Minarni Soedaryanto, Kabupaten Pasuruan

10 Mei 1944, Minarni Soedaryanto atau Minarni Sudaryanto lahir di Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia.

Tahun 1959, saat berusia 15 tahun Minarni sudah menjadi pemain pelatnas.

Tahun 1960, Juara Malaysia Terbuka  tunggal putri.

Tahun 1962, ganda putri Minarni/ Retno Koestijah meraih Medali Emas Asian Games dan pada Asian Games tunggal putri meraih Medali Emas.

Tahun 1966, Juara Malaysia Terbuka  tunggal putrid; ganda putri Minarni/ Retno Koestijah;  ganda putri Minarni/ Retno Koestijah Juara Malaysia Terbuka dan meraih Emas Medali Pada Asian Games.

Tahun 1967, ganda putri Minarni/ Retno Koestijah Juara Malaysia Terbuka dan  Juara Malaysia Terbuka  tunggal putri.

Tahun 1968, All England, PB PBSI yang mengirimkan Rudy Hartono, Ang Tjin Siang, Minarni Soedaryanto, dan Retno Kustiyah berhasil mencatatkan prestasi yang gemilang. Rudi Hartono meraih juara, Muljadi meraih medali perunggu, Minarni meraih medali perak tunggal putri, dan ganda Minarni/ Retno Koestijah meraih juara. Minarni menjadi pemain bulu tangkis putri Indonesia pertama yang bisa mencapai babak final kejuaraan All England. Tahun ini Minarni Finalis All England  tunggal putrid dan  Minarni/ Retno Koestijah ganda putri Juara All England.

Tahun 1969, ganda putri Minarni/ Retno Koestijah Juara AS Terbuka;  Juara AS Terbuka  tunggal putrid; Minarni/ Retno Koestijah ganda putri Juara Kanada Terbuka;  ganda campuran Minarni / Darmadi Juara Kanada Terbuka; Finalis Piala Uber  Tim Indonesia tunggal putrid;  Minarni dan kawan-kawan gagal meraih gelar juara karena dikalahkan Jepang dalam babak final Piala Uber 1969 (skor 1-6) dan 1972 (skor 1-6).

Tahun 1972,  sebagai Finalis Piala Uber Tim Indonesia tunggal putri.

Tahun 1975, Juara Piala Uber  Tim Indonesia tunggal putrid . Pada perebutan Piala Uber 1975 di Jakarta, Tim Indonesia yang diperkuat oleh Theresia Widiastuti, Imelda Wigoena, Utami Dewi, Tati Sumirah, Minarni Soedaryanto, dan Regina Masli berhasil mempersembahkan Piala Uber untuk pertama kalinya bagi Indonesia setelah di final menundukkan Jepang dengan skor 5-2. Kemenangan ini menjadi pembalasan.

Setelah pensiun dari pemain, kemudian berkarier sebagai pelatih bulu tangkis di pelatnas serta aktif dalam organisasi PB PBSI.

14 Mei 2003, Minarni Soedaryanto  meninggal dunia dalam usia 59 tahun di RS Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan karena komplikasi radang paru-paru dan lever. Jenasah dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan.

Mang Udel, Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo, Kabupaten Pasuruan

7 Oktober 1923, Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo lahir di Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. putra seorang wedana di daerah Pasuruan, Lebih dikenal dengan nama Mang Udel,  di kalangan dekatnya dipanggil juga Mas Pung,

Tahun 1930, Mang Udel menamatkan sekolah dasar zaman Belanda, HIS,

Tahun 1936, Mang Udel melanjutkan sekolah lanjutan yaitu MULO, di Solo.

Tahun 1940, Mang Udel yang melanjutkan studi di sekolah pertanian LMS di Bogor.

Tahun 1945, Mang Udel mengisi acara Sepintas Lalu di Radio Republik Indonesia (RRI) di Jakarta.

Tahun 1946-1950, selama masa revolusi,  semua kegiatan seni Mang Udel vakum. Namun semasa perang kemerdekaan itu, Mang Udel ikut memanggul senjata berjuang di daerah Cikampek.

Mang Udel menikah dengan Sri Sufinati, anak dari Ibu Sud, pencipta lagu anak-anak Indonesia, dan dikaruniai tiga orang anak.

Tahun 1951, Mang Udel bertemu dengan pasangannya, yaitu Hardjodipuro, lantas meneruskan acara Sepintas Lalu-nya. Keduanya membentuk duet Mang Cepot dan Mang Udel bertahan hingga akhir dekade 70-an. Nama populer Mang Udel diambil dari nama tokoh dalam acara obrolan Sepintas Lalu di RRI yang dibawakan oleh dirinya dan Hardjodipuro (Mang Cepot).

Duet Mang Cepot dan Mang Udel sebagai grup lawak pertama di Indonesia yang menggunakan naskah dalam setiap penampilannya, sehingga semua detail adegan sudah diperhitungkannya.  Mereka menuangkan ide, konsep secara terinci dan menampilkannya dengan terencana, dan dengan segala perhitungan reaksi audience-nya.

Republik ini masih sangat muda,namun lawakan mereka sering menyindir keadaan sosial waktu itu. Padahal, mereka adalah para pejabat tinggi negara yang punya posisi penting di instansi masing-masing. Maka tidak heran bila PM Soebandrio melarang kegiatan dua orang tersebut.

Tahun 1952, Mang Udel untuk pertama kali bermain film berjudul “Heboh”. Kemudian bermain dalam sebuah film adopsi dari Rusia berjudul Si Mamad di bawah arahan sutradara Syuman Jaya. Di film yang cukup monumental itu, ia mendapat penghargaan atas aktingnya sebagai pegawai negeri miskin yang tertimpa masalah.

Tahun 1954, Mang Udel berperan dalam film “Heboh”.

Tahun 1956, Mang Udel berperan dalam film “Radja Karet Dari Singapura”

Tahun 1958 mereka berdua mencoba membuat trio Los Gilos yang terdiri dari Mang Cepot, Mang Udel dan Bing Slamet. Setelah berjalan beberapa lama akhirnya trio itu pecah.

Banyak yang menyayangkan tidak langgeng-nya trio Los Gilos. Ttrio Los Gilos dipandang sangat bagus karena memadukan kematangan ide, konsep yang berkualitas dengan kepiawaian olah tubuh serta gaya Bing Slamet yang sangat terkenal itu. Dengan kata lain, perpaduan antara komedi ide dengan lawakan slapstick.

Tahun 1961,  Mang Udel mendapatkan gelar sarjana muda biologi dari Fakultas Biologi Universitas Nasional, dan menjadi asisten ahli anatomi patologi di Fakultas Kedokteran UI tahun itu juga.

Tahun 1966, arek Pasuruan ini menjadi dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Gigi UI dan juga dosen biologi di Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Tahun 1967 – 1971, Mang Udel menjadi pejabat Dekan Universitas Nasional.

Tahun 1972, Mang Udel berperan dalam film “Intan Berduri”

Tahun 1974, Mang Udel berperan dalam film “Raja Jin Penjaga Pintu Kereta”, disutradarai oleh Wahab Abdi, dan Mang Udel mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik dengan pujian FFI dalam film “Si Mamad”.

Tahun 1975, Mang Udel pensiun dari Universitas Indonesia. Namun kegiatan aktornya masih berjalan , berperan dalam film “dr. Karmila”, disutradarai oleh Ami Prijono serta dalam film “Semalam di Malaysia”, disutradarai oleh Nico Pelamonia.

1977, Mang Udel berperan dalam film “Arwah Komersil dalam Kampus”, disutradarai oleh Muchlis Raya dan dalam film  “Sinyo Adi”,  disutradarai oleh Lilik Sudjio. Mang Udel sempat menjadi pemandu wisata.

Tahun 1978, Mang Udel berperan dalam film “Nopember 1828”, disutradarai oleh Teguh Karya.

Tahun 1980, Mang Udel berperan dalam serial TV “Losmen” arahan sutradara Wahyu Sihombing, ditayangkan  oleh TVRI Stasiun Pusat Jakarta, permainan Mang Udel cukup mengesankan dan ia lantas diidentikkan dengan tokoh Pak Broto, suami pemilik losmen Srikandi yang menderita post power syndrome setelah pensiun sebagai pejabat sebuah instansi pemerintah.

Tahun 1983, Mang Udel berperan dalam film “Budak Nafsu”,  disutradarai oleh Syuman Djaya

Tahun 1986, Mang Udel berperan dalam film “Bintang Kejora”, disutradarai oleh Chaerul Umam serta berperan pada Serial TV “Losmen”.

Tahun 1987, Mang Udel berperan dalam film “Selamat Tinggal Jeanette”, disutradarai oleh Bobby Sandy

Tahun 1988, Mang Udel berperan dalam film “Bunga Desa”, disutradarai oleh A. Rachman.

Tahun 1989, Mang Udel berperan dalam film “Bercinta Dalam Mimpi”, disutradarai oleh Nasri Cheppy

Tahun 1990, Mang Udel berperan dalam film “Oom Pasikom” dan dalam film “Penginapan Bu Broto”.

Tahun 2001, Mang Udel berperan dalam film “Pasir Berbisik”,  disutradarai oleh Nan T. Achnas.

27 Oktober 2006, pada umur 83 tahun Drs. R. Panji Poernomo Tedjokusumo (Mang Udel) meninggal di Jakarta.  =S1Wh0T0=

Gebluk, Kabupaten Pasuruan

Mendidik Anak dengan ‘Gebluk’

GEBLUKPertunjukan kesenian yang biasanya diadakan di sebuah panggung kecil lapangan Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan  menjadi pusat perhatian ratusan warga sekitar. Kesenian Gebluk juga berisi pesan moral yang

bermanfaat bagi warga. Bantal yang digebluki merupakan lambang seorang ibu

yang membangunkan anaknya dari tidur agar segera menjalankan ibadah salat lima waktu. Itu juga berarti membangunkan anaknya untuk berangkat sekolah atau mengaji, alias menimba ilmu.

Ibu-ibu di Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan mempunyai cara yang unik dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Mereka menggelar atraksi Kesenian Gebluk, sebuah kesenian khas daerah tersebut yang merupakan warisan leluhur yang turun-temurun sejak ra­tusan tahun silam.

Sekilas kesenian Gebluk mirip de­ngan Hadrah yang dimainkan kaum perempuan. Namun Gebluk memang seni khusus kaum perempuan. Tidak seperti Hadrah yang menggunakan alat musik terbangan, yakni alat musik dari kulit lembu dengan bingkai kayu. Gebluk menggunakan bantal tidur se­bagai alat musiknya.

Sebanyak 10 perempuan duduk dalam posisi bersendekuk layaknya orang sedang berdzikir. Beberapa perempuan membawa bantal lalu di­tabuh (digebluk), sementara yang lain mengiringi dengan tepuk tangan.

Gebluk kian meriah dengan lan­tunan lagu-lagu bernuansa Islami yang mereka nyanyikan dalam baha­sa Madura, bahasa yang sehari-hari mereka gunakan untuk berkomuni­kasi.

Pertunjukan kesenian yang bia­sanya diadakan di sebuah panggung kecil lapangan Kecamatan Rembang itu kontan menjadi pusat perhatian ratusan warga sekitar. Selain langkah

Gebluk juga berisi pesan moral yang bermanfaat bagi warga.

Bantal yang digebluki merupakan lambang seorang ibu yang memba­ngunkan anaknya dari tidur agar sege­ra menjalankan ibadah salat lima wak­tu. Itu juga berarti membangunkan anaknya untuk berangkat sekolah atau mengaji, alias menimba ilmu.

Sementara tepukan tangan me­lambangkan seorang ibu yang sedang memanggil anaknya yang sedang ber­main hingga lupa akan kewajibannya. Maka ibunya memanggil dengan cara tepuk tangan. Hal itu bisa dimaklumi karena di Kecamatan Rembang, seba­gian besar ibu merupakan ibu rumah tangga murni sehingga lebih dekat dengan anak-anaknya.

“Kesenian ini (Gebluk) berisi ajaran akan kewajiban seorang ibu untuk terus menjaga dan menganjurkan anaknya melakukan kebaikan. Acara ini digelar menyambut bulan Ramadhan yang akan segera datang,” kata Ali Sodhikin salah seorang penyelenggara acara di lapangan Kecamatan Rembang.

Kesenian Gebluk, katanya, sudah berumur ratusan tahun, tapi hingga sekarang tetap lestari di Rembang. Nama Gebluk diambil dari bahasa setempak ‘Ngebluk’, yang berarti menabuh.

Dengan kesenian Gebluk, orang tua diharapkan tetap memberi perhatian, pengawasan serta pendidikan baik agama maupun pendidikan sekolah kepada sang anak. (gus)

 SUARA DESA, Edisi 05, 15 Juni -15 Juli 2012, hlm. 22

Inul Daratista, Kabupaten Pasuruan

21 Januari 1979, Ainur Rokhimah lahir di Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Selanjutnya dikenal dengan nama Artisnya Inul Daratista, sulung dari 6 bersaudara dilahrkan dari pasangan Ayah bernama Abdullah Aman, dan ibunya bernama Rufia.

SMA 2 – Japanan – Pasuruan – Jawa Timur

Inul Daratista memulai karier panggungnya sebagai penyanyi dangdut di daerah Pasuruan, Jawa Timur. Aksi panggungnya direkam dalam video  dan diperbanyak dalam format VCD.  Tanpa sengaja hal ini membuat nama Inul mulai dikenal dan terkenal, jadwal manggungnya terisi padat. Sejumlah televisi pun berebutan untuk menampilkan. Inul seorang penyanyi dangdut Indonesia dengan julukan si goyang ngebor “Ratu Ngebor”

Inul juga memiliki bisnis karaoke, Inul Vizta. Bisnisnya yang memiliki beberapa cabang ini, sempat mendapat masalah. Andar Situmorang menggugatnya karena dianggap melanggar masalah hak cipta.

Tahun 1994, Adam dan Inul menikah, saat itu Inul baru berusia 16 tahun dan duduk di kelas satu SMA, sedangkan Adam 5 tahun lebih tua. Bagi Inul, Kisah cinta Inul dan Suminharto atau Adam Suseno bermula di masih bangku SMP.

Tahun 2000/2001, De Bronnen van de Liefde” — BELANDUT / Dangdut Bule – Belanda.

Mei 2003, Menjelang perilisan album perdananya, Rhoma dengan mengatas-namakan organisasi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), menentang peredaran album Goyang Inul yang dirilis Blackboard, goyangan Inul dianggap merendahkan pamor musik dangdut. sikap Rhoma ini menimbulkan pro-kontra.

5 Juli 2003, merilis album “Goyang Inul”. Blackboard (Kaset, CD dan VCD – launched)

Tahun 2004, merilis album “Separuh Nafas”.

Juni 2009, kasusnya dimenangkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Selanjutnya giliran Inul yang memperkarakan Andar ke pihak berwajib. Kali ini Andar dilaporkan Inul atas tuduhan membuat laporan palsu.

Tahun 2009, Inul hamil melalui program bayi tabung, sebab Pernikahan Inul bersama Adam Suseno selama 13 tahun belum juga membuahkan anak.

19 Mei 2009 pada pukul 21.29, Inul berhasil melahirkan anak pertamanya secara caesar. Bayi perdana ini diberi nama Yusuf Ivander Damares.

Januari 2006, kembali Rhoma di depan anggota DPR mengeluarkan pernyataan menentang aksi panggung Inul, dalam dengar pendapat pembahasan RUU Antipornografi antara DPR dan kalangan artis.

April 2006, Inul kembali membuat kontroversi karena mengeluarkan pernyataan di media masa bahwa dia ingin berpose bugil di majalah Playboy edisi Indonesia.

Tahun 2006, merilis album “Mau Dong” serta album “Ash-Sholaatu”.

November 2007, terdapat patung Inul di depan rumahnya. Patung Inul setinggi 2,5 meter lengkap dengan pondasi kotak serta lampu sorot itu berwarna emas. Plakat hitam bertuliskan “Sumbangan dari Inul Daratista” tampak menghias bungkusan patung itu. Inul menyumbangkan patung dirinya untuk menghiasi jalan yang telah dipenuhi patung lainnya.

13 November 2007, Patung Inul rencananya akan diresmikan. Tetapi akhirnya, Patung Inul dibongkar  dan diamankan Ketua RT setempat.

Tahun 2008, merilis album “Rasain Lho”.

Inul Daratista biographyTahun 2012, merilis album “Buaya Buntung”.

Tahun 2008, berperan pada film “Cinta Setaman”.

Selain berperan di film, Inum juga berperan di sinetron antara lain Kenapa Harus Inul?; Gara-Gara Inul; Hikayah (Eps.Susuk Pemikat Si Penari Jaipong) serta Hikayah {Eps.Penyanyi Dangdut Banting Setir Jadi Pembantu}.

Inul juga sempat membintangi beberapa iklan, seperti Sakatonik Grenk dan Mie Burung Dara.

Finna dan Taman Dayu Golf, Kabupaten Pasuruan

Pengembangan wisata Tretes Prigen di kaki Gunung Welirang dan Arjuno semakin lengkap dengan adanya sarana olah raga Golf Finna Golf & Country Club dan menyusul dibangunnya padang golf Taman Dayu kreasi Jack Nicklaus.

Kedua lapangan golf 18 hole ini, dilengkapi dengan berbagai fasilitas olah raga, seperti : kolam renang, lapangan tenis, pusat kebugaran serta restoran.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:

Tretes Prigen, Kabupaten Pasuruan

Kawasan Tretes Kecamatan Prigen letaknya sangat strategis di kaki Gunung Welirang dan Arjuno. Jarak dari kota Surabaya maupun Malang hanya sekitar 55 -60 Km. ditempat yang berhawa sejuk ini dikenal dunia lantaran pesona alamnya menawan.

Keindahan obyek wisata Tretes karena hutan Wanawisatanya berada di sekitar lokasi Hotel berbintang, Bungalow dan Motel. Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas : kolam renang, rumah makan. diskotik. pacuan kuda, tempat pertemuan, lapangan tenis, kebun anggrek, serta sarana penunjang lainnya yang mampu membuat wisatawan menjadi kerasan atau betah tinggal berlama-lama di daerah ini.

Wisatawan juga dapat menikmati hutan Wanawisata, dan berkemah di bumi perkemahan Air Terjun Kakek Bodo. Kecamatan Prigen juga menyimpan potensi lain sebagai penghasil madu lebah jenis Apis Cerena (madu kuning) bisa didapat di Koperasi Madu Karya JI. Pesanggrahan Prigen.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:

Ski Lot Lekok, Kabupaten Pasuruan

Wisata Pantai Ski Lot Lekok, Atraksi tradisional masyarakat nelayan pantai  Lekok  berupa Ski Lot (ski di atas celot atau lumpur).  Atraksi ini biasanya digelar  dan  disajikan setiap tahun pada Hari Lebaran Ketupat di Pantai Kecamatan Lekok.

Setiap penyelenggaraan atraksi tradisionallomba Ski Lot atau ski lumpur ini selalu berlangsung dengan serunya, karena peserta lomba selain meluncur di atas lumpur juga diharuskan mampu menangkap kepiting, ikan lele dan belut, sehingga atraksi meluncur di atas lumpur ini lebih menarik dan penuh dengan tantangan. Pada saat yang sama di pantai lekok selain kegiatan lomba Ski Lot diadakan lomba juga diadakan lomba Dayung dan Perahu Hias.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:

Air Terjun Rambut Moyo, Kabupaten Pasuruan

Di desa Palangsari Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, terdapat obyek wisata alam air terjun Rambut Moyo, menuju ke wisata alam air terjun ini ,  lebih kurang 25 Km arah selatan kota Pasuruan. Air terjun Rambut Moyo, mempunyai ketinggian lebih kurang 40 meter dari permukaan sungai, air terjun ini Nampak menjulang tinggi dengan batu-batu besar pegunungan di bawahnya.

Derasnya air terjun yang jernih dan dingin, sehingga wisatawan dapat menyegarkan badan dengan mandi maupun berbasah-basah dibawah air terjun Rambut Moyo. Sedangkan pemandangan alamnya cukup menawan dan hawanya sangat  sejuk tak kalah menariknya dengan obyek wisata sejenis yang ada di Jawa Timur  ini,

Air terjun rambut Moyo berada dikawasan konservasi perhutani Kecamatan Puspo,

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur :

Upacara Cuplak Pusar Masyarakat Tengger

Biasanya setelah bayi berumur lima atau 7 hari pusarnya mengering dan terlepas. Kejadian ini diperingati dengan suatu upacara. Upacara ini dilakukan dengan “kekerik”, yang bertujuan untuk melepaskan segala kotoran dari leluhurnya, dan supaya mendapatkan keselamatan. Mantera yang dibacakan diantaranya sebagai berikut:

“getih abang, getih putih diselameti dina iki dadi kabeh nylameti getihe.” Sajian yang disediakan ada lima macam, yaitu jenang merah, putih, kuning, hitam dan hijau. Dukun menerima sajian-sajian dan uang sekedar­nya. Tali-tali ari-arinya ditanam di dalam rumah dan selama lima hari di­beri penerangan pelita.

Pada upacara kekerik ini diadakan suatu sajian yang lebih lengkap. Pada waktu upacara itu ayah, ibu dan bayinya me­makai benang lawe yang telah dimanterai oleh Dukun. Dengan demikian keselamatan akan diperolehnya dan pertalian diantara ayah, ibu dan anak akan menjadi abadi. Tali benang lawe harus dipakai sampai rusak dengan sendirinya.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Reog  di Jawa Timur. Jakarta:  Upacara Kasada dan Beberapa Adat Istiadat Masyarakat Tengger, Proyek Sasana Budaya , Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1978-1979. hlm. 28