Batik Khas Kota Probolinggo

foto180Batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang ditanam sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Salah satu jenis batik yang terdapat di Jawa Timur adalah batik Manggur, Batik Manggur merupakan batik khas dari kota Probolinggo. Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah mangga dan anggur menjadi identitas bagi para pengrajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (Bayu, Angin, Anggur dan Mangga). Sebagai inisiator, batik Manggur mempunyai keunikan, dengan ornamen dan bahan yang digunakan menciptakan batik berkualitas. Hal tersebut didasarkan pada seribu taman, motif angin dan mangga anggur.

Batik Khas Kota Probolinggo dengan motif yang terkesan alami, diambil dari motif-motif yang bernuansa alam seperti motif anggur, mangga, bayu, dan angin, atau perpaduan dari unsur keempatnya. Di Kota Probolinggo dikenal dengan potensi tanaman mangga dan anggur, maka buah yang segar itu diangkat menjadi produk batik. Demikian pula, letaknya yang berada di pinggir pantai utara Jawa (pantura) mengilhami para pembatik untuk menciptakan motif angin. Masing-masing motif memiliki filosofi dan makna tersendiri. Beberapa contoh motif Batik Manggur beserta filosofinya yaitu Batik Manggur Teratai Putih dan Ayam Bekisar. Bunga Teratai Putih melambangkan jiwa seorang wanita yang cantik dan ulet atau kreatif. Beberapa contoh motif batik Manggur lainnya adalah motif Angin Gending, motif Kali Banger dan lain-lain.

Dalam pembuatan corak atau motif batik khas kota Probolinggo ini harus menguasai teknik pembuatan batik secara manual atau batik tulis, sehingga batik mempunyai corak khas dan berbeda dengan batikbatik yang lain. Batik Khas Kota Probolinggo yang asli dibuat secara tradisional atau jenis batik tulis yang bermotif alamiah, cara pembuatannya yaitu dengan cara menggambar batik memakai malam, setelah itu diwarnai sesuai dengan motif.  Keunikan produk didasarkan pada proses pembuatannya warna alami yang diambil dari pohon-pohon setempat seperti dari daun ketepeng, daun mangga, kulit kayu mauni, dan lain-lain. Tentunya dengan pembuatan menggunakan warna alami memiliki kualitas yang tidak diragukan.

Batik Probolinggo perlu untuk lebih diperkenalkan dan dipromosikan, upaya itu telah diupayakan oleh paguyuban pecinta batik dan pengrajin batik kota Probolinggo dengan menggelar acara kirab batik sepanjang 100 meter yang berisi 651 motif batik. Dan berhasil menjadi kain batik terpanjang di Indonesia dengan motif terbanyak di dunia, seperti tertuang di dalam rekor MURI nomor : 4504/r.muri/x/2010. Langkah spektakuler seperti ini merupakan salah satu cara agar semua orang menengok pada batik motif khas Probolinggo yang kebangkitannya diakui masih seumur jagung. (Yusak Anshori dan Adi Kusrianto 235-236)

Batik Manggur merupakan batik khas dari kota Probolinggo. Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah Mangga dan Anggur menjadi identitas bagi para pengrajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (bayu, angin, anggur dan mangga). Sebagai inisiator, batik Manggur mempunyai keunikan, dengan ornamen dan bahan yang digunakan menciptakan batik berkualitas. Hal tersebut didasarkan pada seribu taman, motif angin dan mangga anggur.

Batik Manggur merupakan batik yang memiliki corak dengan dominan buah mangga dan anggur, motif batik khas Probolinggo ini sudah dituangkan di berbagai jenis kain. Yang paling laris dari kain katun, kain santung dan kain sutra. Pada bulan Oktober 2009, Ibu Malikha selaku pemilik batik Manggur mengikuti pameran di Gramedia Expo, Surabaya. Pameran yang awalnya diikuti seluruh pengrajin batik se-Jawa Timur ini, ibu Malikha meraih prestasi yang membanggakan. Motif batik seribu taman milik beliau terpilih sebagai salah satu motif terbaik. Selain itu, Ibu Malikha sudah berhasil menciptakan banyak motif lainnya seperti pesisiran, angin, mega mendung, mangga parang, mangga kawung, dan banyak lainnya. Bagi Ibu Malikha tidak sulit untuk membuat desain motif batik.

Keadaan di sekitar kota Probolinggo dapat dijadikan sebagai inspirasi yang dapat dituangkan dalam motif batik, misalnya untuk pembuatan batik motif pesisiran, beliau terinspirasi dengan image Kota Probolinggo yang masyarakatnya pesisir. Kemudian beliau menuangkan ide tersebut ke dalam desain batik dengan motif gabungan ada ikan dan rumput laut. Begitu juga dengan motif angin, karena Probolinggo terkenal dengan angin gendingnya yang berhembus kencang sekitar bulan September sampai November. Kemudian dibuat sketsa desain batik di kain dengan visual menyerupai angin sehingga menjadi motif angin.

Dalam pembuatan motif batik yang dibuat tidak selalu harus terdapat buah mangga dan anggur. Misalnya dari julukan kota Probolinggo juga dapat dijadikan batik. Seperti motif kali banger yang terinspirasi adanya salah satu sungai di Probolinggo. Tetapi dalam pembuatan motif batik, buah mangga dan anggur tetap menjadi ciri khas batiknya, yang hampir dari sebagian besar motif batiknya disertakan mangga dan anggur. Tetapi juga ada beberapa motif yang tidak ada buah mangga dan anggur, yang menggambarkan kota Probolinggo.

Di akhir tahun 2009, pemilik batik Manggur, Ibu Malikha mulai menekuni dan mengembangkan bisnis batik Manggurnya. Nama Manggur dipilih karena merupakan kependekan dari buah mangga dan anggur, yang tak lain merupakan identitas dari kota Probolinggo. Awalnya untuk mengembangkan bisnisnya, Ibu Malikha hanya dibantu oleh temantemannya yang mengikuti pelatihan. Namun seiring dengan banyaknya permintaan pasar, Ibu Malikha mengajak warga sekitar rumahnya untuk membantu pekerjaannya. Beliau mengharapkan warga sekitarnya maju dan beliau memilih para perempuan yang menjadi ibu rumah tangga. Para perempuan itu mendapat pelatihan membuat batik tulis. Tujuan mengadakan pelatihan membuat batik, agar keahlian membatik nantinya bisa menjadi tambahan pendapatan bagi para ibu rumah tangga disekitarnya. Kurang lebih ada sekitar 20 orang yang membantu bisnis batik Manggur ibu Malikha ini. Pada tanggal 26 Juni 2010, Ibu Malikha mengikuti pameran Semipro untuk kedua kalinya.

Pada tahun 2011 merek batik Manggurnya didaftarkan ke Dinas Koperindag kota Probolinggo. Bisnis batik Manggurnya pun semakin maju dan berkembang. Puncaknya pada April 2013, beliau mendapat informasi dari Kepala Bidang Industri di Dinas Koperindag Probolinggo tentang pendaftaran Batikmark “Batik Indonesia”. Sebuah sertifikasi batik yang dikeluarkan Kementrian Perindustrian. Batikmark adalah yang menunjukkan identitas dan ciri batik buatan Indonesia. Setelah dua minggu kemudian, beliau mendapat kunjungan tim dari Balai Besar Kerajinan dan Batik yang datang ke tempatnya. Yang dinilai dari aspek apakah benar batik tulis atau campuran. Kemudian aspek lain yang dinilai mengenai kualitas hasil, perwarnaan, kualitas kain (luntur atau tidaknya).

Setelah proses selama tiga bulan, tim dari Balai Besar Kerajinan dan Batik memastikan keaslian batik produksinya. Batik tulis milik Ibu Malikha termasuk batik yang hasil desainnya sangat halus. Hal tersebut didasarkan pada sketsa dasar pembuatan desainnya, termasuk proses pengecilan desain. Selain itu pengerjaan satu lembar batiknya memakan waktu yang cukup lama hingga dua minggu. Hasilnya halus karena membuat dari canting yang berukuran kecil.

Pada bulan September 2013 batik Manggur milik Ibu Malikha dinyatakan lolos oleh tim penguji dan berhak memiliki logo Batikmark “Batik Indonesia”. Dengan adanya logo itu, batik Manggur buatannya dapat bersaing dengan batik yang lain. Melalui kerja kerasnya, batik Manggur semakin banyak digemari oleh konsumen. Saat ini, disamping terus mengembangkan usaha batik, beliau kerap kali menjadi instruktur batik. Undangan menjadi instruktur terus dilakoni karena beliau mempunyai prinsip untuk berbagi ilmu dengan yang lain.

Proses pembuatan batik Manggur adalah sebagai berikut :

  1. Pertama kain putih direndam dengan TRO (Turkey Red Oil) selama 24 jam, selanjutnya kain dicuci dan dibilas sampai bersih.
  2. Selanjutnya merebus air, sebelum air mendidih dimasukkan soda As (soda abu), juga ada yang menggunakan tawas, setelah air mendidih, kain dimasukkan sambil dibolak balik selama kurang lebih 1 jam.
  3. Kemudian kain tetap dibiarkan di dalam panci selama 12 jam.
  4. Selanjutnya kain dibilas bersih kemudian dijemur, setelah dijemur kain disetrika.
  5. Lalu mulai proses membuat desain di kain, kemudian dicanting dengan malam, dilanjutkan dengan proses pewarnaan.
  6. Kemudian kain dicelup ke-pewarna selama 15 menit (diratakan), kemudian dijemur di tempat yang teduh.
  7. Setelah setengah kering, kain dimasukkan ke pewarna selama 15 menit. (proses ini dilakukan sebanyak 5 kali).
  8. Kemudian difiksasikan (dikunci) dengan beningnya air kapur selama 15 menit. Selama proses ini kain diratakan secara bolak balik, kemudian dibilas air bersih. Setelah itu kain dijemur kembali di tempat teduh.
  9. Setelah 3 kali difiksasikan ditutup dengan malam.
  10. Jika menambah warna lain, dilakukan proses serupa seperti keterangan proses pewarnaan diatas. Keterangan : Jika menginginkan dasar warna yang gelap, gunakan batu tunjung).
  11. Proses terakhir yaitu melorot (menghilangkan malam). Caranya kain dicelupkan di air yang direbus sampai mendidih. Setelah mendidih, malam akan lepas dengan sendirinya.

Batik Manggur merupakan salah satu batik yang khas dari kota Probolinggo. Dengan memiliki keunikan berupa sebagian motifnya terdapat buah mangga dan anggur, batik ini memiliki daya tarik tersendiri. Dengan beberapa motif yang digemari seperti motif seribu taman, Potensi batik Manggur ini sangat besar, batik yang terbilang masih baru namun sudah memiliki logo batikmark „Batik Indonesia‟.

——————————————————————————————-Stefanus Yohan Wijaya, Maria Nala D., Aniendya Christianna. Perancangan Buku Bertema Batik Manggur Probolinggo  Dengan Pendekatan Fotografi (Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain) Universitas Kristen Petra.

Batik Khas Kota Probolinggo

foto180Batik yang tadinya hanya pakaian keluarga istana, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang ditanam sendiri antara lain dari : pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Salah satu jenis batik yang terdapat di Jawa Timur adalah batik Manggur, Batik Manggur merupakan batik khas dari kota Probolinggo. Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah mangga dan anggur menjadi identitas bagi para pengrajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (Bayu, Angin, Anggur dan Mangga). Sebagai inisiator, batik Manggur mempunyai keunikan, dengan ornamen dan bahan yang digunakan menciptakan batik berkualitas. Hal tersebut didasarkan pada seribu taman, motif angin dan mangga anggur.

Batik Khas Kota Probolinggo dengan motif yang terkesan alami, diambil dari motif-motif yang bernuansa alam seperti motif anggur, mangga, bayu, dan angin, atau perpaduan dari unsur keempatnya. Di Kota Probolinggo dikenal dengan potensi tanaman mangga dan anggur, maka buah yang segar itu diangkat menjadi produk batik. Demikian pula, letaknya yang berada di pinggir pantai utara Jawa (pantura) mengilhami para pembatik untuk menciptakan motif angin. Masing-masing motif memiliki filosofi dan makna tersendiri. Beberapa contoh motif Batik Manggur beserta filosofinya yaitu Batik Manggur Teratai Putih dan Ayam Bekisar. Bunga Teratai Putih melambangkan jiwa seorang wanita yang cantik dan ulet atau kreatif. Beberapa contoh motif batik Manggur lainnya adalah motif Angin Gending, motif Kali Banger dan lain-lain.

Dalam pembuatan corak atau motif batik khas kota Probolinggo ini harus menguasai teknik pembuatan batik secara manual atau batik tulis, sehingga batik mempunyai corak khas dan berbeda dengan batikbatik yang lain. Batik Khas Kota Probolinggo yang asli dibuat secara tradisional atau jenis batik tulis yang bermotif alamiah, cara pembuatannya yaitu dengan cara menggambar batik memakai malam, setelah itu diwarnai sesuai dengan motif.  Keunikan produk didasarkan pada proses pembuatannya warna alami yang diambil dari pohon-pohon setempat seperti dari daun ketepeng, daun mangga, kulit kayu mauni, dan lain-lain. Tentunya dengan pembuatan menggunakan warna alami memiliki kualitas yang tidak diragukan.

Batik Probolinggo perlu untuk lebih diperkenalkan dan dipromosikan, upaya itu telah diupayakan oleh paguyuban pecinta batik dan pengrajin batik kota Probolinggo dengan menggelar acara kirab batik sepanjang 100 meter yang berisi 651 motif batik. Dan berhasil menjadi kain batik terpanjang di Indonesia dengan motif terbanyak di dunia, seperti tertuang di dalam rekor MURI nomor : 4504/r.muri/x/2010. Langkah spektakuler seperti ini merupakan salah satu cara agar semua orang menengok pada batik motif khas Probolinggo yang kebangkitannya diakui masih seumur jagung. (Yusak Anshori dan Adi Kusrianto 235-236)

Batik Manggur merupakan batik khas dari kota Probolinggo. Sebagai salah satu ikon Kota Probolinggo, buah Mangga dan Anggur menjadi identitas bagi para pengrajin batik di kota yang terkenal sebagai Bayuangga (bayu, angin, anggur dan mangga). Sebagai inisiator, batik Manggur mempunyai keunikan, dengan ornamen dan bahan yang digunakan menciptakan batik berkualitas. Hal tersebut didasarkan pada seribu taman, motif angin dan mangga anggur.

Batik Manggur merupakan batik yang memiliki corak dengan dominan buah mangga dan anggur, motif batik khas Probolinggo ini sudah dituangkan di berbagai jenis kain. Yang paling laris dari kain katun, kain santung dan kain sutra. Pada bulan Oktober 2009, Ibu Malikha selaku pemilik batik Manggur mengikuti pameran di Gramedia Expo, Surabaya. Pameran yang awalnya diikuti seluruh pengrajin batik se-Jawa Timur ini, ibu Malikha meraih prestasi yang membanggakan. Motif batik seribu taman milik beliau terpilih sebagai salah satu motif terbaik. Selain itu, Ibu Malikha sudah berhasil menciptakan banyak motif lainnya seperti pesisiran, angin, mega mendung, mangga parang, mangga kawung, dan banyak lainnya. Bagi Ibu Malikha tidak sulit untuk membuat desain motif batik.

Keadaan di sekitar kota Probolinggo dapat dijadikan sebagai inspirasi yang dapat dituangkan dalam motif batik, misalnya untuk pembuatan batik motif pesisiran, beliau terinspirasi dengan image Kota Probolinggo yang masyarakatnya pesisir. Kemudian beliau menuangkan ide tersebut ke dalam desain batik dengan motif gabungan ada ikan dan rumput laut. Begitu juga dengan motif angin, karena Probolinggo terkenal dengan angin gendingnya yang berhembus kencang sekitar bulan September sampai November. Kemudian dibuat sketsa desain batik di kain dengan visual menyerupai angin sehingga menjadi motif angin.

Dalam pembuatan motif batik yang dibuat tidak selalu harus terdapat buah mangga dan anggur. Misalnya dari julukan kota Probolinggo juga dapat dijadikan batik. Seperti motif kali banger yang terinspirasi adanya salah satu sungai di Probolinggo. Tetapi dalam pembuatan motif batik, buah mangga dan anggur tetap menjadi ciri khas batiknya, yang hampir dari sebagian besar motif batiknya disertakan mangga dan anggur. Tetapi juga ada beberapa motif yang tidak ada buah mangga dan anggur, yang menggambarkan kota Probolinggo.

Di akhir tahun 2009, pemilik batik Manggur, Ibu Malikha mulai menekuni dan mengembangkan bisnis batik Manggurnya. Nama Manggur dipilih karena merupakan kependekan dari buah mangga dan anggur, yang tak lain merupakan identitas dari kota Probolinggo. Awalnya untuk mengembangkan bisnisnya, Ibu Malikha hanya dibantu oleh temantemannya yang mengikuti pelatihan. Namun seiring dengan banyaknya permintaan pasar, Ibu Malikha mengajak warga sekitar rumahnya untuk membantu pekerjaannya. Beliau mengharapkan warga sekitarnya maju dan beliau memilih para perempuan yang menjadi ibu rumah tangga. Para perempuan itu mendapat pelatihan membuat batik tulis. Tujuan mengadakan pelatihan membuat batik, agar keahlian membatik nantinya bisa menjadi tambahan pendapatan bagi para ibu rumah tangga disekitarnya. Kurang lebih ada sekitar 20 orang yang membantu bisnis batik Manggur ibu Malikha ini. Pada tanggal 26 Juni 2010, Ibu Malikha mengikuti pameran Semipro untuk kedua kalinya.

Pada tahun 2011 merek batik Manggurnya didaftarkan ke Dinas Koperindag kota Probolinggo. Bisnis batik Manggurnya pun semakin maju dan berkembang. Puncaknya pada April 2013, beliau mendapat informasi dari Kepala Bidang Industri di Dinas Koperindag Probolinggo tentang pendaftaran Batikmark “Batik Indonesia”. Sebuah sertifikasi batik yang dikeluarkan Kementrian Perindustrian. Batikmark adalah yang menunjukkan identitas dan ciri batik buatan Indonesia. Setelah dua minggu kemudian, beliau mendapat kunjungan tim dari Balai Besar Kerajinan dan Batik yang datang ke tempatnya. Yang dinilai dari aspek apakah benar batik tulis atau campuran. Kemudian aspek lain yang dinilai mengenai kualitas hasil, perwarnaan, kualitas kain (luntur atau tidaknya).

Setelah proses selama tiga bulan, tim dari Balai Besar Kerajinan dan Batik memastikan keaslian batik produksinya. Batik tulis milik Ibu Malikha termasuk batik yang hasil desainnya sangat halus. Hal tersebut didasarkan pada sketsa dasar pembuatan desainnya, termasuk proses pengecilan desain. Selain itu pengerjaan satu lembar batiknya memakan waktu yang cukup lama hingga dua minggu. Hasilnya halus karena membuat dari canting yang berukuran kecil.

Pada bulan September 2013 batik Manggur milik Ibu Malikha dinyatakan lolos oleh tim penguji dan berhak memiliki logo Batikmark “Batik Indonesia”. Dengan adanya logo itu, batik Manggur buatannya dapat bersaing dengan batik yang lain. Melalui kerja kerasnya, batik Manggur semakin banyak digemari oleh konsumen. Saat ini, disamping terus mengembangkan usaha batik, beliau kerap kali menjadi instruktur batik. Undangan menjadi instruktur terus dilakoni karena beliau mempunyai prinsip untuk berbagi ilmu dengan yang lain.

Proses pembuatan batik Manggur adalah sebagai berikut :

  1. Pertama kain putih direndam dengan TRO (Turkey Red Oil) selama 24 jam, selanjutnya kain dicuci dan dibilas sampai bersih.
  2. Selanjutnya merebus air, sebelum air mendidih dimasukkan soda As (soda abu), juga ada yang menggunakan tawas, setelah air mendidih, kain dimasukkan sambil dibolak balik selama kurang lebih 1 jam.
  3. Kemudian kain tetap dibiarkan di dalam panci selama 12 jam.
  4. Selanjutnya kain dibilas bersih kemudian dijemur, setelah dijemur kain disetrika.
  5. Lalu mulai proses membuat desain di kain, kemudian dicanting dengan malam, dilanjutkan dengan proses pewarnaan.
  6. Kemudian kain dicelup ke-pewarna selama 15 menit (diratakan), kemudian dijemur di tempat yang teduh.
  7. Setelah setengah kering, kain dimasukkan ke pewarna selama 15 menit. (proses ini dilakukan sebanyak 5 kali).
  8. Kemudian difiksasikan (dikunci) dengan beningnya air kapur selama 15 menit. Selama proses ini kain diratakan secara bolak balik, kemudian dibilas air bersih. Setelah itu kain dijemur kembali di tempat teduh.
  9. Setelah 3 kali difiksasikan ditutup dengan malam.
  10. Jika menambah warna lain, dilakukan proses serupa seperti keterangan proses pewarnaan diatas. Keterangan : Jika menginginkan dasar warna yang gelap, gunakan batu tunjung).
  11. Proses terakhir yaitu melorot (menghilangkan malam). Caranya kain dicelupkan di air yang direbus sampai mendidih. Setelah mendidih, malam akan lepas dengan sendirinya.

Batik Manggur merupakan salah satu batik yang khas dari kota Probolinggo. Dengan memiliki keunikan berupa sebagian motifnya terdapat buah mangga dan anggur, batik ini memiliki daya tarik tersendiri. Dengan beberapa motif yang digemari seperti motif seribu taman, Potensi batik Manggur ini sangat besar, batik yang terbilang masih baru namun sudah memiliki logo batikmark „Batik Indonesia‟.

——————————————————————————————-Stefanus Yohan Wijaya, Maria Nala D., Aniendya Christianna. Perancangan Buku Bertema Batik Manggur Probolinggo  Dengan Pendekatan Fotografi (Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni dan Desain) Universitas Kristen Petra.

Motif Batik Khas Madiun

Madiun memiliki motif yang melambangkan tentang Madiun, pada akhir tahun 1991, Madiun telah memiliki motif batik yang pertama yakni motif batik kenanga. Dalam perkembangannya motif batik kenanga mengalami kemunduran, untuk menarik antusias masyarakat khususnya Madiun, pemerintah Madiun melakukan pencarian motif dengan mengadakan lomba menggambar motif batik yang bertemakan tentang Madiun. Hasil yang diharapkan adalah dapat melestarikan batik juga dapat melestarikan pengetahuan tentang Madiun. Pengumuman penemuan motif baru batik khas Madiun yang diperoleh dari hasil lomba tersebut, oleh pemerintah diabadikan menjadi seragam kerja agar masyarakat luas umumnya dan masyarakat Madiun khusunya mengetahui dan ikut melestarikan motif batik khas Madiun.  Motif batik Madiun yang tergolong baru ini dikenalkan kepada masyarakat luas. Motif batik khas Madiun memiliki pengetahuan tentang Madiun yang perlu dilestarikan.

Sumber Ide Motif Batik Khas Madiun
Motif Batik Keris
Motif batik keris yang merupakan hasil perlombaan dengan tema Madiun ini, terinspirasi dari kebudayaan Madiun berupa pusaka keris warisan babad Madiun. Keris yang di Madiun mempunyai nama Keris Tundhung Madiun ini merupakan senjata dari pahlawan wanita Madiun bernama Raden Ayu Retno Dumilah. Berdasarkan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa sumber ide yang menjadi inspirasi motif batik keris adalah cerita sejarah, dalam hal ini cerita tentang babad Madiun.

Motif Batik Porang
Pada tahun 1991 berkembang motif batik kenanga, tidak ada pengaruh dari daerah lain karena kenanga diambil dari nama desa Kenongorejo dan Madiun memiliki banyak tumbuhan kenanga. Tahun 2009, motif batik Madiun mengalami perkembangan motif baru yang menjadi motif batik khas Madiun yakni motif batik porang dan serat sengon. Sumber ide berasal dari tumbuhan hasil kehutanan dan perkebunan yang menjadi produk unggulan Madiun dan diperdagangkan. Berkebun merupakan salah satu budaya Madiun, dari hasil berkebun didapatkan tumbuhan porang.

Kaitan Motif – Motif Batik Khas Madiun Dengan Kebudayaan Madiun 

Motif Batik Keris
Motif batik keris sebagai motif batik khas Madiun diperoleh dari hasil perlombaan yang diadakan pada tahun 2002.  Keris Tundhung Madiun yang menjadi motif batik adalah warisan budaya saat babad Madiun. Keris merupakan pusaka warisan kebudayaan Madiun yang merupakan senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu retno Dumilah.

Motif Batik Porang
Motif batik pertama adalah motif batik kenanga yang lahir pada tanggal 7 Oktober 1991.Motif batik khas Madiun mengalami perkembangan, ditandai dengan munculnya motif batik porang, serat jati atau serat sengon tahun 2009. Porang, serat jati atau serat sengon merupakan tumbuhan hasil kehutanan dan perkebunan yang menjadi produk unggulan. Berkebun merupakan salah satu kebudayaan Madiun. Tumbuhan hasil berkebun inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik, karena .Madiun menjadi pengekspor porang ke Jepang. Apresiasi atas ekspor yang mencapai mancanegara, tumbuhan porang yang menjadi icon Madiun dituangkan menjadi motif batik.

Ciri – Ciri Motif Batik Khas Madiun Ditinjau Dari Ornamen Utama, Ornamen Pelengkap, Isen-Isen Dan Warna
Motif Batik Keris
Keris pada motif batik  khas madiun terinspirasi dari cerita sejarah berupa peninggalan atau warisan budaya Madiun berupa pusaka keris Tundhung Madiun. Keris pada motif digambarkan secara utuh, dan divariasikan dengan berbagai ragam hias. Keris pada seragam kerja pemerintah kota Madiun divariasikan dengan ragam hias non-geometris berupa selendang dan tombak, motif berupa bunga melati, ragam geometris berupa matahari. Keris pada kain batik  juga divariasikan dengan ragam hias non-geometris berupa selendang dan tombak, ragam geometris berupa matahari dan motif bunga. Ragam hias selendang menggambarkan keanggunan Retno Dumilah.

Seragam Kerja Pemerintah Kota Madiun

  • Ragam Hias Utama Ragam hias utama pada seragam kerja pemerintah kota Madiun adalah motif Keris Tundhung Madiun. Penggambaran keris ditampilkan secara utuh yang dihiasi dengan ornamen lidah api di sekelilingnya.
  • Ragam Hias Pelengkap Ragam hias pelengkap pada motif keris tundhung Madiun adalah ragam hias non-geometris berupa selendang dan tombak, motif berupa bunga melati, ragam geometris berupa matahari.
  • Ragam Hias Isen Ragam hias isen pada seragam pemerintah kota Madiun ini terdapat di seluruh ragam hias utama maupun ragam hias pelengkap. Ragam hias isen yang digunakan pada motif ini adalah cecek, cecek sawut, cecek sawut daun, dan sisik.
  • Warna Warna yang digunakan pada motif ini adalah warna biru muda sebagai dasar. Ragam hias utama menggunakan warna hitam dan pada ragam hias pelengkap menggunakan warna hitam dan putih yang dipadupadankan menjadi kesatuan sedangkan ragam hias isen menggunakan warna putih.

Motif Batik Porang
Motif Batik Porang Motif batik khas Madiun adalah motif batik porang, serat jati atau serat sengon, tumbuhan hasil berkebun inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik.Tumbuhan porang pada motif digambarkan secara utuh, dan divariasikan dengan berbagai ragam hias. Ragam hias khas yang dipadupadankan dengan motif batik porang adalah kenanga, karena bunga kenanga adalah motif batik pertama Madiun yang tercipta pada tahun 1991. Porang pada seragam kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun divariasikan dengan ragam hias tumbuhan, antara lain serat sengon atau jati dan kakao. Ragam hias tersebut juga merupakan hasil kehutanan dan perkebunan Madiun yang bernama KASEPO (Kakao, Sengon, dan Porang). Porang pada kain batik mempunyai variasi ragam hias tumbuhan yang bermacam- macam.

Seragam Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun

  • Ragam hias utama pada seragam kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun adalah tumbuhan porang yang digambarkan secara utuh, lengkap dengan bunga dan buah porangnya.
  • Ragam Hias Pelengkap Ragam hias pelengkap pada seragam kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun adalah ragam hias tumbuhan. Ragam hias pelengkap memiliki 3 komponen, yaitu kakao, serat sengon dan bunga serta daun kenanga.
  • Ragam Hias Isen Ragam hias isen yang digunakan pada ragam hias utama adalah isen kontemporer dan ukel, sedangkan ragam hias isen yang mengelilingi ragam hias utama adalah cecek, kembang jeruk.
  • Warna hijau tua digunakan sebagai dasar batik seragam kerja. Ragam hias utama menggunakan warna hijau muda yang dipadupadankan dengan putih menjadi satu kesatuan dan bunganya bewarna hijau lumut. Ragam hias pelengkap, bunga kenanga berwarna putih dan daunnya bewarna hijau muda. Kakao memiliki warna hijau dan serat sengon digambarkan dengan warna putih. Ragam hias isen yang mengelilingi ragam hias utama maupun yang mengisi ragam hias utama menggunakan warna putih.

Motif Batik Khas Madiun  Sumber Ide Motif Batik Khas Madiun Motif

Batik Keris

Motif Batik Keris merupakan motif batik khas kota Madiun yang tercipta dari hasil perlombaan yang diadakan pada tahun 2002, pada masa jabatan Walikota Drs. H. Ahmad Ali  (1999 sampai 2004 ). Perlombaan ini diadakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan sebagai upaya pelestarian  kebudayaan  Madiun. Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide cerita sejarah sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Cerita sejarah yang dimaksud adalah mengenai kebudayaan Madiun, tepatnya peninggalan atau warisan budaya Madiun berupa keris tundhung Madiun. Keris Tundhung Madiun adalah senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu Retno Dumilah. Motif batik khasnya berupa motif non geometris. 

Motif Batik Porang
Motif Batik Porang merupakan motif batik khas kabupaten Madiun yang tercipta tahun 2009, pada masa jabatan Bupati H. Muhtarom S.Sos. (2008 sampai sekarang). Pencanangan ini adalah bentuk upaya  pemerintah untuk melestarikan kebudayaan Madiun. Sumber ide berasal dari hasil kehutanan dan perkebunan yang menjadi produk unggulan Madiun dan diperdagangkan dan diperoleh dari tumbuhan yang hidup dikawasan hutan dan kebun di wilayah Madiun Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide flora yang berkembang sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Tumbuhan hasil berkebun inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik, karena .Madiun menjadi pengekspor porang ke Jepang. Motif batik khasnya berupa motif non geometris, berupa ragam hias tumbuhan baik naturalis maupun stilasi. 

Kaitan Motif – Motif Batik Khas Madiun Dengan Kebudayaan Madiun 

Motif Batik Keris 
Keris Tundhung Madiun yang menjadi motif batik adalah pusaka warisan kebudayaan Madiun. Tahun 2002, pada masa jabatan Walikota Drs. H. Ahmad Ali  (1999 sampai 2004 ) Kota Madiun mengadakan perlombaan untuk menemukan motif batik khas Madiun untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan sebagai upaya pelestarian  kebudayaan  Madiun.  Cerita sejarah yang menjadi sumber ide adalah keris Tundhung Madiun, sebuah pusaka warisan kebudayaan Madiun. Keris merupakan senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu Retno Dumilah.

Motif Batik Porang
Kebudayaan Madiun salah satunya ialah berkebun, dari hasil berkebun. Motif batik khas Madiun yang pertama kali tercipta pada tahun 1991 dan diberi nama motif batik kenanga dan pada tahun 2009 berkembang motif batik porang dan serat sengon sebagai ikon perdagangan kabupaten Madiun Madiun menjadi pengekspor porang ke Jepang. Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide flora yang berkembang sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Karena porang, serat jati atau serat sengon diperoleh dari hasil hutan dan perkebunan di Madiun.

Ciri – Ciri Motif Batik Khas Madiun Ditinjau Dari Ornamen Utama, Ornamen Pelengkap, Isen-Isen Dan Warna Ragam hias yang digunakan pada batik khas Madiun yaitu :

Motif Batik Keris 

  • Ragam Hias Utama: Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik khas Madiun cerita sejarah. Ragam hias yang digunakan adalah pusaka warisan kebudayaan Madiun berupa keris yang bernama keris Tundhung Madiun. Berdasarkan pendapat Susanto (1980: 212) ragam hias utama umumnya ragam hias lebih besar daripada ragam hias pelengkap. Pada ragam hias motif batik keris hal tersebut tidak berlaku, karena pada kain batik keris I dan II ragam hias utama berupa keris lebih kecil daripada ragam hias pelengkap.
  • Ragam Hias Pelengkap: Ragam hias pelengkap batik Madiun menggunakan ragam non geometris. Motif berupa bunga melati yang menjadi simbol keanggunan bupati wanita Madiun, Raden Ayu Retno Dumilah. Sedangkan ragam hias non geometris berupa tombak dan selendang milik Raden Ayu retno Dumilah yang menjadi simbol keanggunan dan keberanian Madiun. Ragam hias pelengkap mengandung unsur kebudayaan, karena berkaitan erat dengan cerita sejarah.
  • Ragam Hias Isen: Motif batik khas Madiun menggunakan berbagai macam isen – isen, yaitu pada motif batik keris menggunakan sisik, cecek sawut, dan cecek sawut daun, isen kontemporer, cecek, dan truntum.
  • Warna Motif Batik Keris: Warna Motif Batik Keris Warna yang digunakan pada batik khas Madiun menggunakan zat warna sintetis atau kimia buatan yang bermacam– macam. Warna pada ragam hiasnya, tidak selalu sesuai dengan obyek sumber ide karena sesuai dengan selera pengrajin. Warna batik Madiun tidak ada yang di patenkan, terkadang warna yang diproduksi sesuai keinginan konsumen. Sehingga batik Madiun memiliki kecenderungan digolongkan sebagai batik pesisiran, karena warna yang sering digunakan sebagai latar batik Madiun berupa motif batik keris adalah biru. Warna biru melambangkan warna kota Madiun yang diapit oleh dua gunung, Wilis dan Lawu.

Motif Batik Porang

  • Ragam Hias Utama: Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik khas Madiun adalah ragam hias tumbuhan. Ragam hias yang digunakan adalah tumbuhan yang hidup di sekitar kota dan kabupaten Madiun yakni bunga kenanga, porang dan sengon. Tumbuhan yang digunakan sebagai ragam hias tersebut erat kaitannya dengan kebudayaan Madiun, yaitu berkebun.
  • Ragam Hias Pelengkap: Ragam hias pelengkap batik Madiun menggunakan ragam hias non geometris. Ragam hias tumbuhan diambil dari tumbuhan kebangaan Madiun, berupa bunga kenanga yang menjadi motif batik pertama Madiun Ragam hias pelengkap mengandung unsur kebudayaan.
  • Ragam Hias Isen: Motif batik khas Madiun menggunakan berbagai macam isen – isen, yaitu pada motif batik porang menggunakan, cecek sawut, cecek – cecek dan cecek sawut daun, isen kontemporer, cecek, ukel dan kembang jeruk.
  • Warna Motif Batik Porang: Warna yang digunakan pada batik khas Madiun menggunakan zat warna sintetis atau kimia buatan yang bermacam – macam. Warna pada ragam hiasnya, tidak selalu sesuai dengan sumber ide karena sesuai dengan selera pengrajin. Warna batik Madiun tidak ada yang di patenkan, terkadang warna yang diproduksi sesuai keinginan konsumen, karena itu batik Madiun lebih cenderung digolongkan menjadi batik pesisiran. Warna yang sering digunakan sebagai latar batik Madiun berupa motif batik porang adalah hijau. Warna hijau melambangkan kabupaten Madiun yang memiliki banyak kawasan hutan dan perkebunan sebagai icon perdagangan.

——————————————————————————————eJournal Vol. 02 No. 01 Th. 2013, Edisi Yudisium Periode Februari 2013, Hal 65-71
Motif Batik Khas Madiun./Himmatul Hanifa Mahasiswa,  Yuhri Inang Prihatina
Universitas Negeri Surabaya

Motif Batik Khas Madiun

Madiun memiliki motif yang melambangkan tentang Madiun, pada akhir tahun 1991, Madiun telah memiliki motif batik yang pertama yakni motif batik kenanga. Dalam perkembangannya motif batik kenanga mengalami kemunduran, untuk menarik antusias masyarakat khususnya Madiun, pemerintah Madiun melakukan pencarian motif dengan mengadakan lomba menggambar motif batik yang bertemakan tentang Madiun. Hasil yang diharapkan adalah dapat melestarikan batik juga dapat melestarikan pengetahuan tentang Madiun. Pengumuman penemuan motif baru batik khas Madiun yang diperoleh dari hasil lomba tersebut, oleh pemerintah diabadikan menjadi seragam kerja agar masyarakat luas umumnya dan masyarakat Madiun khusunya mengetahui dan ikut melestarikan motif batik khas Madiun.  Motif batik Madiun yang tergolong baru ini dikenalkan kepada masyarakat luas. Motif batik khas Madiun memiliki pengetahuan tentang Madiun yang perlu dilestarikan.

Sumber Ide Motif Batik Khas Madiun
Motif Batik Keris
Motif batik keris yang merupakan hasil perlombaan dengan tema Madiun ini, terinspirasi dari kebudayaan Madiun berupa pusaka keris warisan babad Madiun. Keris yang di Madiun mempunyai nama Keris Tundhung Madiun ini merupakan senjata dari pahlawan wanita Madiun bernama Raden Ayu Retno Dumilah. Berdasarkan ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa sumber ide yang menjadi inspirasi motif batik keris adalah cerita sejarah, dalam hal ini cerita tentang babad Madiun.

Motif Batik Porang
Pada tahun 1991 berkembang motif batik kenanga, tidak ada pengaruh dari daerah lain karena kenanga diambil dari nama desa Kenongorejo dan Madiun memiliki banyak tumbuhan kenanga. Tahun 2009, motif batik Madiun mengalami perkembangan motif baru yang menjadi motif batik khas Madiun yakni motif batik porang dan serat sengon. Sumber ide berasal dari tumbuhan hasil kehutanan dan perkebunan yang menjadi produk unggulan Madiun dan diperdagangkan. Berkebun merupakan salah satu budaya Madiun, dari hasil berkebun didapatkan tumbuhan porang.

Kaitan Motif – Motif Batik Khas Madiun Dengan Kebudayaan Madiun 

Motif Batik Keris
Motif batik keris sebagai motif batik khas Madiun diperoleh dari hasil perlombaan yang diadakan pada tahun 2002.  Keris Tundhung Madiun yang menjadi motif batik adalah warisan budaya saat babad Madiun. Keris merupakan pusaka warisan kebudayaan Madiun yang merupakan senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu retno Dumilah.

Motif Batik Porang
Motif batik pertama adalah motif batik kenanga yang lahir pada tanggal 7 Oktober 1991.Motif batik khas Madiun mengalami perkembangan, ditandai dengan munculnya motif batik porang, serat jati atau serat sengon tahun 2009. Porang, serat jati atau serat sengon merupakan tumbuhan hasil kehutanan dan perkebunan yang menjadi produk unggulan. Berkebun merupakan salah satu kebudayaan Madiun. Tumbuhan hasil berkebun inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik, karena .Madiun menjadi pengekspor porang ke Jepang. Apresiasi atas ekspor yang mencapai mancanegara, tumbuhan porang yang menjadi icon Madiun dituangkan menjadi motif batik.

Ciri – Ciri Motif Batik Khas Madiun Ditinjau Dari Ornamen Utama, Ornamen Pelengkap, Isen-Isen Dan Warna
Motif Batik Keris
Keris pada motif batik  khas madiun terinspirasi dari cerita sejarah berupa peninggalan atau warisan budaya Madiun berupa pusaka keris Tundhung Madiun. Keris pada motif digambarkan secara utuh, dan divariasikan dengan berbagai ragam hias. Keris pada seragam kerja pemerintah kota Madiun divariasikan dengan ragam hias non-geometris berupa selendang dan tombak, motif berupa bunga melati, ragam geometris berupa matahari. Keris pada kain batik  juga divariasikan dengan ragam hias non-geometris berupa selendang dan tombak, ragam geometris berupa matahari dan motif bunga. Ragam hias selendang menggambarkan keanggunan Retno Dumilah.

Seragam Kerja Pemerintah Kota Madiun

  • Ragam Hias Utama Ragam hias utama pada seragam kerja pemerintah kota Madiun adalah motif Keris Tundhung Madiun. Penggambaran keris ditampilkan secara utuh yang dihiasi dengan ornamen lidah api di sekelilingnya.
  • Ragam Hias Pelengkap Ragam hias pelengkap pada motif keris tundhung Madiun adalah ragam hias non-geometris berupa selendang dan tombak, motif berupa bunga melati, ragam geometris berupa matahari.
  • Ragam Hias Isen Ragam hias isen pada seragam pemerintah kota Madiun ini terdapat di seluruh ragam hias utama maupun ragam hias pelengkap. Ragam hias isen yang digunakan pada motif ini adalah cecek, cecek sawut, cecek sawut daun, dan sisik.
  • Warna Warna yang digunakan pada motif ini adalah warna biru muda sebagai dasar. Ragam hias utama menggunakan warna hitam dan pada ragam hias pelengkap menggunakan warna hitam dan putih yang dipadupadankan menjadi kesatuan sedangkan ragam hias isen menggunakan warna putih.

Motif Batik Porang
Motif Batik Porang Motif batik khas Madiun adalah motif batik porang, serat jati atau serat sengon, tumbuhan hasil berkebun inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik.Tumbuhan porang pada motif digambarkan secara utuh, dan divariasikan dengan berbagai ragam hias. Ragam hias khas yang dipadupadankan dengan motif batik porang adalah kenanga, karena bunga kenanga adalah motif batik pertama Madiun yang tercipta pada tahun 1991. Porang pada seragam kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun divariasikan dengan ragam hias tumbuhan, antara lain serat sengon atau jati dan kakao. Ragam hias tersebut juga merupakan hasil kehutanan dan perkebunan Madiun yang bernama KASEPO (Kakao, Sengon, dan Porang). Porang pada kain batik mempunyai variasi ragam hias tumbuhan yang bermacam- macam.

Seragam Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun

  • Ragam hias utama pada seragam kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun adalah tumbuhan porang yang digambarkan secara utuh, lengkap dengan bunga dan buah porangnya.
  • Ragam Hias Pelengkap Ragam hias pelengkap pada seragam kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Madiun adalah ragam hias tumbuhan. Ragam hias pelengkap memiliki 3 komponen, yaitu kakao, serat sengon dan bunga serta daun kenanga.
  • Ragam Hias Isen Ragam hias isen yang digunakan pada ragam hias utama adalah isen kontemporer dan ukel, sedangkan ragam hias isen yang mengelilingi ragam hias utama adalah cecek, kembang jeruk.
  • Warna hijau tua digunakan sebagai dasar batik seragam kerja. Ragam hias utama menggunakan warna hijau muda yang dipadupadankan dengan putih menjadi satu kesatuan dan bunganya bewarna hijau lumut. Ragam hias pelengkap, bunga kenanga berwarna putih dan daunnya bewarna hijau muda. Kakao memiliki warna hijau dan serat sengon digambarkan dengan warna putih. Ragam hias isen yang mengelilingi ragam hias utama maupun yang mengisi ragam hias utama menggunakan warna putih.

Motif Batik Khas Madiun  Sumber Ide Motif Batik Khas Madiun Motif

Batik Keris

Motif Batik Keris merupakan motif batik khas kota Madiun yang tercipta dari hasil perlombaan yang diadakan pada tahun 2002, pada masa jabatan Walikota Drs. H. Ahmad Ali  (1999 sampai 2004 ). Perlombaan ini diadakan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan sebagai upaya pelestarian  kebudayaan  Madiun. Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide cerita sejarah sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Cerita sejarah yang dimaksud adalah mengenai kebudayaan Madiun, tepatnya peninggalan atau warisan budaya Madiun berupa keris tundhung Madiun. Keris Tundhung Madiun adalah senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu Retno Dumilah. Motif batik khasnya berupa motif non geometris. 

Motif Batik Porang
Motif Batik Porang merupakan motif batik khas kabupaten Madiun yang tercipta tahun 2009, pada masa jabatan Bupati H. Muhtarom S.Sos. (2008 sampai sekarang). Pencanangan ini adalah bentuk upaya  pemerintah untuk melestarikan kebudayaan Madiun. Sumber ide berasal dari hasil kehutanan dan perkebunan yang menjadi produk unggulan Madiun dan diperdagangkan dan diperoleh dari tumbuhan yang hidup dikawasan hutan dan kebun di wilayah Madiun Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide flora yang berkembang sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Tumbuhan hasil berkebun inilah yang menjadi sumber inspirasi dalam pembuatan motif batik, karena .Madiun menjadi pengekspor porang ke Jepang. Motif batik khasnya berupa motif non geometris, berupa ragam hias tumbuhan baik naturalis maupun stilasi. 

Kaitan Motif – Motif Batik Khas Madiun Dengan Kebudayaan Madiun 

Motif Batik Keris 
Keris Tundhung Madiun yang menjadi motif batik adalah pusaka warisan kebudayaan Madiun. Tahun 2002, pada masa jabatan Walikota Drs. H. Ahmad Ali  (1999 sampai 2004 ) Kota Madiun mengadakan perlombaan untuk menemukan motif batik khas Madiun untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dan sebagai upaya pelestarian  kebudayaan  Madiun.  Cerita sejarah yang menjadi sumber ide adalah keris Tundhung Madiun, sebuah pusaka warisan kebudayaan Madiun. Keris merupakan senjata pahlawan wanita Madiun yaitu Raden Ayu Retno Dumilah.

Motif Batik Porang
Kebudayaan Madiun salah satunya ialah berkebun, dari hasil berkebun. Motif batik khas Madiun yang pertama kali tercipta pada tahun 1991 dan diberi nama motif batik kenanga dan pada tahun 2009 berkembang motif batik porang dan serat sengon sebagai ikon perdagangan kabupaten Madiun Madiun menjadi pengekspor porang ke Jepang. Motif batik khas Madiun tersusun dari motif yang bersumber ide flora yang berkembang sesuai dengan kebudayaan Madiun tanpa ada pengaruh dari daerah lain. Karena porang, serat jati atau serat sengon diperoleh dari hasil hutan dan perkebunan di Madiun.

Ciri – Ciri Motif Batik Khas Madiun Ditinjau Dari Ornamen Utama, Ornamen Pelengkap, Isen-Isen Dan Warna Ragam hias yang digunakan pada batik khas Madiun yaitu :

Motif Batik Keris 

  • Ragam Hias Utama: Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik khas Madiun cerita sejarah. Ragam hias yang digunakan adalah pusaka warisan kebudayaan Madiun berupa keris yang bernama keris Tundhung Madiun. Berdasarkan pendapat Susanto (1980: 212) ragam hias utama umumnya ragam hias lebih besar daripada ragam hias pelengkap. Pada ragam hias motif batik keris hal tersebut tidak berlaku, karena pada kain batik keris I dan II ragam hias utama berupa keris lebih kecil daripada ragam hias pelengkap.
  • Ragam Hias Pelengkap: Ragam hias pelengkap batik Madiun menggunakan ragam non geometris. Motif berupa bunga melati yang menjadi simbol keanggunan bupati wanita Madiun, Raden Ayu Retno Dumilah. Sedangkan ragam hias non geometris berupa tombak dan selendang milik Raden Ayu retno Dumilah yang menjadi simbol keanggunan dan keberanian Madiun. Ragam hias pelengkap mengandung unsur kebudayaan, karena berkaitan erat dengan cerita sejarah.
  • Ragam Hias Isen: Motif batik khas Madiun menggunakan berbagai macam isen – isen, yaitu pada motif batik keris menggunakan sisik, cecek sawut, dan cecek sawut daun, isen kontemporer, cecek, dan truntum.
  • Warna Motif Batik Keris: Warna Motif Batik Keris Warna yang digunakan pada batik khas Madiun menggunakan zat warna sintetis atau kimia buatan yang bermacam– macam. Warna pada ragam hiasnya, tidak selalu sesuai dengan obyek sumber ide karena sesuai dengan selera pengrajin. Warna batik Madiun tidak ada yang di patenkan, terkadang warna yang diproduksi sesuai keinginan konsumen. Sehingga batik Madiun memiliki kecenderungan digolongkan sebagai batik pesisiran, karena warna yang sering digunakan sebagai latar batik Madiun berupa motif batik keris adalah biru. Warna biru melambangkan warna kota Madiun yang diapit oleh dua gunung, Wilis dan Lawu.

Motif Batik Porang

  • Ragam Hias Utama: Ragam hias yang digunakan sebagai ragam hias utama pada motif batik khas Madiun adalah ragam hias tumbuhan. Ragam hias yang digunakan adalah tumbuhan yang hidup di sekitar kota dan kabupaten Madiun yakni bunga kenanga, porang dan sengon. Tumbuhan yang digunakan sebagai ragam hias tersebut erat kaitannya dengan kebudayaan Madiun, yaitu berkebun.
  • Ragam Hias Pelengkap: Ragam hias pelengkap batik Madiun menggunakan ragam hias non geometris. Ragam hias tumbuhan diambil dari tumbuhan kebangaan Madiun, berupa bunga kenanga yang menjadi motif batik pertama Madiun Ragam hias pelengkap mengandung unsur kebudayaan.
  • Ragam Hias Isen: Motif batik khas Madiun menggunakan berbagai macam isen – isen, yaitu pada motif batik porang menggunakan, cecek sawut, cecek – cecek dan cecek sawut daun, isen kontemporer, cecek, ukel dan kembang jeruk.
  • Warna Motif Batik Porang: Warna yang digunakan pada batik khas Madiun menggunakan zat warna sintetis atau kimia buatan yang bermacam – macam. Warna pada ragam hiasnya, tidak selalu sesuai dengan sumber ide karena sesuai dengan selera pengrajin. Warna batik Madiun tidak ada yang di patenkan, terkadang warna yang diproduksi sesuai keinginan konsumen, karena itu batik Madiun lebih cenderung digolongkan menjadi batik pesisiran. Warna yang sering digunakan sebagai latar batik Madiun berupa motif batik porang adalah hijau. Warna hijau melambangkan kabupaten Madiun yang memiliki banyak kawasan hutan dan perkebunan sebagai icon perdagangan.

——————————————————————————————eJournal Vol. 02 No. 01 Th. 2013, Edisi Yudisium Periode Februari 2013, Hal 65-71
Motif Batik Khas Madiun./Himmatul Hanifa Mahasiswa,  Yuhri Inang Prihatina
Universitas Negeri Surabaya