Terjadinya Reog Panaraga, Versi Kelana – Sanggalangit

Bujangga Anom adalah putera raja Daha, Sri Genthayu, pada suatu hari diam-diam telah meninggalkan negerinya, kemudian berguru kepada seorang petapa yang sakti di lereng gunung Lawu. Kebetulan sang petapa tersebut mempunyai murid pula yang bernama Kelana Sewandana, seorang raja di … Selengkapnya

Reog Panaraga: Versi Asmarabangun – Rahwanaraja

Tersebutlah dalam kisah, Raden Panji Asmarabangun, Raja Jenggala, pada suatu hari kehilangan empat puluh empat ekor kuda piaraannya. Segera dapat diketahui, bahwa pencurinya adalah Rahwanaraja, yang menguasai hutan wilayah Mataram.

Rahwanaraja ini suatu mahluk berbadan manusia, tetapi berkepala harimau, berperangai … Selengkapnya

Reog Panaraga: Versi Jathasura – Kilisuci – Bujanggalelana dan Kelana – Candrakirana

Buta Locaya, seorang bujangga sakti, pencikal-bakal Daha dan se­kitarnya, mempunyai dua orang anak laki-laki, yang sulung bernama Jakalodra, adiknya Singalodra. Pada suatu hari sang bujangga memanggil kedua anaknya menghadap. Jakalodra mengenakan ikat kepala yang bukan mestinya. Sebagai seorang satria seharusnya … Selengkapnya

Reog Panaraga: Versi Wijaya – Kilisuci

Riwayat Terjadinya Reog Panaraga:  Versi Wijaya Kilisuci

Raja Wengker (Panaraga), Pangeran Wijaya, sangat sakti. Ia pandai menghilang. Ia pun belum beristeri. Konon menurut kata orang, bukan karena tiada wanita yang cocok di hatinya, melainkan karena mempu­nyai cita-cita … Selengkapnya