Motif Batik Pada “Pusat Batik Majapahit Kabupaten Mojokerto  

batik-mojokerto-motif-matahari-merahMojokerto adalah kota yang pernah menjadi ibukota Majapahit, di kota ini banyak sekali peninggalan bersejarah. “Pusat Batik Majapahit” merupakan penerus kebudayaan tradisi masyarakat, di mana secara turun temurun membuat karya-karya berupa kain batik yang bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk busana tetapi menjadi berbagai macam barang sesuai dengan keperluan pemakainya. Khususnya masyarakat Mojokerto dengan ciri khas batik daerahnya. “Pusat Batik Majapahit” perlu dikembangkan, pengembangan sangat diperlukan untuk  memperbaharui apa yang telah ada, dengan tujuan agar lebih bervariasi dan memberi gambaran yang  fresh sesuai dengan perkembangan zaman.

Sejarah perkembangan pembatikan di Mojokerto termasuk muda usianya. Batik Mojokerto merupakan sebuah budaya kerajinan batik yang sejarahnya berkembang dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Keunikan batik Mojokerto adalah pada nama-nama coraknya yang sangat asing dan aneh ditelinga sebagian orang. Misalnya gedeg rubuh, matahari, mrico bolong, pring sedapur, grinsing, atau suryamajapait. Batik Mojokerto kini memiliki 6 motif yang telah dipatenkan, yakni pring sedapur, mrico bolong, sisik gringsing, koro renteng, rawan indek dan matahari. Penulisan ini memaparkan tentang motif batik di “Pusat Batik Majapahit” dan proses pengembangan motif batik dengan menggunakan sumber ide motif batik di ‘Pusat Batik Majapahit” Kabupaten Mojokerto.

Sejarah Perusahaan

“Pusat Batik Majapahit” merupakan perusahaan kerajinan batik yang berada di Jalan RA Basuni DusunDaleman Desa Japan Kecamatan Sooko KabupatenMojokerto. Merupakan salah satu tempat produksi danpenjual batik khas Mojokerto. Sebagian besar sumber idedalam penciptaan pembuatan motif berasal dariMajapahit seperti candi-candi dan tumbuhan, sebabMojokerto pernah menjadi pusat Ibukota Majapahit makapeninggalan-peninggalannya bisa dijadikan icon motif  “Pusat Batik Majapahit” yang bertujuan untuk mengingatkan bahwa di Kabupaten Mojokertomempunyai berbagai macam sejarah dan sekaligus saksisejarah yang masih ada dan tetap harus dilestarikan.

 Sumber Ide Dalam penciptaan Motif batik yang diterapkan pada kain di “Pusat Batik Majapahit”“Batik Paduraksa Bajangratu”

Ada berbagai macam jenis bangunan yang tak terhitung banyaknya, mempunyai macam perbedaan baik dari segi bentuk, manfaat serta latar belakang berdirinya bangunan yang dibuat oleh manusia. Dari berbagaimacam bangunan yang ada selain difungsikan sebagaitempat berlindung dapat pula dijadikan sumber inspirasi dalam penciptaan berbagai macam ragam  hias. “Pusat Batik Majapahit” memanfaatkan bangunan yang ada di Kabupaten Mojokerto salah satunya adalah gapura Paduraksa Bajangratu sebagai sumber ide dalam penciptaan motif. Banyak kriteria dan latar belakang yang dijadikan pertimbangan dalam pengambilan jenisbangunan yang dipakai yaitu mempunyai sejarah yangkuat, sehingga dalam pemilihan ragam hias atau motif bangunan mempunyai tujuan masing-masing. Motif  utama pada “Batik Paduraksa Bajangratu” adalah gapura Paduraksa Bajangratu, motif pengisi 2 bunga Cempaka, motif pengisi 2 Surya Majapahit dan motif pinggiran Stupika.

Batik Kupu -kupu

Batik Kupu-kupu merupakan salah satu batik yang dimiliki oleh “Pusat Batik Majapahit” dengan golongan motif geometris, motif utamanya yaitu hewanKupu-kupu, jenis hewan untuk dijadikan sumber idehanya yang dapat ditemui didaerah lingkungan sekitarkhususnya di Kabupaten Mojokerto. Salah satu motif kebanggaan “Pusat Batik Majapahit” selain candi- candi.

Pengembangan Motif Batik pada “Pusat Batik Majapahit”, yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit salah satunya adalah motif kupu-kupu dan bunga yang banyak diminati pelanggan, motif yang cenderung feminim banyak menarik minat dari kalangan wanita (Ibu Wiwin, Maret 2014). Sumber ide “Batik Kupu- kupu” dengan motif utama yaitu hewan Kupu-kupu, motif pengisi 2 Bunga Matahari, motif pengisi 3 Surya Majapahit dan motif pinggiran Bata Berelief.

Batik Daun Mrico Bolong

Batik Mrico Bolong merupakan salah satu batik yang dimiliki oleh “Pusat Batik Majapahit” dengan golongan motif non geometris, motif utamanya yaitu daun dari bunga matahari yang dipadukan dengan isen-isen Mrico Bolong. Mrico Bolong adalah salah satu motif khas Mojokerto yang sudah dipatenkan.Tujuan isen-isenuntuk memperindah pola secara keseluruhan, baik ornamen pokok maupun ornamen pengisi diberi isian atau hiasan. Mojokerto kini memiliki 6 motif yang telah dipatenkan, yakni Pring Sedapur, Mrico Bolong, Sisik Gringsing, Koro Renteng, Rawan Indek dan Matahari (bunga matahari). Sumber ide “Batik Daun Mrico Bolong” motif utama yaitu daun bunga Matahari, motif pengisi 1 hewan Kupu-kupu, motif pengisi 2 batik Parang, motif pengisi 3 Surya Majapahit dan motif isen-isen latar yaitu mrico bolong

Batik Bunga Matahari

Batik Bunga Matahari merupakan salah satu batik yang dimiliki “Pusat Batik Majapahit” dengan golongan motif geometris, batik ke 4 yang peneliti kembangakan desain motifnya. Disebut “Batik Bunga Matahari” karena sumber ide utamanya adalah bunga Matahari, bunga Matahari memang salah satu tumbuhan yang sangat indah tidak salah apabila “Pusat Batik Majapahit” sering menggunakan jenis tumbuhan inisebagai sumber idenya.

Motif utama “Batik Bunga Matahari” adalah bunga Matahari yang dipadukan dengan hewan Kupu-kupu sebagai motif pendukung, motif ini muncul sekitar 1 tahun lalu didesain oleh karyawan “Pusat Batik Majapahit”, yang menyukainya kebanyakan kaum Ibu-ibu, memang motif dengan pola tumbuh-tumbuhanbanyak mencerminkan kewanitaan, banyak yangmewakili kepada sifat – sifat yang feminim. Sumber ide  penciptaan “Batik Bunga Matahari” motif  utama yaitu bunga Matahari, motif pengisi 1 hewan Kupu-kupu, motif pengisi 2 awan dan motif pengisi 3 Surya Majapahit.

 Batik Ukel

Batik Ukel merupakan salah satu jenis batik yangdimiliki “Pusat Batik Majapahit” yang merupakan batik dengan golongan non geometris, “Batik Ukel” adalah  jenis  batik  ke 5  yang dikembangkan. Ukel biasa disebut juga dengan ulir, banyak sebutan yang diberikan pada bentuk – bentuk detail merupakan jenis ukiran di Jawa, maka dari itu disebut “Batik Ukel” sebab hampir semua motif ukel yang mendominasi. Sumber ide penciptaan yaitu motif utama ukelan atau sulur, motif pengisi 1 bunga Teratai dan motif pengisi 2 SuryaMajapahit.

 Proses Pengembagan Desain Motif Batik “Batik Paduraksa Bajangratu”

Pada pengembangan motif batik yang pertama yaitu “Batik Paduraksa Bajangratu” motif utama gapura Paduraksa Bajangratu mengalami sedikit perubahan desain namun masih jelas terlihat bahwa gapura Paduraksa Bajangratu yang indah. Motif hasil pengembangan digambarkan lebih menjulang tinggi sebab pada kenyataannya gapura Paduraksa Bajang ratu tingginya 16 meter.Pola dasar motif gapura Paduraksa Bajang ratu tersusun dari beberapa bentuk segitiga, persegi panjang, dan bentuk lainnya, dibawah desain gapura diberikan gambar rumput kiri dan kanan yang memberikan kesanbahwa gapura Paduraksa Bajangratu sangat menyatudengan alam tidak monoton hanya sekedar bangunan, diatas gapura Paduraksa Bajangratu ditambahkan Matahari dan Awan yang bertujuan untuk memperindahdan pelengkap gapura Paduraksa Bajangratu sehinggamembuat gapura Paduraksa Bajangratu nampak tidak simetris ketika dikombinasikan dengan alam yang berupa Awan dan Matahari.

Bunga Cempaka merupakan motif pengisi 1, padahasil pengembangan motif bunga Cempaka mengalami stilasi meskipun subjek berasal dari alam tetapi tidak seluruhnya dituangkan dalam bentuk serupa hanya mengambil intinya saja sehingga memberikan beberapa segi  yang  menguntungkan. Surya Majapahit merupakan motif pengisi 2 yaitu sebagai simbol “Pusat Batik Majapahit” hasil dalam pengembangan motif Surya Majapahit tidak banyak mengalami perubahan bentuk,hanya saja bagian luar kontur Surya Majapahit tidak diberikan garis-garis lurus hal ini bertujuan agar lebih simpel tanpa menghilangkan ciri khas Surya Majapahit, komposisi peletakan motif pengisi 2 ini diletakkanditengah motif pengisi 1 yaitu bunga Cempaka.Isen- isen pada “Batik Paduraksa Bajangratu” sebelumnya tidak menggunakan isen-isen, pada hasil  pengembangan  motif  “Batik Paduraksa Bajangratu” ditambahan isen-isen yaitu berupa cecek atau titik yang dipadukan dengan garis lengkung atau rambutan rawan (seperti rambut) sehingga “Batik Paduraksa Bajangratu” lengkap dengan isen-isen.

Motif pinggiran “Batik Paduraksa Bajangratu” adalah Stupika, dalam hasil pengembangan motif pinggiran stupika masih jelasterlihat tidak mengalami banyak perubahan bentuk darimotif sebelumnya, garis-garis lurus yang menghubungan Stupika dikembangkan menjadi garis-garis lengkung yang diisi dengan garis-garis lurus, posisi Stupika membentuk pola segitiga dilanjutkan Stupika yang saling berhadapan yang pada bagian atas diberikan symbol “Pusat Batik Majapahit” yaitu Surya Majapahit hal ini bertujuan untuk menyatukan antara Stupika dan Surya Majapahit yang keduanya merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang masih ada sampai sekarang.

Warna dalam “Batik Paduraksa Bajangratu” sebelum dikembangkan yaitu warna hijau muda yang dirasa kurang menarik minat remaja kemudian dikembangkan menjadi warna ungu yang dipadukan dengan warnalainnya sehingga menimbulkan kesan yang cerah.Dari hasil penilaian Validator terhadap pengembangan “Batik Paduraksa Bajangratu” komposisi yang baik keseimbangan antara motif utama dan motif lainnya, begitu juga dengan center of interest, ukuran dan kemudahan mengenali masing-masing motif sehingga pengembangan ini layak untuk digunakan.

“Batik Kupu – kupu” Pada pengembangan motif batik yang kedua “Batik Kupu- kupu” motif utama pada batik ini adalah Kupu-kupu yakni hewan mempunyai sayap yang indah,sebelum dikembangkan Kupu-kupu digambarkan secara jelas dengan bentuk Kupu-kupu yang saling berhadapan dengan sedikit mengalami stilasi atau perubahan bentuk, kemudian motif Kupu-kupu dikembangkan menjadi hewan Kupu-kupu yang utuh tidak hanya saling berhadapan yang terlihat dari samping saja sehingga terkesan lebih indah dengan kedua sayapnya. Ada 5 jenisstilasi Kupu-kupu yang digambarkan, di posisi tengah digambarkan Kupu-kupu ukuran besar dengan arah tegak,di kelilingi 4 Kupu-kupu yang berukuran kecil denganarah miring yang memberikan maksud bahwa apapun ukuran Kupu-kupu tetap seimbang sehingga tidak akan berpengaruh pada segi keindahan. Bunga Matahari merupakan motif pengisi 1, pada “Batik Kupu – kupu” hasil pengembangan motif Bunga Matahari mengalamistilasi atau perubahan bentuk yang begitu signifikan darimotif sebelumnya namun masih terlihat jelas bentuk dari bunga Matahari sesungguhnya meskipun subjek berasaldari alam tetapi tidak seluruhnya dituangkan dalam bentuk serupa hanya diambil intinya saja. Bunga Matahari digambarkan mulai dari kuncup sampai bunga yang sudah bermekaran dipadukan dengan daun dariberbagai arah.

Dari hasil penilaian Validator terhadap  pengembangan “Batik Kupu – kupu” komposisi antara motif utama dan motif lainnya sangat baik sehingga bisa sangat mudah mengenali antara masing-masing motif, sehingga pengembangan “Batik Kupu – kupu” layak digunakan adalah daun dari bunga matahari dari desain motif sebelumnya motif utama hanya sedikit mengalami stilasinamun masih jelas terlihat bentuk dari sumber idenya,setelah dikembangkan motif utama daun bunga matahari juga masih nampak bentuk aslinya namun di berikan sentuhan ragam hias sehingga membuat daun bunga matahari lebih cantik dengan paduan bunga matahariyang bermekaran sehingga tidak monoton hanya daunsaja. Di tengah – tengah motif utama diberikan tambahan motif Surya Majapahit yang memisahkan kedua desainmotif utama yang di mirror agar memdapatkan iramayang harmonis.Komposisi peletakan motif utamadiletakkan pada bagian bawah dan atas yang bersebelahan dengan motif pinggiran karena motif utama tidak hanya diletakkan ditengah saja sebab motif pengisi1 dan 2 merupakan motif pendukung yang tujuan untuk memperindah pola keseluruhan jadi dimanapun letak motif utama dimaksdunya agar saling memperindah satusama lain antar motif. Warna sangat penting dalam hasil semua karya seni, termasuk batik karena warna dapat mempengaruhi secara psikologis bagi  seseorang. Warna “Batik Batik Daun Mrico Bolong” sebelum dikembangkan terdiri dari berbagai unsur warna setelah dikembangkan “Batik  Batik Daun Mrico Bolong” diberikan baground hijau yang dipadukan dengan warna merah untuk motif pengisi akan memberikan kesan penuh kepercayaan dan keberanian.Dari penilaian Validator komposisi, center of interest, peletekan bidang gambar, ukuran dan kemudahan mengenali masing-masing motif cukup baik sehinggamotif yang dikembangkan layak digunakan.

 Batik Bunga Matahari

Batik Bunga Matahari merupakan jenis batik yang keempat yang dikembangkan peneliti, motif utama pada “Batik Bunga Matahari” adalah bunga matahari yangmerupakan tumbuhan yang sering dijumpai dimana saja,pada motif batik sebelumnya motif utama bunga matahari digambarkan dengan bentuk motif stilasi yang hanya sedikit mengalami perubahan bentuk sepertimenghilangkan tumpuk bunga matahari. Namun motif batik sebelumnya kurang begitu menampilkan ragamhiasnya setelah dikembangkan peneliti motif utama diletakkan pada bagian atas dan bawah berdekatandengan motif pinggiran, motif bunga mataharidigambarkan dari kuncup sampai bunga yang bermekaran dengan bentuk stilasi yang menarik sehingga terkesanlebih cantik.

Motif pengisi 1 pada “Batik Bunga Matahari” adalah Kupu-kupu Tanaecia Trigerta diletakkan padaposisi tengah dengan arah tegak dan miring yang terdiridari 3 Kupu-kupu dalam satu kelompok satu Kupu-kupuyang terlihat kedua sayapnya dan dua Kupu-kupu terlihat dari samping atau hanya terlihat satu sayap saja. Motif pengisi 2 dengan sumber ide awan tidak dimunculkandalam pengembangan yang dilakukan penulis sebabmotif pengisi 2 hanya motif tambahan saja sehingga tidak akan berpengaruh. Motif pengisi 3 Surya Majapahit sebagai simbol “Pusat Batik Majapahit” posisi peletakan motif pengisi 3 diletakkan di tengah antara motif utama,dan di atas motif utama.Warna sangat penting dalam hasil semua karya seni, setelah dikembangkan “Batik Bunga Matahari” menggunakan warna merah yang memberikan artikekuatan dan paling menarik perhatian, warna merah diasosiasikan darah dan berani yang merupakan warna  primer maka dari itu “Batik Bunga Matahari” akan memberikan kesan kekuatan dengan perpaduan bunga Matahari yang indah berwarna  pink atau merah muda dan Kupu-kupu berwarna kuning karena merah dan kuning mempunyai makna yang ceria. Dari hasil penilaian Validator ahli Komposisi pengembangan “Batik Bunga Mata hari” sangat baik, center of interest, peletakanbidang, ukuran dalam penyusunan dan kemudahan mengenali masing-masing motif baik sehingga motif   pegembangan “Batik Bunga Matahari” layak digunakan.

 Batik Ukel

Batik Ukel merupakan jenis batik yang terakhir yang dikembangkan peneliti, motif utama pada “Batik Ukel” adalah motif ukel yang didapatkan dari ukiran kayu pada masyarakat Jawa yang indah yang sebenarnyaberasal dari tumbuhan yang mengalami stilasi perubahanbentuk, pada motif sebelumnya motif utama ukelanhanya sedikit mengalami stilasi dari sumber ide motif ukel sebelumnya sehingga belum begitu menampilanragam hiasnya. Setelah dikembangkan peneliti motif utama diletakkan pada posisi tengah berbentuk elips, Surya Majapahit diletakkan pada posisidi tengah lengkungan elips dipadukan bunga Teratai serta daunnya yang sudah distilasi terkesan lebih harmonis dan cantik, setelah dikembangkan “Batik Ukel” diberikan baground warna hitam yang dipadukan dengan warna orange untuk motif pinggiran dan motif pengisi 3 yaitu Surya Majapahit akan memberikan kesan misterius yang cocok digunakan dari usia anak-anak, remaja sampai orangdewasa. Dari hasil penilaian Validator ahli Komposisidan center of interest   pengembangan “Batik Bunga Matahari” sangat baik, pellet akan bidang, ukuran dalam penyusunan dan kemudahan mengenali masing – masing motif baik sehingga motif pegembangan “Batik Bunga Matahari” layak digunakan.

——————————————————————————————-Lutfiana Cahyani, Dra. Indah Chrysanti A, M.Sn (Universitas Negeri Surabaya). Pengembangan Motif Batik Pada “Pusat Batik Majapahit” Di Kabupaten Mojokerto.  Jurnal Pendidikan Seni Rupa, Volume 2 Nomor2Tahun 2014,116-122

Motif Batik Pada “Pusat Batik Majapahit Kabupaten Mojokerto  

batik-mojokerto-motif-matahari-merahMojokerto adalah kota yang pernah menjadi ibukota Majapahit, di kota ini banyak sekali peninggalan bersejarah. “Pusat Batik Majapahit” merupakan penerus kebudayaan tradisi masyarakat, di mana secara turun temurun membuat karya-karya berupa kain batik yang bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk busana tetapi menjadi berbagai macam barang sesuai dengan keperluan pemakainya. Khususnya masyarakat Mojokerto dengan ciri khas batik daerahnya. “Pusat Batik Majapahit” perlu dikembangkan, pengembangan sangat diperlukan untuk  memperbaharui apa yang telah ada, dengan tujuan agar lebih bervariasi dan memberi gambaran yang  fresh sesuai dengan perkembangan zaman.

Sejarah perkembangan pembatikan di Mojokerto termasuk muda usianya. Batik Mojokerto merupakan sebuah budaya kerajinan batik yang sejarahnya berkembang dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Keunikan batik Mojokerto adalah pada nama-nama coraknya yang sangat asing dan aneh ditelinga sebagian orang. Misalnya gedeg rubuh, matahari, mrico bolong, pring sedapur, grinsing, atau suryamajapait. Batik Mojokerto kini memiliki 6 motif yang telah dipatenkan, yakni pring sedapur, mrico bolong, sisik gringsing, koro renteng, rawan indek dan matahari. Penulisan ini memaparkan tentang motif batik di “Pusat Batik Majapahit” dan proses pengembangan motif batik dengan menggunakan sumber ide motif batik di ‘Pusat Batik Majapahit” Kabupaten Mojokerto.

Sejarah Perusahaan

“Pusat Batik Majapahit” merupakan perusahaan kerajinan batik yang berada di Jalan RA Basuni DusunDaleman Desa Japan Kecamatan Sooko KabupatenMojokerto. Merupakan salah satu tempat produksi danpenjual batik khas Mojokerto. Sebagian besar sumber idedalam penciptaan pembuatan motif berasal dariMajapahit seperti candi-candi dan tumbuhan, sebabMojokerto pernah menjadi pusat Ibukota Majapahit makapeninggalan-peninggalannya bisa dijadikan icon motif  “Pusat Batik Majapahit” yang bertujuan untuk mengingatkan bahwa di Kabupaten Mojokertomempunyai berbagai macam sejarah dan sekaligus saksisejarah yang masih ada dan tetap harus dilestarikan.

 Sumber Ide Dalam penciptaan Motif batik yang diterapkan pada kain di “Pusat Batik Majapahit”“Batik Paduraksa Bajangratu”

Ada berbagai macam jenis bangunan yang tak terhitung banyaknya, mempunyai macam perbedaan baik dari segi bentuk, manfaat serta latar belakang berdirinya bangunan yang dibuat oleh manusia. Dari berbagaimacam bangunan yang ada selain difungsikan sebagaitempat berlindung dapat pula dijadikan sumber inspirasi dalam penciptaan berbagai macam ragam  hias. “Pusat Batik Majapahit” memanfaatkan bangunan yang ada di Kabupaten Mojokerto salah satunya adalah gapura Paduraksa Bajangratu sebagai sumber ide dalam penciptaan motif. Banyak kriteria dan latar belakang yang dijadikan pertimbangan dalam pengambilan jenisbangunan yang dipakai yaitu mempunyai sejarah yangkuat, sehingga dalam pemilihan ragam hias atau motif bangunan mempunyai tujuan masing-masing. Motif  utama pada “Batik Paduraksa Bajangratu” adalah gapura Paduraksa Bajangratu, motif pengisi 2 bunga Cempaka, motif pengisi 2 Surya Majapahit dan motif pinggiran Stupika.

Batik Kupu -kupu

Batik Kupu-kupu merupakan salah satu batik yang dimiliki oleh “Pusat Batik Majapahit” dengan golongan motif geometris, motif utamanya yaitu hewanKupu-kupu, jenis hewan untuk dijadikan sumber idehanya yang dapat ditemui didaerah lingkungan sekitarkhususnya di Kabupaten Mojokerto. Salah satu motif kebanggaan “Pusat Batik Majapahit” selain candi- candi.

Pengembangan Motif Batik pada “Pusat Batik Majapahit”, yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit salah satunya adalah motif kupu-kupu dan bunga yang banyak diminati pelanggan, motif yang cenderung feminim banyak menarik minat dari kalangan wanita (Ibu Wiwin, Maret 2014). Sumber ide “Batik Kupu- kupu” dengan motif utama yaitu hewan Kupu-kupu, motif pengisi 2 Bunga Matahari, motif pengisi 3 Surya Majapahit dan motif pinggiran Bata Berelief.

Batik Daun Mrico Bolong

Batik Mrico Bolong merupakan salah satu batik yang dimiliki oleh “Pusat Batik Majapahit” dengan golongan motif non geometris, motif utamanya yaitu daun dari bunga matahari yang dipadukan dengan isen-isen Mrico Bolong. Mrico Bolong adalah salah satu motif khas Mojokerto yang sudah dipatenkan.Tujuan isen-isenuntuk memperindah pola secara keseluruhan, baik ornamen pokok maupun ornamen pengisi diberi isian atau hiasan. Mojokerto kini memiliki 6 motif yang telah dipatenkan, yakni Pring Sedapur, Mrico Bolong, Sisik Gringsing, Koro Renteng, Rawan Indek dan Matahari (bunga matahari). Sumber ide “Batik Daun Mrico Bolong” motif utama yaitu daun bunga Matahari, motif pengisi 1 hewan Kupu-kupu, motif pengisi 2 batik Parang, motif pengisi 3 Surya Majapahit dan motif isen-isen latar yaitu mrico bolong

Batik Bunga Matahari

Batik Bunga Matahari merupakan salah satu batik yang dimiliki “Pusat Batik Majapahit” dengan golongan motif geometris, batik ke 4 yang peneliti kembangakan desain motifnya. Disebut “Batik Bunga Matahari” karena sumber ide utamanya adalah bunga Matahari, bunga Matahari memang salah satu tumbuhan yang sangat indah tidak salah apabila “Pusat Batik Majapahit” sering menggunakan jenis tumbuhan inisebagai sumber idenya.

Motif utama “Batik Bunga Matahari” adalah bunga Matahari yang dipadukan dengan hewan Kupu-kupu sebagai motif pendukung, motif ini muncul sekitar 1 tahun lalu didesain oleh karyawan “Pusat Batik Majapahit”, yang menyukainya kebanyakan kaum Ibu-ibu, memang motif dengan pola tumbuh-tumbuhanbanyak mencerminkan kewanitaan, banyak yangmewakili kepada sifat – sifat yang feminim. Sumber ide  penciptaan “Batik Bunga Matahari” motif  utama yaitu bunga Matahari, motif pengisi 1 hewan Kupu-kupu, motif pengisi 2 awan dan motif pengisi 3 Surya Majapahit.

 Batik Ukel

Batik Ukel merupakan salah satu jenis batik yangdimiliki “Pusat Batik Majapahit” yang merupakan batik dengan golongan non geometris, “Batik Ukel” adalah  jenis  batik  ke 5  yang dikembangkan. Ukel biasa disebut juga dengan ulir, banyak sebutan yang diberikan pada bentuk – bentuk detail merupakan jenis ukiran di Jawa, maka dari itu disebut “Batik Ukel” sebab hampir semua motif ukel yang mendominasi. Sumber ide penciptaan yaitu motif utama ukelan atau sulur, motif pengisi 1 bunga Teratai dan motif pengisi 2 SuryaMajapahit.

 Proses Pengembagan Desain Motif Batik “Batik Paduraksa Bajangratu”

Pada pengembangan motif batik yang pertama yaitu “Batik Paduraksa Bajangratu” motif utama gapura Paduraksa Bajangratu mengalami sedikit perubahan desain namun masih jelas terlihat bahwa gapura Paduraksa Bajangratu yang indah. Motif hasil pengembangan digambarkan lebih menjulang tinggi sebab pada kenyataannya gapura Paduraksa Bajang ratu tingginya 16 meter.Pola dasar motif gapura Paduraksa Bajang ratu tersusun dari beberapa bentuk segitiga, persegi panjang, dan bentuk lainnya, dibawah desain gapura diberikan gambar rumput kiri dan kanan yang memberikan kesanbahwa gapura Paduraksa Bajangratu sangat menyatudengan alam tidak monoton hanya sekedar bangunan, diatas gapura Paduraksa Bajangratu ditambahkan Matahari dan Awan yang bertujuan untuk memperindahdan pelengkap gapura Paduraksa Bajangratu sehinggamembuat gapura Paduraksa Bajangratu nampak tidak simetris ketika dikombinasikan dengan alam yang berupa Awan dan Matahari.

Bunga Cempaka merupakan motif pengisi 1, padahasil pengembangan motif bunga Cempaka mengalami stilasi meskipun subjek berasal dari alam tetapi tidak seluruhnya dituangkan dalam bentuk serupa hanya mengambil intinya saja sehingga memberikan beberapa segi  yang  menguntungkan. Surya Majapahit merupakan motif pengisi 2 yaitu sebagai simbol “Pusat Batik Majapahit” hasil dalam pengembangan motif Surya Majapahit tidak banyak mengalami perubahan bentuk,hanya saja bagian luar kontur Surya Majapahit tidak diberikan garis-garis lurus hal ini bertujuan agar lebih simpel tanpa menghilangkan ciri khas Surya Majapahit, komposisi peletakan motif pengisi 2 ini diletakkanditengah motif pengisi 1 yaitu bunga Cempaka.Isen- isen pada “Batik Paduraksa Bajangratu” sebelumnya tidak menggunakan isen-isen, pada hasil  pengembangan  motif  “Batik Paduraksa Bajangratu” ditambahan isen-isen yaitu berupa cecek atau titik yang dipadukan dengan garis lengkung atau rambutan rawan (seperti rambut) sehingga “Batik Paduraksa Bajangratu” lengkap dengan isen-isen.

Motif pinggiran “Batik Paduraksa Bajangratu” adalah Stupika, dalam hasil pengembangan motif pinggiran stupika masih jelasterlihat tidak mengalami banyak perubahan bentuk darimotif sebelumnya, garis-garis lurus yang menghubungan Stupika dikembangkan menjadi garis-garis lengkung yang diisi dengan garis-garis lurus, posisi Stupika membentuk pola segitiga dilanjutkan Stupika yang saling berhadapan yang pada bagian atas diberikan symbol “Pusat Batik Majapahit” yaitu Surya Majapahit hal ini bertujuan untuk menyatukan antara Stupika dan Surya Majapahit yang keduanya merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang masih ada sampai sekarang.

Warna dalam “Batik Paduraksa Bajangratu” sebelum dikembangkan yaitu warna hijau muda yang dirasa kurang menarik minat remaja kemudian dikembangkan menjadi warna ungu yang dipadukan dengan warnalainnya sehingga menimbulkan kesan yang cerah.Dari hasil penilaian Validator terhadap pengembangan “Batik Paduraksa Bajangratu” komposisi yang baik keseimbangan antara motif utama dan motif lainnya, begitu juga dengan center of interest, ukuran dan kemudahan mengenali masing-masing motif sehingga pengembangan ini layak untuk digunakan.

“Batik Kupu – kupu” Pada pengembangan motif batik yang kedua “Batik Kupu- kupu” motif utama pada batik ini adalah Kupu-kupu yakni hewan mempunyai sayap yang indah,sebelum dikembangkan Kupu-kupu digambarkan secara jelas dengan bentuk Kupu-kupu yang saling berhadapan dengan sedikit mengalami stilasi atau perubahan bentuk, kemudian motif Kupu-kupu dikembangkan menjadi hewan Kupu-kupu yang utuh tidak hanya saling berhadapan yang terlihat dari samping saja sehingga terkesan lebih indah dengan kedua sayapnya. Ada 5 jenisstilasi Kupu-kupu yang digambarkan, di posisi tengah digambarkan Kupu-kupu ukuran besar dengan arah tegak,di kelilingi 4 Kupu-kupu yang berukuran kecil denganarah miring yang memberikan maksud bahwa apapun ukuran Kupu-kupu tetap seimbang sehingga tidak akan berpengaruh pada segi keindahan. Bunga Matahari merupakan motif pengisi 1, pada “Batik Kupu – kupu” hasil pengembangan motif Bunga Matahari mengalamistilasi atau perubahan bentuk yang begitu signifikan darimotif sebelumnya namun masih terlihat jelas bentuk dari bunga Matahari sesungguhnya meskipun subjek berasaldari alam tetapi tidak seluruhnya dituangkan dalam bentuk serupa hanya diambil intinya saja. Bunga Matahari digambarkan mulai dari kuncup sampai bunga yang sudah bermekaran dipadukan dengan daun dariberbagai arah.

Dari hasil penilaian Validator terhadap  pengembangan “Batik Kupu – kupu” komposisi antara motif utama dan motif lainnya sangat baik sehingga bisa sangat mudah mengenali antara masing-masing motif, sehingga pengembangan “Batik Kupu – kupu” layak digunakan adalah daun dari bunga matahari dari desain motif sebelumnya motif utama hanya sedikit mengalami stilasinamun masih jelas terlihat bentuk dari sumber idenya,setelah dikembangkan motif utama daun bunga matahari juga masih nampak bentuk aslinya namun di berikan sentuhan ragam hias sehingga membuat daun bunga matahari lebih cantik dengan paduan bunga matahariyang bermekaran sehingga tidak monoton hanya daunsaja. Di tengah – tengah motif utama diberikan tambahan motif Surya Majapahit yang memisahkan kedua desainmotif utama yang di mirror agar memdapatkan iramayang harmonis.Komposisi peletakan motif utamadiletakkan pada bagian bawah dan atas yang bersebelahan dengan motif pinggiran karena motif utama tidak hanya diletakkan ditengah saja sebab motif pengisi1 dan 2 merupakan motif pendukung yang tujuan untuk memperindah pola keseluruhan jadi dimanapun letak motif utama dimaksdunya agar saling memperindah satusama lain antar motif. Warna sangat penting dalam hasil semua karya seni, termasuk batik karena warna dapat mempengaruhi secara psikologis bagi  seseorang. Warna “Batik Batik Daun Mrico Bolong” sebelum dikembangkan terdiri dari berbagai unsur warna setelah dikembangkan “Batik  Batik Daun Mrico Bolong” diberikan baground hijau yang dipadukan dengan warna merah untuk motif pengisi akan memberikan kesan penuh kepercayaan dan keberanian.Dari penilaian Validator komposisi, center of interest, peletekan bidang gambar, ukuran dan kemudahan mengenali masing-masing motif cukup baik sehinggamotif yang dikembangkan layak digunakan.

 Batik Bunga Matahari

Batik Bunga Matahari merupakan jenis batik yang keempat yang dikembangkan peneliti, motif utama pada “Batik Bunga Matahari” adalah bunga matahari yangmerupakan tumbuhan yang sering dijumpai dimana saja,pada motif batik sebelumnya motif utama bunga matahari digambarkan dengan bentuk motif stilasi yang hanya sedikit mengalami perubahan bentuk sepertimenghilangkan tumpuk bunga matahari. Namun motif batik sebelumnya kurang begitu menampilkan ragamhiasnya setelah dikembangkan peneliti motif utama diletakkan pada bagian atas dan bawah berdekatandengan motif pinggiran, motif bunga mataharidigambarkan dari kuncup sampai bunga yang bermekaran dengan bentuk stilasi yang menarik sehingga terkesanlebih cantik.

Motif pengisi 1 pada “Batik Bunga Matahari” adalah Kupu-kupu Tanaecia Trigerta diletakkan padaposisi tengah dengan arah tegak dan miring yang terdiridari 3 Kupu-kupu dalam satu kelompok satu Kupu-kupuyang terlihat kedua sayapnya dan dua Kupu-kupu terlihat dari samping atau hanya terlihat satu sayap saja. Motif pengisi 2 dengan sumber ide awan tidak dimunculkandalam pengembangan yang dilakukan penulis sebabmotif pengisi 2 hanya motif tambahan saja sehingga tidak akan berpengaruh. Motif pengisi 3 Surya Majapahit sebagai simbol “Pusat Batik Majapahit” posisi peletakan motif pengisi 3 diletakkan di tengah antara motif utama,dan di atas motif utama.Warna sangat penting dalam hasil semua karya seni, setelah dikembangkan “Batik Bunga Matahari” menggunakan warna merah yang memberikan artikekuatan dan paling menarik perhatian, warna merah diasosiasikan darah dan berani yang merupakan warna  primer maka dari itu “Batik Bunga Matahari” akan memberikan kesan kekuatan dengan perpaduan bunga Matahari yang indah berwarna  pink atau merah muda dan Kupu-kupu berwarna kuning karena merah dan kuning mempunyai makna yang ceria. Dari hasil penilaian Validator ahli Komposisi pengembangan “Batik Bunga Mata hari” sangat baik, center of interest, peletakanbidang, ukuran dalam penyusunan dan kemudahan mengenali masing-masing motif baik sehingga motif   pegembangan “Batik Bunga Matahari” layak digunakan.

 Batik Ukel

Batik Ukel merupakan jenis batik yang terakhir yang dikembangkan peneliti, motif utama pada “Batik Ukel” adalah motif ukel yang didapatkan dari ukiran kayu pada masyarakat Jawa yang indah yang sebenarnyaberasal dari tumbuhan yang mengalami stilasi perubahanbentuk, pada motif sebelumnya motif utama ukelanhanya sedikit mengalami stilasi dari sumber ide motif ukel sebelumnya sehingga belum begitu menampilanragam hiasnya. Setelah dikembangkan peneliti motif utama diletakkan pada posisi tengah berbentuk elips, Surya Majapahit diletakkan pada posisidi tengah lengkungan elips dipadukan bunga Teratai serta daunnya yang sudah distilasi terkesan lebih harmonis dan cantik, setelah dikembangkan “Batik Ukel” diberikan baground warna hitam yang dipadukan dengan warna orange untuk motif pinggiran dan motif pengisi 3 yaitu Surya Majapahit akan memberikan kesan misterius yang cocok digunakan dari usia anak-anak, remaja sampai orangdewasa. Dari hasil penilaian Validator ahli Komposisidan center of interest   pengembangan “Batik Bunga Matahari” sangat baik, pellet akan bidang, ukuran dalam penyusunan dan kemudahan mengenali masing – masing motif baik sehingga motif pegembangan “Batik Bunga Matahari” layak digunakan.

——————————————————————————————-Lutfiana Cahyani, Dra. Indah Chrysanti A, M.Sn (Universitas Negeri Surabaya). Pengembangan Motif Batik Pada “Pusat Batik Majapahit” Di Kabupaten Mojokerto.  Jurnal Pendidikan Seni Rupa, Volume 2 Nomor2Tahun 2014,116-122

Masjid Tiban Dalam Tanah, Kabupaten Mojokerto

Sampaikan Pesan Kematian Tempat Bertuah Untuk Nadzar

Pada hari-hari tertentu masjid ini banyak didatangi orang. Selain memenuhi rasa penasaran tentang keberadaan masjid yang berada di dalam tanah, tak sedikit pula yang melakukan ritual dengan harapan mendapatkan sesuatu.

Masjid Tiban Dalam Tanah1Padepokan Mayangkoro, Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur. Banyak tamu pengunjung bersilahturahmi dan beramahtamah dengan Kiai Abdul Malik, selaku pemilik pondok pesanten Mayangkoro, para tamu itu kemudian diajak masuk ke dalam ruangan dalam tanah yang biasa disebut orangorang dengan masjid di dalam tanah yang lokasinya persis di bawah rumah Kiai Abdul Malik.

“Kami dari Sidoarjo. Kami ke sini memang sengaja untuk melihat-lihat masjid ini dari dekat. Karena selama ini kami sering mendengar dari orang lain tentang keistimewaan masjid ini,” ujar salah seorang dari mereka kepada LIBERTY.

Usai berwudhu, satu persatu para pengunjung itu memasuki masjid terpendam itu. Di dalam masjid itu suasana cukup gelap. Tak ada penerangan dari lampu listrik atau cahaya yang masuk dari luar sedikit pun. Dua buah lampu senter yang dibawa seorang santri Kiai Abdul Malik dan seo­rang pengunjung tak juga bisa membuat suasana di dalam ruangan itu bisa terlihat dengan sejelas-jelasnya Masjid di dalam tanah itu memiliki beberapa ruangan. Ada ruang utama sebagai tempat sholat, ruang semedi, serta ruangan yang biasa digunakan untuk gemblengan yang dilakukan Kiai Abdul Malik terhadap para pengikutnya. Selain ruangan-ruangan itu, di dalam masjid di dalam itu juga terdapat dua buah sendang atau mata air yang diper- caya airnya mengandung keistimewaan.

“Usai digembleng, para santri Kiai Abdul Malik biasanya juga dimandikan di salah satu sendang ini,” ujar Toha, santri Kiai Abul Malik.

Masjid Tiban Dalam Tanah2Karena dianggap istimewa, tidak sedikit dari pengunjung yang kemudian membawa pulang air atau bahkan mandi di air sendang itu. Kepercayaan lain, melakukan doa atau bernadzar di dalam masjid itu juga katanya mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Tentang hal ini, Kiai Abdul Malik hanya mengatakan bahwa itu tetap saja tergantung manusianya yang berdoa atau meminta sesuatu. Jika memang niat tulus, pasti keinginannya itu akan terkabulkan.

“Di samping itu, karena berada di dalam tanah dan tempatnya sangat tenang, tentu orang akan mudah berkonsentrasi untuk melakukan doa atau permohonan kepada Allah SWT. Mungkin karena itulah maka banyak keinginan para pendatang yang dikabulkan usai berdoa di masjid ini,” ujar Kiai Nyeleneh yang selalu mengenakan udeng ini. Selain suka mengenakan udeng, Kiai Malik juga suka mengunakan training atau baju-baju lain yang sederhana.

SATU SANTRI

Dari mulai berdiri hingga sekarang ini, Padepokan Mayangkoro tak pernah banyak memiliki santri. Paling banter katanya cuma sampai 10 orang. Sekarang ini, bahkan hanya seorang santri yang memilih nyantri di tempat ini. Namun, meski begitu, santri yang berasal dari sekitar lingkungan cukup banyak dan mereka tidak tinggal dalam padepokan. Jika sudah berkumpul dalam acara khusus, misalnya, santri-santri yang dulu pernah mon- dok di tempat ini juga tak ketinggalan untuk datang lagi.

Memasuki masjid yang berada di dalam tanah ini, jika tidak hafal betul lokasi di dalamnya, niscaya ia akan tersesat dan tidak bisa keluar lagi. Sebab, selain tempatnya yang gelap gulita, di dalam masjid ini juga banyak terdapat lorong-lorong yang sangat membinggungkan dan terkadang hanya bisa dilewati dengan membungkukkan badan agar kepala tidak membentur dinding ruangan di dalam masjid tersebut.

Selain bertujuan untuk membangun tempat ibadah yang nyaman dan agar jauh dari kebisingan dunia luar, pembangunan masjid ini menurut Kiai Malik juga bertujuan mengingatkan manusia tentang hari kematian. Dengan memasuki masjid ini, orang diharapkan akan berpikir tentang hari kematian dengan mengatakan dalam hatinya bagaimana seandainya dirinya terkubur dalam tanah suatu hari nanti. Karena pesan kematian itulah Kiai Malik berharap orang akan semakin mempertebal rasa keimanannya terhadap Allah SWT.

Meski tidak mengunakan penyangga beton untuk menopang bangunan yang berada di atasnya, namun masjid ini nyatanya cukup kuat dan terbebas dari longsor atau ambles. Tentang hal itu, Kiai Malik mengatakan bahwa itu merupakan hidayah dari Allah SWT. Jika Allah SWT berkehendak, katanya apa saja bisa dik­abulkan meski hal itu sungguh-sungguh tidak masuk akal.

“Saya tidak memiliki ilmu apa-apa atau semacam kesaktian yang sering dibilang orangorang terhadap diri saya. Semua itu merupakan barokah dari Allah SWT,” ujar Kiai yang pernah akrab den­gan almarhum Gus Maksum Lirboyo, Kediri ini.

MENGHEBOHKAN

Sebelum 1996, Kiai Abdul Malik hanya. memiliki sebuah bangunan terbuat dari bambu yang biasa digunakan untuk mengajari santri-santrinya mengaji dan juga tempat melakukan sholat secara berjamaah. Pada saat itulah ia berkeingian membangun sebuah masjid di tanah berawa yang berada di sebelah rumahnya. Ide itupun sebenarnya tidak murni dari keinginannya sendiri, melainkan mendapatkan petunjuk. Iseng-iseng ia lantas menulisi tanah rawa itu de­ngan papan yang berbunyi akan dibanguan sebuah masjid.

Namun, bukannya banyak yang membantu atau mendukungnya, malah ada saja orang yang sinis den­gan niatan itu. Mereka beranggapan, dari mana Kiai Abdul akan memiliki uang untuk mewujudkan keinginannya itu? Namun, seiring dengan waktu, tanpa banyak diketahui orang lain, tanpa kenal lelah Kiai Abdul Malik dan para santrinya membuat ruangan dalam tanah yang tanah kedukannya dibuat menguruk tanah rawa-rawa yang berada di sebelah rumahnya.

Praktis perbuatan Kiai Malik dan para santrinya itu tidak menjadi perhatian lingkungannya. Karena bekas urukannya itu sedikit demi sedikit telah menjadikan tanah berawa di sebelah rumahnya menjadi rata. Pada 1996, entah siapa yang menyebarkannya, ruangan yang berada di dalam tanah diketahui banyak orang dan dianggap sebagai masjid tiban yang muncul dari dalam tanah.

Tak hanya warga sekitar, orang- orang dari luar kampung pun berduyun-duyun ingin melihatnya. Bahkan, kemudian berkembang ke luar kota hingga pada waktu itu yang datang sampai ada yang mengunakan mobil atau bus dalam setiap harinya. Praktis tempat Kiai Abdul Malik menjadi heboh. Merasa prihatin dengan keadaan pesantren yang serba sederhana, tak sedikit pula yang kemudian mengulurkan tangan hingga sebuah masjid yang berada di atasnya berdiri pula.

“Ya, semua ini merupakan kehendak Allah SWT Tentang kekuatan gaib masjid di dalam tanah ini, orang boleh percaya boleh tidak. Namun, tentang hal itu lebih baik tanyakan sendiri pada orangorang yang pernah memasuki dan me­lakukan lelaku di tempat ini,” pungkasnya. RUD

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: LIBERTY, EDISI 2317, 21-30 September 2013, hlm. 48-50

Masjid Tiban Dalam Tanah, Kabupaten Mojokerto

Sampaikan Pesan Kematian Tempat Bertuah Untuk Nadzar

Pada hari-hari tertentu masjid ini banyak didatangi orang. Selain memenuhi rasa penasaran tentang keberadaan masjid yang berada di dalam tanah, tak sedikit pula yang melakukan ritual dengan harapan mendapatkan sesuatu.

Masjid Tiban Dalam Tanah1Padepokan Mayangkoro, Desa Pekukuhan, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur. Banyak tamu pengunjung bersilahturahmi dan beramahtamah dengan Kiai Abdul Malik, selaku pemilik pondok pesanten Mayangkoro, para tamu itu kemudian diajak masuk ke dalam ruangan dalam tanah yang biasa disebut orangorang dengan masjid di dalam tanah yang lokasinya persis di bawah rumah Kiai Abdul Malik.

“Kami dari Sidoarjo. Kami ke sini memang sengaja untuk melihat-lihat masjid ini dari dekat. Karena selama ini kami sering mendengar dari orang lain tentang keistimewaan masjid ini,” ujar salah seorang dari mereka kepada LIBERTY.

Usai berwudhu, satu persatu para pengunjung itu memasuki masjid terpendam itu. Di dalam masjid itu suasana cukup gelap. Tak ada penerangan dari lampu listrik atau cahaya yang masuk dari luar sedikit pun. Dua buah lampu senter yang dibawa seorang santri Kiai Abdul Malik dan seo­rang pengunjung tak juga bisa membuat suasana di dalam ruangan itu bisa terlihat dengan sejelas-jelasnya Masjid di dalam tanah itu memiliki beberapa ruangan. Ada ruang utama sebagai tempat sholat, ruang semedi, serta ruangan yang biasa digunakan untuk gemblengan yang dilakukan Kiai Abdul Malik terhadap para pengikutnya. Selain ruangan-ruangan itu, di dalam masjid di dalam itu juga terdapat dua buah sendang atau mata air yang diper- caya airnya mengandung keistimewaan.

“Usai digembleng, para santri Kiai Abdul Malik biasanya juga dimandikan di salah satu sendang ini,” ujar Toha, santri Kiai Abul Malik.

Masjid Tiban Dalam Tanah2Karena dianggap istimewa, tidak sedikit dari pengunjung yang kemudian membawa pulang air atau bahkan mandi di air sendang itu. Kepercayaan lain, melakukan doa atau bernadzar di dalam masjid itu juga katanya mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Tentang hal ini, Kiai Abdul Malik hanya mengatakan bahwa itu tetap saja tergantung manusianya yang berdoa atau meminta sesuatu. Jika memang niat tulus, pasti keinginannya itu akan terkabulkan.

“Di samping itu, karena berada di dalam tanah dan tempatnya sangat tenang, tentu orang akan mudah berkonsentrasi untuk melakukan doa atau permohonan kepada Allah SWT. Mungkin karena itulah maka banyak keinginan para pendatang yang dikabulkan usai berdoa di masjid ini,” ujar Kiai Nyeleneh yang selalu mengenakan udeng ini. Selain suka mengenakan udeng, Kiai Malik juga suka mengunakan training atau baju-baju lain yang sederhana.

SATU SANTRI

Dari mulai berdiri hingga sekarang ini, Padepokan Mayangkoro tak pernah banyak memiliki santri. Paling banter katanya cuma sampai 10 orang. Sekarang ini, bahkan hanya seorang santri yang memilih nyantri di tempat ini. Namun, meski begitu, santri yang berasal dari sekitar lingkungan cukup banyak dan mereka tidak tinggal dalam padepokan. Jika sudah berkumpul dalam acara khusus, misalnya, santri-santri yang dulu pernah mon- dok di tempat ini juga tak ketinggalan untuk datang lagi.

Memasuki masjid yang berada di dalam tanah ini, jika tidak hafal betul lokasi di dalamnya, niscaya ia akan tersesat dan tidak bisa keluar lagi. Sebab, selain tempatnya yang gelap gulita, di dalam masjid ini juga banyak terdapat lorong-lorong yang sangat membinggungkan dan terkadang hanya bisa dilewati dengan membungkukkan badan agar kepala tidak membentur dinding ruangan di dalam masjid tersebut.

Selain bertujuan untuk membangun tempat ibadah yang nyaman dan agar jauh dari kebisingan dunia luar, pembangunan masjid ini menurut Kiai Malik juga bertujuan mengingatkan manusia tentang hari kematian. Dengan memasuki masjid ini, orang diharapkan akan berpikir tentang hari kematian dengan mengatakan dalam hatinya bagaimana seandainya dirinya terkubur dalam tanah suatu hari nanti. Karena pesan kematian itulah Kiai Malik berharap orang akan semakin mempertebal rasa keimanannya terhadap Allah SWT.

Meski tidak mengunakan penyangga beton untuk menopang bangunan yang berada di atasnya, namun masjid ini nyatanya cukup kuat dan terbebas dari longsor atau ambles. Tentang hal itu, Kiai Malik mengatakan bahwa itu merupakan hidayah dari Allah SWT. Jika Allah SWT berkehendak, katanya apa saja bisa dik­abulkan meski hal itu sungguh-sungguh tidak masuk akal.

“Saya tidak memiliki ilmu apa-apa atau semacam kesaktian yang sering dibilang orangorang terhadap diri saya. Semua itu merupakan barokah dari Allah SWT,” ujar Kiai yang pernah akrab den­gan almarhum Gus Maksum Lirboyo, Kediri ini.

MENGHEBOHKAN

Sebelum 1996, Kiai Abdul Malik hanya. memiliki sebuah bangunan terbuat dari bambu yang biasa digunakan untuk mengajari santri-santrinya mengaji dan juga tempat melakukan sholat secara berjamaah. Pada saat itulah ia berkeingian membangun sebuah masjid di tanah berawa yang berada di sebelah rumahnya. Ide itupun sebenarnya tidak murni dari keinginannya sendiri, melainkan mendapatkan petunjuk. Iseng-iseng ia lantas menulisi tanah rawa itu de­ngan papan yang berbunyi akan dibanguan sebuah masjid.

Namun, bukannya banyak yang membantu atau mendukungnya, malah ada saja orang yang sinis den­gan niatan itu. Mereka beranggapan, dari mana Kiai Abdul akan memiliki uang untuk mewujudkan keinginannya itu? Namun, seiring dengan waktu, tanpa banyak diketahui orang lain, tanpa kenal lelah Kiai Abdul Malik dan para santrinya membuat ruangan dalam tanah yang tanah kedukannya dibuat menguruk tanah rawa-rawa yang berada di sebelah rumahnya.

Praktis perbuatan Kiai Malik dan para santrinya itu tidak menjadi perhatian lingkungannya. Karena bekas urukannya itu sedikit demi sedikit telah menjadikan tanah berawa di sebelah rumahnya menjadi rata. Pada 1996, entah siapa yang menyebarkannya, ruangan yang berada di dalam tanah diketahui banyak orang dan dianggap sebagai masjid tiban yang muncul dari dalam tanah.

Tak hanya warga sekitar, orang- orang dari luar kampung pun berduyun-duyun ingin melihatnya. Bahkan, kemudian berkembang ke luar kota hingga pada waktu itu yang datang sampai ada yang mengunakan mobil atau bus dalam setiap harinya. Praktis tempat Kiai Abdul Malik menjadi heboh. Merasa prihatin dengan keadaan pesantren yang serba sederhana, tak sedikit pula yang kemudian mengulurkan tangan hingga sebuah masjid yang berada di atasnya berdiri pula.

“Ya, semua ini merupakan kehendak Allah SWT Tentang kekuatan gaib masjid di dalam tanah ini, orang boleh percaya boleh tidak. Namun, tentang hal itu lebih baik tanyakan sendiri pada orangorang yang pernah memasuki dan me­lakukan lelaku di tempat ini,” pungkasnya. RUD

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: LIBERTY, EDISI 2317, 21-30 September 2013, hlm. 48-50

RS. Citra Medika

RS. CITRA MEDIKA (Depan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia)
Satu-satunya Rumah Sakit Milik Koperasi

RS. Citra Medika.0003    Prestasi membanggakan patut disematkan ke RS CITRA MEDIKA. Betapa tidak, melalui kegigihan para karyawan Tjiwi Kimia, RS Citra Medika yang hanya bermula dari poliklinik kecil ini bisa menjelma menjadi sebuah rumah sakit swasta type C-Plus yang modern, berteknologi tinggi dengan kapasitas lebih dari 110 tempat tidur. Barangkali, inilah satu-satunya rumah sakit yang bisa mandiri di bawah naungan Koperasi Karyawan PT. Tjiwi Kimia.
Kesan megah langsung terasa saat berkunjung ke Rumah Sakit Citra Medika. Sebuah bangunan tiga iantai berdiri kokoh di atas lahan seluas 10.000 meter dengan luas bangunan 8000 m2. Kemegahan itu semakin komplet karena ditunjang lokasi yang strategis di Jl. Surabaya-Mojokerto Km. 44 Sidoarjo, persis di depan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia.
RS Citra Medika tidak saja menawarkan kemegahan bangunan, tetapi pelayanan dan fasilitas kesehatan juga sangat diutamakan. Begitu masuk, anda akan disambut petugas jaga dan petugas resepsionis yang ramah. Mereka akan memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan terbaik dengan dasar ketulusan hati. Filosofi ini senantiasa melekat dalam hati baik di jajaran manajemen maupun seluruh staf rumah sakit.
Sebagai rumah sakit modern, Citra Medika juga ditunjang peralatan medis yang sangat modern. Tersedia ruang rawat inap mulai dari kelas bangsal hingga VVIP yang semuanya terjaga dengan rapi dan nyaman.

Berawal dari Sebuah Klinik
RS. Citra Medika.0001Sebelum berkembang menjadi rumah sakit swasta type C-Plus, RS Citra Medika mulanya adalah sebuah klinik kecil yang ditujukan untuk melayani karyawan dan anggota keluarga karyawan PT. Tjiwi Kimia. Ide pembentukan klinik tersebut bermula dari RAT Koperasi tahun 1999. Dimana, saat itu ada tuntutan dari anggota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dengan membentuk asuransi kesehatan dan poliklinik.
Ide tersebut ditindaklanjuti dengan pembentukan CIKKO (Tjiwi Kimia Karyawan dan Koperasi) PRIMA HUSADA pada tahun 2001, yang mendirikan poliklinik induk dan 3 poliklinik cabang, yakni Poli Tarik, Poli Jetis, dan Poli Gajah Mada Mojokerto.
Tahun 2001, Poliklinik Induk Cikko Prima Husada sudah mulai melayani rawat inap dengan 12 tempat tidur. Selanjutnya, pada Februari 2002, poliklinik induk berubah status menjadi Rumah Sakit Bersalin Cikko Prima Husada dengan 23 tempat tidur. Empat bulan kemudian, Juni 2003, rumah bersalin berubah status menjadi Rumah Sakit Citra Medika dengan kapasitas 30 tempat tidur.
RS Citra Medika, yang pada awalnya hanya diperuntukkan untuk karyawan dan keluarga karyawan PT. Tjiwi Kimia mulai banyak didatangi pasien umum. Untuk menampung itu, RS Citra Medika pun mulai melakukan pengembangan bangunan secara bertahap.
Peletakan batu pertama tiang pancang pembangunan pengembangan RS Citra Medika dimulai Agustus 2005. Tahap pertama pembangunan RS Citra Medika selesai pada Agustus 2006 dan selesai seluruhnya pada Juli 2007. Sementara, ijin operasional rumah sakit dari Dinkes Jawa Timur didapat pada Februari 2006.
Selain itu, RS Citra Medika juga sudah mendapat ijin yang dikeluarakan DEPKES RI melalui KEPMEN RI No.. HK. 07.06/111/4442/ 09 tentang ijin tetap penyelenggaraan operasional RSCM mulai pertanggal 30 Oktober 2009. Sementara, tentang penetapan kelas RS dengan klasifikasi C+ tertuang dalam KEPMEN RI No. 991/MENKES/ SK/XI/2009. Surat penetapan tersebut dikeluarkan tanggal 10 Nopember 2009.*sir

Tiga Layanan Unggulan

Persaingan dan tuntutan masyarakat terhadap peiayanan kesehatan yang bermutu, mendorong RS Citra Medika senantiasa memberikan peiayanan yang terintegrasi. Setidaknya, ada tiga layanan unggulan yang menjadi fokus RS Citra Medika. Yakni. Trauma Center, Obstetric Gynecology dan Teknologi.
TRAUMA CENTER
Ini merupakan pusat peiayanan trauma yang fasilitas kasus trauma yang lengkap ditunjang tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman. Terdiri atas ahli bedah syaraf, ahli bedah ortopedik, ahli bidang umum, ahli anastesi dan ahli rehabilitasi medik. Selain itu, ditunjang pula dengan tenaga yang bersertifikat PPGD (Penanganan Pasien Gawat Darurat) dan ATLS (Advance Traumatic Life Support). Dengan fasilitas dan tenaga ahli ini, menjadikan RS Citra Medika yang mampu menangani kasus trauma dengan cepat secara komprehensif dan paripurna.
OBSTETRIC & GYNECOLOGI
Peiayanan ini memfokuskan diri pada peiayanan kesehatan bagi wanita yang bertujuan untuk upaya pencegahan dan deteksi dini kelainan. Dimulai sejak usia pranikah, kehamilan, persalinan, kelainan hormonal, infertilitas, menopouse serta berbagai masalah kandungan seperti kanker dan gangguan haid. Sebagai layanan unggulan, RS Citra Medika menyediakan fasilitas peralatan yang memadai ditunjang tim dokter ahli kebidanan yang profesional dan berpengalaman.

TEKNOLOGI
Diagnosa pemeriksaan pasien selain dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis, diperlukan pula pemeriksaan penunjang yang memadai dengan bantuan teknologi. Untuk menunjang itu, RS Citra Medika telah melengkapi peralatan penunjang medis berteknologi modern. Terbaru adalah CT scan Hi Speed Dual. Alat medis berteknologi modern ini mampu mendeteksi gangguan yang dialami pasien dengan detail. Alat ini unggul karena memiliki daya jelajah yang lebih detail dengan proses yang cepat dan menghasilkan gambar tiga dimensi. Tentu, dengan alat canggih ini keluhan pasien segera bisa terdeteksi dengan tingkat akurasi tinggi. Peralatan modern ini merupakan standar peiayanan rumah sakit masa kini. Barangkali di Sidoarjo, peralatan tersebut baru ada di RS Citra Medika.

Kerjasama Tangani Pasien Bibir Sum
RS. Citra Medika.0002TAK banyak rumah sakit yang mendapat epercayaan untuk menangani pasien bibir sumbing. Salah satu yang mendapat kepercayaan itu adalah RS Citra Medika. Saat ini, RS Citra Medika mendapat kepercayaan bekerjasama dengan Yayasan Smile Train, yang merupakan yayasan sosial dari luar negeri. “Kerjasama tersebut terutama dalam penanganan pasien bibir sumbing secara gratis,” terang Wasis SE, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Citra Medika.
Program tersebut merupakan bentuk pelaksanaan misi sosial terhadap pasien bibir sumbing di Indonesia. Untuk tahap awal, RS Citra Medika menangani seratus pasien bibir sumbing. Sementara, tahap kedua akan ada dua ratus kasus pasien bibir sumbing. Dan, selanjutnya akan melakukan pengembangan program sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi.
RS. Citra Medika.0004RS Citra Medika ditunjuk sebagai satu- satunya rumah sakit di Sidoarjo yang bisa menangani pasien bibir sumbing. Itu artinya, RS Citra Medika merupakan salah satu rumah sakit yang cukup mendapat perhatian dan kepercayaan di dunia internasional. Harapan ke depannya, rumah sakit ini semakin berkembang dan menjadi rumah sakit pilihan warga Sidoarjo, Mojokerto dan Jawa Timur pada umumnya.
Sebagai rumah sakit yang terus berkembang, manajemen RS Citra Medika senantiasa berbenah. Setidaknya, ada tiga hal yang akan dilakukan. Pertama, meningkatkan peiayanan. Kedua, melebarkan pasar ke pabrik-pabrik terdekat. Dan, ketiga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sehingga RS Citra Medika bisa menjadi rumah sakit rujukan.
RS. Citra Medika.0005Sementara itu, Drs Sunoto Santoso, MBA mengatakan, bahwa keberadaan RS Citra Medika memang tak bisa dilepaskan dari peran serta PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia yang merasa terpanggil untuk turut mendukung perusahaan dalam program kepedulian sosial CSR (Corporate Social Responsibility) yang mengambil tema Tjiwi Kimia Peduli Kesehatan. Sehingga, keberadaan rumah sakit ini juga merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab sosial Tjiwi Kimia untuk meningkatkan kualitas kesehatan karyawan, keluarga karyawan, masyarakat sekitar dan masyarakat umum. *sir

RS CITRA MEDIKA
Jl. Raya Surabaya – Mojokerto KM.44 HUNTING 0321-361000 (24 Jam) Telp./Fax: 0321-362858-9/362956

——————————————————————————————————————————

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Majalah ZONABIS Volume II, halaman16-17

RS. Citra Medika

RS. CITRA MEDIKA (Depan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia)
Satu-satunya Rumah Sakit Milik Koperasi

RS. Citra Medika.0003    Prestasi membanggakan patut disematkan ke RS CITRA MEDIKA. Betapa tidak, melalui kegigihan para karyawan Tjiwi Kimia, RS Citra Medika yang hanya bermula dari poliklinik kecil ini bisa menjelma menjadi sebuah rumah sakit swasta type C-Plus yang modern, berteknologi tinggi dengan kapasitas lebih dari 110 tempat tidur. Barangkali, inilah satu-satunya rumah sakit yang bisa mandiri di bawah naungan Koperasi Karyawan PT. Tjiwi Kimia.
Kesan megah langsung terasa saat berkunjung ke Rumah Sakit Citra Medika. Sebuah bangunan tiga iantai berdiri kokoh di atas lahan seluas 10.000 meter dengan luas bangunan 8000 m2. Kemegahan itu semakin komplet karena ditunjang lokasi yang strategis di Jl. Surabaya-Mojokerto Km. 44 Sidoarjo, persis di depan PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia.
RS Citra Medika tidak saja menawarkan kemegahan bangunan, tetapi pelayanan dan fasilitas kesehatan juga sangat diutamakan. Begitu masuk, anda akan disambut petugas jaga dan petugas resepsionis yang ramah. Mereka akan memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan terbaik dengan dasar ketulusan hati. Filosofi ini senantiasa melekat dalam hati baik di jajaran manajemen maupun seluruh staf rumah sakit.
Sebagai rumah sakit modern, Citra Medika juga ditunjang peralatan medis yang sangat modern. Tersedia ruang rawat inap mulai dari kelas bangsal hingga VVIP yang semuanya terjaga dengan rapi dan nyaman.

Berawal dari Sebuah Klinik
RS. Citra Medika.0001Sebelum berkembang menjadi rumah sakit swasta type C-Plus, RS Citra Medika mulanya adalah sebuah klinik kecil yang ditujukan untuk melayani karyawan dan anggota keluarga karyawan PT. Tjiwi Kimia. Ide pembentukan klinik tersebut bermula dari RAT Koperasi tahun 1999. Dimana, saat itu ada tuntutan dari anggota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dengan membentuk asuransi kesehatan dan poliklinik.
Ide tersebut ditindaklanjuti dengan pembentukan CIKKO (Tjiwi Kimia Karyawan dan Koperasi) PRIMA HUSADA pada tahun 2001, yang mendirikan poliklinik induk dan 3 poliklinik cabang, yakni Poli Tarik, Poli Jetis, dan Poli Gajah Mada Mojokerto.
Tahun 2001, Poliklinik Induk Cikko Prima Husada sudah mulai melayani rawat inap dengan 12 tempat tidur. Selanjutnya, pada Februari 2002, poliklinik induk berubah status menjadi Rumah Sakit Bersalin Cikko Prima Husada dengan 23 tempat tidur. Empat bulan kemudian, Juni 2003, rumah bersalin berubah status menjadi Rumah Sakit Citra Medika dengan kapasitas 30 tempat tidur.
RS Citra Medika, yang pada awalnya hanya diperuntukkan untuk karyawan dan keluarga karyawan PT. Tjiwi Kimia mulai banyak didatangi pasien umum. Untuk menampung itu, RS Citra Medika pun mulai melakukan pengembangan bangunan secara bertahap.
Peletakan batu pertama tiang pancang pembangunan pengembangan RS Citra Medika dimulai Agustus 2005. Tahap pertama pembangunan RS Citra Medika selesai pada Agustus 2006 dan selesai seluruhnya pada Juli 2007. Sementara, ijin operasional rumah sakit dari Dinkes Jawa Timur didapat pada Februari 2006.
Selain itu, RS Citra Medika juga sudah mendapat ijin yang dikeluarakan DEPKES RI melalui KEPMEN RI No.. HK. 07.06/111/4442/ 09 tentang ijin tetap penyelenggaraan operasional RSCM mulai pertanggal 30 Oktober 2009. Sementara, tentang penetapan kelas RS dengan klasifikasi C+ tertuang dalam KEPMEN RI No. 991/MENKES/ SK/XI/2009. Surat penetapan tersebut dikeluarkan tanggal 10 Nopember 2009.*sir

Tiga Layanan Unggulan

Persaingan dan tuntutan masyarakat terhadap peiayanan kesehatan yang bermutu, mendorong RS Citra Medika senantiasa memberikan peiayanan yang terintegrasi. Setidaknya, ada tiga layanan unggulan yang menjadi fokus RS Citra Medika. Yakni. Trauma Center, Obstetric Gynecology dan Teknologi.
TRAUMA CENTER
Ini merupakan pusat peiayanan trauma yang fasilitas kasus trauma yang lengkap ditunjang tenaga ahli yang profesional dan berpengalaman. Terdiri atas ahli bedah syaraf, ahli bedah ortopedik, ahli bidang umum, ahli anastesi dan ahli rehabilitasi medik. Selain itu, ditunjang pula dengan tenaga yang bersertifikat PPGD (Penanganan Pasien Gawat Darurat) dan ATLS (Advance Traumatic Life Support). Dengan fasilitas dan tenaga ahli ini, menjadikan RS Citra Medika yang mampu menangani kasus trauma dengan cepat secara komprehensif dan paripurna.
OBSTETRIC & GYNECOLOGI
Peiayanan ini memfokuskan diri pada peiayanan kesehatan bagi wanita yang bertujuan untuk upaya pencegahan dan deteksi dini kelainan. Dimulai sejak usia pranikah, kehamilan, persalinan, kelainan hormonal, infertilitas, menopouse serta berbagai masalah kandungan seperti kanker dan gangguan haid. Sebagai layanan unggulan, RS Citra Medika menyediakan fasilitas peralatan yang memadai ditunjang tim dokter ahli kebidanan yang profesional dan berpengalaman.

TEKNOLOGI
Diagnosa pemeriksaan pasien selain dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis, diperlukan pula pemeriksaan penunjang yang memadai dengan bantuan teknologi. Untuk menunjang itu, RS Citra Medika telah melengkapi peralatan penunjang medis berteknologi modern. Terbaru adalah CT scan Hi Speed Dual. Alat medis berteknologi modern ini mampu mendeteksi gangguan yang dialami pasien dengan detail. Alat ini unggul karena memiliki daya jelajah yang lebih detail dengan proses yang cepat dan menghasilkan gambar tiga dimensi. Tentu, dengan alat canggih ini keluhan pasien segera bisa terdeteksi dengan tingkat akurasi tinggi. Peralatan modern ini merupakan standar peiayanan rumah sakit masa kini. Barangkali di Sidoarjo, peralatan tersebut baru ada di RS Citra Medika.

Kerjasama Tangani Pasien Bibir Sum
RS. Citra Medika.0002TAK banyak rumah sakit yang mendapat epercayaan untuk menangani pasien bibir sumbing. Salah satu yang mendapat kepercayaan itu adalah RS Citra Medika. Saat ini, RS Citra Medika mendapat kepercayaan bekerjasama dengan Yayasan Smile Train, yang merupakan yayasan sosial dari luar negeri. “Kerjasama tersebut terutama dalam penanganan pasien bibir sumbing secara gratis,” terang Wasis SE, Direktur Administrasi dan Keuangan RS Citra Medika.
Program tersebut merupakan bentuk pelaksanaan misi sosial terhadap pasien bibir sumbing di Indonesia. Untuk tahap awal, RS Citra Medika menangani seratus pasien bibir sumbing. Sementara, tahap kedua akan ada dua ratus kasus pasien bibir sumbing. Dan, selanjutnya akan melakukan pengembangan program sebagai bentuk implementasi dari visi dan misi.
RS. Citra Medika.0004RS Citra Medika ditunjuk sebagai satu- satunya rumah sakit di Sidoarjo yang bisa menangani pasien bibir sumbing. Itu artinya, RS Citra Medika merupakan salah satu rumah sakit yang cukup mendapat perhatian dan kepercayaan di dunia internasional. Harapan ke depannya, rumah sakit ini semakin berkembang dan menjadi rumah sakit pilihan warga Sidoarjo, Mojokerto dan Jawa Timur pada umumnya.
Sebagai rumah sakit yang terus berkembang, manajemen RS Citra Medika senantiasa berbenah. Setidaknya, ada tiga hal yang akan dilakukan. Pertama, meningkatkan peiayanan. Kedua, melebarkan pasar ke pabrik-pabrik terdekat. Dan, ketiga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak sehingga RS Citra Medika bisa menjadi rumah sakit rujukan.
RS. Citra Medika.0005Sementara itu, Drs Sunoto Santoso, MBA mengatakan, bahwa keberadaan RS Citra Medika memang tak bisa dilepaskan dari peran serta PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia yang merasa terpanggil untuk turut mendukung perusahaan dalam program kepedulian sosial CSR (Corporate Social Responsibility) yang mengambil tema Tjiwi Kimia Peduli Kesehatan. Sehingga, keberadaan rumah sakit ini juga merupakan bagian dari kepedulian dan tanggung jawab sosial Tjiwi Kimia untuk meningkatkan kualitas kesehatan karyawan, keluarga karyawan, masyarakat sekitar dan masyarakat umum. *sir

RS CITRA MEDIKA
Jl. Raya Surabaya – Mojokerto KM.44 HUNTING 0321-361000 (24 Jam) Telp./Fax: 0321-362858-9/362956

——————————————————————————————————————————

 dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Majalah ZONABIS Volume II, halaman16-17

KERAJAAN MAJAPAHIT

Sejarah Kerajaan masa Hindu-Budha di daerah Jawa Timur dapat dibagi menjadi 3 periode. Periode pertama adalah raja-raja dari kerajaan Kediri yang memerintah sejak abad ke 10 M hingga tahun 1222 M. Periode kedua dilanjutkan oleh pemerintahan raja-raja dari masa Singosari yang memerintah dari tahun 1222 M hingga tahun 1293 M. Periode ketiga adalah masa pemerintahan raja-raja Majapahit yang berlangsung dari tahun 1293 M hingga awal abadke 6 M.
Pendiri kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya. Ia merupakan raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Pada awalnya, pusat pemerintahan kerajaan Majapahit berada di daerah Tarik. Karena di wilayah tersebut banyak ditemui pohon maja yang buahnya terasa pahit, maka kerajaan Raden Wijaya kemudian dinamakan Majapahit. Raden Wijaya memerintah dari tahun 1293 M hingga 1309 M.
Tampuk pemerintahan kemudian digantikan oleh Kaligemet yang merupakan putra Raden Wijaya dengan Parameswari. Pada saat itu, usia Kaligemet masih relatif muda. la kemudian bergelar Jayanegara. Pada masa pemerintahannya, banyak terjadi pemberontakan. Pada akhirnya, pada tahun 1328 M Jayanegara terbunuh oleh tabib pribadinya yang bernama Tanca.
Roda kekuasaan kemudian diambil alih oleh Raja Patni, yaitu istri Raden Wijaya yang merupakan salah satu putri Raja Kertanegara dari Singosari. Bersama patihnya yang bernama Gajah Mada, ia berhasil menegakkan kembali wibawa Majapahit dengan menumpas pemberontakan yang banyak terjadi. Raja Patni kemudian mengundurkan diri sebagai raja dan menjadi pendeta Budha. Tampuk pemerintahan kemudian diserahkan kepada anaknya yang bernama Tribhuana Wijaya Tunggadewi. Dalam menjalankan pemerintahannya, ia dibantu oleh patih Gajah Mada. Majapahit kemudian tumbuh menjadi negara yang besar dan termashur, baik di kepulauan nusantara maupun luar negeri.
Pada tahun 1350 M, Tribhuana Tunggadewi kemudian mengundurkan diri. Tampuk kekuasaan kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit kemudian mencapai masa keemasan hingga patih Gajah Mada meninggal pada tahun 1365 M. Terlebih ketika Hayam Wuruk meninggal pada tahun 1389 M, negara Majapahit mengalami kegoncangan akibat konflik saudara yang saling berebut kekuasaan.
Pengganti Hayam Wuruk adalah putrinya yang bernama Kusumawardhani yang menikah dengan Wikramawardhana. Sementara itu, Wirabhumi, yaitu putra Hayam Wuruk dari selir menuntut juga tahta kerajaan. Untuk mengatasi konflik tersebut, Majapahit kemudian dibagi menjadi dua bagian, yaitu : wilayah timur dikuasai oleh Wirabhumi dan wilayah barat diperintah oleh Wikramawardhana bersama Kusumawardhani. Namun ketegangan di antara keduanya masih berlanjut hingga kemudian terjadi perang saudara yang disebut dengan “Paragreg” yang berlangsung dari tahun 1403 M hingga 1406 M.
Perang tersebut dimenangkan oleh Wikramawardhana yang kemudian menyatukan kembali wilayah Majapahit, la kemudian memerintah hingga tahun 1429 M.
Wikramawardhana kemudian digantikan oleh putrinya yang bernama Suhita yang memerintah dari tahun 1429 M hingga 1447 M. Suhita adalah anak kedua Wikramawardhana dari selir. Selir tersebut merupakan putri Wirabhumi. Diharapkan dengan diangkatnya Suhita menjadi raja akan meredakan persengketaan. Ketika
Suhita wafat, tampuk kekuasaan kemudian digantikan oleh Kertawijaya yang merupakan putra Wikramawardhana. Pemerintahannya berlangsung singkat hingga tahun 1451 M. Sepeninggalnya Kertawijaya, Bhre Pamotan kemudian menjadi raja dengan gelar Sri Raja Sawardhana dan berkedudukan di Kahuripan. Masa pemerintahannya sangat singkat hingga tahun 1453 M. Kemudian selama tiga tahun Majapahit mengalami “Interregnum” yang mengakibatkan lemahnya pemerintahan baik di pusat maupun di daerah. Pada tahun 1456 M, Bhre Wengker kemudian tampil memegang pemerintahan. Ia adalah putra Raja Kertawijaya. Pada tahun 1466 M, ia meninggal dan kemudian digantikan oleh Bhre Pandan Salas yang bergelar Singhawikramawardhana. Namun pada tahun 1468 lyl, Kertabumi menyatakan dirinya sebagai penguasa Majapahit yang memerintah di Tumapel, sedangkan Singhawikramawardhana kemudian menyingkir ke Daha. Pemerintahan Singhawikramawardhana digantikan oleh putranya yang bernama Rana Wijaya yang memerintah dari tahun 1447 M hingga 1519 M. Pada tahun 1478 M, ia mengadakan serangan terhadap Kertabumi dan berhasil mempersatukan kembali kerajaan Majapahit yang terpecah-pecah karena perang saudara. Rana Wijaya bergelar Grindrawardhana.
Kondisi kerajaan Majapahit yang telah rapuh dari dalam dan disertai munculnya perkembangan baru pengaruh Islam di daerah pesisir utara Jawa, pada akhirnya menyebabkan kekuasaan Majapahit tidak dapat dipertahankan lagi.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: I Made Kusumajaya [dkk]. Mengenal Kepurbakalaan Majapahity Di Daerah Trowulan, [2014…?] hlm. 5-8. (CB-D13/2014-126)

Kusbini, Kabupaten Mojokerto

1 Januari 1910, Kusbini lahirdi  desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur. Ayahnya bemama Koesnio seorang manteri kehutanan (bosch hoofsiner boswessen), sedangkan lbunya bersama Moesinah asal Trenggalek, Jawa Timur. Sebagai seorang anak manteri kehutanan, masa kecil Kusbini bersama keluarganya sering berpindah-pindah tempat dari satu rumah dinas ke rumah dinas yang lain yang terletak di kawasan hutan di Pojok, Kertosono, caruban, dan saradan Madiun Karena pengaruh lingkungannya pada masa kecil itulah yang menyebabkan Kusbini begitu hirau dengan nasib sesamanya, nasib bangsanya yang tertindas oleh kaum penjajah. Kusbini melihat sendiri bagaiman kesengsaraan hidup yang dialami bangsanya disekitar tempat tinggalnya.Keadaan demikian menimbulkan rasa kebangsaan dalam dirinya.

Tahun 1926, kala Kusbini sedang bersekolah di HIS, di Jombang Rasa kebangsaannya berkembang lagi pada waktu la melanjutkan pendidikannya di MULO dan bahkan di sekolah dagang S de Senerpont Domis di Surabaya, di mana Kusbini banyak berkenalan dengan rakyat biasa sampai kepada para cendikiawan yang aktif digaris depan. Akhirnya Kusbini menemukan jalan yang cocok baginya untuk menuangkan semangat perjuangannya melalui dunia musik yang memang ia cintai sejak kecil.Pada mulanya Kusbini belajar musik sendiri tanpa guru (autodi dakt) bersama dengan kakaknya Kusbini Ia bermain musik dalam orkes “YISTO” (Yong Indisce Stnjk Tekkel Orkest) di Surabaya dan mengumpulkan lagu-lagu keroncong serta stambul guna kepentingan orkesnya.

Tahun 1927—1930 Kusbini baru mengikuti pendidikan musik umum (Algemene Muziekleer) pada sekolah musik “Apollo” di Malang di bawah pimpinan Kitty Ament dan M. Mirop. Ia belajar bermain biola + 3 tahun lamanya.

Tahun 1935—1939,nama Kusbini mulai dikenal sebagai penyanyi dan pemain biola pada siaran radio “NIROM” (Nederlands Indisce Radio Omreep), memimpm studio Orkes Surabaya (SOS) merangkap penyanyi keroncong bersama S. Abdullah, Miss Netty dan Soelami. Di samping itu Kusbini juga merangkap pembantu penyiar “CIRVO” (Chines Inheemse Radio Luisteraars Vereniging Oest java) dan bekeija juga sebagai penggubah lagu di pabrik piringan hitam “Hoo Sun Hoo”.

Tahun 1941,bersama dengan pertumbuhan perfilman di Indonesia, Kusbini bekerja pada Majestic Film Company yang berpusat di Malang di bawah pimpinan Freed Young. Dan studio dan piringan hitam Kusbini beranjak ke layar putih. karena kegiatan dan pembuatan film oleh Ma­jestic Film Company banyak dilakukan di Jakarta, maka Kusbini pindah ke Jakarta.

Di sini Kusbini banyak mendapat kesempatan untuk mengembangkan bakat dan menunjukan prestasinya. Kemudian dia juga mencipta lagu-lagu khusus untuk cerita-centa film pada waktu itu, antara lain dikenal dengan cerita “Jantung Hati” dan Air Mata Ibu” dengan syair Nyoo Cheng Seng (Monsieur d’Amor). Di sinilah ia menciptakan lagu langgam keroncong “Jantung Hati” yang kemudian diorkestasikan dengan 60 orang pemain yang dipimpin oleh Kusbini sendiri. Dengan lagu Kusbini ingin mempertebal semangat nasional yang dipegangnya dengan teguh, karena sejak awal memang telah diyakininya sebagai sumbangsih dalam ikut mempeijuangkan nasib bangsanya yang teijajah. Lahirlah lagu keroncongnya,” Kewajiban Manusia”, lagu yang syairnya benntikan ajakan menggalang persatuan bangsa.

Di zaman Jepang Kusbini tetap bekega di Jakarta yaitu pada siaran radio (Hoso Kenn Kyoku) yang dipimpin oleh Utoyo Ramelan SH Bersama dengan Ibu Sud, Kusbini mencipta lagu-lagu yang membangkitkan gairah, semangat dan kesadaran anak-anak Indonesia yang mencita-citakan kebebasan tanah air dan bangsanya. Kedua tokoh ini berhasil dengan baik. Pada kesempatan ini Kusbini mencipta lagu- lagu Indonesia yang dimainkan oleh orkes pimpinannya sendiri Di samping lagu Indonesia.

Beberapa lagu yang diciptakannya antara lainBagimu Negeri (1942), Bersatu (1942), Nyanyian Bunga (1944), Cinta Tanah Air (1945), Pembangunan (1945), dan lain-lain dari sekian banyak lagu kanak-kanak ciptaan Kusbini, Lagu Bagimu Negeri terpilih menjadi lagu wajib di sekolah-sekolah mulai dari SD sampai tingkat perguruan tinggi dan juga sudah sejak lama Lagu Bagimu Negeri ini dialunkan di RRI maupun TVRI sebagai lagu penutup siaran. Lagu Bagimu Negeriinilah karya terkenal dari Kusbini

Tahun 1942 1945,lagu-lagu yang diciptakan Kusbini dimaksudkan untuk mengimbangi lagu-lagu Jepang yang membanjir ke Inddonesia. karena itu lagu-lagunya jelas mengandung semangat perjuangan nasional.Sebagai ahli musik Kusbini diakui oleh masyarakat luas, sehingga Bung Karno mengangkatnya sebagai anggota Panitia Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bersama dengan Ki Hadjar Dewantara, Muh. Yamin,  Ibu Sud, C. Simanjutak, Sanusi Pane dan lain-lain dibawah pimpinan Bung Karno. Pekerjaannya dimulai di zaman Jepang, kemudian dilanjutkan di zaman kemerdekaan di Yogyakarta sampai sekarang. Sebelum ke Yogyakarta ia bekeija pada ALRI di Lawang Jawa Timur dan kemudian pada Badan Penerima Kesatria I (Angkatan Darat) di Madiun, semuanya sebagai ahli musik.

Di Yogyakarta Kusbini berkarya terus, mencatat berbagai lagu, termasuk lagu-lagu daerah, mengaransir dan mencipta lagu serta bekeija sama dengan pengarang yang lain. Bertolak dari ciptaanva keroncong, menghilangkan ciri-cirinya yang kampungan, Si Buaya keroncong itu telah berhasil mengumpulkan berbagai lagu untuk dipelajari, diteliti dan dicatat kemudian menjadi “dokumentasi keroncong” yang berharga untuk bahan sejarah musik Indonesia.

1 April 1943, berdirinya Pusat Kebudayaan (Keimin Bunka Shideshe), yang berkantor di Jalan Noordewijk (sekarang Jalan Ir. H. Djuanda) Jakarta, Kusbini terpilih sebagai wakil ketua Bagian Musik.

19 Maret 1943, berdirinya PUTRA (Pusat Tenaga Rakyat) yang dipimpin oleh Bung Karno, para seniman dan seniwati mendapat peluang yang lebih luas Dengan pergaulan yang erat antara seniman-seniman, sastrawan dan pimpinan-pimpinan bangsa, Kusbini banyak mendapat ilmu dan gagasan-gagasan di dalam menciptakan lagu-lagunya. Ia tidak saja mencipta lagu dengan syair, tetapi tidak sedikit pula syairnya ditulis oleh kawan-kawan seniman dan sastrawan, antara lain Padi Menguning (syair Armin Pane), Ronce melati (syair Akhdiat kartamihardja), Laguku atau Lagu Kasihku (syair Kardjomuljo) dan Suka Rayu, Smara Turun, Ratapan Ibu (syair Kama Djaya).

Tahun1953, menulis buku Kamus Musik, penerbit, UP. Indonesia, Yogyakarta.

Tahun 1963,  Tujuh Lagu Wajib, terbitan PN Balai Pustaka.

Tahun 1965, Merdu dan Gembira, penerbit PT. Pembangunan Jakarta.

Tahun 1965, Lagu Wajib, penerbit UP Indonesia, Yogyakarta.

17 Agustus 1972, buah ketekunan dan keahlian Kusbini dalam hal keroncong telah diakui terbukti dengan diperolehnya Anugrah Seni dari Departemen P dan K.

Tahun 1973, sebagai pegawai pada Departemen P dan K, menjabat sebagai kepala Seksi Seni Suara Urusan pension, khusus di bidang keroncong.

Tahun 1975, terlah terbit buku Indonesia Yang Kucinta. penghimpun M. Pardosi Siagian, penerbit Penyebar Musik Indonesia, Yogyakarta.

Januari 1977, memperoleh Piagam penghargaan atas segala bantuan dan pengabdiannva pada Sekolah Menengah Musik di Yogyakarta dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan dan ditandatangani oleh Drs Sunaijo M.Sc.

Tahun 1978, Kusbini telah menulis naskah Keroncong Indonesia : Sejarah dan Perkembangannva yang disusun sejak tahun 1924 sampai tahun 1978.

Tahun 1978, Mengenai lagu “Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini ini pernah terjadi kesalahpahaman di dalam masyarakat baik mengenai notasinya, maupun judulnya, pernah dihebohkan tentang penciptanya antara Kusbini atau J. Semedi. Namun demikian Kusbini tetap bertahan berdasarkan Undang-Undang Hak Cipta tahun 1912 yang tetap masih berlaku sampai sekarang, maka jelas Kusbinilah yang memiliki “Hak Cipta” atas lagu “Bagimu Negeri” (1942) dan juga lagu- lagu lain ciptaannya.

4 April 1979, memperoleh Piagam penghargaan atas pengabdiannva pada bidang seni suara keroncong dalam rangka Ketahanan Nasional dikeluarkan oleh Panglima Komando Wilayah Pertahanan II, Letjen Widodo.

Tahun 1979 UP (Urusan Penerbitan) Indonesia Yogyakarta mulai menerbitkan himpunan lagu- lagu bersama kawan-kawan.

Pada usia lanjut ini Kusbini tidak lagi tampak mencipta lagu-lagu baru, tetapi masih tetap bekerja menyusun berbagai sistem dan metode bermain musik disanggar Olah Seni Indonesia. Ia telah menemukan sistemnya sendiri dalam bermain gitar dan biola dan diajarkan di sanggamya dengan berhasil. Ia juga menekuni sistem bermain kelintang dan angklung untuk tenaga pengajar maupun untuk para murid-muridnya.

Tahun 1951, Kusbini mendirikan Sanggar Olah Seni Indonesia (OSI), dalam masa pensiunnyaKusbini tidak pernah lelah atau capek karena musik, tanpa memaksakan diri Kusbini masih tetap tegar membimbing murid-muridnya di bidang pendidikan musik di sanggar OSI di rumahnya sendiri yang sederhana di Jalan Pengok Yogyakarta.

40 tahun di sana Kusbini bersama istrinva tercinta bernama Ngadiyem dan sebelas orang putra-putrinya menerapkan konsep pendidikan musik yang aartistik, idiil, religis, histens dan pelitis Dengan prinsip itu pendidikan-pendidikan tidak hanva diarahkan untuk menjadi instrumentalis atau vokalis saja, tetapi juga ke arah bangsa yang kuat dalam membawakan kebudayaannya.

Banyak sudah yang telah diperbuat oleh si buaya keroncong ini, yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk meningkatkan citra seni di Indonesia. Dari membangkitkan semangat patnotisme, cinta tanah air, sampai kepada tanggung jawab yang besar dalam mempertahankan mutu dan nilai kepribadian Indonesia dalam budaya seni musik kita.

Hasil dari gemblengan Kusbini melalui sanggar OSI-nya, lahirlah seniman-seniman musik yang tangguh dan berpengaruh, antara lain MP. Siagian, Ketua Komponis Nasional Indonesia, penyanyi seriosa Prawaningrum, penyanyi keroncong Subardjo HS dan banyak lagi yang lain-lain.

Daftar Pustaka

1.          Kamajaya, Sejarah Bagimu Negeri, Lagu Nasional, Penerbit U.P Indonesia,Yogyakarta, 1979.

2.          Kusbini, 16 Lagu wajib, Penerbit U.P Indonesia, Yogyakarta, 1966.

3.          Kamajaya, Riwayat Hidup Kusbini, U.P Indonesia, Yogyakarta, 1965. 4 Harian Kompas Minggu, 30 Desember 1979, Kusbini.

4.          Dibukukan, Siapa Pencipta Lagu Bagimu Negeri, Sinar Harapan Minggu, 8 April 1979.

5.          Tim Penulis, Butet Kartaredjasa dkk, 33 Profil Bu day a wan Indonesia. Penerbit Direktorat Televisi c/q Televisi RI Stasiun Yogyakarta, PT. Pustaka Sinar Harapan, PT. MTU Harian Suara Pembaharuan, PT. Gramedia-Devisi Penerbitan Buku, Percetakan PT. Intermasa, Jakarta. 1990.

6.          S. Sumardi, Drs. Sarijah Bintang Sudibyo (Ibu Sud) karya dan pengabdiannva, Depdikbud, Ditjarahnitra, Proyekl SDN, Jakarta, 1984.

Ensiklopedi Tokoh Budaya,  Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktoratsejarah Dan Nila1tradisional Proyekinventar1sasi Dan Dokumentasisejarah Nasional, Jakarta 1994, hlm. 159-164

Putri Cempo

Menanti Istri Setia di Makam Putri Cempo, Banyak orang berharap mendapat jodoh yang setia di Makam Putri Cempo. Karena berasal dari Campa, makamnya juga sangat dihormati oleh orang-orang Tionghoa. 

makam putri cempoBersama lima kawannya, Ahmad Muslih (25) terlihat khusyuk berdoa di serambi cungkup Makam Putri Cempo, Rabu (29/8) siang. Sudah dua hari, santri-santri Pondok Pesantren Darussalamah, Lampung Timur itu berada di makam yang terietak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang tersebut. Sebeiumnya mereka telah betziarah ke beberapa makam wali yang ada di Jawa Timur dan Jawa-Tengah.

Mereka menjadikan wali atau tokoh yang dimakamkan di tempat-tempat itu sebagai wasilah (perantara) untuk menggapai cita-cita. Karena sebagai manusia merasa punya banyak dosa, mereka membutuhkan wali yang lebih dekat dengan Allah sebagai perantaranya. Dalam menjalankan perannya sebagai wasilah itu, masing-masing wali atau tokoh memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.

makam putri cempo0002Orang yang memohon wasilahnya, melihat kelebihan itu dari cerita, sejarah, bahkan legenda sang tokoh. Seperti Ahmad Muslih dan kawan-kawan yang ingin men­dapat wasilah dari Putri Cempo agar suatu saat memperoleh jodoh yang baik. “Istri yang ideal, baik dalam segala hal, cantik dan setia. Layaknya kesetiaan Puteri Cem­po tertiadap Sunan Bonang,” jelas Ahmad Muslih yang diamini Mudzakir dan kawan- kawannya yang lain.

Cerita tentang Puteri Cempo memang menyiratkan pesan kesetiaan itu. Menurut

H. Abdul Wahid, juru kunci makam, Puteri Cempo adalah nama salah satu murid wanita Sunan Bonang. Dia berasal dari sebuah kerajaan di kawasan Vietnam sekarang. Setelah beberapa lama menjadi murid, sang putri diangkat menjadi pengajar di pesantren salah satu anggota walisongo itu.

“Perjalanan waktu rupanya membuat sang putri jatuh cinta pada Kanjeng Sunan dan ingin menjadi istrinya,” papar Wahid . Mendengar keinginan tersebut, keluar sebuah jawaban mengambang dari mulut Sunan Bonang. “Entenono,” kata Wahid menirukan jawaban Sunan Bonang. “Tunggu saja”, sebuah jawaban yang mem- beri makna tidak mengiyakan atau menolak permintaan sang putri.

Sang putri pun setia menunggu keputusan Sunan Bonang untuk menjadikannya sebagai istri. “Walau pada kenyataannya, keinginan itu tidak pernah tercapai hingga Sunan Bonang meninggal dunia,” jelas Wa­hid. Sunan Bonang sendiri selama hidupnya tidak pernah menikah, hingga dikerral dengan nama Sunan Wadat Anyakrawati.

IBU RADEN PATAH

Lepas dari pesan kesetiaan di atas, beberapa catatan sejarah mengungkap versi lain tentang cerita Puteri Cempo. Dalam “Tionghoa dalam Pusaran Politik”, Benny G. Setiono menulis Puteri Cempo adalah Dewi Kiem yang didatangkan oleh Sunan Ampel dari Cemboja untuk dihadiahkan kepada Prabu Kertabumi. Tujuannya untuk membobol benteng pertahanan Majapahit yang men­jadi penghalang bagi perjuangan para wali.

Temyata Kertabumi langsung menjadikan Dewi Kiem sebagai istrinya. Ketika Dewi Kiem mengandung tiga bulan, ahli nujum kerajaan meramalkan bahwa bayi yang dikandung Dewi Kiem kelak akan menjadi ra­ja besar di Jawa. Namun karena keamanannya tidak terjamin (waktu itu Majapahit tengah berperang melawan Kediri), Dewi Kiem diserahkan

kepada putranya, Arya Damar, yang menja­di adipati di Palembang. Beberapa bulan kemudian lahirlah dari rahim Dewi Kiem seorang putra yang diberi nama Raden v Hasan atau Pangeran Jin Bun. Kelak, Jin Bun yang dikenal dengan nama Raden Patah menjadi Raja Demak dan berhasil mengalahkan Majapahit.

H J. de Graff dkk. dalam “Cina Muslim di Jawa Abad XV dan XVI – Antara Historisitas dan Mitos”, menyebutkan, Putri Cempa berjasa membawa keponakannya, Bong Swie Hoo alias Sunan Ampel, dari Campa ke Jawa untuk menyebarkan Islam. Dia meninggal dan dimakamkan di Trowulan pada 1448. Kemudian hari, kerangkanya dipindahkan oleh Sunan Bonang, putra Sunan Ampel, ke Karang Kemuning, Bonang. Ini dilakukan Sunan Bonang untuk menghormati nenek bibinya itu.

Satu hari menarik yang patut dicatat dari versi – versi cerita di atas; bahwa orang- orang keturunan Tionghoa juga berjasa da­lam menyebarkan Islam di Jawa. Disebut keturunan Tionghoa, karena dari sisi etnis, orang-orang Campa mempunyai kemiripan dengan penduduk asli Tiongkok. Dari sisi geografis, letak Kerajaan Campa juga berbatasan dengan Tiongkok. Pada masa Ialu, kawasan Vietnam, tempat Kerajaan Campa itu berdiri, yang terpecah antara daerah Tonkin di utara dan Annam di selatan, juga pernah menjadi wilayah kekuasaan Kekaisaran Tiongkok.

Pada masa Kaisar Gia Long dari Dinasti Nguyen, negeri ini pernah meminta petunjuk Kekaisaran Tiongkok untuk memberi nama bam. Gia Long mengajukan nama gabungan An Nam dan Viet Thuong. Gabungan nama itu mengerucut menjadi Nam Viet, yang akhirnya menjadi Viet Nam sejak awal abad ke-19, hingga sekarang.

Marco Polo yang tiba di pantai Vietnam pada 1292, mencatat negeri itu bernama Caugigu. Nama ini berasal dari kata Giao Chi Quan yang diduga sebagai nama kaisar Tiongkok kuno dari Dinasti Han. Nama itu terus mengalami perubahan, sampai ahli geografi Denmark, Konrad Malte-Bume, pada awal 1800-an, menganggap kawasan di semenanjung itu terpengaruh dua kebudayaan, India dan Tiongkok (Cina). Sehingga semenanjung itu disebut Indocina. Nama ini sampai sekarang tetap dipakai untuk menyebut gabungan tanah Vietnam, Laos, dan Kamboja Dengan sejumlah fakta di atas, tak mengherankan bila Makam Puteri Cempo di Bonang maupun petilasannya yang ada di Trowulan juga sangat dihormati oleh orang- orang Tionghoa. Di waktu-waktu tertentu, akan terlihat asap hioswa berpadu dengan menyan dan kembang di dua tempat tersebut. “Beberapa tahun lalu, peziarah dari luar Jawa yang kebingungan mencari – mencari makam ini, justru bertanya di Klenteng Lasem,” ungkap Abdul Wahid. • hk

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: LIBERTY, EDISI 2316, 11 – 20 September 2007, hlm. 6-9