Museum dan Perpustakaan Bank Indonesia

Museum & Perpustakaan BI (2)De Javasche Bank salah satu bank terkemuka pada zaman kolonial Belanda yang didirikan di Batavia, tanggal 24 Januari 1828. Kantor pusatnya di Batavia de Javasche Bank, cabangnya di kota- kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Makasar, Palembang dan Pontianak. Kantor cabang Surabaya dibuka 14Seprtember 1829. Gedungnya di pojok Schoolplein (sekarang Jalan Garuda No.1) dan Werfstraat (sekarang Jalan Penjara).

Pada tanggal 1 Juli 1953 Bank ini berubah menjadi Bank Indonesia dan gedung di Jalan Garuda No.1 masih dipakai sampai tahun 1973, sementara Bank Indonesia Surabaya pindah ke Jalan Pahlawan No.105.

Dari survey arkeologi menunjukkan bangunan itu menerapkan teknologi Belanda, antara lain bagian basement (R. Khazanah) dengan pintu besi besar dan lebar, almari besi kokoh, rak besi besar dan kuat., dinding tebal berlapis beton bertulang, kaca patri sebagai jalan cahaya, kisi-kisi tembok dan atap yang kokoh. Arsitektur ini adalah perpaduan dari bangunan Kolonial, Hindu dan Jawa Centris.

Perpustakaan Bank Indonesia secara resmi dibuka oleh Walikota Surabaya,Tri Rismaharini, dihadiri Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf, dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (Bl), di Gedung Mayangkara, Surabaya, JawaTimur.

Gedung Mayangkara dulunya disebut Woning voor Agent van Javasche Bank merupakan rumah pejabat De Javasche Bank. Pada 1975-2004 gedung itu berfungsi sebagai Museum Mpu Tantular, dan telah ditetapkan oleh pemerintah kota setempat sebagai benda cagar budaya.

Museum & Perpustakaan BIPerpustakaan itu sendiri memiliki koleksi sedikitnya 17.000 buku, 11 ribu judul dimana 65 persen dari buku-buku tersebut adalah buku, jurnal dan referensi tentang ekonomi, moneter dan perbankan. Sisanya, koleksi buku untuk anak-anak, disediakan sarana bebas akses perpustakaan digital (cyber library) yang didukung 20 unit komputer, wi-fi gratis, area membaca yang nyaman dilengkapi sarana perpustakaan anak-anak, ruangan audiovisual dan juga tersedia kafe book.

 

MUSEUM BANK INDONESIA

Jl. Garuda No.1 Surabaya

Telp: +62 (31) 3531829

Fax: +62 (31) 3520025

——————————————————————————————134N70nulusDW

Museum Angkut, Kota Batu

museum angkut0001KOTA BATU SEMAKIN LAYAK MENJADI TUJUAN wisata di Indonesia, karena kota ini memiliki banyak pilihan tempat wisata. Sebut saja, Jatim Park I, Jatim Park II (Secret Zoo), Batu Night Spectacular (BNS), Agrowisata Kusuma. Pada awal 2014 Pemerintah Kota Batu kembali membuka satu wahana wisata yang diberi nama Museum Angkut dan Movie Star Studio. Museum ini merupakan konsep wisata pertama di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Bera di sini pengunjung akan terkagum-kagum saat melihat sejarah angkutan di dalamnya. Museum ini merupakan perpaduan tempat wisata yang sangat unik tentang sejarah dan perkembangan dunia angkutan yang dipadu dengan legenda Movie Stars atau para bintang film di jamannya dengan latar belakang kota-kota dan bangunan eksotis seperti di Batavia, Eropa, Amerika, Pecinan, dan sebagainya. Desainnyapun ditata dengan apik dan detail sehingga membuat para pengunjung seolah-olah berada di dalam wilayah nyata sesuai lokasi atau tema. Konsep ini sudah ada di Amerika, namun untuk wilayah Asia Teng¬gara baru pertama kalinya di Indonesia, khususnya di Kota Batu.
Terletak di lereng G. Panderman, pembangunannya di atas area tanah empat hektare, tersaji 300 lebih jenis koleksi angkutan, baik tradisional maupun modern. Museum ini resmi dibuka, masih soft opening, 9 Maret 2014 lalu. Ide ini dibangun untuk menghargai para pencipta berbagai jenis angkutan di dunia, mengingat perkembangan teknologi angkutan terus berkembang setiap saat. Bahkan dunia angkutan telah membawa perubahan berarti bagi kehidupan umat manusia, utamanya memberikan kemudahan untuk melakukan aktivitas dan perjalanan. Untuk menuju tempat ini bisa ditempuh dengan perjalanan dari Surabaya ditempuh dalam waktu 2-3 jam. Saat libur sekolah pengunjung bisa mencapai 15- 30 ribu orang. Di hari-hari biasa sekitar 5 ribu orang. Di museum ini kita seolah merasakan berkeliling dunia, menelusuri aneka kendaraan tempo dulu dan masa kini dari berbagai negara asal pembuatnya. Yang menarik, tidak seperti kebanyakan museum yang terkesan membosankan, kemasan Museum Angkut ini dengan konsep “Pintu Ajaib”.
museum angkut0002Gedung dan pintu masuk museum dibangun sangat menarik dengan dilengkapi menara Apollo yang bisa dinaiki para pe- ngunjung. Menara ini menyerupai sawat luar angkasa yang menjulang tinggi de¬ngan dihiasi warna merah, sehingga para pengunjung seperti menyaksikan peluncuran pesawat ruang angkasa ke bulan. Di dalam menara, pengunjung bisa me- lihat pemandangan yang ada di sekitarnya, seperti Agro Wisata Kusuma dan Jatim Park, Bahkan para pengunjung bisa melihat pemandangan Kota Batu yang indah. Salah satu koleksi yang bisa membuat pengunjung tertegun adanya helikopter Kepresidenan Pertama milik Indonesia. Doni, Marketing officer, menjelaskan, helikopter bagian dari faktor politik antara presiden pertama RI Ir. Soekarno dengan Pemerintah USA untuk pembebasan agen CIA Allen Pope yang terlibat pemberontakan PRRI Permesta, dan tertembak Mustang P41AURI ketika me- nerbangkan Bomber B26 di Laut Ambon.
museum angkut0003Pada pertengah- an 1960, Presiden AS John F. Kennedy memberi barter berupa 10 unit Hercules C-130 B Short Body, 1 unit Heli Bell- 47J Siwalet, 2 unit Executive Bizjet Jetstar Saptamarga dan Garuda, Mobil VVIP Limousine Chrysler Le Baron. Selain helikopter, juga ditampilkan mobil bekas Presiden RI pertama seri Chrysler Winsor Deluxe produksi 1952. Mobil ini baru saja dibawa dari IstanaBukit Tinggi, sehingga pengunjung bisa membayangkan bapak bangsa ada di atasnya menjelajah nusantara. Hall utama menampilkan miniatur kendaraan-kendaraan dari berbagai negara yang didisplay di balik kaca. Miniatur-miniatur itu diperoleh dari berbagai negara karena di Indonesia sangat sulit untuk memperoleh koleksi miniatur mobil. Di sisi lain, kereta kencana khas Yogyakarta, cikal bakal mobil balap F1 sebagai koleksi di Hall Utama. Masuk museum diawali dari lantai dasar, yang sudah menampakkan aroma alat angkutan mulai kereta kuda hingga mobil balap, beserta patung Michael Schumacer. Pengunjung bisa menyusuri perjalanan ke lantai dua dengan menaiki tangga ataupun lift. Bagi pengunjung yang menggunakan kursi roda atau membawa stroller bayi, tidak perlu khawatir, karena kondisi museum memungkinkan untuk para pengguna kursi roda dan stroller bayi untuk berkeliling dengan leluasa. Di lantai dua, pengunjung bisa menikmati view alam Kota Batu dari ujung Apollo yang menyerupai pesawat ruang angkasa. Untuk bisa masuk diperlukan kesabaran karena harus antri menaiki satu spot tertinggi di museum tersebut. Perjuangan untuk menaiki menara Apollo ini terbayar dengan pemandangan indahnya Kota Batu, dengan pepohonan dan pegunungan yang mengitari kota. Sejuknya Kota Batu saat berada di me¬nara, membuat pengunjung enggan turun dari menara dan bagi penggemar fotografi bisa mengabadikannya dari lokasi.
Salah seorang pengunjung dari Pemalang Jateng mengungkapkan, Museum Angkut merupakan tempat yang tepat menyalurkan hobi fotografinya. arsitekturnya di setiap bangunan dibuat penuh karya seni. Misalkan saja Zona Hollywood yang memamerkan kendaraan- kendaraan serta pernak-pernik khas Holly¬wood seperti Bat Mobile (Kendaraan Batman), atau patung Hulk yang sedang menghancurkan mobil. “Semua tempat di Museum Angkut sangat bagus diambil gambarnya, saya bahkan membawa beberapa model. Walaupun kami harus membayar lebih, rasanya tidak akan rugi,” katanya. Dari Apollo, rute selanjutnya membawa pengunjung menuju ke pameran koleksi kendaraan jaman dulu seperti becak yang dipajang di plafon. Setelah melewati aneka becak, pengunjung memasuki zona edukasi. Di zona ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi sejarah angkutan darat, laut, dan udara baik tradisional khas Indonesia maupun di dunia. Para pengunjung bisa menemukan cara baru belajar yang menyenangkan dan interaktif.
Di satu sisi zona edukasi ditempeli papan yang diberikan simbol tanda tanya dan di bawahnya terdapat tombol berwarna merah jika ditekan maka akan mengeluarkan bunyi menyerupai klakson kereta api atau knalpot kendaraan tertentu. Pengunjung bisa menebak bunyi apakah yang dimaksud. Untuk jawabannya, pengunjung bisa melihat di balik simbol tanda tanya.
Tidak hanya tebak suara, pengunjung juga bisa menjawab pertanyaan yang diberi¬kan di monitor touch screen di area yang sama dengan tebak suara. Pertanyaannya sekitar jenis angkutan dan sejarahnya. Setelah puas bermain dengan fasilitas zona edukasi, para pengunjung juga bisa mempelajari jenis-jenis mesin dan cara kerjanya. Ternyata banyak hal tidak diketa- hui masyarakat umum mengenai cara kerja mesin berdasarkan jenisnya. Misalkan saja mesin diesel berbeda dengan mesin berba- han bakar premium Seusai mempelajari jenis-jenis mesin, pengunjung menyusuri jalanan dan dibawa ke sebuah zona yang bernama Batavia dan Pecinan. Di satu sisi khas angkutan dan budaya Batavia, sedangkan sisi lainnya khas angkutan dan budaya Pecinan. Satu tempat dengan perpaduan budaya ini sangat menarik untuk dikunjungi. Bahkan pengunjung merasa senang untuk mengam- bil gambar. Zona ini seperti replika kota tua di Jakarta dan kawasan pecinan. Ada sketsel Pelabuhan Sunda Kelapa, Sta- siun Jakarta Kota di sana. Di tempat ini, pengunjung harus mengantri untuk berfoto di spot-spot unik yang tersedia. Berbagai alat transportasi mulai dari kereta roda yang ditarik sapi, sepeda, hingga mobil tua ada di sana.
Dari zona Batavia dan pecinan, rute selanjutnya mengantar pengunjung menuju pameran koleksi sepeda dari jaman bahela. Bahkan ada roda kendaraan terbesar dan terkecil juga ditampilkan. Setelah melalui itu semua, tibalah pe¬ngunjung ke tempat yang bernama zona Gangster atau Gangster Town. Saatnya beraksi dan siap membawa pengunjung terlibat di dunia gangster, serta broadway street yang menjadi tempat impian para artis tersohor dunia. Di sini banyak pengunjung yang mengambil foto dengan kendaraan- kendaraan yang biasa digunakan para gangster yang ditampilkan di televisi. Sua- sananya agak panas karena memang tidak ada tempat berteduh untuk di zona ini. Di sekitarnya, terdapat toko oleh-oleh yang menjual pernak-pernik seperti baju, gantungan kunci, juga dijual minuman dan makanan ringan. Namun sayang, pernak- perniknya hanya sedikit yang menyantum- kan nama Museum Angkut. Setelah itu pengunjung akan memasuki dimensi benua Eropa atau yang disebut Zona Eropa. Zona ini menggambarkan kota-kota di Eropa seperti Italia dengan ken-daraan vespanya, Perancis, Jerman dengan kendaraan VWnya, dan Inggris. Dalam sketsa-sketsa yang dibuat berdasarkan negara-negara di Eropa, terdapat koleksi kendaraan lengkap dengan spot foto yang mewakili ikon masing-masing negara.
Pencahayaan di Zona Eropa ini cenderung agak gelap, sehingga bagi penikmat fotografi harap memperhatikan setting pencahayaan kamera masing-masing untuk memperoleh hasil yang baik.
Keluar dari Zona Eropa, pengunjung disambut dengan air mancur dan taman- taman indah. Dengan bunga-bunga khas pegunungan, menyimbolkan pengunjung akan memasuki zona Istana Buckingham. Suasanya pun sejuk sekali dengan cipratan air dari air mancur. Replika Istana Buckingham yang memiliki nilai sejarah, kini hadir sebagai salah satu koleksi historical building dengan nuansa yang romantis. Di dalam istana, pengunjung bisa menjumpai mobil-mobil mewah khas kerajaan yang biasa ditumpangi para raja, ratu, ataupun pangeran. Di atas plafon dipasang lampu-lampu Kristal yang kisaran harganya sekitar Rp 10 juta per lampu. Bagi yang lelah mengelilingi museum, para pengunjung bisa duduk di kursi-kursi menyerupai mobil. Lepas dari zona Istana Buckingham, pengunjung akan memasuki zona Las Vegas. Kota Las Vegas yang dihiasi dengan gemerlap dunia malam. Hadir dengan beberapa mobil jenis limousine yang sangat panjang, di dalamnya ada beberapa televisi. Berikutnya pengunjung langsung menuju zona Hollywood. Di zona ini, pengunjung bisa menemukan replika tokoh-tokoh film terkenal Hollywood beserta angkutan fa- voritnya. Ada patung iconic yang ada di zona itu yakni Patung Hulk yang menginjak mobil. Pengunjung ramai sekali untuk mengambil foto dengan berbagai pose di patung hulk ini.
Zona Hollywood merupakan sket terakhir dari seluruh rangkaian di Mu¬seum Angkut. Keluar dari zona tersebut, pengunjung akan digiring untuk memasuki sensasi simulator gerbong kereta api yang dibuat persis bergerak seperti jika kita menaiki kereta api jaman dahulu untuk kemudian berhenti di area food market dan pasar seni, Pasar Apung.
Sebelum memasuki museum, sebaiknya para pengunjung makan dan minum secu- kupnya terlebih dahulu. Sebab di dalam lokasi, kita tidak diijinkan untuk mem- bawa makanan dan minuman dari luar. Sedangkan pos penjualan minuman ber- ada agak jauh di dalam (dekat spot theater). Bagi mereka yang berkunjung sore hari, ada baiknya membawa jaket atau minimal pasmina sebagai penghangat badan. Suhu udara di luar ruangan sangat dingin.
Di museum ini pengunjung juga bisa menikmati berbagai penampilan. Antara lain Welcome to Gangster Town (pukul 14.00-14.30), Super Hero Costume in Hollywood (15.00-15.30), Three Elements Show (pukul 19.45), serta parade (weekend dan holiday season pukul 17.00 WIB) start dari Buckingham Palace – Las Vegas – Broadway – Gangster Town – Sunda Kelapa, dan finish di Hollywood.

Everyday is Holiday
SEBAGAI KOTA WISATA, BATU MEMPUNYAI MOTTO “EVERYDAY IS HOLIDAY”.
Ini karena banyaknya pilihan tujuan wisata di Kota Batu. Semua bisa dinikmati setiap hari. Dibangunnya Museum Angkut (MA) sebagai salah satu alternatif tujuan wisata, menambah lengkap keragaman wisata Kota Batu. Sebagai bentuk diversifikasi wisata, MA lebih menonjolkan wisata transportasi, juga pendidikan. Dari segi pendidikan MA memberikan informasi tentang sejarah kendaraan baik dari dalam dan luar negeri. MA juga dilengkapi wisata kuliner yang menonjolkan masakan khas Kota Batu dan Kota Malang.
“Ke depan saya menyarankan untuk menambahkan hiburan berbentuk kabaret yang bertemakan angkutan,” kata Kepala Bidang Pengembangan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Adiek Iman Santoso. Animo wisatawan dengan dibukanya MA bertambah 5-10%. Untuk menambah jumlah pengunjung ke MA, Pemkot Batu ikut aktif mempromosikan dengan mengikutsertakan dalam Anugrah Wisata Nusantara (AWN). Sebab MA merupakan obyek wisata kreatif, sehingga promosi itu bertujuan agar MA bisa dikenal masyarakat luas baik regional dan nasional.
Kota Batu juga mengembangkan Desa Wisata. Saat ini ada tiga dari 12 Desa Wisata yang sedang dikembangkan. Tiga desa tersebut yakni Gunungsari, Punten, dan Sumber Rejo. Desa Wisata Gunungsari mengunggulkan wisata petik mawar, karena wilayah itu merupakan pemasok mawar terbesar ke Jakarta. Tahun 2015 direncanakan Pemkot akan menambahkan anggaran Rp. 500 juta untuk pengembangan sarana dan prasarana di Gungungsari. Sedangkan Desa Wisata Punten memiliki potensi wisata petik apel dan flying fox. Sumber Rejo memiliki potensi wisata petik mawar dan kerajian cinderamata seperti keramik. “Kami optimis keberadannya mampu menarik turis mancanegara, karena pemkot membuat program desa wisata untuk mendukung konsep wisata internasional,” jelasnya.
Di setiap kecamatan akan dibuat Rest Area. Di Kec. Bumiaji sudah dilakukan pavingisasi. Tahun 2015 akan ditambahkan fasilitas MCK, map directory wisata , gazebo, dan kios-kios agar masyarakat sekitar bisa berjualan. Di rest area itu akan disediakan bus untuk menuju lokasi wisata yang diinginkan pengunjung. Ia menyadari, dengan topologi area pegunungan, Kota Batu susah menambah jalan. Karenanya dengan dibangunnya rest area, diharapkan akan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Kota Batu. Pemkot memberi kemudahan perijinan bagi pelaku usaha di Kota Batu, serta memberi pengertian kepada pengusaha hotel agar memberi harga wajar atas harga yang diberlakukan saat weekdays dan weekend. Tiga variabel yang dibuat oleh Pemkot Batu untuk mempertahankan pengunjung yaitu daya saing tinggi, rasa aman dan nyaman, serta mengoptimalkan obyek wisata yang ada. “Wisata-wisata dengan minat khusus juga sedang kami kembangkan, seperti punden-punden, dan festival bantengan/’ tambahnya. Ia berharap, semakin banyak event tahunan provinsi yang dilaksanakan di Batu. Pemkot berupaya menjadikan Batu sebagai tujuan wisata kedua setelah Bali. “Kami akan terns bekerjasama dengan agen-agen travel
‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Buletin PRASETYA Volume 68b Agustus 2014, halaman 42-45

PROVIL OMAH MUNIR

MUNIR 1OMAH MUNIR adalah sebuah agenda kerja yang menjadikan sosok paling beharga dalam sejarah perjuangan penegakkan HAM di Indonesia, yaitu Munir Sid Thalib (1965-2004), menjadi medium pendidikan HAM di Indonesia melalui bentuk Omah. Dalam kaitan ini, ia menjadi Omah pertama di Indonesia yang dalam hal koleksi dan tema mengangkat masalah-masalah Hak Asasi Manusia.
Diresmikan tanggal 8 Desember 2013, berdiri di rumah pribadi Suciwati yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur, dalam lintasan strategis menuju wilayah wisata kota Batu, Omah ini menyimpan ragam koleksi pribadi almarhum Munir, kisah-ki sah perjuangannya sejak mengawali kari sebagai pengacara di kantor LBH Malanc & Surabaya, sampai dengan masa akhi hidupnya di Jakarta dalam beragam aktivitas kerja yang dilakukannya.
Di luar koleksi pribadi Munir, dan informasi sekitar diri pribadinya, Omah ini juga menyampaikan beragam informasi terkait dengan sejarah perjuangan HAM di Indonesia selama tiga dekade kekuasaan otoriter rezim Orde Baru dan satu setengah dekade periode reformasi, la akan menghimpun isu-isu penting seperti kekerasan negara terhadap individu, persoalan impunitas yang masih berlaku dalam budaya politik Indonesia, dan ter masuk juga kisah-kisah perjuangan para aktivis HAM seperti pernah dicanangkan tokoh-tokoh terdahulu seperti Yap Thian Hiem, HJ.C. Princen dan lainnya.
Selain berbantuk museum, omah munir juga dilengkapi ruang perpustakaan, mini convention, ruang eksibisi, kantin, dan toko souvenir.

VISI MISIMUNIR 2
Visi berfokus pada penciptaan medium populer yang memberikan kepada para audiensnya, tua dan muda, terdidik dan tak terdidik, sebuah gagasan ideal tentang keadilan yang patut menjadi cita- cita perjuangan warga negara yang sadar. Sedangkan Misinya berpijak pada upaya memberikan kelengkapan medium yang menjadi instrumen strategis pendidikan nilai-nilai universal hak asasi manusia kepada para siswa dan pengajar sekolah menengah, mahasiswa perguruan tinggi, dan masyarakat umum. Melalui Omah ini, para pengunjung akan belajar sejarah yang lengkap beragam dimensi persoalan HAM yang ada dalam sejarah Indonesia, dan sekaligus mendapatkan bahan-bahan keleng¬kapan lebih lanjut untuk kegiatan penelitian HAM di Indonesia melalui kerjasama dengan lembaga-lembaga perguruan tinggi, khususnya dalam bidang hukum dan hakasasi manusia.

MUNIR 3TUJUAN

1. Masyarakat luas dapat mempelajari nilai-nilai HAM universal dalam bahasa yang mudah dipahami melalui sosok Munir sebagai orang yang mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan nilat-nilai kemanusiaan di Indonesia sesuai dengan norma universal HAM;
2. Membangun karakter pribadi yang memiliki sikap anti-kekerasan, toleran terhadap perbedaan, dan menghargai martabat individual yang menjadi ciri vidual yang menjadi ciri dari keteladanan sosok Munir yang ditampilkan dalam Omah.
3. Mengingatkan orang bahwa perjuangan HAM bukan sebuah perjuangan yang final di era multi-partai dalam politik demokratis Indonesia pasca-reformasi. Masih ada sisi gelap di dalam kehidupan masyarakat yang masih membiarkan para pelaku kejahatan HAM hidup bebas tanpa hukuman, atau dengan kata lain impunitas tetap menjadi bagian dari budaya politikdi Indonesia sekarang ini.

Sumber Brosur Omah munir

Musium Prasejarah, Kabupaten Pacitan

Kabupaten Pacitan yang terletak di pesisir selatan Provinsi jawa Timur dikenal sebagai
daerah yang memiliki banyak    situs prasejarah. Di antara sekian banyak situs prasejarah tersebut salah satunya adalah situs prasejarah Sungai Baksoka. Di situs prasejarah Sungai Baksoka di Kecamatan Punung ini banyak ditemukan benda-benda purbakala. Benda-benda purbakala dari masa prasejarah yang ditemukan di sepanjang aliran Sungai Baksoka itu sebagian besar kini disimpan di Museum Buana Keling.

Perjalanan menuju Museum Buana Keling yang berlokasi di tepi sebuah telaga di jalan Raya Solo—Pacitan, Kecamatan Punung, tersebut bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau pribadi. Dari pusat Kabupaten Pacitan, perjalanan harus dilanjutkan ke arah barat daya sejauh sekitar 30 km. Dari pusat Kabupaten Pacitan, kita bias mengambil rute Pacitan—Punung dengan medan yang berliku-liku dan menanjak tajam atau Pacitan—Punung melalui rute memutar menyusuri tebing-tebing pantai selatan. Dua rute ini akan bertemu di satu jalur di Kecamatan Punung.

Di dalam dunia arkeologi prasejarah, nama situs Sungai Baksoka sudah tidak asing lagi. Situs ini dikenal luas oleh para arkeolog sebagai salah satu situs prasejarah terpenting
di dunia. Di situs tersebut ditemukan, dalam jumlah besar, alat-alat zaman prasejarah. Alat-alat purba dari batu itu kini tersimpan rapi dan terawat di Museum Buana Keling. Selain
mengoleksi benda-benda dari zaman batu, Museum Buana Keling juga mengoleksi benda-benda bersejarah lainnyaAdapun benda-benda koleksi Museum Buana Keling tersebut antara lain berupa kapak penetak dari zaman Paleolitik dalam berbagai ukuran dan variasi, alat-alat serpih yang berfungsi sebagai pisau dari zaman Mesolitik dalam berbagai ukuran dan variasi, mata panah dari zaman Mesolitik dalam berbagai ukuran dan variasi, beliung persegi dari zaman Neolitik dalam berbagai ukuran dan variasi, batu pemukul dalam berbagai ukuran dan variasi, kapak persegi dan bakal kapak persegi dari zaman Neolitik dalam berbaga bentuk dan variasi, kalung dan gelang manik-manik jenis Indo Pasifik, gelang perunggu, cermin perunggu, mangkok perunggu, kentongan perunggu genta perunggu, pekinangan kuningan, pekinangan anyaman daun pandan, pekinangan kayu, keramik Cina, uang kepeng lampu dari tanah liat, kalender dari kayu, keris dan tombak dalam berbagai ukuran dan variasi, batu-batu alam, fosil-fosil pohon, dan lain-lain.

Memasuki Museum Buana Keling, ingatan kita benar-benar diajak mengenang kembali peradaban nenek moyang manusia pada ribuan musem, pandangan mata pengunjung pasti akan tertuju pada deretan fosil pohon yang ditata apik menyerupai jeruji pagar. Umur batang-batang pohon yang telah membatu itu tentu telah mencapai jutaan tahun. Sampai di dalam museum, tidak jauh dari pintu masuk terdapat gambar- gambar nenek moyang manusia. Gambar-gambar tersebut menceritakan tentang proses evolusi manusia. Dalam
rentang proses evolusi itu, sebelum lahir manusia modern, manusia primitif menggunakan peralatan dari batu.

Pada waktu itu manusia masih hidup di gua-gua dan masih sangat bergantung kepada alam bahkan jutaan tahun silam. Tiba di halaman depan. Di museum tersebut alat-alat yang digunakan manusia zaman prasejarah yang berhasil ditemukan disimpan dalam kotak-kotak kaca. Dalam kotak kaca, alat-alat dari batu dari logam ditata berjajar beralaskan karpet. Supaya benda benda tersebut tidak cepat rusak, petugas museum memberinya zat-zat tertentu sebagai pengawet. Perawatan dilakukan secara rutin dan berkala sehingga kebersihan dari keawetan koleksi bisa terjaga.

 

Pesona Jawa Timur, 72-74

 

 

Sebuah Rumah untuk Kenong

Mari kita mulai tulisan ini dengan sebuah kutipan dari esai Goenawan Mohamad yang dipublikasikan 10 Agustus 1985.

Sebuah pameran mempertontonkan diri ke khalayak…Orang banyak, orang ramai itu, harus dibujuk, dicolek, diseru.’

Itulah makna sebuah pameran, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu, yang bahkan tak kita sadari. Dengan kata lain, pameran adalah sebuah rumah bagi sesuatu yang bisa terlupakan atau tak diperhatikan.

Dan, di Jember, pameran ‘Benda Cagar Budaya Jember dan Koleksi Museum Mpu Tantular’, 22-24 Juli 2011, di Kantor Pemerintah Kabupaten, menemukan konteksnya yang tepat.

Koleksi benda-benda cagar budaya yang terdata di Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Jember mencapai 466 buah.

Sebagian disimpan di salah satu ruangan di kantor Dinas Pendidikan Jember. Sekitar 30 buah di antaranya dipamerkan Juli silam.

Belum ada survei memang soal ini. Namun di tengah ketidaktertarikan publik terh­adap sejarah, layaklah kita skeptis: akankah publik mengetahui apakah itu batu kenong, jika pameran tersebut tak digelar.

Kita layak ragu, bahwa publik akan tahu, batu kenong memiliki andil penting dalam menjejaki dalam sejarah kota ini, jika sep­erti kata Goenawan, tak dibujuk, dicolek, diseru, dengan sebuah tontonan.

Batu kenong merupakan salah satu jenis batu cagar budaya yang dipamerkan. Batu ini menjadi koleksi terbanyak yang dimiliki Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Kementerian Budaya dan Pariwisata di Jember. Ada 280 batu kenong yang berhasil diinventarisasi di Desa Kamal Kecamatan Arjasa. Batu kenong adalah batu persembahan untuk orang yang su­dah meninggal dan masuk dalam kategori batu prasejarah.

Sejak lama, sudah ada keinginan untuk memberikan rumah sesungguhnya bagi bebatuan dan benda bersejarah itu: muse­um. Ini sebuah rumah permanen, dan bu­kan hanya sekadar pameran. Kepala Kantor Pariwisata Arief Tjahjono membenarkan, jika Jember sudah layak memiliki museum. “Minimal galeri. Ini agar benda-benda ca­gar budaya ini bisa diakses sebagai bahan belajar bagi mahasiswa dan siswa, untuk lebih mengenal akar budayanya sendiri,” katanya.

Bupati Jember sejak tahun 2009 sudah meminta kepada Kantor Pariwisata untuk mencari lokasi museum. Namun, hingga saat ini pembangunan museum belum terealisasi.”Ini karena skala prioritas, masih banyak’yang belum ditangani. Kalau pri­oritas pembangunan lebih penting sudah tertangani, mudah-mudahan atensi Pak Bupati cukup besar Kami berharap semua pihak mendukung,” katanya. (*)

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: HALO JEMBER edisi 7 tahun 2011, Purbakala 55

Koleksi Gedung induk Museum Erlangga

Pada Gedung induk Museum Erlangga yang berdiri megah ini, dimanfaatkan untuk menata koleksi archeologis. Tata pameran didasarkan atas kelompok jenis benda koleksi, karena langkah tersebut yang paling scderhana dan dapat jangkau. Arca Syiva dan lambangan sebagai M.P. nya

S I V A

Siva merupakan Dewa tertinggi Trimurti yang dianggap scbagai DevaPerusak. Dewa Siva digambarkan bertangan empat, masing-masing memegang camara, aksamala, kamandalu dan trisula . Di tengah mahkotanya terdapat simbul ardha candra kapala yaitu bulan sabit dan tengkorak, sedangkan pada keningnya terdapat mata ketiga/tri netra yang dapat membakar apa saja yang tidak dikehendaki Siva. Upawitanya berupa ular. Biasanya Siva diletakkan diruang utama candi Hindu.

JAMBANGAN BATU
Jambangan batu berbentuk menyerupai silinder tetapi berpenampang lonjong Hiasannya berupa bunga teratai. Benda dengan penampang mendekati lingkaran, biasanya dikaitkan artinya dengan asal mula hidup/padma mula. Oleh karena itu diperkirakan Fungsi jambangan sebagai wadah air suci. Hal ini didukung hiasannya berupa teratai yang merupakan lambang kesucian.

SIVANANDI
Siva adalah dewa tertinggi Trimurti yang dianggap sebagai Dewa Perusak. Ia digambarkan bertangan empat masing-masing membawa cemara, aksamala, kamandalu dan Trisula. Di tengah mahkotanya terdapat simbul Ardha Candra Kapala yaitu bulan sabit dan tengkorak, sedangkan pada keningnya terdapat mata ketiga : Trinetra. Biasanya Siva diletakkan di mang utama candi berpasangan dengan Yoni namun demikian, ada pula Siva yang digambarkan sedang mengendarai wahananya berupa nandi, sehingga disebut Sivanandi.

YONI
Yoni pada dasarnya membentuk balok dengan sebuah lubang di tengah, serta cerat pada salah satusisinya. Lubang tersebut berfungsi untuk menancapkan patung Siva/Lingga, sedang ceratnya berfungsi untuk mengalirkan air pembasuh arca Siva/Lingga tersebut sewaktu diadakan upacara. Di candi-candi Hindu, Yoni diletakkan diruang utama dengan ceratnya menghadap ke utara.

PRASASTI BATU
Prasasti bertulis huruf jawa kuno pada batu andesit. Sebagian  besar tulisan sudah rusak dan tidak terbaca. Ada yang pada seluruh permukaan pada ke empat sisinya berkeliling bertulis. Ada pula bagian bawah prasasti dihiasi dengan hiasan gambar flora.

ARDHANARI
Ardhanari merupakan lambing persatuan antara Dewa Siva dengan istrinya Parvati. Oleh sebab itu ia diwujudkan dalam bentuk setengah pria dan setengah wanita. Ardhanari digambarkan bertangan empat.
Dua tangan belakang masing-masing membawa aksamala dan
camara. Dua tangan depan diletakkan di depan perut.

PADMASANA
Kata Padmasana berasal dari kata padma = teratai dan asmana = alas /tempat duduk Padtnasana berarti alas/tempat duduk arca yang  berbentuk teratai.

VISHNU
Vishnu adalah salah satu Dewa Trimurti berkedudukan sebagai Dewa Pemelihara. Diceritakan bahwa pada waktu melawan Vitra, raksasa yang menguasai kekeringan ia menang sehingga kemudian Dewa Vishnu disembah sebagai atau memclihara dunia.

Dewa Vishnu biasanya digambarkan bertangan empat, masing-masing membawa sankha lambang pembebasan manusia dari kesulitan, cakra lambing perputaran dunia,gada lambang kekuatan, dan padma lambang kedewaan.

RELIEF MANUSIA
Umunmya relief manusia di candi Jawa Tengah digambarkan naturalistis dengan wajah menghadap ke muka, sedang relief manusia di Jawa Timur digambar-kan seperti wayang wajahnya menghadap ke samping (en profil). Terdapat pendapat munculnya relief demikian berhubungan dengan munculnya kembali pemujaan masyarakat kepada roh leluhur.

MINIATUR RUMAH
Miniatur rumah dari bahl ini berbenhlk seperti lumbung padi dan banyak ditemukan di sawah-sawah.
Oleh karena itu tcrdapat pendapat bahwa miniatur rumah batu
berkaitan fungsinya dcngan pcmujaan Dewi Sri scbagai Dewi Padi .
Di samping itu ada pendapat lain yang mengatakan bahwa fungsi miniatur rumah batu itu tersebut berhubungan dengan kematian, dengan alasan :

  1. Miniatur rumah batu ternyata tidak hanya ditemukan di sawah-sawah tetapi juga di hutan-hutan.
  2. Terdapat ragam hias berupa siput yang merupakan lambang pelepasan.
  3. Terdapat ukiran angka tahun yang mungkin dapat dihubungkan dengan waktu meninggalnya seseorang.

GENTONG BATU
Gentong batu mempunyai bentuk antara lain bulat dan kerucut terpancung. Penam pang lingkamya mungkin dapat dikaitkan dengan padma mula/asal mula kehidupan. Oleh karena itufungsi gentong dopat dikaitkan dengan air suci, yaitu sebagai wadalmya.

ARCA BUDDHIS
Dalam pantheon Agama Budha dikenal 3 macam Budha, yaitu :

  1. Manusia Budha yaitu Budha yang menjelma dalam bentuk manusia.
  2. Dhyani Budha yaitu Budha yang bersifat badan halus.
  3. Dhyani Bodhdisatva yaitu Budha sebagai makhluk kayangan.

Ketiga macam Budlla tersebut diarcakan sangat sederhana, tanpa memakai perhiasan. Adapun ciri-ciri pokoknya adalah “Unisha (ram but dan sanggul),

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Mimbar jatim, EDISI 152, APRIL 1993

Jatim Park 2 (2)

Batu Secret Zoo, Menyaksikan Satwa Dunia di Habitat Tiruannya

Kota Batu dengan udara yang sejuk semakln mengukuhkan keberadaannya sebagai Kota Wisata yang tersohor di Indonesia. Makin hari wahana wisata yang ada di kota makin bertambah dan makin lengkap. Setelah ada Jatim Park, dan akhir tahun 2008 muncul BNS (Batu Night Spectacular), sekarang muncul objek wisata baru Jatim Park 2 yang dimulai dengan pembukaan Museum Satwa sejak awal 2010. Seperti halnya Jatim Park (I), konsep Jawa Timur Park 2 sarat dengan pengetahuan yang dapat dikunjungi ketika Anda berada di kota Batu. Jawa Timur Park 2 ini berada dekat dengan Batu Night Spectaculer (BNS), selain menikrnati pernandangan alarn bernpa pegunungan dengan suasana yang rnenyegarkan.

Kebanyakan orang mengira Jatim Park 2 berada di kota Lamongan. Di kota Lamongan bukanlah Jatim Park 2, melainkan WBL (Wisata Bahari Lamongan). Jatim Park 2 berada di kota Batu, berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 14 Hektar, Jatim Park 2 meliputi Museum Satwa, Secret Zoo (kebun Binatang), Tree Inn (Hotel Pohon). Semua kental dengan nuansa satwa dan alam, meski sebagian besar buatan. Ketika sampai di tempat tujuan, terlihat bangunan gedung yang cukup menonjol, yang secara sclintas seperti bangunan kuno di Roma dengan pilar besar dan kokoh. Itulah bangunan Museum Satwa. Tempat parkir yang disediakan juga sangat luas. Pengunjung atau pengemudi tidak akan lupa di mana dia memarkir kendaraannya, jika sebelum meninggalkan kendaraan dilihat dulu “alamat” tempat parkir. Setiap lokasi parkir diberi tanda (alamat) khusus. Sayangnya kurang pohon peneduh yang ada pun tidak cukup besar.

Kita bisa memilih ke museum dulu, atau ke Secret Zoo dulu. Tiket yang dijual bisa Anda pilih, terusan atau museum saja atau Secret Zoo saja. Untuk menikmati sajian secara terusan (untuk Museum Satwa dan Secret Zoo) kita harus merogoh kocek, Rp 50.000/orang pada akhir pekan, dan Rp 40.000/0rang pada hari-hari biasa. Memang terasa mahal; tapi kita akan menikmati pengalaman yang belum pernah kita alami di mana saja, paling tidak di Indonesia. Kita coba memilih masuk ke museum dulu. Kesan pertama, gedung museum ini sangat megah dan mewah. Tampak luar museum ini mengingatkan kita pada bangunan Yunani Kuno, seperti Parthenon di Athena. Ini sebuah upaya parodik dengan meminjam image klasik Barat. Bisa banyak tafsir atas hal ini, bisa sebagai jejak bahwa asal museum memang dari Barat, bisa juga sebagai sind iran bahwa kita belum bisa melepaskan diri dari bayang-bayang arsitektur Barat.

Di depannya ada patung gajah besar-saya kira lebih besar dari aslinya. Kemudian menaiki trap dan menapaki lantai marmer. Museum ini merupakan wahana edukasi, di mana pengunjung dapat melihat diorama-diorama hewan dari berbagai belahan dunia. Di beranda depan anda akan disambut dengan sebuah sangkar burung super besar. Di dalam sangkar raksasa ini terdapat ornamen tambahan seperti taman bunga dan patung burung. Tepat banget buat obyek foto. Dari sini awal petualangan kita menyusuri lorong-lorong yang hanya diterangi lampu temaram yang berpendar dari diorama-diorama sepanjang jalur. Setiap selesai menikmati diorama di satu ruang, ada petunjuk arah ke mana anda harus melangkah selanjutnya.

Terdapat lebih dari 80 diorama yang menyajikan satwa diawetkan dari beberapa penjuru dunia, termasuk dari Indonesia. Di setiap ruang anda akan menemukan diorama binatang yang dibentuk tiga dimensi sehingga seperti alam asli binatang yang ada di Negara asalnya. Apapun binatangnya, diorama tiga dimensi menyajikan pemandangan alam seperti di habitat aslinya. Ketika kita menyaksikan beruang kutub misalnya, pemandangan latar belakang diorama itu persis alam aslinya yang bersalju. Binatang yang disajikan berasal dari berbagai belahan dunia yang tidak kita saksikan sehari-hari di negeri sendiri. Salah satu ruang disebut insektarium yang berisi 5.000 jenis serangga yang didapatkan dari berbagai tempat seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia dan bahkan dari Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika, dan tentu saja serangga dari hutan Indonesia. Di ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai jenis kupu-kupu yang diawetkan, juga binatang yang kita kenal sebagai hama kelapa, garengpung.

Di bagian lain, pengunjung juga diberikan kesempatan menikmati fish diorama berupa diorama kehidupan bawah air. Di ruang ini disajikan baik kehidupan di air tawar seperti sungai, danau maupun rawa, juga di air laut di beberapa kedalaman yang berbeda-beda. Semua disajikan seperti benar-benar di habitat aslinya. Dalam museum juga terdapat replika fosil dinosaurus yang terbuat dari bahan fiberglass. Ruang ini sangat menarik, karena lighting diperoleh dari langit-langit yang dilukis sangat serupa langit di alam bebas Jengkap dengan gumpalan awan. Museum Satwa juga dilengkapi fasilitas Teater, menyajikan film-film tentang sa twa dan kehidupannya di alam liar, ditambah dengan simulasi anatomi satwa agar pengunjung bisa mengetahui seluk-beluk satwa dengan lebih baik. Jika masih kurang puas dengan penjelasan tentang satwa, para guide yang profesional siap memandu wisatawan untuk menerangkan dan memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.

Di tengah perjalanan tersedia satu “warung” untuk beristirahat. Warung ini dibangun seperti warung di pedesaan, terbuat dari bambu beratap ilalang dengan penerangan temaram-kecuali kasirnya yang menggunakan mesin kas modern dan mesin pendingin. Kita harus menyusuri setiap lorong, tidak ada jalan untuk kembali, hanya ada satu pintu keluar. Namun udara sejuk di dalam museum yang dilengkapi mesin penyejuk udara, belum terasa capeknya. Mungkin juga karena belum terlahi jauh kita berjalan. Mereka yang memberi tiket terusan, bisa langsung masuk ke Secret Zoo tanpa bayar lagi. Lokasi Secret Zoo tepat bersebelahan dengan Museum Satwa hanya dipisahkan oleh hotel Pohon Inn. Secret Zoo terasa sangat  luas, terutama bagi pengunjung usia lanjut, atau yang tidak biasa olahraga jalan-jalan. Begitu kita masuk ke Museum, atau ke Jatim Park 2, hanya ada satu pintu keluar setelah pengunjung melewati seJuruh bagian yang disajikan. Tapi jangan khawatir, di tengah perjalanan Anda bisa menyewa kereta bermotor untuk berkeliling selama seharian dengan tarip Rp 150.000.

Entah mengapa dinamai Secret Zoo atau terjemahan kasamya kebun binatang rahasia. Berbeda dengan museum, bintang yang ditampilkan di Secret Zoo semua binatang hidup. Kebun binatang modem yang sangat berbeda dengan kebun binatang biasa. Arsitektur kebun binatang ini berskala intemasional, yang hampir  seluruh bagiannya mengikuti kontur alam aslinya. Sebagian koleksi satwa yang disajikan tidak banyak kita temukan di kebun binatang lain di Indonesia. Memang tidak semuanya binatang langka, ada juga burung parkit atau ular. Memberi makan burung parkit ini rasanya seru banget. Kita akan dikerubuti oleh puluhan burung parkit yang berebut makanan. Ah nggak usah banyak omong dah, anda bisa saksikan sendiri serunya memberi akan burung parkit yang jinak-jinak. Seperti di museum, pengunjung akan diarahkan harus menuju ke mana setelah selesai dengan satu sesi. Dijamin tidak ada bagian yang ketinggalan atau tidak dilewati. Ini kelebihannya atau juga dirasakan sebagai kekurangan oleh sebagian pengunjung. Tidak ada jalan pintas bagi mereka yang kelelahan.

Jatim Park 2 kota Batu berada di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu. Lokasi ini bisa ditempuh dari alun-alun kota, atau sebelum memasuki alun-alun kota, ada pertigaan yang diberi tanda menuju ke lokasi. Jalan mulus, meski agak sempit seperti jalan-jalan di pegunungan layaknya. Ikuti petunjuk yang disediakan di setiap belokan, Anda akan sampai di lokasi. Jatim Park 2 buka mulai pukul 10.00-18.00 WIB. Di tengah antara Museum Satwa dan Batu Secret Zoo ada bangunan seperti pohon besar. Memang bukan pohon beneran. Pohon ini terbuat dari semen. Di balik akar pohon yang besar, kita temukan serambi hotel yang diberi nama Pohon inn. Tapi jangan salah duga, kita tidak harus tidur di atas pohon. Pohon Inn saran seperti hotel-hotel lainnya dengan fasilitas modem dan tarip “modern” juga, hanya bagian depannya saja dibuat seperti pohon.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, Volume III, No. 28, April 2011,

House of Sampoerna

Terletak di “Surabaya lama”, kompleks bangunan megah bergaya kolonialBelanda ini dibangun pada tahun 1862 dan saat ini merupakan situs bersejarah yang dilestarikan. Awalnya digunakan sebagai panti asuhan putra yang dikelola oleh pemerintah Belanda, kompleks ini dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, untuk dijadikan pabrik rokok Sampoerna yang pertama.

Kompleks ini terdiri dari sebuah auditorium sentral yang luas, dua bangunan lebih keeil di sayap timur dan barat serta beberapa bangsal luas Qerlantai satu di belakang auditorium sentral. Sampai , saat ini, kompleks ini masih berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi rokok kretek paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe. Memperingati ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah dipugar dengan seksama dan sa at ini te rbuka untuk masyarakat umum.

Auditorium sentral saat ini difungsikan sebagai Museum dan sayap timur telah disulap menjadi suatu bangunan unik yang menaungi sebuah Kafe, Kios dan Galeri Seni. Bangunan di sayap barat tetap dipertahankan sebagai kediaman resmi keluarga.

Museum di House of Sampoerna
Museum di House of Sampoerna (HoS) terbuka untuk umum tanpa ipungut biaya (GRATIS). Museum ini bias dikatakan sebagai live museum. Tidak hanya melihat foto dan barang-barang peninggalan pendiri Sampoerna dan koleksi-koleksi lain yang berhubungan dengan sejarah Sampoerna, dengan dipandu oleh guide yang fasih berbahasa Inggris, pengunjung juga disuguhi “pertunjukan” oleh pelinting rokok Dji Sam Soe.

Pengalaman unik ini bisa dinikmati mulai hari Senin sampai Jumat mulai 09:00-14:00 wib dan hari Sa btu mulai 09:00-11:00 wib. Bahkan pengunjung juga diberi kesempatan mencoba melinting kalau mau. Di lokasi pabrik di JI. Taman Sampoerna 6 di mana House of Sampoerna berada bekerja 3500 pelinting termasuk 9 pelinting di lantai mezzanine museum House of Sampoerna yang siap mempertunjukkan kecepatan melinting rokok. Pengunjung biasanya terkagum-kagum dengan kecepatan mereka bekerja. Minimal mereka bisa melinting 325 batang per jam. Bahkan ada yang bisa mencapai 500 batang per jam.

JAM BUKA
Museum & Kios Tiap hari                                           09:00-22:00
Kafe & Galeri Seni Minggu  –        Kamis                  09:00-22:00
Jum’at    –        Sabtu                   09:00-24:00