Koleksi Gedung induk Museum Erlangga

Pada Gedung induk Museum Erlangga yang berdiri megah ini, dimanfaatkan untuk menata koleksi archeologis. Tata pameran didasarkan atas kelompok jenis benda koleksi, karena langkah tersebut yang paling scderhana dan dapat jangkau. Arca Syiva dan lambangan sebagai M.P. nya

S I V A

Siva merupakan Dewa tertinggi Trimurti yang dianggap scbagai DevaPerusak. Dewa Siva digambarkan bertangan empat, masing-masing memegang camara, aksamala, kamandalu dan trisula . Di tengah mahkotanya terdapat simbul ardha candra kapala yaitu bulan sabit dan tengkorak, sedangkan pada keningnya terdapat mata ketiga/tri netra yang dapat membakar apa saja yang tidak dikehendaki Siva. Upawitanya berupa ular. Biasanya Siva diletakkan diruang utama candi Hindu.

JAMBANGAN BATU
Jambangan batu berbentuk menyerupai silinder tetapi berpenampang lonjong Hiasannya berupa bunga teratai. Benda dengan penampang mendekati lingkaran, biasanya dikaitkan artinya dengan asal mula hidup/padma mula. Oleh karena itu diperkirakan Fungsi jambangan sebagai wadah air suci. Hal ini didukung hiasannya berupa teratai yang merupakan lambang kesucian.

SIVANANDI
Siva adalah dewa tertinggi Trimurti yang dianggap sebagai Dewa Perusak. Ia digambarkan bertangan empat masing-masing membawa cemara, aksamala, kamandalu dan Trisula. Di tengah mahkotanya terdapat simbul Ardha Candra Kapala yaitu bulan sabit dan tengkorak, sedangkan pada keningnya terdapat mata ketiga : Trinetra. Biasanya Siva diletakkan di mang utama candi berpasangan dengan Yoni namun demikian, ada pula Siva yang digambarkan sedang mengendarai wahananya berupa nandi, sehingga disebut Sivanandi.

YONI
Yoni pada dasarnya membentuk balok dengan sebuah lubang di tengah, serta cerat pada salah satusisinya. Lubang tersebut berfungsi untuk menancapkan patung Siva/Lingga, sedang ceratnya berfungsi untuk mengalirkan air pembasuh arca Siva/Lingga tersebut sewaktu diadakan upacara. Di candi-candi Hindu, Yoni diletakkan diruang utama dengan ceratnya menghadap ke utara.

PRASASTI BATU
Prasasti bertulis huruf jawa kuno pada batu andesit. Sebagian  besar tulisan sudah rusak dan tidak terbaca. Ada yang pada seluruh permukaan pada ke empat sisinya berkeliling bertulis. Ada pula bagian bawah prasasti dihiasi dengan hiasan gambar flora.

ARDHANARI
Ardhanari merupakan lambing persatuan antara Dewa Siva dengan istrinya Parvati. Oleh sebab itu ia diwujudkan dalam bentuk setengah pria dan setengah wanita. Ardhanari digambarkan bertangan empat.
Dua tangan belakang masing-masing membawa aksamala dan
camara. Dua tangan depan diletakkan di depan perut.

PADMASANA
Kata Padmasana berasal dari kata padma = teratai dan asmana = alas /tempat duduk Padtnasana berarti alas/tempat duduk arca yang  berbentuk teratai.

VISHNU
Vishnu adalah salah satu Dewa Trimurti berkedudukan sebagai Dewa Pemelihara. Diceritakan bahwa pada waktu melawan Vitra, raksasa yang menguasai kekeringan ia menang sehingga kemudian Dewa Vishnu disembah sebagai atau memclihara dunia.

Dewa Vishnu biasanya digambarkan bertangan empat, masing-masing membawa sankha lambang pembebasan manusia dari kesulitan, cakra lambing perputaran dunia,gada lambang kekuatan, dan padma lambang kedewaan.

RELIEF MANUSIA
Umunmya relief manusia di candi Jawa Tengah digambarkan naturalistis dengan wajah menghadap ke muka, sedang relief manusia di Jawa Timur digambar-kan seperti wayang wajahnya menghadap ke samping (en profil). Terdapat pendapat munculnya relief demikian berhubungan dengan munculnya kembali pemujaan masyarakat kepada roh leluhur.

MINIATUR RUMAH
Miniatur rumah dari bahl ini berbenhlk seperti lumbung padi dan banyak ditemukan di sawah-sawah.
Oleh karena itu tcrdapat pendapat bahwa miniatur rumah batu
berkaitan fungsinya dcngan pcmujaan Dewi Sri scbagai Dewi Padi .
Di samping itu ada pendapat lain yang mengatakan bahwa fungsi miniatur rumah batu itu tersebut berhubungan dengan kematian, dengan alasan :

  1. Miniatur rumah batu ternyata tidak hanya ditemukan di sawah-sawah tetapi juga di hutan-hutan.
  2. Terdapat ragam hias berupa siput yang merupakan lambang pelepasan.
  3. Terdapat ukiran angka tahun yang mungkin dapat dihubungkan dengan waktu meninggalnya seseorang.

GENTONG BATU
Gentong batu mempunyai bentuk antara lain bulat dan kerucut terpancung. Penam pang lingkamya mungkin dapat dikaitkan dengan padma mula/asal mula kehidupan. Oleh karena itufungsi gentong dopat dikaitkan dengan air suci, yaitu sebagai wadalmya.

ARCA BUDDHIS
Dalam pantheon Agama Budha dikenal 3 macam Budha, yaitu :

  1. Manusia Budha yaitu Budha yang menjelma dalam bentuk manusia.
  2. Dhyani Budha yaitu Budha yang bersifat badan halus.
  3. Dhyani Bodhdisatva yaitu Budha sebagai makhluk kayangan.

Ketiga macam Budlla tersebut diarcakan sangat sederhana, tanpa memakai perhiasan. Adapun ciri-ciri pokoknya adalah “Unisha (ram but dan sanggul),

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Mimbar jatim, EDISI 152, APRIL 1993

Jatim Park 2 (2)

Batu Secret Zoo, Menyaksikan Satwa Dunia di Habitat Tiruannya

Kota Batu dengan udara yang sejuk semakln mengukuhkan keberadaannya sebagai Kota Wisata yang tersohor di Indonesia. Makin hari wahana wisata yang ada di kota makin bertambah dan makin lengkap. Setelah ada Jatim Park, dan akhir tahun 2008 muncul BNS (Batu Night Spectacular), sekarang muncul objek wisata baru Jatim Park 2 yang dimulai dengan pembukaan Museum Satwa sejak awal 2010. Seperti halnya Jatim Park (I), konsep Jawa Timur Park 2 sarat dengan pengetahuan yang dapat dikunjungi ketika Anda berada di kota Batu. Jawa Timur Park 2 ini berada dekat dengan Batu Night Spectaculer (BNS), selain menikrnati pernandangan alarn bernpa pegunungan dengan suasana yang rnenyegarkan.

Kebanyakan orang mengira Jatim Park 2 berada di kota Lamongan. Di kota Lamongan bukanlah Jatim Park 2, melainkan WBL (Wisata Bahari Lamongan). Jatim Park 2 berada di kota Batu, berdiri di atas lahan seluas lebih kurang 14 Hektar, Jatim Park 2 meliputi Museum Satwa, Secret Zoo (kebun Binatang), Tree Inn (Hotel Pohon). Semua kental dengan nuansa satwa dan alam, meski sebagian besar buatan. Ketika sampai di tempat tujuan, terlihat bangunan gedung yang cukup menonjol, yang secara sclintas seperti bangunan kuno di Roma dengan pilar besar dan kokoh. Itulah bangunan Museum Satwa. Tempat parkir yang disediakan juga sangat luas. Pengunjung atau pengemudi tidak akan lupa di mana dia memarkir kendaraannya, jika sebelum meninggalkan kendaraan dilihat dulu “alamat” tempat parkir. Setiap lokasi parkir diberi tanda (alamat) khusus. Sayangnya kurang pohon peneduh yang ada pun tidak cukup besar.

Kita bisa memilih ke museum dulu, atau ke Secret Zoo dulu. Tiket yang dijual bisa Anda pilih, terusan atau museum saja atau Secret Zoo saja. Untuk menikmati sajian secara terusan (untuk Museum Satwa dan Secret Zoo) kita harus merogoh kocek, Rp 50.000/orang pada akhir pekan, dan Rp 40.000/0rang pada hari-hari biasa. Memang terasa mahal; tapi kita akan menikmati pengalaman yang belum pernah kita alami di mana saja, paling tidak di Indonesia. Kita coba memilih masuk ke museum dulu. Kesan pertama, gedung museum ini sangat megah dan mewah. Tampak luar museum ini mengingatkan kita pada bangunan Yunani Kuno, seperti Parthenon di Athena. Ini sebuah upaya parodik dengan meminjam image klasik Barat. Bisa banyak tafsir atas hal ini, bisa sebagai jejak bahwa asal museum memang dari Barat, bisa juga sebagai sind iran bahwa kita belum bisa melepaskan diri dari bayang-bayang arsitektur Barat.

Di depannya ada patung gajah besar-saya kira lebih besar dari aslinya. Kemudian menaiki trap dan menapaki lantai marmer. Museum ini merupakan wahana edukasi, di mana pengunjung dapat melihat diorama-diorama hewan dari berbagai belahan dunia. Di beranda depan anda akan disambut dengan sebuah sangkar burung super besar. Di dalam sangkar raksasa ini terdapat ornamen tambahan seperti taman bunga dan patung burung. Tepat banget buat obyek foto. Dari sini awal petualangan kita menyusuri lorong-lorong yang hanya diterangi lampu temaram yang berpendar dari diorama-diorama sepanjang jalur. Setiap selesai menikmati diorama di satu ruang, ada petunjuk arah ke mana anda harus melangkah selanjutnya.

Terdapat lebih dari 80 diorama yang menyajikan satwa diawetkan dari beberapa penjuru dunia, termasuk dari Indonesia. Di setiap ruang anda akan menemukan diorama binatang yang dibentuk tiga dimensi sehingga seperti alam asli binatang yang ada di Negara asalnya. Apapun binatangnya, diorama tiga dimensi menyajikan pemandangan alam seperti di habitat aslinya. Ketika kita menyaksikan beruang kutub misalnya, pemandangan latar belakang diorama itu persis alam aslinya yang bersalju. Binatang yang disajikan berasal dari berbagai belahan dunia yang tidak kita saksikan sehari-hari di negeri sendiri. Salah satu ruang disebut insektarium yang berisi 5.000 jenis serangga yang didapatkan dari berbagai tempat seperti Peru, Papua Nugini, Kolumbia, Malaysia dan bahkan dari Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika, dan tentu saja serangga dari hutan Indonesia. Di ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai jenis kupu-kupu yang diawetkan, juga binatang yang kita kenal sebagai hama kelapa, garengpung.

Di bagian lain, pengunjung juga diberikan kesempatan menikmati fish diorama berupa diorama kehidupan bawah air. Di ruang ini disajikan baik kehidupan di air tawar seperti sungai, danau maupun rawa, juga di air laut di beberapa kedalaman yang berbeda-beda. Semua disajikan seperti benar-benar di habitat aslinya. Dalam museum juga terdapat replika fosil dinosaurus yang terbuat dari bahan fiberglass. Ruang ini sangat menarik, karena lighting diperoleh dari langit-langit yang dilukis sangat serupa langit di alam bebas Jengkap dengan gumpalan awan. Museum Satwa juga dilengkapi fasilitas Teater, menyajikan film-film tentang sa twa dan kehidupannya di alam liar, ditambah dengan simulasi anatomi satwa agar pengunjung bisa mengetahui seluk-beluk satwa dengan lebih baik. Jika masih kurang puas dengan penjelasan tentang satwa, para guide yang profesional siap memandu wisatawan untuk menerangkan dan memberi informasi yang dibutuhkan oleh pengunjung.

Di tengah perjalanan tersedia satu “warung” untuk beristirahat. Warung ini dibangun seperti warung di pedesaan, terbuat dari bambu beratap ilalang dengan penerangan temaram-kecuali kasirnya yang menggunakan mesin kas modern dan mesin pendingin. Kita harus menyusuri setiap lorong, tidak ada jalan untuk kembali, hanya ada satu pintu keluar. Namun udara sejuk di dalam museum yang dilengkapi mesin penyejuk udara, belum terasa capeknya. Mungkin juga karena belum terlahi jauh kita berjalan. Mereka yang memberi tiket terusan, bisa langsung masuk ke Secret Zoo tanpa bayar lagi. Lokasi Secret Zoo tepat bersebelahan dengan Museum Satwa hanya dipisahkan oleh hotel Pohon Inn. Secret Zoo terasa sangat  luas, terutama bagi pengunjung usia lanjut, atau yang tidak biasa olahraga jalan-jalan. Begitu kita masuk ke Museum, atau ke Jatim Park 2, hanya ada satu pintu keluar setelah pengunjung melewati seJuruh bagian yang disajikan. Tapi jangan khawatir, di tengah perjalanan Anda bisa menyewa kereta bermotor untuk berkeliling selama seharian dengan tarip Rp 150.000.

Entah mengapa dinamai Secret Zoo atau terjemahan kasamya kebun binatang rahasia. Berbeda dengan museum, bintang yang ditampilkan di Secret Zoo semua binatang hidup. Kebun binatang modem yang sangat berbeda dengan kebun binatang biasa. Arsitektur kebun binatang ini berskala intemasional, yang hampir  seluruh bagiannya mengikuti kontur alam aslinya. Sebagian koleksi satwa yang disajikan tidak banyak kita temukan di kebun binatang lain di Indonesia. Memang tidak semuanya binatang langka, ada juga burung parkit atau ular. Memberi makan burung parkit ini rasanya seru banget. Kita akan dikerubuti oleh puluhan burung parkit yang berebut makanan. Ah nggak usah banyak omong dah, anda bisa saksikan sendiri serunya memberi akan burung parkit yang jinak-jinak. Seperti di museum, pengunjung akan diarahkan harus menuju ke mana setelah selesai dengan satu sesi. Dijamin tidak ada bagian yang ketinggalan atau tidak dilewati. Ini kelebihannya atau juga dirasakan sebagai kekurangan oleh sebagian pengunjung. Tidak ada jalan pintas bagi mereka yang kelelahan.

Jatim Park 2 kota Batu berada di Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Batu. Lokasi ini bisa ditempuh dari alun-alun kota, atau sebelum memasuki alun-alun kota, ada pertigaan yang diberi tanda menuju ke lokasi. Jalan mulus, meski agak sempit seperti jalan-jalan di pegunungan layaknya. Ikuti petunjuk yang disediakan di setiap belokan, Anda akan sampai di lokasi. Jatim Park 2 buka mulai pukul 10.00-18.00 WIB. Di tengah antara Museum Satwa dan Batu Secret Zoo ada bangunan seperti pohon besar. Memang bukan pohon beneran. Pohon ini terbuat dari semen. Di balik akar pohon yang besar, kita temukan serambi hotel yang diberi nama Pohon inn. Tapi jangan salah duga, kita tidak harus tidur di atas pohon. Pohon Inn saran seperti hotel-hotel lainnya dengan fasilitas modem dan tarip “modern” juga, hanya bagian depannya saja dibuat seperti pohon.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Prasetya, Volume III, No. 28, April 2011,

Museum Trowulan, Kabupaten Mojokerto

Museum Trowulan Terletak di wilayah Dusun Trowulan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan. Dapat dicapai menggunakan semua model transportasi melalui jalan raya Trowulan atau jalan Kecamatan tepat di seberang kolam Segaran.

Museum Purbakala Trowulan didirikan oleh Kanjeng Adipati Ario Kromojoyo Adinegoro bersama Ir. Henry Madaine Pont pada tahun 1942 dengan tujuan untuk menampung artefak hasil penelitian arkeologi di sekitar Trowulan.

Saat ini, museum yang juga dikenal sebagai Balai Penyelamatan Arca memiliki koleksi berbagai temuan di wilayah Jawa Timur. Untuk memudahkan pengunjung, benda-benda koleksi ini telah dilengkapi dengan keterangan singkat dalam dua bahasa, Indonesia dan bahasa Inggris.

Ruang museum terbagi dua bagian:

  1. Ruang Pamer, digunakan untuk memamerkan artefak berukuran relatif kecil, misal: mata uang, senjata, perisai, alat music dan peralatan rumah tangga.
  2. Pendopo, digunakan sebagai tempat pamer artefak berukuran relatif berat dan masif seperti area, relief, kala, yoni, dan lain-lain. Untuk memudahkan pengunjung disediakan fasilitas musholla, kafetaria dan toko souvenir.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Informasi Priwisata Kabupaten Mojokerto: DINAS PEMUDA, OLAHRAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN MOJOKERTO, Juni 2011, Mojokerto, 2011

TAHUN KUNJUNGAN MUSEUM

Surabaya pantas disebut kota museum  di Indonesia. Sebab, kota ini memiliki tujuh museum yang sering dikunjungi wisatawan. Tujuh museum itu antara lain; Museum House of Sampoerna, Museum Seni Rupa, Museum Kesehatan dr. Adhyatma, Museum Tugu Pahlawan, Museum TNI AL Loka Jayasrana, Museum dan Pusat Kajian Etnografi Unair, dan Museum NU. Sebenarnya, selain tujuh museum itu masih banyak museum lain yang tersebar di sudutkotaini. Sebut misalnya, Museum Kesehatan RSUD Dr. Soetomo, Museum Uang, dan banyak lagi. Namun, museum yang disebut terakhir itu ada yang masih terbatas koleksinya atau belum beroperasi untuk umum. Dengan memiliki banyak museum, Kota Surabaya pun ikut mentahbiskan tahun ini sebagai  tahun kunjungan museum.

 Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : SURABAYA City guide,  Suara Surabaya Media, EDISI mei 2010

Museum Brawijaya

Merajut Situs Merangkai Objek 

Andai Kopral Buang masih hidup, pastilah pahlawan ini bisa bercerita banyak. isah heroiknya bersama para ‘ pejuang kemerdekaan merebut tank Belanda, menduduki Pos Pantai Oesa Batering di Gresik, kemudian menyeret meriam besar berjuluk Banteng Blorok hingga ke Lamongan, pastilah menarik. Kini meriam besar hasil rampasan dari kolonial Belanda itu bertengger di Musem Brawijaya, Jlljen, Kota Malang. Namanya pun diubah menjadi Meriam Si Buang, mengabadikan nama pejuang tersebut.

Sangat banyak kisah heroik seperti yang dilakoni mendiang Kopral Buang dan para pejuang kemerdekaanIndonesia. Itu berarti sangat banyak pula situs dan benda-benda bersejarah yang punya daya tarik, jika digarap sebagai objek wisata sej arah . Lokasinya tersebar di Jawa Timur. Sebagian memang sudah digarap menjadi objek wisata. Namun, entah mengapa, belum marak seperti yang semestinya.

Meriam Si Buang hanyalah salah satu dari sekian banyak benda bersejarah yang sesungguhnya juga merindukan kehadiran wisatawan. “Dia” tidak sendirian bertengger gagah di tengah kawasan pemukimari” elit, di jantung Kota Malang. Di taman depan museum itu bertengger pula satu unit tank hasil rampasan pejuang kemerdekaan dari kolonial Belanda. Tank itu diapit dua senapan mesin penangkis serangan udara yang lazim disebut. Pam-pam Double Loop.

Senjata be rat itu setelah direbut oleh BKR Surabaya, September 1945, sempat  sukses merontokkan dua pesawat terbang Belanda. Di dalam halaman museum sebelah kiri pintu masuk juga terdapat Tank AM-Traek. Kendaraan tempur  pengunjung bisa menyaksikan gerbong kereta api berjulu Gerbong Maut. Di gerbong itulah, 23 November 1947, dipakai Belanda untuk mengangkut 100 orang tawanan perang dari penjara Bondowoso ke penjara Bubutan melalui Stasiun Wonokromo. Jauh di luar kapasitas gerbong SS buatan tahun 1924 itu.

Dalam perjalanan mulai pukul 02.00 dini hari, pintu Gerbong Maut itu ditutup rapat.Paratawanan berhimpitan bak ikan sarden.Susahbernafas. Saat “Gerbong Maut” itu sampai di Surabaya, 46 orang tawanan meninggal dunia, 11 orang sakit parah, 31 sakit, dan hanyan 12 yang masih sehat. Di sebelah utara gerbong maut itu juga dipamerkan sebuah perahu Segirir. Perahu kayu kecil ini dulu pernah dipakai komandan Pasukan Joko Tole menyelamatkan pasukannya dari pulau Madura menyeberang ke Paiton Probolinggo. Ketika itu Pasukan yang bertugas di Madura mendapat serangan dari pasukan Belanda. Karena kekuatan yang tidak seimbang akhirnya dengan perahu Segigir para pejuang itu menyeberang ke Jatim.

Ada nilai tambah memang jika kita berwisata ke Museum Brawijaya yang diresmikan pad a 16 April 1968 oleh Pangdam Brawijaya, Mayjen TNI M. Yasin. Disamping pengunjung mendapatkan gambaran tentang kegigihan para pejuang, juga bisa memetik nilai-nilai perjuangan. Inilah tugas pokok museum sebenamya.

Seperti halnyaSurabayadanMalang, banyak pula objek wisata sejarah bernuansa heroik-patriotik di kota-kota lain. Di Brangkal, Mojosari, Kabupaten MOjokerto misalnya, ada gedung yang pernah dipakai Bung Tomo membakar semangat para pejuang lewat siaran radio. Ketika ituSurabayadikepung Sekutu.

Bung Tomo dan anak buahnya membawa peralatan radio ke Mojosari.

Rute Bung Tomo (Surabaya-Mojokerto) dan lokasi-Iokasi bernilai heroik lainnya di berbagai daerah di Jatim, sebenarnya bisa dikemas menjadi objek wisata sejarah. Galibnya, merajut situs dan merangkai objek menjadi satu paket perjalanan wisata yang layakjual. Tentu, jika punya niat.    Tio

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 21, 7 -21 November 2003, Tahun I

House of Sampoerna

PT. Agasam “menjawab” secara konkret arti penting cagar budaya bagi sebuah kota sebesar Surabaya. House of Sampoerna, di JI Sampoerna, bolehjadi kelak akan menjadi ikon Kota Pahlawan ini. Gedung kuno milik perusahaan rokok itu kini telah rampung dipugar, kemudian d1peruntukkan untuk umum. Masyarakat bisa menikmati artefak yang bernilai sejarah tinggi itu tanpa dipungut biaya, narnun wajib berperilaku tertib dan santun.

Sesungguhnya, House of Sampoerna adalah contoh baik di tengah suasana keprihatinan terhadap banyaknya bangunan kuno bernilai sejarah tinggi yang rusak, atau bahkan “hilang”, di ibukota Jatim ini. Gedung peninggalan zaman colonial Belanda, di belakang Lembaga Pemasyarakatan Kalisosok, itu dibangun pada pertengahan abad 19. Keberadaannya setelah dipugar seolah mengawali era gerakan pelestarian gedung-gedung bersejarah dari “aksi kanibalisme”.

Seperti telah diwartakan Jatim News (edisi 13, 21 Juni-4 Juli 2003), Tim Pelestarian Bangunan Cagar Budaya (PBCB) Surabaya yang “dikomandani” Kepala Bapeko, H. Tondojekti, mengakui institusinya seperti baru bangun tidur, meski tim tersebut dibentuk sejak tahun 1996. Pasalnya, “kanibalisme” terhadap bangunan cagar budaya terus berlangsung. Heboh terakhir ketika Stasiun Semut “dikanibal ” dari dalam.

Empat Fungsi

Kompleks bangunan yang sekarang bernama House of Sampurna itu dibeli oleh Liem Seeng Tee pad a tahun 1932. Sebelumnya merupakan panti asuhan yang dikelola oleh pemerintahan colonial Belanda. Setelah dimiliki oleh pendiri perusahaan rokok itu, awalnya digunakan untuk kediaman resmi keluarga Liem SeengTee, sekaligus untuk pabrik rokok. Kini, setelah rampung dipugar, PT Agasam sebagai pengelola gedung tersebut membagi gedung di pojok timur JI.Sampoerna itu menjadi empat bagian fungsi.

Empat fungsi House of Sampoerna, rincinya untuk museum, galeri seni, Akios, dan kafe. Dalam acara pembukaan gedung tersebut Kamis pekan lalu, Katie Sampoerno selaku pelindung mengatakan, Indonesia memiliki sejarah tinggi dan menarik untuk disimak. Termasuk di dalamnya peninggalan budaya dan berbagai karya seni. “Dengan House of Sampoerna ini, masyarakat dapat mempelajari sekaligus menikmati sekelumit perjalanan sejarah Kota Surabaya,” ujar cucu menantu pendiri pabrik rokok tersebut.

Sekarang, auditorium pusat yang lumayan besar (dahulu pernah dijadikan

gedung pertunjukan) dipergunakan sebagai musium. Tiga unit ruang di lantai dasar menampilkan benda-benda koleksi utama, mulai dari foto-foto bersejarah keluarga pendiri perusahaan rokok itu diperkuat dengan perabotan, pakaian, serta barang-barang pribadi.

Di tengah ruang depan ditempatkan replika warung bambu yang merupakan usaha pertama keluarga Sampoerna. Menurut cerita, konon Siem Tjiang Nio, istri pendiri, biasa menyembunyikan uang tabungannya di dalam bambu di warung bambu itu. Barang-barang yang dipajang merupakan barang asli yang memang pernah dipergunakan oleh keluarga pendirinya, seperti sepeda, mesin cetak, dan oven tembakau.

Di balkon atas, para pengunjung bias menyimak proses membuat rokok kretek. Ada lima dara yang sedang melinting, memotong, dan membungkus rokok. Mereka diawasi seorang mandor. Tiap hari mereka bisa melinting sampai 4.000 batang. Dari atas balkon pengunjuing bias melihat 234 orang karyawan sedang bekerja. Para pengunjung juga bisa mencoba melinting rokok sendiri, bahkan mencoba rasanya . Di ruang ini juga tersedia bermacam cindera mata alat linting,  tembakau, cengkih yang sudah dikemas, buku maupun poster-poster.

Daya Tarik Wisata

Di bagian selatan mezzanine terpajang beberapa foto penerima beasiswa

dari Yayasan Sampoerna. Yayasan nirlaba ini berdiri tahun 2001. Misinya memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia melalui prioritas utama, yaitu menyediakan beasiswa bagi pelajar SMU yang berprestasi. Saat ini ,Yayasan Sampoerna merupakan pemberi beasiswa terbesar di Indonesia. Tahun ini ada lima mahasiswa penerima biasiswa yang sedang menempuh studi S2 di Amerika Serikat.

Di bagian sayap timur, pengunjung bias beristirahat sambiI menikmati hidangan khas di Cafe Sampoerna. Dengan sentuhan art deco, serta penataan bernuansa sejarah tempo doeloe, memberikan suasana yang unik.Perpaduan jendela kayu jati yang berumur seabad dengan kaca bermotif, memberikan suasana tenteram bagi pengunjung kafe itu. Aneka hidangan menu Barat dan Asia yang lezat, diiringi live music pada malam hari menambah semaraknya suasana kafe.

Di belakang kafe disulap menjadi galeri seni yang mempersembahkan serangkaian karya-karya seniman Indonesia terbaik. Lukisan yang dipamerkan selalu diupayakan diganti, sehingga para seniman muda yang mempunyai karya bermutu bisa mendapat giliran memamerkan karyanya di gedung ini. Pengunjung juga bisa membeli lukisan yang dipamerkan di galeri dua lantai itu. Pada masa mendatang pameran karya seni lain, seperti keramik dan tekstil juga akan digelar.

“Di samping sebagai wahana sejarah, House of Sampoerna ini dipersembahkan sebagai daya tarik wisata Kota Surabaya, terlebih lokasinya yang berdekatan dengan pusat Kya Kya Kembang Jepun,” kata Albert Wibisono , Chief Operating Officer PT Agasam. Ya, semoga sarat nilai tambah.Tio, Zain

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 21, 24 Oktober -07 Nopember 2004, Tahun I