Upacara Among among Masyarakat Tengger

Setelah bayi berumur 35 atau 44 hari diadakan upacara “among- among”
yaitu upacara untuk menyelamati “sing bahu Rekso”. Pem­berian mantera
ialah agar bayi dijauhkan dari segala gangguan. Kemudian di-“lindungi” diberi
mantera dari orang-orang tua, pada waktu nengkurep. Pada waktu merangkak
diberi lagi mantera, demikian juga pada waktu berdiri, pada waktu jalan
dan waktu sudah bisa lari. Selama 44 hari itu ibu tidak boleh bekeija berat
dan pantang makanan seperti ikan laut, makanan pedas dan mentimun,
akan tetapi diharuskan makan yang serba pahit seperti ranti, sawijo,
pupus daun singkong, daun tetirem. Setelah 44 hari atau 36 hari semua
pantangan itu sudah tidak berlaku lagi dan sejak itu sang ibu sudah boleh bergaul dengan suaminya seperti biasa.

‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾‾
Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Reog  di Jawa Timur. Jakarta:  Upacara Kasada dan Beberapa Adat Istiadat Masyarakat Tengger, Proyek Sasana Budaya , Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 1978-1979. hlm. 28-29