rasa. Krupuk Nadya Kaya Rasa ini sudah mempunyai P-IRT Nomor 206350601643. Dengan harga jual Per-Kg Rp. 8.700,- minimum pembeli harus membeli 25 Kg. **

Contact Person: Bapak Taryono Desa Banjarejo Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Nomor Telephone 0354-478772. HP 0816518202

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Majalah GEMA KELUD, Edisi 2 / April-Juni 2013 halaman 37