Ria Enes

Ria Enes001Ria Enes lahir di Malang, 29 Juni 1968. Beragama Islam. Pendidikan SD hingga SMA ia selesaikan di kota Malang. Meraih gelar sarjana Fakultas llmu Komunikasi, Jurnalislik Universitas Dr. Soetomo Surabaya.
Penyanyi yang punya nama asli Wiwik Suryaningsih karirnya dimulai menjadi penyiar di Radio Carolina selama 9 bulan (1987). Kemudian tahun 1988-1994 pindah di radio Suzana. Sering pula dimintai menjadi MC pada acara-acara khusus di TVRI Surabaya.
Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya, diantaranya HDX Award 1991 untuk album “Si Kodok”, dua tahun yakni 1992 dan 1993 menerima HDX Golden Award untuk albumnya “Susan punya cita-cita”. Terakhir dia mendapat julukan sebagai “Srikandi Award Tahun 1994 sebagai wanita berprestasi”.
Putri ke delapan dari pasangan Abdul Jahlal dan Umi Kusnul tinggal bersama keluarga di Jalan Simpang Darmo, Permai Selatan VIII/3 Surabaya.
Siapa yang tak kenal Suzan? Tentu, pandangan kita tertuju pada artis kelahiran kota apel ini. Dialah Ria Enes, bukankah Suzan itu Ria Enes, dan Ria Enes adalah Suzan?
Tapi agaknya, bukan ia kalau tidak mampu memilahnya. Meski dalam batas-batas tertentu dibumbui subjektivitas pribadi. Terbukti bisa menyekat ruang yang seolah tanpa batas antara dirinya dan boneka Suzan. Hasilnya gelar Sarjana Komu­nikasi dari Fikom Unitomo Surabaya buat dia yang wisudanya digelar bulan Januari yang lalu.
Mungkin inilah enaknya jadi penghibur semacam Ria. Ia tak perlu jauh-jauh mencari topik skripsi sebagai salah satu syarat meraih gelar sarjana. Boneka Suzannya yang fenomena itu, ia teliti sendiri kadar kredibilitasnya di mata anak-anak penggemarnya.
Maka jadilah skripsi berjudul “Tanggapan Anak-Anak Terhadap Figur Suzan Se­bagai Penyampai Pesan”, (studi penelitian Diskriptif tentang tanggapan anak-anak usia TK-SD di Surabaya dan Jakarta terha­dap Figur Suzan sebagai penyampai pe­san) uang mengantarkannya ke gerbang kesarjanaan.
Sebagai artis penyanyi, tentu banyak mendapat pengalaman, baik itu suka maupun duka. Ia lalu menceritakan pengalamannya yang sangat berkesan di hatinya.
“Mulanya saya cuma hobi bermain bo­neka”, ujar Ria yang punya filsafah hidup, hidup itu tidak perlu ngaya. Lantas keterusan. Malah jadi populer. (AS-4)

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:  Apa & Siapa Orang Jawa Timur Edisi 1995-1996, editor Setyo Yuwono Sudikan. Semarang: Citra Almamater 1996. hlm. 30 (CB-D13/1996-…)

 

Alena, Malang

alena-4529 November 1981, Caroline Gunawan lahir di Malang, Jawa Timur, Indonesia. Lebih dikenal dengan Alena. Alena menyandang gelar Cum Laude Fakultas FISIP, Universitas Pelita Harapan.

Tahun 2008, merilis Alena Album kedua “Seindah Diriku”. Lagu berjudul Lavender sebagai lagu unggulan untuk membidik pangsa pasar Mandarin. Lagu versi Mandarin ini dijadikan single pertama. Syuting video klip Album Seindah Diriku, disutradarai Ivan Handoyo, produser dari rumah produksi Green Production. Syuting dilaksakan Rabu, 23 April 2008 pukul 10.00 pagi sampai selesai. Bertempat di jalan Jatipadang Raya no 42, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Video klip ini menghadirkan konsep yang menonjolkan kencantikan oriental modern/futuristik serta sisi keseksian dan glamour dari Alena.

Pada lagu Seindah Diriku, Alena mengajak penyanyi The Saba untuk bergabung menjalankan proyek ini karena diangap memilki kesamaan visi dalam bermusik. Alena membawakan lagu ini dengan penuh penghayatan karena lagu ini bercerita tentang pengalaman pribadinya, ditambah Alena sendiri menulis liriknya ditemani Rully Roel (band Senyawa).

Tahun 2003 – 2004, Alena sebagai presenter Oriental Nite AnTeve bersama dengan Ronny Sianturi –

Tahun 2008 – ……, Alena sebagai presenter KISS Indosiar bersama dengan Ruben Onsu dan Joe Richard.

Januari 2004, Telesinema Spesial Imlek RCTI “Xiao Qing” bersama Ferry Salim.

Tahun 2008, Alena sebagai Duta Baca, Alena mengkampanyekan baca buku sebagai bagian dari gaya hidup. Melalui buku kita bisa melihat dunia. Dengan buku ini juga aku bisa seperti sekarang ini,” ujar Alena.

Alena menegaskan misinya sama dengan yang diusung oleh Unesco melalui World Book Day yakni mengedukasi mayarakat agar gemar membaca buku, menyinggung keikutsertaan dirinya dalam World Book Day ini.

Dalam acara tersebut akan diadakan pameran buku, talkshow, di wisata malam kota tua Jakarta, pengunjung akan diajak menelusuri jejak-jejak tersembunyi gedung-gedung tua. Tak hanya itu, rupanya World Book Day 2008 kali ini juga menyisipkan zona kegiatan yang belum pernah ada sebelumnya seperti festival layang-layang dan festival jajanan tradisional. Perayaan “World Book Day” merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan.

29 Juni pukul 07.00,  Alena tampil dalam acara Rotaray Preserve Panet Earth yang akan berlangsung pada hari Minggu, di Jakarta.

Alena akan tampil sebagai artis pendukung gerakan REA tersebut karena sesuai dengan kepeduliannya terhadap lingkungan. Salah satunya dimulai dari diri sendiri dengan peduli terhadap lingkungan, terutama isu global warming. Rotary memang sangat peduli dengan pelestarian bumi. Terlebih dalam rangka menanggulangi pemanasan global. Sebab itulah dibentuk komite Preserve Planet Earth yang dilaksanakan oleh Rotary sedunia. Demikian dikatakan ketua panitia React Green a-thon, Djatnika Soekarta.

Dia menjelaskan React Green a-thon yang akan dilaksanakan pada hari minggu 29 Juni 2008 pukul 07.00 ini akan dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir Rachmat Witoelar.

Tahun 2000, Final Asia Bagus Malaysia dan berhasil sebagi Grand Champion

Tahun 2000, Choir Olimpiade LINZ-Austria dengan Elfa’s Singers Hasil Medali Emas

Tahun 2002, merilis album bertajuk  Alena Produksi Universal Music Indonesia

Tahun 2003, MTV Award 2003 Hasil Dinominasikan sebagai “Most Promissing Newcommer”

Tahun 2006, Album Kompilasi dengan judul Cilapop  Lagu Bintang-bintang.

Tahun 2008, Timeplace Award Hasil Talented Artis.

Tahun 2008, merilis album bertajuk Seindah Diriku Produksi Nagaswara

dari berbagai sumber =S1WhoT0=

Sudomo, Malang

SUDOMO20 September 1926, Laksamana TNI (Purnawirawan) Sudomo lahir di Jalan Embong Arab Gang 4, Malang, Jawa Timur, Indonesia. Dari pasangan Ayah Haji Kastawi alias Haji Martomihar­djo dan Ibu Saleha, kedua orang tuanya adalah Masyumi. Sudomo anak pertama dari lima bersaudara, tiga laki-laki dan dua perempuan.

Tahun 1939, Sudomo Lulus dari HIS Probolinggo

melanjutkan pendidikan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), setingkat sekolah menengah pertama, di Probolinggo. ketika Jepang menggusur penjajah Belanda. Lembaga Pendidikan berbahasa Belanda banyak yang bubar, termasuk MULO Probolinggo. Sehingga pendidikan Sudomo terputus .

Tahun 1943, Sudomo meneruskan pendidikan ke sekolah SMP Negeri di Jalan Celaket, Malang, dan lulus.

17 Agustus 1945, ketika proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengeluarkan maklumat pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut, lembaga keamanan nonmiliter. Selang sehari, sekolah di Pasuruan membentuk BKR.

BKR Pasuruan lalu berubah menjadi Angkatan Laut Batalion III Pangkalan IX. Saya mendapat pangkat letnan sebagai perwira logistik.

Desember 1948, Sudomo ditetapkan sebagai orang kedua, di bawah Mayor John Lie, dalam kapal PPB-58 LB. Pelayaran pertama menuju Phuket, Thailand, membawa karet untuk ditukar dengan senjata. Karena kepiawaian John Lie—dikenal sebagai The Smuggler with the Bible—kapal dengan misi menyuplai senjata buat pasukan Indonesia ini selalu aman.

Tahun 1950, Sudomo terjun dalam pertempuran menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan Sebagai Kepala Staf Operasi IV Markas Besar Angkatan Laut.

Tahun 1958, Pendidikan Perwira Special Operation dan kursus Komandan Destroyer Gdyna, Polandia, lulus.

Tahun 1958, bertugas menyiapkan operasi militer menumpas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia,  semua operasi dijalani tanpa rasa takut. Militer sudah teken mati dalam setiap operasi.

Pendidikan di Lemhannas, Sekolah Para Komando KKO, dan SESKOAL.

Tahun 1961, sewaktu menikah dengan Fransisca Piay, Sudomo pindah ke agama istri yaitu Protestan.

Tahun 1980, bahtera rumah tangganya kandas  Sudomo bercerai, perkawinannya bertahan 19 tahun. Dari pernikahan ini, dikaruniai empat anak. Biakto Trikora Putra, yang lahir pada 15 Agustus 1962, tepat saat ditandatanganinya kesepakatan Indonesia-Belanda soal penyerahan Irian Barat, Dewi Prihatina Dwikora Putri, Martini Yuanita Ampera Putri, dan Meidyawati Banjarina Pelita Putri.

Nama keempat anak Sudomo selalu berkaitan dengan kabinet, tugas, serta jabatannya sebagai tentara. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang mau berkiprah di bidang militer. Anak laki-laki pertama, Biakto, tidak mau jadi tentara mungkin karena sering melihat ayahnya jarang pulang. Dia memilih menyelesaikan studi di University of Southern California dan meraih gelar BA.

Tahun 1969-1973, Kepala Staf TNI AL.

Tahun 1973-1978, Wakil Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (WaPangkopkamtib).

28 Maret 1978. Sudomo diangkat menjadi Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), sekaligus Wakil Panglima ABRI (1978-1983).

Tahun 1983 – 1988, menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan juga sebagai Ketua DPA.

Tahun 1988-1993, dipercaya sebagai Menko Polkam.

Tahun 1990,  setelah membujang 10 tahun, menikahi Fransiska Diah Widhowaty.

Tahun 1993-1998, Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Tahun 1994, pernikahan yang kedua bernasib sama, kandas di tengah jalan mengalami perceraian Dari pernikahan dengan Siska Widhowaty, tidak memiliki anak.

Pada 1994, Sudomo pernah mengajukan berhenti dari Dewan Pertimbangan Agung karena kasus Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Ketika itu, Beliau dikaitkan dengan kasus pembobolan Bapindo karena memberikan referensi kepada Eddy Tansil.

27 Juni 1994, Sudomo menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam pengadilan, mengaku memberikan referensi lisan atas permintaan Eddy Tansil pada 19 Juni 1989. Ketika itu menjabat Menteri Koordinator Polkam. Sudomo menjelaskan referensi bukan dipakai supaya Bapindo melakukan penyimpangan meski selalu ada peluang disalahgunakan. Saya pernah memanggil dan menegur Eddy Tansil, tapi tak mempan. Pengadilan akhirnya menghukum Eddy Tansil 20 tahun penjara.

Tahun 1996, Sudomo kembali bertugas di Dewan Pertimbangan Agung sampai benar-benar bisa melepaskan jabatan politik pada usia 72 tahun.

Tahun 1997, Sudomo memutuskan untuk kembali memeluk Islam, berkat kekuatan doa ayah. Mengucap kalimat syahadat di Masjid Al-Huda, Malang, Jawa Timur, disaksikan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman.

Tahun 1998, naik haji untuk pertama kalinya setalah kembali memeluk Agama Islam.

Tahun 1998, pensiun, dengan jabatan terakhir Ketua Dewan Pertimbangan Agung. Ditahun ini pula menikah lagi untuk ketiga kalinya, dengan Aty Kesumawaty.

Tahun 2002,  bercerai dengan Aty Kesumawaty . Pernikahan ini hanya bertahan empat tahun. Dari dua kehidupan pernikahan sebelumnya, tidak ada yang seseru pernikahan ketiga ini. Pada perceraian ketiga, saya kalah di Pengadilan Agama tingkat pertama. Dalam hal pembagian harta gono-gini, hampir saja Sudomo kehilangan rumah di Pondok Indah. Akhirnya rumah kembali ketika proses banding hingga kasasi, penyelesaian perkara memakan waktu selama 3 tahun 2 bulan itu.

Tahun 2002, naik haji untuk kedua kalinya, selanjutnya menjalankan ibadah umrah sampai lima kali. Mungkin hal itulah yang membuat orang-orang menambahkan singkatan HM di depan namanya.

Meskipun pernah memeluk agama lain, Sudomo percaya orang yang mengucapkan kalimat syahadat dan menjalankan ibadah dengan sepenuh hati akan suci lagi seperti bayi.

18 April 2012, Sudomo meninggal dunia, di Jakarta, pada umur 85 tahun,  karena pendarahan di otak.=S1Wh0T0=

Jenderal TNI Purnawirawan Rudini, Malang

Rudini15 Desember 1929, Jenderal TNI (Purn.) Rudini lahir di Malang, Jawa Timur, Indonesia, dari pasangan pasangan R. Ismangun Puspohandoyo dan Kusbandiyah.

Tahun 1942, Rudini menyelesaikan pendidikan dasar di SD Malang.

Tahun1945, Rudini menempuh pendidikan menengah di SMP, Malang.

Tahun 1950, Rudini menempuh pendidikan Menengah Atas di SMA, Malang.
Tahun 1951-1955, kemudian Rudini mengikuti Akademi Militer KMA, Breda di Negeri Belanda selama lima tahun.

Tahun 1955, Sekembalinya ke Indonesia, ia dilantik menjadi perwira remaja dengan pangkat Letnan II.

Tahun 1956 – Dan Ton Ki Yon 518/Brawijaya

Tahun 1959 – Pelatih Taruna AMN

Tahun 1961, Rudini  menempuh pendidikan berikutnya adalah: Suski, di Bandung,

Tahun 1964, Rudini mengikuti pendidikan Para di Bandung.

Tahun 1966, Rudini mengikuti pendidikan Jump Master, di Bandung.

Tahun 1967 – Rudini sebagai Dan Yon 401/Banteng Raiders ( sekarang Yonif 400/Raiders ), mengikuti pendidikan Suspala di Bandung.

Tahun 1970, Rudini mengikuti pendidikan Seskoad di Bandung.

Tahun 1972 – Dan Brigif 18/Linud

Tahun 1973, International Defence Management Course, AS.

Tahun 1975, Panglima Komando Tempur Lintas Udara

Tahun 1977, Rudini menjabat sebagai Kepala Staf Kostrad, mengikuti Lemhanas, di Jakarta.

Tahun 1978, Rudini menjabat sebagai Panglima Kodam XIII/Merdeka.

Tahun 1981, Rudini menjabat sebagai Panglima Kostrad.

Tahun 1983-1986, Rudini menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

23 Maret 1988 – 17 Maret 1993, sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Pembangunan V

Tahun 1999-2001, Rudini dipercaya sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU). yang bertugas sebagai penyelenggara Pemilu pada 7 Juni 1999. Ia kemudian memimpin 52 anggota KPU yang bertanggung jawab menyelenggarakan pemilihan umum dengan kontestan multipartai (48 partai politik dengan beragam asas dan kepentingan) pertama setelah 44 tahun. Rudini juga adalah anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Rudini adalah seorang pejabat Orde Baru yang berkiprah dalam era Reformasi. Ia terbebas dari penghujatan yang menerpa pejabat-pejabat Orde Baru pada awal bergulirnya Reformasi.

Sabtu,  21 Januari 2006-23.00 WIB, Rudini meninggal dalam usia 77 tahun, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, karena serangan jantung, meninggalkan dua orang istri dan lima orang anak.

Minggu 22 Januari 2006 pukul 13.30 WIB. dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan,

Penghargaan yang diperoleh: Bintang Mahaputra; Satya Lencana Operasi Militer V; Bintang Lencana Santi Dharma; Bintang Lencana Seroja; Bintang Lencana Unicef; Bintang Lencana Kesetiaan 8 Tahun; Bintang Lencana Kesetiaan 16 tahun serta Bintang Lencana Kesetiaan 24 tahun.

Adat Kemanten Malang

Adat Kemanten Malang Keprabon

Seni dan budaya merupakan salah satu daya tarik Kota Malang sebagai Kota Pariwisata. Berbagai macam keunikan adat, tradisi dan kesenian yang merupakan warisan budaya luhur tersebut mampu memberikan nilai ekonomis yang menunjang secara langsung dunia pariwisata dan memberi kontribusi nyata dalam pembentukan sikap bangga terhadap Kota Malang.

Oleh karena itu, melalui acara Pembinaan Salon Dalam Rangka Pelestarian Adat Kemanten Malang Keprabon 2011 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang mencoba menghimpun event tersebut dalam sebuah brosur panduan yang bisa dijadikan sebagai pengetahuan dan panduan wisata untuk para wisatawan dan masyarakat Kota Malang secara umum.

Kami mengharapkan dengan adanya brosur ini dapat memberikan informasi dan mensosialisasikan Adat Kemanten Malang Keprabon sehingga terjalin suatu hubungan kecintaan terhadap kota yang kita kagumi ini.

Akhirnya kami ucapkan Selamat Datang di Kota Malang, selamat membaca, selamat menikmati keramahan dan kekhasan yang disajikan dan kami berharap bisa membawa Anda untuk selalu datang dan berkunjung kembali ke Kota Malang.
(Dra. Rr. Diana Ima WH., M.Si, Kepala Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Kota Malang)

Pengantin Malang Keprabon
LATAR BELAKANG: Upacara Perkawinan Pengantin Malangan Keprabon berorientasi dari kebudayaan Hindu dan Jawa pada umumnya dan dari Jawa Timur pada khususnya. Hal ini dapat dilihat dari cerita Candi Singosari dengan Raja Kertanegara dan Kendedes yang terkenal sangat menarik bernama Pradna Paramita.

TUJUAN: Tata rias Pengantin Malangan Keprabon dengan segala tata cara upacaranya sangat unik dan mempunyai nilai budaya tinggi. Dengan perkembangan dan teknologi moderen sekarang ini diharapkan generasi penerus tetapi memelihara nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kebudayaan kita.

UPACARA ADAT:  Tata cara upacara adat Pengantin Malang Keprabon meliputi:
1.   Mlapati: mencari jodoh untuk putranya;
2.   Ngetutake Balung Pisah/Nontoni: menyaksikan dari dekat calon yang ditentukan sebagai calon jodoh pertamanya;
3.   Melamar;
4.   Peningsetan;
5.   Penentuan hari;
6.   Pasang Terob;
7.   Pingitan;
8.   Siraman;
9.   Meratus Rambut;
10. Ngetepi (Ngerik);
11. Manggulan;
12. Tebusan Kembar Mayang;
13. Upacara Jomblokan atau Rampak dan Ijab/Nikah;
14. Temu Pengantin;
15. Resepsi.

Busana dan Perhiasan Pengantin Wanita

Nama Perhiasan Bagian Atas:
1. Kembang Goyang Padma;
2. Jamaus Makutho Keprabon;
3. Urna (mata hati/batin);
4. Subang Kundala;
5. Kalung hara besar dan kecil.
++++++====================================++++++++

Nama Perhiasan Bagian Belakang:

  1. Penetep Puspa Padma;
  2. Sekar tanjung

++++++====================================++++++++
Busana dan Perhiasan
Nama Perhiasan Pengantin Wanita:
1a. Kalung Sulur (atas);
1b. Kalung Sulur Sanggabuana;
2a. Kelat Bahu Kayura Padma;
2b. Kelat Bahu Kayura Padma pakai Sulur
3. Pending Padma Pitaloka;
4. Gelang Kono;
5. Uncal Tribuana;
6. Cincin;
7. Boro-boro Sulur Sakembaran;
8. Benggel.

++++++====================================++++++++
Pengantin Pria
Nama Perhiasan Pengantin Pria:
1. Kuluk Makhuto 3 tingkat;
2. Sumping Permata;
3. Kalung Kace;
4a. Kalung Sulur;
4b. Kalung Sulur Sanggabuana;
5. Kelat Bahu Keyura Padma;
6. Sabuk timang;
7. Gelang Kono;
8. Uncal Tribuana;
9. Boro-boro Sulur Sakembaran;
10. Binggel.

…………………………………..
Adat Kemanten Malang Keprabon [
Brosur]. Malang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, 2012.  

Sejarah Singkat, Kotamadya Daerah Tingkat II Malang

Kota Malang seperti halnya kota-kota lain di Indonesia pada umumnya baru tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif itu masih berbekas hingga sekarang, Misalnya Ijen Boullevard dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang bagai monumen yang menyimpan misteri dan seringkah mengundang keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim disini untuk bernostalgia.

Pada tahun 1879, di Kota Malang mulai beroperasi kereta api dan sejak itu Kota Malang berkembang dengan pesatnya. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

Sejalan perkembangan tersebut di atas, urbanisasi terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan perumahan meningkat di luar kemampuan pemerintah, sementara tingkat ekonomi urbanis sangat terbatas, yang selanjutnya akan berakibat timbulnya perumahan-perumahan liar yang pada umumnya  berkembang di sekitar daerah perdagangan, di sepanjang jalur hijau, sekitar sungai, rel kereta api dan lahan-lahan yang dianggap tidak bertuan. Selang beberapa lama kemudian daerah itu menjadi daerah kumuh, dan degradasi kualitas lingkungan hidup mulai terjadi dengan segala dampak bawaannya. Gejala-gejala itu cenderung terus meningkat, dan sulit dibayangkan apa yang terjadi seandainya masalah itu diabaikan.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Kota Malang Selayang Pandang, Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Malang (tahun 1997/1998),Malang, 1997, hlm. 1

Munir, Pembela hak-hak orang yang dihilangkan

Munir bersama KontraS-nya,  Pembela hak-hak orang yang dihilangkan dengan paksa ini, akhirnya dipaksa tewas – diTewaskan oleh pihak tertentu.

8 Desember  1965, hari Rabu Sosok Munir lahir di Malang, Jawa Timur.

Tahun 1989, Munir meraih gelar sarjana hukurnnya di Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang,  Pria keturunan Arab ini sudah lama berkecimpung dalam dunia advokasi sebelum menggebrak dengan KontraS-nya.

Tahun 1989, awal karier Munir dimulai sebagai volunteer pada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Malang. Lalu Munir sepenuhnya beraktivitas pada LBH Malang. Juga pernah pula pada LBH Surabaya.

Tahun 1995, Munir mendapat kepercayaan (promosi) untuk menduduki  jabatan Direktur LBH Semarang selama tiga bulan.

Tahun 1996-1997,  Aktivis Pro-Demokrasi dan Pejuang HAM yang bernyali besar ini, SOSOK Munir mulai tampil ketika negeri ini diguncangkan oleh sejumlah kasus orang hilang pasca peristiwa 27 Juli 1996 dan Pemilu 1997. Ia tampil untuk membela hak-hak orang yang dihilangkan dengan paksa.

Tahun 1998, Munir ditarik ke YLBHI, Jakarta. Arek Malang yang berNyali besar berani berkonfrontasi langsung dengan militer. Dominasi dan kekejaman Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat itu memang sudah tersohor, yang seharusnya TNI sebagai lembaga pelindung bangsa (masyarakat), justru sebaliknya TNI kerap menggunakan kekerasan (baca:  menghilangkan orang) supaya tidak bersuara.

19 Maret 1998,  berdirinya Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). sejalan dengan tugasnya di YLBHI  Munir dipercaya untuk merangkap tugas sebagai Koordinator KontraS.

Akibat kegigihan, ia secara tak langsung membuat  Danjen Kopassus Letjen Prabowo diberhentikan dan Pangdam Jaya Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin dimutasi. Keduanya dituding KontraS terlibat penculikan. Munir menuntut pemerintah bertanggungjawab secara politis dan mengumumkan keberadaan para korban.

Karena sepak terjangnya itu majalah Asia Week mencantumkannya sebagai salah seorang dari 20 pemimpin politik muda Asia pada milenium baru. Ia juga mendapat Yap Thiam Hien Award dari Yayasan Pusat HAM dan penghargaan dari UNESCO (Badan PBB untuk Ilmu Pengetahuan, Pendidikan dan Kebudayaan) karena dinilai berjasa memperjuangkan HAM di Indonesia. Munir  akhimya harus lengser dari KontraS. Lantas Munir mendirikan lembaga HAM sejenis bemama Indonesian Human Rights Monitor alias Imparsial.

Tahun 2004, Munir banyak bicara soal RUU TNI yang tengah digodok DPR dan pemerintah. Sembari  menyorotinya, Munir mempersiapkan keberangkatannya untuk melanjutkan studi S-2 bidang Hukum Humaniter di Universitas Utrecht, Belanda.

6 September 2004,  tepatnya hari Senin malam Munir terbang ke Negeri Kincir Angin untuk mengejar cita-citanya.

7  September 2004,  hari Selasa,  tiga jam sebelum mendarat di Bandara Schippol Amsterdam, Munir meninggal dunia di dalam pesawat Garuda. Tewasnya Munir meninggalkan kontroversi. disebut-sebut Munir dibunuh oleh pihak tertentu.

(Sh1W0 n  BAnT0)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
S
umber: dari berbagai koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur

Pulau Sempu di Malang Selatan

Pernah menonton film The Beach yang dibintangi Leonardo De Caprio. Film itu mengambil lokasi di Pulau Phi Phi Thailand. Tebing-tebing dan laut dangkal berwarna kehijauan di pulau itu memang menawan.

Malang Selatan mempunyai pemandangan tak kalah menawan. Oase alam itu terletak di pedalaman Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, persis di seberang Pantai Sendang Biru.

Untuk menikmati sempurnanya keindahan pulau seluas 877,0 ha ini, Anda harus menuju ke Segara Anakan atau biasa disebut dengan “Danau Kayangan” yang berada di sisi selatan Pulau Sempu. Dari pusat Kota Malang, terlebih dahulu harus menuju Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tepatnya di Wana Wisata Pantai Sendang Biru.

Jika menggunakan kendaraan roda dua, perjalanan ke Sendang Biru rnemakan waktu sekitar tiga jam. Lumayan lama, namun sepanjang perjalanan akan disuguhi panorama keindahan alam serta ruas jalan yang berkelak-kelok dan naik turun bukit. Meski demikian jalan beraspal menuju ke Sendang Biru terlihat mulus.

Dari Sendang Biru, untuk menuju Danau Kayangan di Pulau Sempu harus menggunakan perahu yang disewakan nelayan dengan ongkos Rp100 ribu sekali antar. Kendaraan bisa diparkir di Pantai Sendang Biru, sebab ke Pulau Sempu tidak bisa menggunakan kendaraan karena adanya batas perairan yang memisahkan serta tidak terdapat ruas jalan yang bisa dilewati kendaraan karena, jalannya berbatu dan berbukit.

“Hutan Sempu dilindungi pemerintah dan merupakan kawasan penelitian. Sejumlah satwa langka masih ada di kawasan itu. Karena itu harus melalui izin dari petugas penjaga hutan yang berkantor di Pantai Sendang Biru,” kata Wamo, nelayan yang sudah sejak 5 tahun mengantar jemput para penikmat Pulau Sempu.

Selanjutnya, untuk menuju Danau Kayangan di sisi selatan bagian terluar pulau dan berbatasan dengan Samudera Hindia. Anda harus harus berjalan kaki sekitar satu setengah jam dari Teluk Semut atau sisi daratan utara Pulau Sempu.

“Kalau ke Pulau Sempu, kurang sempurna jika tidak ke Danau Kayangan, karena itu merupakan tujuan utama,” kata Warno yang sehari bisa mengantar dua rombongan saja ini.

Dalam perjalanan, bisa menjumpai hutan tropis dataran rendah dan melewati rintangan yang cukup sulit, seperti kemiringan permukaan tanah yang meneapai 60 derajat. Juga melewati jembatan yang dibuat dari pohon tumbang dan terbentang di atas sungai kecil. Diiring suara burung berkicau, tercium aroma pantai berombak kecil.

Setelah itu, baru bisa menjumpai pantai kecil berpasir putih yang membentang tidak begitu panjang. Takada satupun hunian di tempat itu sehingga jika ingin menginap harus membawa tenda dan peralatan lainnya.

Air membiru yang menghiasi Danau Kayangan ini merupakan air muntahan dan Samudera Hindia yang masuk melalui lubang bulat besar yang berada di tebing bagian tenggara. Saat ombak masuk, air terlihat begitu indah seperti semburan naga.

Di balik danau itu, terdengar deburan Samudera Hindia yang menghantam tebing curam di sisi . selatan Pulau Sempu. Ini bisa dinikmati dari atas tebing di sisi danau dan akan terlihat pula luasnya hamparan Samudera Hindia.

SEPERTI MIMPI

Mengapa disebut Danau Kayangan? “Karena, seperti mimpi rasanya melihat keindahan gugusan pantai dengan pasir putih dan air lautnya yang dangkal dengan bebatuan karang yang terlihat jelas di permukaan,” kata Warno.

Saat menikmati keindahan itu, jangan terlalu terbuai dengan keindahannya, sebab matahari akan terbenam dan seluruh keindahan itu menjadi gelap. Yang tinggal, hanya suara deburan ombak yang setia menemani menjelang malam hari.

Pulau Sempu, adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Saat ini, Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau.

Secara geografis, Pulau Sempu terletak diantara 1120 40′ 45? – 1120 42′ 45? Bujur timur dan 80 27′ 24? – 80 24′ 54? lintang selatan. Pulau ini, berbatasan dengan Selat Sempu (Sen dang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di, sisi selatan, Timur dan Barat.

TERLARANG

Pulau Sempu yang merupakan kawasan cagar alam di bawah naungan Bala; Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur itu, memili ki empat ekosistem yakni ekosistem hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem danau, dan hutan tropis dataran rendah. Sesuai penelitian beberapa ahli, iklim kawasan pulau Sempu termasuk tipe C dengan eurah hujan rata-rata 2.132 mm per tahun. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober dan April, sedangkan musim kemarau antara Juli sampai September.

Berdasarkan data BKSDA, pulau ini memiliki lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144lebih jenis burung spesies baru dan mamalia serta hewan langka lainnya. Selain itu, di pulau ini juga masih ada macan tutul serta 20 spesies macan kumbang. Binatang buas itu sering tampak di sekitar Telaga lele dan Teluk Semut.

Nama Pulau Sempu berasal dari nama sejenis tanaman obat yang saat ini amat langka, yakni pohon Sempu. Meski demikian tak satupun pohon Sempu yang masih berdiri di areal hutan tropis maupun hutan pantai pulau itu. Pohon lain yang tumbuh subur semisal Bendo dan pohon-pohon raksasa lainnya.

Menurut petugas Polhut BKSDA yang berjaga di kawasan Sendang Biru,Ardiyanto, tentara hanya benatih survival di Pulau Sempu. Tenarang untuk ber1atih perang-perangan karena status cagar alamnya, Meski demikian, beberapa kali BKSDA masih kecolongan hewan-hewan penghuni pulau Sempu.

“Kita pernah menangkap penyelundupan hewan dari pulau Sempu di Bandara Juanda Surabaya, waktu itu penyu dan spesies Sanca Bodho,” katanya.(sti)

 

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:POTENSI JAWA TIMUR, EDISI 12, tahun IX/2009, hlm. 16.

Air Terjun Coban

Coban Yang Tak Pernah Berhenti Mengalir

Air menempati dua pertiga bumi ini. Tak habis-habisnya orang mengagumi keindahan dan kaajaiban air. Air yang salalu hadir mengalir dari tempat yang tinggi menuju tampat yang rendah.

Berubah bentuk apa saja di tempat yang dilaluinya. Katika arus air dari gunung-gunung itu mengalir ke bawah dalam ketinggian tertentu, perjalanan aliran air itu menciptakan bunyi. Tidak hanya itu, ketika aliran air itu jatuh menerpa bongkahan batu, terciptalah simfoni alam yang terselimut kabut. Itulah coban atau air Coban Yang Tak Pernah Berhenti Mengalir

 

Air menempati dua pertiga bumi ini. Tak habis-habisnya orang mengagumi keindahan dan kaajaiban air. Air yang salalu hadir mengalir dari tempat yang tinggi menuju tampat yang rendah.

Berubah bentuk apa saja di tempat yang dilaluinya. Katika arus air dari gunung-gunung itu mengalir ke bawah dalam ketinggian tertentu, perjalanan aliran air itu menciptakan bunyi. Tidak hanya itu, ketika aliran air itu jatuh menerpa bongkahan batu, terciptalah simfoni alam yang terselimut kabut.

Itulah coban atau air terjun. Coban-coban itu memberi rasa kesejukan dan keheningan di hati. Keindahan vibrasi bunyinya memberikan getaran mistikal kalbu. Pamandangannya membuat mata tarhenyak dalam ganangan kekaguman. Waktu menjadi barmakna dihadapan coban-coban Itu.

KANJURUHAN, Edisi 03, Tahun I, Agustus 2001