“Entas-entas”, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Upacara  setelah keseribu-harinya kematian. Upacara ini dinamakan “entas-entas”. Petra dibuat dengan secara besar- besaran yang dibuat dari bunga pisang, buah kelapa, lawe, daun pokok, rumput, telur dan diberi pakaian. Petra dibuat seperti orang-orangan yang dibentuk secara duduk. Petra merupakan tempat … Selengkapnya

Mengantar ke Tanah Arwah, Uapacara Tradisi Masyarakat Tengger

  • Mengantar ke Tanah Arwah

    Begitu ada seorang yang meninggal segera keluarganya memberita­hukan kepada Petinggi dan dukun desa. Seluruh keluarga diberitahu ke­pada Petinggi dan dukun desa. Seluruh keluarga diberitahu demikian juga tetangganya yang dekat. Pengurusan mayat baru diselenggarakan setelah seluruh keluarga,

Selengkapnya

Pujan Kasanga, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Pujan Kasanga, Usaha Bersih Desa  

Upacara Pujan Kasanga ditujukan untuk merawat desa dari segala penyakit, terutama yang disebabkan oleh gangguan roh-roh halus. Upaca­ranya dipimpin oleh Dukun, bertempat di Sanggar Pamujan. Apabila semua penduduk desa sudah berkumpul mulailah Dukun mengujubkan, serta

Selengkapnya

Pujan Kawolu, Upacara Tradisi Masyarakat Tengger

Pujan Kawolu, Memperbaharui Ikatan Hidup dengan Alam Semesta.

Tanggal 1 bulan Kawolu merupakan hari untuk melaksanakan upa­cara yang bertujuan untuk memperingati terjadinya manusia. Perayaan itu dilangsungkan sebagai akhir megeng pada Pujan Kapitu. Upacara ter­sebut ditujukan untuk meminta selamat kepada Hong

Selengkapnya

Megeng dan Patigeni, Upacara pada Bulan Kapitu, Masyarakat Tengger

Pada bulan Kapitu “masyarakat Tengger melakukan megeng. Megeng dapat dibandingkan dengan puasa, pada masa yang telah ditetapkan, se­lama sebulan masyarakat yang sudah mampu dan cukup umur melaku­kannya. Pada saat megeng, diharuskan menghindari apa saja yang me­nimbulkan kenikmatan atau kesenangan. Pada Selengkapnya

Upacara waktu Mengandung Masyarakat Tengger

Pada waktu mengandung upacara yang dilakukan terutama pada waktu kandungan berumur tujuh bulan. Upacara ini disebut “ujud”. Upacara ini bertujuan supaya bayi yang sedang dikandung selamat dan mudah dilahirkan. Upacara sujud dipimpin oleh Dukun Paraji, Sesajen di­sediakan dan pembakaran dupa

Selengkapnya

Upacara Khitanan Masyarakat Tengger

Setelah anak laki-laki berumur 12 tahun diadakan lagi upacara peringatan cuplak pusar dan khitanan. Hari baik untuk melakukan khi­tanan dilakukan pada hari setelah kelahirannya. Khitanan tabu pada hari cuplak pusarnya. Sehari sebelum dikhitan si anak diajak ke Punden untuk melakukan … Selengkapnya

Upacara Cuplak Pusar Masyarakat Tengger

Biasanya setelah bayi berumur lima atau 7 hari pusarnya mengering dan terlepas. Kejadian ini diperingati dengan suatu upacara. Upacara ini dilakukan dengan “kekerik”, yang bertujuan untuk melepaskan segala kotoran dari leluhurnya, dan supaya mendapatkan keselamatan. Mantera yang dibacakan diantaranya sebagai … Selengkapnya

Upacara Among among Masyarakat Tengger

Setelah bayi berumur 35 atau 44 hari diadakan upacara “among- among”
yaitu upacara untuk menyelamati “sing bahu Rekso”. Pem­berian mantera
ialah agar bayi dijauhkan dari segala gangguan. Kemudian di-“lindungi” diberi
mantera dari orang-orang tua, pada waktu nengkurep. Pada waktu merangkak… Selengkapnya

Upacara Perkawinan Masyarakat Tengger

Perkawinan bagi masyarakat Tengger pertama-tama yang aktip ada­lah kedua calon.-Setiap pemuda berhak untuk memilih siapa yang akan dijadikan calon istrinya. Demikian juga setiap pemudi akan menentukan siapa saja yang datang melamarnya. Kalau sudah ada persetujuan antara kedua muda mudi ini, … Selengkapnya