Rumah Sakit Darmo,Surabaya

Rebut Peluang, Kembangkan DCC

Secara fisik, RS Darmo sangat mengagumkan. Bangunan arsitektur heritagenya tetap terjaga, taman dengan tetumbuhan hijaunya tetap asri dan menyejukkan.

RS DARMOTak heran pula bila pada April 2010 lalu, rumah sakityang dibangun pada 1919 ini menjadi salah satu wakil Indonesia dari Jawa Timur ke seleksi internasional dalam ajang 2010 Unesco Asia Pasific Heritage Awards for Cultural Heritage Conservation di Bangkok.

Tak hanya bangunan arsitektur yang membanggakan, RS Darmo juga terus berupaya meningkatkan profesionalisme demi memuaskan pelanggannya. Sejak 2009 lalu dilakukan penandatanganan kerjasama dengan FK Unair, RSUD Dr. Soetomo dan beberapa pihak lainnya, terutama untuk ketersediaan dokter-dokter spesialis.

Semakin ke depan, RS Darmo pun makin mantap dalam menjaga kualitas dan pelayanan kepada masyarakat.’Tahun ini, RS Darmo mengembangkan berbagai layanan unggulan, terutama untuk operasi penanganan masalah ginjal (Kidney Center), Endoscopy dan Radiotherapy,”terang Laksma TNI (Purn) Imam Soewono, dr., SpPD, Direktur RS Darmo.

Beberapa layanan untuk bidang nephrology dan urology, bisa ditemukan di RS Darmo. Sedang untuk keperluan cuci darah (hemodialisis), RS Darmo akan melengkapinya menjadi 15 alat dari 7 mesin yang ada sekarang.

Untuk tindakan bedah urology pun, RS Darmo bisa menjadi rujukan utama sebab memiliki dokter ahli dan peralatan lengkap seperti tindakan PNL, ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) dan GLL (Green Light Laser).Teknologi GLL untuk menangani pembesaran prostat ini bisa ditemukan di RS Darmo.

Sementara untuk tindakan endoscopy, RS Darmo bisa memberikan pelayanan berupa Arthroscopy (persendian), Laparoscopy Endoscopy untuk penanganan berbagai kasus secara minimal invasif. Bahkan dengan teknologi ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography) yang menggunakan alat dengan cara melewati mulut hingga mencapai titik penyakit yang hendak dilakukan penanganan.

Teknologi ERCP ini pun masih sangat terbatas di Surabaya. Penanganan bedah menggunakan teknologi ini bisa

ditangani oleh RS Darmo dengan dukungan dokter spesialis yang sudah mumpuni dan team work yang terbangun rapi. Dengan kelengkapan itu, RS Darmo telah melaksanakan akreditasi 16 pelayanan.

Selain itu, RS Darmo juga tengah menyiapkan sebuah layanan baru khusus untuk tumbuh kembang anak, yang dikenal dengan DCC (Darmo Children’s Center). Di dalamnya terdapat layananan menyangkut tindakan preventif atau pencegahan mulai si ibu hamil dan bayi agar tetap sehat. Selain itu juga melakukan kegiatan promotive dengan mengadakan seminar, talkshow di media, dan semacamnya.

Setiap peluang bagi RS Darmo sangatlah berarti. Ke depan, masih minimnya tindakan penanganan seputar radiografi di Surabaya, akan disambut dengan rencana besar RS Darmo untuk melengkapi fasilitas layanannya di bidang ini.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: SURABAYA CITY GUIDE FREE MAGZ, NOPEMBER 2013, hlm. 21

Gedung Rumah Sakit Darmo, Surabaya

Rumah Sakit (RS) Darmo berada di Jalan Raya Darmo no. 90, gedung tua tersebut dibangun pada tahun 1913 dikenal dengan nama Kitahama Butai, sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Sewaktu pemerintahan Jepang gedung tersebut digunakan sebagai bengkel untuk memperbaiki dan menyimpan senjata berat serta kendaran perang antara lain tank. Pernah pula dipakai Jepang sebagai Kamp Interniran anak-anak dan wanita. Setelah pasukan Sekutu datang ke Surabaya, kamp ini diambil alih oleh Letkol Rendall pada tanggal 27 Oktober 1945, gedung ini menjadi pusat pertahanan pasukan Brigjen AWS Mallaby.

Karakteristik gedung ini dapat kita amati dari bentuk bangunan genteng yang unik, dengan banyaknya jendela-jendela yang berada di sekitar genteng. Selain itu gaya arsitektur yang melekat pada gedung ini lebih pada gaya rasjonajjsme, dengan perisai dan domer yang unik.

Bagi warga Kota Surabaya tentunya, gedung tua ini punya nilai sejarah tinggi yang tak pernah akan pupus, khususnya sebagai warisan lembaran sejarah para pejuang dalam membela Tanah Air. Karena di depan gedung inilah pertempuran antara tentara sekutu dan para pejuang Arek-arek Suroboyo mulai meletus. Tepatnya, saat itu tanggal 27 Oktober 1945 yang selanjutnya api pertempuran terus berkobar sampai peristiwa heroik 10 November 1945, bahkan gedung ini dijadikan benteng pertahanan oleh pasukan Brigade Jenderal AWS Mallaby.

RS Darmo adalah salah satu cagar budaya yang menjadi aset arek-arek Suroboyo. Selebihnya, bangunan berarsitektur Belanda yang juga banyak ditemukan di sejumlah kota di negeri Kincir Angin, seperti Scheveningen, Delt, Madurodam, Den Haag, Amsterdam, serta Kota Leiden itu, perlu dilestarikan.