Religi dan Kegiatan Ritual, masyarakat Samin

mbah-hardjo-kardi-generasi-keempat-kaum-saminAda orang yang beranggapan Saminisme itu sebuah agam. Katanya Saminisme itu tidak kawin di masjid menurut Islam dan tidak pula di gereja menurut Kristen. Tidak melakukan sunat (khitan), dan tidak pernah pula menyebut nama Tuhan.

Dengan demikian, mereka berkesimpulan bahwa orang-orang Samin itu bukan penganut agama Islam, bukan penganut agama Kristen, bukan penganut agama Hindu dan Budha pula. Tetapi mereka mempunyai agama sendiri yaitu agama “Samin”.

Pendapat seperti di atas itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (Soepanto-Djaffar, 1962:39). Selanjutnya, Soepanto-Djaffar (1962:39), menyatakan saminisme bukan suatu agama, sebaliknya bukan pula tidak percaya kepada agama. Saminisme tidak membeda-bedakan agam. Semua agama itu baik, maka Saminisme tidak mengingkari agama. Dan itulah paham Samin yang pokok.

Menurut HarryJ. Benda (dalam Sastroatmodjo, 2003:48-49), orang Samin asli sering menyebut dirinya ” 13matting Agama Adam Kawitan”, yang meyakini tujuan hidup yakni kesempurnaan umat manusia, sedangkan manusia hidup di tengah-tengah Urip, sementara kehidupan ini abadi, dan manusia diikat oleh cakra panggilingan atau jalan karmanya sendiri-sendiri. Untuk menebus dosanya selagi di dunia, manusia harus mengalami reinkarnasi alias penitisan beberapa kali.

Di pihak lain, Benda (dalam Prasongko, 1981:36) gerakan Samin merupakan tradisi Abangan di Jawa Orang Samin mengaku menganut agama Adam. Tentang agama yang dianutnya ini mereka menegaskan bahwa “Agama nikugaman, Adampangucape, mangaman lanang . Tetapi orang Samin tidak membedakan agama yang ada,mereka menganggap semua agama baik, dan mereka merasa memilikinya:

“Agama Islam ya duwe, agama Katholikya duwe, Budha ya duwe, wong kabehne iku apik”

Agama Islam punya, agama Katholik  punya, agama Budha  punya, sebab semua itu  baik”

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Setya Yuivana Sudikan. Kearifan Lokal Masyarakat Samin dalam Pemetaan Kebudayaan di Provinsi Jawa Timur: Sebuah Upaya Pencarian Nilai-nilai Positif. Jember : Biro Mental Spiritual Pemerintah Provinsi JawaTimur bekerjasama dengan Kompyawisda Jatim, 2008, hlm. 102 -103

Sumber gambar: Berita Jati.COM media online