Bisnis Mawar, Kota Batu

Bisnis Mawar0001KOTA Batu tak hanya dikenal sebagai tempat tujuan wisata dan pusat perkebunan apel, tapi juga menyimpan beragam jenis potensi bisnis, salah satunya adalah harumnya bisnis budidaya mawar. Sentra perkebunan bunga mawar ini terletak di Dusun Brumbungsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Hamparan dan aroma bunga mawar di lokasi ini dapat di- hirupdan dinikmati.
Begitu memasuki kawasan Desa Gunungsari, hampir dipastikan semua masyarakat di daerah ini berprofesi sebagai petani bunga mawar. Apalagi permintaan pasarnya yang masih terbuka lebar membuat sebagian besar masyarakat memilih menekuni bisnis bunga mawar, salah satu¬nya adalah Yuliati. Sampai saat ini, jenis bunga mawar yang dikembangkan petani di Desa Gu¬nungsari meliputi bunga mawar merah, merah muda, putih, jingga, dan kuning.
Bisnis Mawar0002Bunga mawar sudah menjadi hal yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, tidak ha¬nya sekadar dinamai sebagai tanaman, melainkan sudah seperti sahabat, sumber penghidu- pan dan harapan dalam kehidupan sehari-hari. “Bila hasil panen bagus, bunga mawar bisa dijual Rp 2.500 hingga Rp 3.000 untuk setiap batang. Permintaan tak hanya di sekitar Kota Malang, namun sudah menyebar di berbagai kota termasuk Surabaya, Solo dan bahkan Bali/’ katanya.
Masa jaya bagi petani mawar biasanya menjelang hari valentine day. Pada hari kasih sayang, ini bisa mendongkrak permintaan bu¬nga mawar. Bahkan harga bunga pun ikut terkerek hingga 150 persen. Permintaan tertinggi dari Jakarta dan Surabaya sebagai pangsa pasar terbesar pada valentine day setiap tahun. Pengiriman bunga ini, biasanya dilakukan empat sampai lima kali dalam sepekan. Bisnis Mawar0003Untuk pengiriman ke kota besar dilakukan secara kolektif oleh Ga- bungan KelompokTani (Gapoktan) mawar.
Pada saat valentine day bunga mawar berwarna merah muda dan putih merupakan yang paling banyak dipesan konsumen. Sesuatu yang wajar jika harga mawar pada hari kasih saying melonjak tajam karena selain produksi turun biaya perawatan juga tinggi. Namun diakui, val¬entine day hanya momen sesaat selanjutnya harga normal karena mawar untuk memenuhi kebutuhan pedagang di luar kota.l
herlina rahmawati/lilies widyaningsih

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Majalah SAREKDA Jawa Timur/edisi 021/2014 halaman 35

Museum Angkut, Kota Batu

museum angkut0001KOTA BATU SEMAKIN LAYAK MENJADI TUJUAN wisata di Indonesia, karena kota ini memiliki banyak pilihan tempat wisata. Sebut saja, Jatim Park I, Jatim Park II (Secret Zoo), Batu Night Spectacular (BNS), Agrowisata Kusuma. Pada awal 2014 Pemerintah Kota Batu kembali membuka satu wahana wisata yang diberi nama Museum Angkut dan Movie Star Studio. Museum ini merupakan konsep wisata pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Bera di sini pengunjung akan terkagum-kagum saat melihat sejarah angkutan di dalamnya. Museum ini merupakan perpaduan tempat wisata yang sangat unik tentang sejarah dan perkembangan dunia angkutan yang dipadu dengan legenda Movie Stars atau para bintang film di jamannya dengan latar belakang kota-kota dan bangunan eksotis seperti di Batavia, Eropa, Amerika, Pecinan, dan sebagainya. Desainnyapun ditata dengan apik dan detail sehingga membuat para pengunjung seolah-olah berada di dalam wilayah nyata sesuai lokasi atau tema. Konsep ini sudah ada di Amerika, namun untuk wilayah Asia Teng¬gara baru pertama kalinya di Indonesia, khususnya di Kota Batu.
Terletak di lereng G. Panderman, pembangunannya di atas area tanah empat hektare, tersaji 300 lebih jenis koleksi angkutan, baik tradisional maupun modern. Museum ini resmi dibuka, masih soft opening, 9 Maret 2014 lalu. Ide ini dibangun untuk menghargai para pencipta berbagai jenis angkutan di dunia, mengingat perkembangan teknologi angkutan terus berkembang setiap saat. Bahkan dunia angkutan telah membawa perubahan berarti bagi kehidupan umat manusia, utamanya memberikan kemudahan untuk melakukan aktivitas dan perjalanan. Untuk menuju tempat ini bisa ditempuh dengan perjalanan dari Surabaya ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Saat libur sekolah pengunjung bisa mencapai 15- 30 ribu orang. Di hari-hari biasa sekitar 5 ribu orang. Di museum ini kita seolah merasakan berkeliling dunia, menelusuri aneka kendaraan tempo dulu dan masa kini dari berbagai negara asal pembuatnya. Yang menarik, tidak seperti kebanyakan museum yang terkesan membosankan, kemasan Museum Angkut ini dengan konsep “Pintu Ajaib”.
museum angkut0002Gedung dan pintu masuk museum dibangun sangat menarik dengan dilengkapi menara Apollo yang bisa dinaiki para pe- ngunjung. Menara ini menyerupai sawat luar angkasa yang menjulang tinggi de¬ngan dihiasi warna merah, sehingga para pengunjung seperti menyaksikan peluncuran pesawat ruang angkasa ke bulan. Di dalam menara, pengunjung bisa me- lihat pemandangan yang ada di sekitarnya, seperti Agro Wisata Kusuma dan Jatim Park, Bahkan para pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Batu yang indah. Salah satu koleksi yang bisa membuat pengunjung tertegun adanya helikopter Kepresidenan Pertama milik Indonesia. Doni, Marketing officer, menjelaskan, helikopter bagian dari faktor politik antara presiden pertama RI Ir. Soekarno dengan Pemerintah USA untuk pembebasan agen CIA Allen Pope yang terlibat pemberontakan PRRI Permesta, dan tertembak Mustang P41AURI ketika me- nerbangkan Bomber B26 di Laut Ambon.
museum angkut0003Pada pertengah- an 1960, Presiden AS John F. Kennedy memberi barter berupa 10 unit Hercules C-130 B Short Body, 1 unit Heli Bell- 47J Siwalet, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda, Mobil VVIP Limousine Chrysler Le Baron. Selain helikopter, juga ditampilkan mobil bekas Presiden RI pertama seri Chrysler Winsor Deluxe produksi 1952. Mobil ini baru saja dibawa dari IstanaBukit Tinggi, sehingga pengunjung bisa membayangkan bapak bangsa ada di atasnya menjelajah nusantara. Hall utama menampilkan miniatur kendaraan-kendaraan dari berbagai negara yang didisplay di balik kaca. Miniatur-miniatur itu diperoleh dari berbagai negara karena di Indonesia sangat sulit untuk memperoleh koleksi miniatur mobil. Di sisi lain, kereta kencana khas Yogyakarta, cikal bakal mobil balap F1 sebagai koleksi di Hall Utama. Masuk museum diawali dari lantai dasar, yang sudah menampakkan aroma alat angkutan mulai kereta kuda hingga mobil balap, beserta patung Michael Schumacer. Pengunjung bisa menyusuri perjalanan ke lantai dua dengan menaiki tangga ataupun lift. Bagi pengunjung yang menggunakan kursi roda atau membawa stroller bayi, tidak perlu khawatir, karena kondisi museum memungkinkan untuk para pengguna kursi roda dan stroller bayi untuk berkeliling dengan leluasa. Di lantai dua, pengunjung bisa menikmati view alam Kota Batu dari ujung Apollo yang menyerupai pesawat ruang angkasa. Untuk bisa masuk diperlukan kesabaran karena harus antri menaiki satu spot tertinggi di museum tersebut. Perjuangan untuk menaiki menara Apollo ini terbayar dengan pemandangan indahnya Kota Batu, dengan pepohonan dan pegunungan yang mengitari kota. Sejuknya Kota Batu saat berada di me¬nara, membuat pengunjung enggan turun dari menara dan bagi penggemar fotografi bisa mengabadikannya dari lokasi.
Salah seorang pengunjung dari Pemalang Jateng mengungkapkan, Museum Angkut merupakan tempat yang tepat menyalurkan hobi fotografinya. arsitekturnya di setiap bangunan dibuat penuh karya seni. Misalkan saja Zona Hollywood yang memamerkan kendaraan- kendaraan serta pernak-pernik khas Holly¬wood seperti Bat Mobile (Kendaraan Batman), atau patung Hulk yang sedang menghancurkan mobil. “Semua tempat di Museum Angkut sangat bagus diambil gambarnya, saya bahkan membawa beberapa model. Walaupun kami harus membayar lebih, rasanya tidak akan rugi,” katanya. Dari Apollo, rute selanjutnya membawa pengunjung menuju ke pameran koleksi kendaraan jaman dulu seperti becak yang dipajang di plafon. Setelah melewati aneka becak, pengunjung memasuki zona edukasi. Di zona ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi sejarah angkutan darat, laut, dan udara baik tradisional khas Indonesia maupun di dunia. Para pengunjung bisa menemukan cara baru belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Di satu sisi zona edukasi ditempeli papan yang diberikan simbol tanda tanya dan di bawahnya terdapat tombol berwarna merah jika ditekan maka akan mengeluarkan bunyi menyerupai klakson kereta api atau knalpot kendaraan tertentu. Pengunjung bisa menebak bunyi apakah yang dimaksud. Untuk jawabannya, pengunjung bisa melihat di balik simbol tanda tanya.
Tidak hanya tebak suara, pengunjung juga bisa menjawab pertanyaan yang diberi¬kan di monitor touch screen di area yang sama dengan tebak suara. Pertanyaannya sekitar jenis angkutan dan sejarahnya. Setelah puas bermain dengan fasilitas zona edukasi, para pengunjung juga bisa mempelajari jenis-jenis mesin dan cara kerjanya. Ternyata banyak hal tidak diketa- hui masyarakat umum mengenai cara kerja mesin berdasarkan jenisnya. Misalkan saja mesin diesel berbeda dengan mesin berba- han bakar premium Seusai mempelajari jenis-jenis mesin, pengunjung menyusuri jalanan dan dibawa ke sebuah zona yang bernama Batavia dan Pecinan. Di satu sisi khas angkutan dan budaya Batavia, sedangkan sisi lainnya khas angkutan dan budaya Pecinan. Satu tempat dengan perpaduan budaya ini sangat menarik untuk dikunjungi. Bahkan pengunjung merasa senang untuk mengam- bil gambar. Zona ini seperti replika kota tua di Jakarta dan kawasan pecinan. Ada sketsel Pelabuhan Sunda Kelapa, Sta- siun Jakarta Kota di sana. Di tempat ini, pengunjung harus mengantri untuk berfoto di spot-spot unik yang tersedia. Berbagai alat transportasi mulai dari kereta roda yang ditarik sapi, sepeda, hingga mobil tua ada di sana.
Dari zona Batavia dan pecinan, rute selanjutnya mengantar pengunjung menuju pameran koleksi sepeda dari jaman bahela. Bahkan ada roda kendaraan terbesar dan terkecil juga ditampilkan. Setelah melalui itu semua, tibalah pe¬ngunjung ke tempat yang bernama zona Gangster atau Gangster Town. Saatnya beraksi dan siap membawa pengunjung terlibat di dunia gangster, serta broadway street yang menjadi tempat impian para artis tersohor dunia. Di sini banyak pengunjung yang mengambil foto dengan kendaraan- kendaraan yang biasa digunakan para gangster yang ditampilkan di televisi. Sua- sananya agak panas karena memang tidak ada tempat berteduh untuk di zona ini. Di sekitarnya, terdapat toko oleh-oleh yang menjual pernak-pernik seperti baju, gantungan kunci, juga dijual minuman dan makanan ringan. Namun sayang, pernak- perniknya hanya sedikit yang menyantum- kan nama Museum Angkut. Setelah itu pengunjung akan memasuki dimensi benua Eropa atau yang disebut Zona Eropa. Zona ini menggambarkan kota-kota di Eropa seperti Italia dengan ken-daraan vespanya, Perancis, Jerman dengan kendaraan VWnya, dan Inggris. Dalam sketsa-sketsa yang dibuat berdasarkan negara-negara di Eropa, terdapat koleksi kendaraan lengkap dengan spot foto yang mewakili ikon masing-masing negara.
Pencahayaan di Zona Eropa ini cenderung agak gelap, sehingga bagi penikmat fotografi harap memperhatikan setting pencahayaan kamera masing-masing untuk memperoleh hasil yang baik.
Keluar dari Zona Eropa, pengunjung disambut dengan air mancur dan taman- taman indah. Dengan bunga-bunga khas pegunungan, menyimbolkan pengunjung akan memasuki zona Istana Buckingham. Suasanya pun sejuk sekali dengan cipratan air dari air mancur. Replika Istana Buckingham yang memiliki nilai sejarah, kini hadir sebagai salah satu koleksi historical building dengan nuansa yang romantis. Di dalam istana, pengunjung bisa menjumpai mobil-mobil mewah khas kerajaan yang biasa ditumpangi para raja, ratu, ataupun pangeran. Di atas plafon dipasang lampu-lampu Kristal yang kisaran harganya sekitar Rp 10 juta per lampu. Bagi yang lelah mengelilingi museum, para pengunjung bisa duduk di kursi-kursi menyerupai mobil. Lepas dari zona Istana Buckingham, pengunjung akan memasuki zona Las Vegas. Kota Las Vegas yang dihiasi dengan gemerlap dunia malam. Hadir dengan beberapa mobil jenis limousine yang sangat panjang, di dalamnya ada beberapa televisi. Berikutnya pengunjung langsung menuju zona Hollywood. Di zona ini, pengunjung bisa menemukan replika tokoh-tokoh film terkenal Hollywood beserta angkutan fa- voritnya. Ada patung iconic yang ada di zona itu yakni Patung Hulk yang menginjak mobil. Pengunjung ramai sekali untuk mengambil foto dengan berbagai pose di patung hulk ini.
Zona Hollywood merupakan sket terakhir dari seluruh rangkaian di Mu¬seum Angkut. Keluar dari zona tersebut, pengunjung akan digiring untuk memasuki sensasi simulator gerbong kereta api yang dibuat persis bergerak seperti jika kita menaiki kereta api jaman dahulu untuk kemudian berhenti di area food market dan pasar seni, Pasar Apung.
Sebelum memasuki museum, sebaiknya para pengunjung makan dan minum secu- kupnya terlebih dahulu. Sebab di dalam lokasi, kita tidak diijinkan untuk mem- bawa makanan dan minuman dari luar. Sedangkan pos penjualan minuman ber- ada agak jauh di dalam (dekat spot theater). Bagi mereka yang berkunjung sore hari, ada baiknya membawa jaket atau minimal pasmina sebagai penghangat badan. Suhu udara di luar ruangan sangat dingin.
Di museum ini pengunjung juga bisa menikmati berbagai penampilan. Antara lain Welcome to Gangster Town (pukul 14.00-14.30), Super Hero Costume in Hollywood (15.00-15.30), Three Elements Show (pukul 19.45), serta parade (weekend dan holiday season pukul 17.00 WIB) start dari Buckingham Palace – Las Vegas – Broadway – Gangster Town – Sunda Kelapa, dan finish di Hollywood.

Everyday is Holiday
SEBAGAI KOTA WISATA, BATU MEMPUNYAI MOTTO “EVERYDAY IS HOLIDAY”.
Ini karena banyaknya pilihan tujuan wisata di Kota Batu. Semua bisa dinikmati setiap hari. Dibangunnya Museum Angkut (MA) sebagai salah satu alternatif tujuan wisata, menambah lengkap keragaman wisata Kota Batu. Sebagai bentuk diversifikasi wisata, MA lebih menonjolkan wisata transportasi, juga pendidikan. Dari segi pendidikan MA memberikan informasi tentang sejarah kendaraan baik dari dalam dan luar negeri. MA juga dilengkapi wisata kuliner yang menonjolkan masakan khas Kota Batu dan Kota Malang.
“Ke depan saya menyarankan untuk menambahkan hiburan berbentuk kabaret yang bertemakan angkutan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Adiek Iman Santoso. Animo wisatawan dengan dibukanya MA bertambah 5-10%. Untuk menambah jumlah pengunjung ke MA, Pemkot Batu ikut aktif mempromosikan dengan mengikutsertakan dalam Anugrah Wisata Nusantara (AWN). Sebab MA merupakan obyek wisata kreatif, sehingga promosi itu bertujuan agar MA bisa dikenal masyarakat luas baik regional dan nasional.
Kota Batu juga mengembangkan Desa Wisata. Saat ini ada tiga dari 12 Desa Wisata yang sedang dikembangkan. Tiga desa tersebut yakni Gunungsari, Punten, dan Sumber Rejo. Desa Wisata Gunungsari mengunggulkan wisata petik mawar, karena wilayah itu merupakan pemasok mawar terbesar ke Jakarta. Tahun 2015 direncanakan Pemkot akan menambahkan anggaran Rp. 500 juta untuk pengembangan sarana dan prasarana di Gungungsari. Sedangkan Desa Wisata Punten memiliki potensi wisata petik apel dan flying fox. Sumber Rejo memiliki potensi wisata petik mawar dan kerajian cinderamata seperti keramik. “Kami optimis keberadannya mampu menarik turis mancanegara, karena pemkot membuat program desa wisata untuk mendukung konsep wisata internasional,” jelasnya.
Di setiap kecamatan akan dibuat Rest Area. Di Kec. Bumiaji sudah dilakukan pavingisasi. Tahun 2015 akan ditambahkan fasilitas MCK, map directory wisata , gazebo, dan kios-kios agar masyarakat sekitar bisa berjualan. Di rest area itu akan disediakan bus untuk menuju lokasi wisata yang diinginkan pengunjung. Ia menyadari, dengan topologi area pegunungan, Kota Batu susah menambah jalan. Karenanya dengan dibangunnya rest area, diharapkan akan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Kota Batu. Pemkot memberi kemudahan perijinan bagi pelaku usaha di Kota Batu, serta memberi pengertian kepada pengusaha hotel agar memberi harga wajar atas harga yang diberlakukan saat weekdays dan weekend. Tiga variabel yang dibuat oleh Pemkot Batu untuk mempertahankan pengunjung yaitu daya saing tinggi, rasa aman dan nyaman, serta mengoptimalkan obyek wisata yang ada. “Wisata-wisata dengan minat khusus juga sedang kami kembangkan, seperti punden-punden, dan festival bantengan/’ tambahnya. Ia berharap, semakin banyak event tahunan provinsi yang dilaksanakan di Batu. Pemkot berupaya menjadikan Batu sebagai tujuan wisata kedua setelah Bali. “Kami akan terns bekerjasama dengan agen-agen travel
‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Buletin PRASETYA Volume 68b Agustus 2014, halaman 42-45

Krisdayanti (KD), Batu

Kris dayanti.24 Maret 1975, di Batu, Jawa Timur Krisdayanti lahir dari pasangan Trenggono (ayah) dan Rachma Widadiningsih (ibu). Ia memiliki seorang kakak perempuan, Yuni Shara, serta seorang adik perempuan berlainan bapak, Kartika Sari.

Tahun 1984, Kris hijrah ke Jakarta bersama ibunya, masuk Sanggar Merah Putih pimpinan Toto Sugiarno. diusia sembilan tahun mengisi suara film anak-anak Megaloman. Usia 12 tahun, membuat album pertama berjudul Burung-Burung Malam bersama perusahaan rekaman Gembala Record. Namun gagal di pasaran.

Tahun 1991, Kris mengikuti pemilihan model remaja terkenal GADIS Sampul.  Meski minder berhasil sebagai finalis.

Tahun 1992, Kris mengikuti festival Asia Bagus. Kompetisi awal di Singapura merebut gelar Weekly Champion (juara mingguan), lalu Monthly Champion (juara bulanan), grand final di Tokyo, Jepang berhasil dinobatkan sebagai Grand Champion atau juara umum festival Asia Bagus 1992.

Kris_DayantiTahun 1993, meraih penghargaan FIDOF Awards sebagai The Young Talented Artist pada festival Bucharest, Rumania , bermain dalam sinetron None di TPI, diawali dengan Jendela Rumah Kita serial terpopuler TVRI, pada salah satu episode berjudul “Gadis Manis dalam Gerimis”.

Tahun 1994, Karier akting dilanjutkan dalam sinetron Cemplon di SCTV.

Tahun 1995, di Indosiar dalam sinetron Tantangan dan Saat Memberi Saat Menerima di RCTI. a rekaman album solo berjudul “Terserah”, “Kala Rindu” dan “Penantian” pada Hemagita Records,  menjadi Warner Music Indonesia.

Tahun 1996, merilis album “Cinta merupakan album duet pertama Krisdayanti bersama Anang.

22 Agustus 1996, Krisdayanti menikah muda dengan Anang Hermansyah, Mereka berdua membuat demo album duet dirilis dengan judul Cinta. Sebanyak 1.000 keping pertama album tersebut diberikan sebagai kado untuk undangan yang datang ke pernikahan mereka. Banyak hit yang lahir dari album ini seperti “Cinta”, “Berartinya Dirimu”, “Di Hati”, dan “Dua Hati”.

Tahun 1996 dan 1997, Kris tampil dalam sinetron Istana Impian produksi Multivision Plus tayang di Indosiar. Kemudian sinetron Abad 21 di RCTI dan Istri Pilihan di Indosiar. Perannya di dua sinetron tersebut mendapat nominasi “Pemeran Wanita Terbaik” pada Festival Sinetron Indonesia pada tahun 1996 dan 1997. Singel soundtrack Abad 21 berjudul “Kau dan Aku” juga meraih popularitas. Krisdayanti salah satu dari “6 wanita paling berkilau di televisi tahun 1996” versi tabloid Bintang Indonesia.

Tahun 1997, Krisdayanti dan Anang berhasil meraih penghargaan “Album Pop Terbaik” pada Anugerah Musik Indonesia . Duet Krisdayanti – Anang berlanjut di  Kasih. Singgel pertama berjudul “Demi Cinta”, album ini mendapatkan penghargaan double platinum. Krisdayanti juga mengikuti kompetisi Asia Bagus di Odaiba, diadu bersama para pemenang lainnya. sebagai juara dan dinobatkan sebagai The Best of Asia Bagus.

10 Juli 1998, Kris melahirkan seorang perempuan, Titania Aurelie Nurhermansyah. Merilis album duet bersama Anang bertajuk Buah Hati. Dengan singel berjudul “Timang-Timang” video klipnya digarap di rumah mereka bersama sang bayi. Semasa hamil juga membuat album solo bertajuk Sayang. Pertama kalinya, Kris memproduseri sendiri albumnya dan menulis dua buah lagu, dibantu Melly Goeslaw, Oppie Andaresta, Ari Bias dan suaminya sendiri. Album ini. Juga

Tahun 1998, Krisdayanti membintangi sinetron berjudul Doaku Harapanku bersama aktor Dicky Wahyudi pada bulan Ramadan.  Juga merilis singel “Doaku Harapanku” dijadikan sebagai soundtrack sinetron tersebut. Sinetron ini sukses.

Tayangan ini juga menjadi pelopor sinetron-sinetron Ramadan di Indonesia pada tahun-tahun berikutnya. Doaku Harapanku juga terpilih menjadi salah satu dari “20 Sinetron Paling Fenomenal” versi tabloid Bintang Indonesia.

Tahun 1999, di ajang penghargaan musik tertinggi Malaysia—Kris berhasil memperoleh penghargaan “Album Indonesia Terbaik”. Ia juga dianugerahi penghargaan “Most Wanted Female Artist” dan “Most Wanted Indonesian Video” oleh MTV Asia Tenggara.

Tahun 2000, Kris membintangi sinetron yang ditayangkan stasiun SCTV, yaitu Terpesona.  merilis album solo bertajuk Mencintaimu. singel berikutnya “Rembulan”, “Jangan Pergi”, “Yang Ku Mau”. Album ini berhasil membawa kemenangan Krisdayanti pada banyak ajang penghargaan. Pada ajang Anugerah Musik Indonesia 2000, Krisdayanti memperoleh dua penghargaan yaitu “Penyanyi Wanita Terbaik” bidang pop progresif dan “Lagu Terbaik” bidang umum untuk “Mencintaimu”. Krisdayanti juga memborong kategori-kategori utama pada pergelaran perdana Anugerah Planet Muzik—ajang perhargaan tingkat Asia Tenggara yang dirintis di Singapura—yaitu “Artis Wanita Terbaik”, “Album Terbaik”, dan “Lagu Terbaik”.

27 Juni 2000, Krisdayanti melahirkan anak keduanya, seorang laki-laki, yang diberi nama Azriel Akbar Hermansyah.

Tahun 2001, MTV Indonesia  turut memberikan penghargaan “Most Favourite Female” kepada Krisdayanti.

20 September 2001, Krisdayanti menggelar konser tunggal perdananya (Konser KD) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Dengan Erwin Gutawa sebagai penata musik serta Jay Subiyakto sebagai penata seni. Disiarkan secara langsung oleh SCTV. Konser ini merupakan pertunjukan musik terbesar bagi penyanyi wanita lokal saat itu. Sejak saat itu, gelar Diva Pop Indonesia selalu melekat pada namanya.

8 November 2001, konser bersama diva-diva Asia Tenggara bertajuk Diva SEA di Istora Gelora Bung Karno. Pertunjukan tersebut menampilkan Krisdayanti sebagai wakil Indonesia bersama Vina Panduwinata dan Titi DJ; Siti Nurhaliza, Sheila Majid, dan Fauziah Latiff sebagai wakil Malaysia; serta Kuh Ledesma sebagai wakil Filipina.

Tahun 2001, membintangi sinetron Mencintaimu juga di stasiun SCTV.

Tahun 2002, di bulan Ramadan Kris bersama Anjasmara dalam sinetron Doa dan Anugerah ditayangkan di Indosiar. Tayangan ini mengulang sukses Doaku Harapanku dan kembali dibuatkan sekuelnya pada Ramadan berikutnya. Melalu sinetron-sinetron tersebut ia dua kali dinominasikan sebagai “Aktris Terfavorit” pada ajang Panasonic Awards, yaitu pada tahun 2000 dan 2003. Tahun yang sama, Krisdayanti dikontrak oleh Trans TV untuk memandu programnya sendiri bertajuk KD Show. Acara tersebut berhasil menjadi salah satu tayangan unggulan Trans TV hingga tahun 2004.

Tahun 2003, Kris meluncurkan album duet bersama Anang “Menuju Terang”,  “Bila Cinta Tak Berdosa” dan “Rapuh” diusung sebagai singel andalan dari album tersebut. Pada tahun yang sama, Krisdayanti meluncurkan sebuah buku berjudul Seribu Satu KD yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Menceritakan pasang surut perjalanan kehidupan dan kariernya, buku tersebut turut menampilkan foto-foto khusus Krisdayanti hasil jepretan Darwis Triadi dan Jay Subiyakto.

Pada Anugerah Citra Kartini Indonesia (2003), Krisdayanti menerima penghargaan  pin emas dari Yayasan Citra Prestasi. karena prestasinya di bidang musik namun tetap menyadari kodratnya sebagai seorang wanita. diundangan tampil pada perhelatan MTV Asia Awards (2003) di Singapura. Terlibat dalam World Peace Music Awards—pertunjukan amal yang melibatkan para musisi dari berbagai negara—di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Krisdayanti membawakan tiga lagu secara solo diiringi orkestra pimpinan Erwin Gutawa, serta berduet dengan Gloria Gaynor, penyanyi disko asal Amerika Serikat, dalam sebuah lagu berjudul “Together We Stand”.

Tahun 2004, merilis album solo Cahaya diproduseri Erwin Gutawa. Kris menambahkan unsur musik country dalam album tersebut dan menyajikan lebih banyak lagu-lagu dengan irama cepat.  Sejumlah hit meluncur sukses dari album ini seperti “Pilihlah Aku”, “Cobalah Untuk Setia”, dan “Mahadaya Cinta”. Album ini laku 160.000 kopi dalam dua hari. Cahaya  kemudian mendapat  penghargaan triple platinum atas catatan penjualan lebih dari 450.000 kopi. Melalui album ini, ia juga meraih dua penghargaan pada Anugerah Musik Indonesia yaitu “Album Pop Terbaik” dan “Karya Produksi Terbaik”. Krisdayanti juga memenangkan penghargaan “Artis Wanita Terbaik” pada ajang Anugerah Planet Muzik 2005 di Singapura. Sepanjang tahun 2004, Krisdayanti berhasil menyelenggarakan banyak konser di berbagai tempat, termasuk di luar negeri.

27 Juni 2004, mengadakan konser tunggal bertajuk Cahaya KD di Suntec International Exhibition Convention Center, Singapura. Konser yang disponsori Janner Siahaan dengan CLAY Production.

18 Juli hingga 3 Agustus 2004, Kris menggelar tur konser di enam kota besar di Indonesia, yaitu Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Solo, Denpasar, dan Bandung.

4 Desember 2004, mengadakan konser tunggal bertajuk KD Live in Tokyo di Aprico Hall, Tokyo, Jepang. Pada pertunjukan tersebut, selain membawakan lagu-lagunya yang sudah populer, Krisdayanti juga membawakan dua lagu berbahasa Jepang serta tembang dangdut dan keroncong.

24 Maret 2005, Kris menggelar konser tunggal keduanya bertajuk KD 1530 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center.  Konser tersebut dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun ke-30 Krisdayanti dan menandai 15 tahun kariernya sebagai penyanyi profesional. Seperti konser tunggalnya empat tahun silam, konser ini menggandeng Erwin Gutawa sebagai pengarah musik dan Jay Subiyakto sebagai penata artistik. Konser kali ini kembali menuai kesuksesan dan seluruh tiket yang disediakan habis terjual.[56]

Pada tahun 2005, Krisdayanti merilis singel berjudul “Can’t Remember a Time” yang diciptakan oleh Diane Warren, komposer terkenal asal Amerika Serikat.[28] Lagu tersebut dimuat dalam album kompilasi bertajuk Diane Warren Presents Love Songs. Ia juga berduet bersama Melly Goeslaw dalam singel berjudul “Cinta” yang merupakan soundtrack film arahan sutradara Rudi Soedjarwo, Tentang Dia.Krisdayanti merilis ulang album Cahaya dalam edisi khusus dengan empat lagu tambahan, salah satunya yaitu daur ulang dari lagu dangdut “Penasaran” ciptaan Rhoma Irama. Pada akhir tahun 2005, Krisdayanti membintangi sinetron Ramadan bertajuk Mukjizat Allah yang ditayangkan di Indosiar.[57]

Tahun 2006, Krisdayanti menggelar konser bertajuk 3 Diva bersama Titi DJ dan Ruth Sahanaya di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Gagasan oleh KD Production bersama Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto. Berlanjut dalam tur konser di tiga kota besar lainnya, Surabaya, Bandung, dan Denpasar.

25 Maret 2007, 3 Diva melesat di Malaysia. Konser mereka dilangsungkan di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Setelah sukses di Indonesia, kemudian 3 Diva meluncurkan album kompilasi berjudul Semua Jadi Satu. Album tersebut berisi lagu-lagu yang dibawakan mereka saat konser dan menampilkan singel andalan “Semua Jadi Satu”, sebuah lagu daur ulang dari Malyda dan 2D.

Tahun 2006 Kris membintangi film Jatuh Cinta Lagi. Dalam film garapan KD Production dan MPV Pictures, berperan sebagai Lila dipasangkan dengan aktor Gary Iskak. Selanjutnya untuk sepuluh tahun pernikahannya, merilis album bertajuk Sepuluh Tahun Pertama.

Tahun 2007, Krisdayanti merilis solo album berjudul namanya sendiri, Krisdayanti. Kris merekrut Melly Goeslaw dan Anto Hoed sebagai produser. “I’m Sorry Goodbye” sebagai singel utama dan berhasil menduduki posisi puncak tangga lagu di Indonesia.

Tahun 2007, hubungan 3 Diva bersama Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto mulai retak. Krisdayanti, Titi DJ, dan Ruth Sahanaya dapat terus menggunakan nama 3 Diva, namun tanpa campur-tangan Erwin Gutawa dan Jay Subiyakto. Setelah perpisahan tersebut, mereka merilis album mini berformat CD multimedia bertajuk 3 Diva. Album tersebut berisi tiga lagu, yaitu “A Lotta Love”, “Adilkah Ini Untukku”, dan “Mencinta”.

Tahun 2008, Kris memenangkan penghargaan “Artis Wanita Terbaik” pada Anugerah Planet Muzik  yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Album ini juga laris di Malaysia dan mendapat penghargaan platinum untuk penjualan lebih dari 25.000 keping di negara tersebut. Krisdayanti kembali bersatu dengan Ajai sebagai pasangan duet dalam lagu “Perlu Kamu” yang merupakan soundtrack film Malaysia berjudul 1957: Hati Malaya.

Siti Nurhaliza merilis album duet bersama Krisdayanti berjudul CTKD: Canda, Tangis, Ketawa, Duka .

Tahun 2009, Kris meluncurkan album duet terakhirnya bersama Anang dengan judul Dilanda Cinta. menampilkan satu lagu baru, “Dilanda Cinta”,  sisanya  lagu-lagu duet lama mereka. Juga merilis album solo Aku Wanita Biasa. lagu lama Krisdayanti direkam ulang dengan aransemen baru dari Andi Rianto, serta dua lagu baru, “Aku Wanita Biasa” dan “Jangan Biarkan Cinta Menangis”. Tahun ini juga Kris mempublikasikan buku keduanya bersama Alberthiene Endah yang diberi judul My Life, My Secret. Buku berformat memoar tersebut, Krisdayanti membuka rahasia hidupnya yang tidak terekspos media seperti kecanduan narkoba dan operasi plastik. Buku tersebut berhasil menjadi best-seller di Indonesia. Krisdayanti juga menyumbangkan suaranya pada soundtrack film Ketika Cinta Bertasbih pada lagu “Menanti Cinta”.

9 Mei 2009, Kris menggelar konser tunggal di Esplanade Concert Hall, Singapura dengan tajuk Krisdayanti Live at Esplanade,  terselenggara atas permintaan langsung oleh promotor Kevin Chin, dengan iringan Magenta Combo Orchestra pimpinan Andi Rianto. Di bawah payung KD Production, ia juga menggarap konser tunggal perdana Melly Goeslaw bertajuk Glow, Melly Goeslaw in Concert 2009 di Tennis Indoor Senayan.

Agustus 2009, Sepulang ibadah umrah, Krisdayanti memutuskan untuk mengakhiri 13 tahun pernikahannya bersama Anang.

22 Oktober 2009, Krisdayanti resmi menyandang status janda secara hukum .

Tahun 2009 akhir, Krisdayanti merilis album duet bersama penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza yang diberi judul CTKD: Canda, Tangis, Ketawa, Duka. Kurang mendapat sambutan di Indonesia, namun album ini berhasil meraih kesuksesan di Malaysia.

Tahun 2010,  singel hit berjudul “Amarah”. Pada pergelaran Anugerah Industri Muzik di Kuala Lumpur, Malaysia, mendapat dua penghargaan, yakni “Persembahan Vokal Berkumpulan Dalam Lagu” untuk duetnya bersama Siti Nurhaliza dalam lagu “Amarah” serta “Lagu Bahasa Melayu Terbaik Yang Dipersembahkan Oleh Artis Luar Negara” untuk lagu solonya “Aku Wanita Biasa”.

Tahun 2011, Krisdayanti bekerja sama dengan Maia Estianty dalam singel berjudul “Kamu di Hatiku Selamanya”. Lagu tersebut dimasukan ke dalam album mini Cintaku Kan Selalu Menemanimu bersama tiga singel lainnya yaitu “Cintaku Kan Selalu Menemanimu”, “Aku Pasti Kembali”, serta kolaborasi bersama Yuni Shara dan Iis Dahlia, “Nurleila”.

20 Maret 2011, Krisdayanti menikah dengan Raul Lemos.

5 September 2011, Pernikahan Kris dan Raul Lemos dikaruniai seorang putri bernama Ariannha Amora Lemos pada. Krisdayanti menyatakan siap meninggalkan dunia hiburan dan menetap di Timor Leste sebagai seorang ibu rumah tangga. Kemudian menarik pernyataan dan mengatakan bahwa ingin terus menyanyi sampai tua sepeti Titiek Puspa.

Tahun 2012, Kris kembali merekam sebuah lagu ciptaan Bebi Romeo berjudul “Pernah Denganmu”. Lagu tersebut dimuat dalam album kompilasi bertajuk Bebi Romeo Mega Hits.

Krisdayanti melahirkan anak kedua dari pernikahannya, Raul Lemos yaitu Kellen Alexander

Jatim Park 2 (2)

Batu Secret Zoo, Menyaksikan Satwa Dunia di Habitat Tiruannya

Kota Batu dengan udara yang sejuk semakln mengukuhkan keberadaannya sebagai Kota Wisata yang tersohor di Indonesia. Makin hari wahana wisata yang ada di kota makin bertambah dan makin lengkap. Setelah ada Jatim Park, dan akhir tahun 2008 muncul BNS (Batu Night Spectacular), sekarang muncul objek wisata baru Jatim Park 2 yang dimulai dengan pembukaan Museum Satwa sejak awal 2010. Seperti halnya Jatim Park (I), konsep Jawa Timur Park 2 sarat dengan pengetahuan yang dapat dikunjungi ketika Anda berada di kota Batu. Jawa Timur Park 2 ini berada dekat dengan Batu Night Spectaculer (BNS), selain menikrnati pernandangan alarn bernpa pegunungan dengan suasana yang rnenyegarkan.

Kebanyakan orang mengira Jatim Park 2 berada di kota Lamongan. Di kota Lamongan bukanlah Jatim Park 2, melainkan WBL (Wisata Bahari Lamongan). Jatim Park 2 berada di kota Batu, berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 14 Hektar, Jatim Park 2 meliputi Museum Satwa, Secret Zoo (kebun Binatang), Tree Inn (Hotel Pohon). Semua kental dengan nuansa satwa dan alam, meski sebagian besar buatan. Ketika sampai di tempat tujuan, terlihat bangunan gedung yang cukup menonjol, yang secara sclintas seperti bangunan kuno di Roma dengan pilar besar dan kokoh. Itulah bangunan Museum Satwa. Tempat parkir yang disediakan juga sangat luas. Pengunjung atau pengemudi tidak akan lupa di mana dia memarkir kendaraannya, jika sebelum meninggalkan kendaraan dilihat dulu “alamat” tempat parkir. Setiap lokasi parkir diberi tanda (alamat) khusus. Sayangnya kurang pohon peneduh yang ada pun tidak cukup besar.

Kita bisa memilih ke museum dulu, atau ke Secret Zoo dulu. Tiket yang dijual bisa Anda pilih, terusan atau museum saja atau Secret Zoo saja. Untuk menikmati sajian secara terusan (untuk Museum Satwa dan Secret Zoo) kita harus merogoh kocek, Rp 50.000/orang pada akhir pekan, dan Rp 40.000/0rang pada hari-hari biasa. Memang terasa mahal; tapi kita akan menikmati pengalaman yang belum pernah kita alami di mana saja, paling tidak di Indonesia. Kita coba memilih masuk ke museum dulu. Kesan pertama, gedung museum ini sangat megah dan mewah. Tampak luar museum ini mengingatkan kita pada bangunan Yunani Kuno, seperti Parthenon di Athena. Ini sebuah upaya parodik dengan meminjam image klasik Barat. Bisa banyak tafsir atas hal ini, bisa sebagai jejak bahwa asal museum memang dari Barat, bisa juga sebagai sind iran bahwa kita belum bisa melepaskan diri dari bayang-bayang arsitektur Barat.

Di depannya ada patung gajah besar-saya kira lebih besar dari aslinya. Kemudian menaiki trap dan menapaki lantai marmer. Museum ini merupakan wahana edukasi, di mana pengunjung dapat melihat diorama-diorama hewan dari berbagai belahan dunia. Di beranda depan anda akan disambut dengan sebuah sangkar burung super besar. Di dalam sangkar raksasa ini terdapat ornamen tambahan seperti taman bunga dan patung burung. Tepat banget buat obyek foto. Dari sini awal petualangan kita menyusuri lorong-lorong yang hanya diterangi lampu temaram yang berpendar dari diorama-diorama sepanjang jalur. Setiap selesai menikmati diorama di satu ruang, ada petunjuk arah ke mana anda harus melangkah selanjutnya.

Terdapat lebih dari 80 diorama yang menyajikan satwa diawetkan dari beberapa penjuru dunia, termasuk dari Indonesia. Di setiap ruang anda akan menemukan diorama binatang yang dibentuk tiga dimensi sehingga seperti alam asli binatang yang ada di Negara asalnya. Apapun binatangnya, diorama tiga dimensi menyajikan pemandangan alam seperti di habitat aslinya. Ketika kita menyaksikan beruang kutub misalnya, pemandangan latar belakang diorama itu persis alam aslinya yang bersalju. Binatang yang disajikan berasal dari berbagai belahan dunia yang tidak kita saksikan sehari-hari di negeri sendiri. Salah satu ruang disebut insektarium yang berisi 5.000 jenis serangga yang didapatkan dari berbagai tempat seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia dan bahkan dari Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika, dan tentu saja serangga dari hutan Indonesia. Di ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai jenis kupu-kupu yang diawetkan, juga binatang yang kita kenal sebagai hama kelapa, garengpung.

Di bagian lain, pengunjung juga diberikan kesempatan menikmati fish diorama berupa diorama kehidupan bawah air. Di ruang ini disajikan baik kehidupan di air tawar seperti sungai, danau maupun rawa, juga di air laut di beberapa kedalaman yang berbeda-beda. Semua disajikan seperti benar-benar di habitat aslinya. Dalam museum juga terdapat replika fosil dinosaurus yang terbuat dari bahan fiberglass. Ruang ini sangat menarik, karena lighting diperoleh dari langit-langit yang dilukis sangat serupa langit di alam bebas Jengkap dengan gumpalan awan. Museum Satwa juga dilengkapi fasilitas Teater, menyajikan film-film tentang sa twa dan kehidupannya di alam liar, ditambah dengan simulasi anatomi satwa agar pengunjung bisa mengetahui seluk-beluk satwa dengan lebih baik. Jika masih kurang puas dengan penjelasan tentang satwa, para guide yang profesional siap memandu wisatawan untuk menerangkan dan memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.

Di tengah perjalanan tersedia satu “warung” untuk beristirahat. Warung ini dibangun seperti warung di pedesaan, terbuat dari bambu beratap ilalang dengan penerangan temaram-kecuali kasirnya yang menggunakan mesin kas modern dan mesin pendingin. Kita harus menyusuri setiap lorong, tidak ada jalan untuk kembali, hanya ada satu pintu keluar. Namun udara sejuk di dalam museum yang dilengkapi mesin penyejuk udara, belum terasa capeknya. Mungkin juga karena belum terlahi jauh kita berjalan. Mereka yang memberi tiket terusan, bisa langsung masuk ke Secret Zoo tanpa bayar lagi. Lokasi Secret Zoo tepat bersebelahan dengan Museum Satwa hanya dipisahkan oleh hotel Pohon Inn. Secret Zoo terasa sangat  luas, terutama bagi pengunjung usia lanjut, atau yang tidak biasa olahraga jalan-jalan. Begitu kita masuk ke Museum, atau ke Jatim Park 2, hanya ada satu pintu keluar setelah pengunjung melewati seJuruh bagian yang disajikan. Tapi jangan khawatir, di tengah perjalanan Anda bisa menyewa kereta bermotor untuk berkeliling selama seharian dengan tarip Rp 150.000.

Entah mengapa dinamai Secret Zoo atau terjemahan kasamya kebun binatang rahasia. Berbeda dengan museum, bintang yang ditampilkan di Secret Zoo semua binatang hidup. Kebun binatang modem yang sangat berbeda dengan kebun binatang biasa. Arsitektur kebun binatang ini berskala intemasional, yang hampir  seluruh bagiannya mengikuti kontur alam aslinya. Sebagian koleksi satwa yang disajikan tidak banyak kita temukan di kebun binatang lain di Indonesia. Memang tidak semuanya binatang langka, ada juga burung parkit atau ular. Memberi makan burung parkit ini rasanya seru banget. Kita akan dikerubuti oleh puluhan burung parkit yang berebut makanan. Ah nggak usah banyak omong dah, anda bisa saksikan sendiri serunya memberi akan burung parkit yang jinak-jinak. Seperti di museum, pengunjung akan diarahkan harus menuju ke mana setelah selesai dengan satu sesi. Dijamin tidak ada bagian yang ketinggalan atau tidak dilewati. Ini kelebihannya atau juga dirasakan sebagai kekurangan oleh sebagian pengunjung. Tidak ada jalan pintas bagi mereka yang kelelahan.

Jatim Park 2 kota Batu berada di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu. Lokasi ini bisa ditempuh dari alun-alun kota, atau sebelum memasuki alun-alun kota, ada pertigaan yang diberi tanda menuju ke lokasi. Jalan mulus, meski agak sempit seperti jalan-jalan di pegunungan layaknya. Ikuti petunjuk yang disediakan di setiap belokan, Anda akan sampai di lokasi. Jatim Park 2 buka mulai pukul 10.00-18.00 WIB. Di tengah antara Museum Satwa dan Batu Secret Zoo ada bangunan seperti pohon besar. Memang bukan pohon beneran. Pohon ini terbuat dari semen. Di balik akar pohon yang besar, kita temukan serambi hotel yang diberi nama Pohon inn. Tapi jangan salah duga, kita tidak harus tidur di atas pohon. Pohon Inn saran seperti hotel-hotel lainnya dengan fasilitas modem dan tarip “modern” juga, hanya bagian depannya saja dibuat seperti pohon.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, Volume III, No. 28, April 2011,

Paralayang, Gunung Banyak

Wisata Paralayang Extreme Challenge

DARI Fauzi Very Sandi yang lebih akrab dipanggil Ojie’, kami dapat banyak informasi soal kegiatan paralayang di Batu. Pemilik Boenga Batoe di Jl. Bukit Berbunga No 112 Sidomulyo Batu ini juga sebagai operator wisata paralayang, air soft gun, donut challenge, outbound training, family gathering, motor trail dan jungle trecking. “Kalau ada yang berminat pada salah satu kegiatan wisata yang penuh tantangan ini, kami siap membantunya,” kata Ojie’. Kawasan Gunung Banyak sebenarnya sudah cukup lama dikenal sebagai kawasan yang indah untuk olahraga dirgantara ini. Namun, secara resmi penggunaan kawasan tersebut sebagai kawasan paralayang pada 20 Juni 2000 lalu. Saat itulah kawasan Gunung Banyak ini diresmikan menjadi wanawisata dirgantara. Peresmiannya ditandai dengan pembuatan prasasti yang ditandatangani Ketua Umum Federasi Aero Sport Indonesia saat itu Marsekal TNI Hanafi Asnan.

Kawasan ini sengaja dipilih karena cocok sebagai pusat olahraga paralayang. Para atlet bisa terbang berkeliling sambil mengintip pemandangan alam dari udara. Setelah berputar-putar di udara, mereka mendarat di kawasan Songgoriti, Kota Wisata Batu. Lokasi ini tidak hanya dimanfaatkan para pecinta paralayang di Malang Raya bahkan atlet nasional tetapi juga wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu untuk mendorong semangat pemilih Pemilihan Presiden (Pilpres 2009) pernah menggunakan atraksi paralayang untuk menyebarkan 100.000 lembar brosur di atas perumahan di Kota Batu. Isi brosur adalah materi sosialisasi Pilpres. Atraksi berlangsung menarik, dilakukan oleh atlet paralayang. Penyebaran materi sosialisasi berupa brosur dilakukan di tiga titik lokasi, di tiga lokasi kecamatan, yakni Kecamatan Batu, Junrejo dan Bumiaji.

Gunung Banyak tak hanya menjadi obyek wisata yang menarik karena keindahan alamnya. Letaknya di perbatasan wilayah Kota Wisata Batu dan Kabupaten Malang ini juga serasa bisa menjadi tempat untuk menikmati outer journey. Ratusan ribu titik lampu warna-warni menjadi sajian utama Gunung Banyak di malam hari. Pijaran titik lampu yang berjajar membuat semacam garis tak beraturan seolah hanya tampak seperti cahaya lilin. Sebagian besar titik lampu seukuran telur puyuh tampak seakan diam dan sebagian lagi bergerak. Itulah pemandangan yang disajikan Gunung Banyak pada malam hari. Gunung ini terletak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Wisata Batu, dan berbatasan langsung dengan Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Tinggi gunung kurang lebih 1.300 meter di atas permukaan laut (dpl). Keindahan pemandangan di daratan itu tak selalu tampak. Untuk menikmatinya juga terkadang harus menunggu beberapa saat. Karena, tidak jarang di tengah menikmati keindahan, tiba-tiba kabut turun menyelimuti kawasan ini. Jika sudah begini, semuanya kembali menjadi putih, dan sesekali juga gelap. Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan atraksi para atlet paralayang baik dari lokasi pendaratan di kawasan Songgoriti maupun dari lokasi pemberangkatan di atas Gunung Banyak tidak perlu khawatir. Di lokasi ini juga tersedia banyak fasilitas pendukung mulai gardu pandang, warung makanan, hingga tempat singgah. Tapi, pernahkah Anda membayangkan bisa terbang membelah udara, melayanglayang bagai burung walet menjelajah langit biru di angkasa? Memang agak sulit membayangkan jika manusia bisa menumbuhkan sayap kemudian terbang seperti yang biasa digambarkan dalam film-film Hollywood.

Paralayang adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Pilot atau orang yang mengemudikan parasut tersebut duduk di suatu sabuk (homes) yang menggantung di bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Olahraga paralayang adalah olahraga di alam bebas. Menikmati udara bebas siapa yang tak suka? Hanya dengan memanfaatkan angin dapat melayang-layang tinggi di angkasa luas dan merasakan desiran angin dalam kesunyian. Bayangkan saja, beberapa saat sebelumnya menginjak bumi namun beberapa saat kemudian sudah memandang bumi dari sisi lain, dari sebuah ketinggian di angkasa raya. Kalau cuaca mendukung maka akan dapat terbang sesuai keinginan. Dalam olahraga ini, keselamatan adalah paling utama yang harus senantiasa diperhatikan. Bagi yang belum menguasai olahraga ini secara mandiri, disediakan partner yang berpengalaman dan memiliki kualifikasi sebagai atlet paralayang untuk melayani tandem. Bebarapa instrumen yang biasa dipakai adalah variometer (untuk mengukur tekanan udara, tingkat akselerasi perubahan ketinggian), HT, dan GPS. Olahraga paralayang memang penuh tantangan, siapa takut?. fathoni/m djupri

 ‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SAREKDA, Jawa Timur, edisi: 012, 2011.

 

Kakap Gulung Udang Rambutan

Makan Malam Khas Pondok Jatim Park

Makan malam kerap kurang menarik selera. Namun, jika makan malam itu di Pondok Jatim Park, dijamin lahap. Pasalnya, inovasi menu makanan mengalir bagai air. Pendek kata, semenit pun bisa lahir menu masakan baru. Maklum, manager operasional F&B-nya sangat piawai. Pasti mampu menguasai kecenderungan selera pengunjung.

Kakap gulung dengan saus jeruk memunculkan rasa khas. Tidak neg. Nikmat sekali. Apalagi disajikan dalam keadaan masih panas, Hawa dingin Kota Batu hilang seketika, Daging ikan kakap disayat, kemudian digulung sebesar ibu jari, Biar tak lepas diikat dengan daun bawang, Ketika baru digoreng, aroma lezatnya tersembul dari kepulan asap ramuan bumbu rahasia, Sebagai pemikat, daun salad dan mentimun menghias piring saji,  Hemm ! Liur pun tak tertahan. Selera makan malam makin memuncak.

Dengan menu udang rambutan, sebagai menu pendamping, udang dibalut tepung dan bihun tersebut persis rambutan. Bedanya, hanya digoreng. Meski tampak keras, empuk digigit. Gurih. Rasanya merasuk halus di lidah. Sungguh nikmat. Kacang kapri, wortel dan mentimun bukan sekadar penghias. Ketiganya penangkal melonjaknya kolesterol dalam tubuh.

Jadi, asyik dilahap juga. Lalapan yang am an untuk kesehatan tubuh.  Soal saus, dijamin lain dari merk saus yang ada. Penggalian bagian F&B Pondok Jatim tak pernah berhenti mencoba. Paduan saus dengan jenis menu diperhitungkan secara matang. Bukan asal saus. Aroma jeruk dalam saus terbukti mampu membangkitkan selera, menghilangkan rasa neg, dan bikin fress.

Tentu dengan komposisi yang pas. Cocok untuk jenis menu sea food seperti kakap gulung dan udang rambutan. Hidangan pelengkap, pastilah minuman. Orange bubble ice, dipastikan cepat membuang haus. Rasanya sudah “berbicara” betapa piawai kokinya. Perlahan muncul rasa jeruknya, bersamaan itu pula merebak rasa segar es berbalut rasa susu. Enak. Sekali lagi enak, makan malam di Pondok Jatim Park. Naskah dan foto : Azmi

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Jatim News, Tabloid Wisata Plus, Edisi 36, 09 – 221Juli 2004, Th. II

Wanawisata Kakek Bodo: Keindahan Area Makam di Hutan Terawat

Dalam hutan yang terawat dan terjaga dari aksi penjarahan, pastilah tersimpan potensi keindahan alam luar biasa. Isinya merupakan perpaduan faktor lokasi, konfigurasi vegetasi, fauna, dan lingkungan. Perhutani Unit II Jatim memiliki hutan macam itu di kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Keindahannya disempurnakan dengan empat buah air terjun, dan batu-batu megalitikum. Di situlah Wanawisata Kakek Bodo berada.

Mengunjungi objek wisata tersebut sangat mudah. Lokasinya antara Surabaya-Malang. Berkendaraan pribadi dari Surabaya relatif dekat, berkisar 60 km. Dari Malang sekitar 50 km. Badanjalan beraspal mulus. Taman Budaya Candrawilwatikta dan Candi Jawi yang berlatar Gunung Penanggungan, mengawali suguhan keindahan panorama alam kawasan Tretes itu. Jalan bertambah curam. Naikturun dan berkelok-kelok tajam. Terbayang, betapa berat dan susahnya (dahulu) membuka kawasan hutan di lereng utara Gunung Welirang tersebut.

Legenda mewarnai kisah perjalanan ke kawasan Tretes itu. “Masyarakat di sini menamai (objek wisata itu) makam Kakek Bodo,” kata Lurah Pecalukan, Sugihardowo, dalam percakapan dengan Jatim News. Dia mengaku tidak tahu pasti kapan sebutan tersebut mulai mencuat. Begitu pula ihwal siapa sesungguhnya orang tua yang dijuluki Kakek Bodo tersebut. Hal yang pasti, sebutan tersebut mengakar kuat di masyarakat setempat, sekuat legendanya, “sekuat” situs makamnya.

Menjadi tidak keliru nama Kakek Bodo dan situs makamnya (sekitar 400 meter dari pintu gerbang) diabadikan menjadi nama objek wisata tersebut. Pasalnya, situs makam dalam kawasan hutan di Kabupaten Pasuruan belahan barat itu memang berdaya tarik wisata. Versi Choirul, petugas jaga di wanawisata itu, Kakek Bodo hidup pada masa colonial Belanda, seputar tahun 1836. “Profesinya” pembantu rumah tangga di sebuah keluarga kompeni. Konon, dia berkepribadian lugu, jujur, taat beribadat, dan bersahaja.

Kakek itu, entah siapa namanya, digambarkan sangat patuh pada majikan. Segala perintah dikerjakan. tuntas. Uniknya, sebelum ada perintah selesai, tugas terus dijalankani. Pernah suatu ketika, kakek dimaksud ditugaskan menidurkan Si Nonik, anak majikan. Dijaganya terus, walau Nonik sudah pulas. “Bodohnya”, sampai Nonik terjaga lagi, dia masih tak beranjak dari tempatnya semula. “Mungkin, dari keluguan dan kejujurannya itulah dia dijuluki Kakek Bodo (Jawa: bodoh-Red.),” komentar Lurah Sugihardowo.

Lurah asli Pandaan itupun menuturkan kembali legenda Kakek Bodo yang diperolehnya dari kalangan sesepuh desa secara turun-temurun. Dikisahkan, setelah lama mengabdi dikeluarga kompeni yang diduga tinggal di sekitar hutan Lali Jiwa, kakek dimaksud pamit untuk bertapa di lereng Gunung Welirang. Lokasi pertapaannya berdekatan dengan sebuah airterjun. Seluruh anggota keluarga majikannya amat berat melepas kepergiannya. Namun, niat kakek sudah bulat. Menyucikan diri, meninggalkan keduniawian.

Setelah lama berselang. Laku tapa bratakakek tersebut membuahkan hasil. Dia mempunyai daya linuwih (kesaktian) yang tidak semua orang dapat memperolehnya. Masyarakat sekitar memanfaatkannya untuk memecahkan berbagai problema hidup yang mereka hadapi. Antara lain memohon kesembuhan dari penyakit, meminta berkah, keselamatan, hingga nasihat. Lantaran usia lanjut, kakek sakti itu meninggal di lokasi pertapaannya. Sebagai ungkapan rasa terima kasih dan penghormatan, masyarakat setempat merawat makamnya, dan dikeramatkan, karomah (dimuliakan).

Bertahun-tahun kemudian, area situs makam itu malah kian cantik. Lahirlah objek wisata berjuluk Wanawisata Kakek Bodo dalam kawasan hutan yang memang indah, terawat. Malah, tak hanya pas untuk rekreasi, tapi juga olahraga jogging, mendaki, panjat tebing, berkemah, dan memotret bagi yang hobi fotografi. Jalan bertrap batu, naik-turun. Diapit batu-batu megalitikum.Barisan pohon pinus, akasia, kaliandra, dan mahoni, sungguh menyejukkan nafas, mendamaikan hati. Gemercik air Kali Getih menambah rasa tenteram dan sakral. Warisan Kakek Bodo, boleh jadi.      Azmi

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 19, 26 September -10  Oktober 2003, Tahun I