Sego Becek, Nganjuk

nasi_becek_2Sego Becek (nasi becek) merupakan makanan tradisional dari Nganjuk, Jawa Timur, sego Becek khas Nganjuk, sebenarnya sudah lama menjadi buah bibir masyarakat sejak dulu. Bila di amati dari jenis masakan, bumbu dan bahannya makanan satu ini merupakan makanan jenis kare kambing atau gulai kambing. Walaupun hampir mirip dengan gulai kambing, namun Sego Becek ini memiliki cita rasa dan penyajian yang berbeda.

Penyajian

Keistimewaan kuliner khas nganjuk ini pada tampilannya, sego becek ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan di atasnya disertakan ragam trancam (semacam lalapan) yang terdiri dari irisan kobis, kecambah dan seledri, biasanya diletakkan di atas nasi. Juga disertakan beberapa tusuk daging yang sudah disate dicampurkan ke piring.

Baru setelahnya, bumbu kacang dan sambel kemiri dimasukkan. Terakhir kuah becek dituangkan dalam keadaan panas, tak hanya kuah tapi juga jeroan kambing seperti gajih (lemak) dan balungan (tulang belulang). Untuk sate kambing biasanya disajikan secara terpisah atau disajikan langsung di atas Sego Becek.

Cita Rasa Nasi Becek

Sego Becek ini memiliki cita rasa yang sangat khas, karena kuahnya menggunakan banyak jenis bumbu, seperti sere, lada, pala, kapulaga termasuk bawang merah dan putih. Belum lagi emponempon (rempahrempah) seperti kencur, jinten dan semua jenis bumbu dimasukkan menjadi satu. sehingga kuah memiliki rasa yang pas dan tidak terlalu menyengat. Isian daging pada kuah tersebut juga terasa empuk sehingga tidak terlalu susah untuk menyantapnya.

Selain itu, salah satu ciri khas dari Nasi Becek ini adalah perpaduan rasa kuah dan sate kambingnya. Sebelum tersaji Sate kambing ini sudah terlebih dahulu dibumbui dengan bumbu kacang, kecap dan irisan bawang merah. Sehingga bila dibandingkan dengan kuah Sego Beceknya akan menjadi dua rasa yang berbeda dan bila keduanya dipadukan akan menjadi satu rasa yang sangat khas. Sate kambing tak hanya sekedar pelengkap. Kelezatan sate kambing yang sudah dibumbui dengan bumbu kacang, kecap dan irisan bawang merah terasa berbeda.

Tempat Kuliner Nasi Becek

Bagi anda yang berkunjung ke Kota Nganjuk, Jawa Timur, tentu kurang lengkap bila belum menikmati makanan satu ini. Sego Becek ini merupakan salah satu makanan tradisional yang cukup terkenal di sana. Tempat penjualan kuliner Sego Becek ini tersebar di wilayah Nganjuk sehingga mudah di jumpai.

Pengolahan Nasi Becek

Proses pengolahan nasi becek, kuah Nasi Becek ini diolah dengan bumbu yang cukup lengkap mulai dari bumbu yang dihaluskan hingga bumbu rempah, sehingga cita rasa bumbunya sangat terasa di lidah kita saat menyantapnya. Selain itu ditambahkan dengan potongan daging kambing dan jeroan tentu membuat Sego Becek ini semakin nikmat.

 

nasi_becek_3Resep Nasi Becek Khas Nganjuk Lezat

Bahan :
• 500 gr daging kambing, atau boleh dicampur jeroan kambing, potong dadu
• 500 ml santan encer
• 3 sdm minyak, untuk menumis
• 1 btg serai, memarkan
• 3 lbr daun jeruk
• 1 btg kayu manis (sekitar 3 cm), panggang
• 300 ml santan kental

Bumbu halus :
• 1 sdt garam
• 1 sdt gula pasir
• 5 btr bawang merah
• 3 siung bawang putih
• 5 btr kemiri, sangrai
• 1 sdt ketumbar, sangrai
• 1 sdt merica
• 1 ruas jari jahe, bakar
• 1 ruas jari kunyit, bakar
• 1 ruas jari kencur, panggang
• 1 ruas jari lengkuas
• 5 lbr daun jeruk

Pelengkap :
• 2 sdm sambal cabai rawit
• 2 sdm irisan kucai
• 6 lbr kol, iris halus
• 100 gr tauge pendek
• 30 tusuk sate kambing bumbu kacang, siap saji
• 1 bh jeruk nipis
• 600 gr nasi putih

Cara membuat :

  1. Rebus daging dan jeroan kambing dengan santan encer hingga matang dan lunak.
  2. Tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan kayu manis hingga harum. Masukkan ke dalam air rebusan, aduk.
  3. Masak dengan api sedang hingga bumbu meresap. Tambahkan santan kental, masak kembali sambil diaduk hingga mendidih kembali dan matang.
  4. Angkat.

Saran penyajian :
Taruh nasi di dalam mangkuk, tambahkan kol, tauge, daun kucai, dan sate kambing, siram dengan kuah beserta potongan daging dan jeroan. Tambah air jeruk dan sambal rawit. sajikan selagi panas.

Demikian pengenalan tentang “Sego Becek Makanan Tradisional Dari Nganjuk, Jawa Timur”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang ragam kuliner tradisional Indonesia. Selamat mencoba resep dirumah Sego Becek khas nganjuk lezat ini.

—————————————————————————————Dian K, Pustakawan; Pusaka Jawatimuran Team

LEPET JAGUNG, Kabupaten Kediri

lepet-jagungJajanan tradisional kini penikmatnya kesulitan mencari tempat penjualnya, Padahal banyak juga jajanan tradisional memiliki rasa yang nikmat tak terlupakan seperti lepet jagung. Hal ini bisa disebabkan kerumitan pembuatannya, bisa juga bahan dasarnya.

Lepet jagung merupkn jajanan tradisional yang bahan dasar adalah jagung dan kelapa parut saja, dan memiliki cita rasa yang khas lidah masyarakat Jawa Timur. Rasa manis dan gurih bercampur menjadi satu, saat disajikan selagi hangat pada pagi hari didampingi secangkir teh hangat atau kopi, Lepet Jagung ini begitu nikmat.

Lepet Jagung dibungkus kulit buah jagung, sehingga membuat bentuk, warna dan aroma menjadikan makanan yang khas.  Untuk mengingatkan lidah akan kelezatan jajanan tradisional Jawa Timur ini. Bisa kita coba dengan resep di bawah ini. Untuk yang masih sangat asing akan makanan ini jangan kawatir masalah rasa. Jajanan ini spesialnya lebih pedat, tahan lama dan tak mudah basi. Untuk itu jika anda ingin bisa merasakan akan lepet jagung manis ini bisa membuatnya sendiri dan berikut resep dan langkahnya dengan baik seperti.

Resep Lepet Jagung

Bahan:

  • 6 buah jagung muda, sisihkan kulitnya untuk pembungkus
  • 1/3 butir (+/- 150 gr) kelapa agak muda kupas, parut
  • 100 gr gula pasir
  • 1/4 sdt vanili bubuk
  • 1/2 sdt garam

Cara Membuat:

  1. Parut jagung hingga habis dari bonggolnya. Campur dengan kelapa, gula, garam, dan vanili, aduk rata
  2. Ambil selembar kulit jagung, isi dengan 1 – 2 sdm adonan, gulung menyerupai jagung kecil sampai adonan habis semua.
  3. Kukus sampai matang selama +/- 30 menit. Angkat dan dinginkan.

 Setelah dikukus matang, kulit jagung pembungkus akan menjadi berwarna kuning dan berkeriput. Supaya lepet jagungnya tetap tampil indah dan menawan, kulit jagung pembungkus bisa diganti dengan kulit jagung bagian dalam yang dicelupkan sebentar ke dalam air mendidih.

———————————————————————————–
134N70 nulis DW
Nara sumber: Mak Katipah (Brenggolo, Plosoklaten,Kediri)

Gethuk Gedang, Kediri

Kediri merupakan salah satu nama daerah yang terletak di Jawa Timur, kota kediri memang sudah sangat terkenal dengan berbagai macam jenis masakan khasnya. Salah satu masakan khas dari kota Kediri adalah Gethuk Gedang (gethuk pisang). Gethuk gedang memang berasal dari kota Kediri, namun makanan yang satu ini sudah tersebar luas dimana – mana hampir diseluruh wilayah di pulau jawa.

Olahan pisang dibungkus dengan daun pisang mirip lontong ini adalah salah satu aset kuliner Kediri yang sudah ada dari dahulu kala, meskipun belum diketahui mengenai asal-usul si manis dari Kediri ini, namun tradisi pembuatan dan pengolahan gethuk gedang diyakini sudah berlangsung secara turun-temurun dan diwariskan lintas generasi.

Gethuk gedang berasa manis legit dan sedikit asam, rasa ini semua merupakan rasa alami khas buah pisang, tanpa tambahan zat apapun termasuk gula dan bahan pengawet. Sehingga gethuk pisang hanya bisa bertahan selama dua hari pada suhu kamar atau sekitar empat sampai lima hari jika disimpan di dalam lemari pendingin.  Sedikit mengingatkan bagi yang ingin membeli getuk pisang dan rumah anda terlalu jauh, pertimbangkan masa bertahannya gethuk gedang yang hanya dua hari.

Makanan ringan yang satu ini selain memiliki rasa alami dari buah pisang yang merupakan bahan dasarnya, karena tanpa tambahan zat apapun, sehingga kandungan gizinyapun sesuai dengan kandungan pisang merupakan jenis bahan makanan rendah kolesterol, juga kaya akan kandungan sarat,  karbohidrat dan protein nabati.

Meskipun gethuk gedang ini sudah terkenal, namun masih banyak yang belum mengetahui proses dan cara pembuatannya. Berikut penjelasan tentang resep getuk pisang khas Kediri sederhana spesial asli enak. Membuat Getuk gedang yang merupakan makanan tradisional khas dan asli dari Kediri ini,  tidak sulit namun dalam memilih bahan harus tepat. Gehtuk gedang merupakan cemilan yang paling mudah dibuat, olahan ini dibuat dari bahan dasar pisang kepok yang manis dan kenyal. Gedang/Pisang yang dipilih adalah jenis pisang kepok yang berkualitas sangat baik dan juga masih segar. Mungkin berikut ini salah satu proses untuk membuat getuk pisang yang sangat enak.

Bahan :

  • buah pisang kepok segar dan matang yang berkualitas baik 2 kg,
  • garam dapur yang halus dan beryodium sebanyak 1 sendok teh,
  • vanili bubuk 1 sendok the,
  • 1 kg gula pasir .

Untuk pembungkus:

  • daun pisang secukupnya,
  • lidi  secukupnya ( dipotong lancip )

Cara membuat :

  1. Kukus pisang kepok sampai benar-benar matang dan empuk
  2. Kupas kulit pisang lalu dahaluskan
  3. Campurkan pisang yang sudah dihaluskan dengan gula pasir dan garam
  4. Tumbuk halus lagi hingga semua bahan tercampur rata
  5. Padatkan adonan selagi masih panas dan diamkan hingga menjadi dingin
  6. Ambil tiap satu lembar daun pisang lalu masukkan adonan getuk pisang secukupnya
  7. Gulung memanjang seperti lontong sambil dipadatkan kembali
  8. Semat dengan sapu lidi pada kedua ujungnya
  9. Kukus dalam kukusan panas selama 25-30 menit atau sampai matang dan kenyal
  10. Buka daun pisang yang membungkusnya lalu dipotong dan sajikan.

Kini Getuk pisang telah siap untuk disajikan,  akan kelihatan lebih menarik jika dihidanngkan dipiring pada waktu sore maupun pagi hari sambil ditemani teh dan kopi hangat, nikmati gedang ini selagi hangat, namun juga sedap saat disantap ketika sudah dingin.

 ——————————————————————————————-134N70 nulis DW
Nara sumber: Mak Katipah, Brenggolo, Plosoklaten, Kediri

TAJIN SOBIH – Bubur Khas Bangkalan

tajin-sobihMakanan tradisional madura sangat bervariasi, salah satunya adalah makanan tradisional khas Kabupaten Bangkalan, kuliner yang satu ini sudah banyak dikenal oleh masyarakat Surabaya.  Namanya Tajin Sobih (bubur madura dari Bangkalan), merupakan salah satu makanan tradisional yang manis dari madura. Tajin Sobih di Surabaya dikenal dengan Bubur Sobih, makana ini berasal dari desa Sobih Salah satu desa kecil yang terletak di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Di Bangkalan bubur ini Sangat Mudah di Jumpai dan yang pasti penjualnya pasti orang dari desa Sobih atau masih ada garis keluarga dengan orang Sobih, karena itulah sehingga makanan tersebut dinamakan tajin sobih. Varian isi Tajin Sobih ditempatkan pada panci – panci kecil yang dijadikan satu pada wadah besar yang terbuat dari anyaman bambu. Para penjual tajin sobih ini biasanya ibu – ibu,  menjajakannya dengan cara disongon/disunggi (ditaruh diatas kepala).

Bubur ini sangat gurih serta manis, rasa manis bubur ini di dapat dari gula merah atau kalo orang madura bilang guleh gentong. Sebenarnya Bubur ini kurang lebih sama dengan bubur susum pada umumnya, namun ada ciri khas dari bubur ini.  Ada empat jenis dalam isian pada setiap porsi Tajin Sobih ini yakni:

  • Bubur Putih, terbuat dari bahan tepung beras,
  • Bulatan putih, bahan tepung beras, kanji, kelapa parut, santan, dibuat bulatan kecil-kecil,
  • Bubur lonjongan coklat , terbuat dari bahan tepung beras, tepung ketan, tepung kanji, gula merah, air, dibuat lonjongan kecil-kecil,
  • Bubur Mutiara, terbuat dari bahan – Bahan : Sagu mutiara merah, Gula pasir, Pandan, Tepung Kanji, Air, Garam sedikit.

Kuah dan saus

  • Saus gula coklat, bahan : gula jawa, air, daun pandan, ,  kadang bisa di tambahkan potongan nangka,
  • Kuah Santan, terbuat dari bahan Santan, daun pandan, garam, sedikit tepung kanji,  kadang bisa di tambahkan potongan nangka,
  • Kuah Putih, terbuat dari bahan Tepung Beras, Santan, Tepung Kanji, Air, sedikit garam
    Kuah Coklat, terbuat dari bahan Tepung Beras, Santan, Tepung Kanji, Gula merah, Air.

Cara Menghidangkan, varian isi tajin sobih bubur coklat, bubur putih dan bubur mutiara ditempatkan dalam 1 piring atau daun pisang secara  terpisah-pisah, diatas isian tajin sobih yang berwarna – warni ini kemudian disiram dengan kuah santan, lalu ditambahkan saus gula coklat yang sudah dimasak pekat. Campuran kuah santan dengan saus gula coklat diatas Tajin Sobih ini yang membuat rasanya sangat manis dan tetap saja masih terasa gurih di lidah.

Menikmati Tajin Sobih Berbungkus Daun Pisang Makanan tradisional Bangkalan yang satu ini benar – benar masih terasa lekat dengan nuansa tradisionalnya, menyantap Tajin Sobih di atas daun pisang yang ujungnya disematkan lidi (Pencok) dan difungsikan sebagai piring. Untuk sendoknya juga menggunkan daun pisang juga yang dilipat 2 (suru). Jadi terasa sederhana dan tradisional sekali. Semua campuran tersebut disajikan Tampilannya yang cantik dan berwarna-warni cukup menggoda. Selamat mencoba

————————————————————————————134N70 nulis DW
Nara Sumber: Ibu Roha, Asemjaya III/32 Surabaya

SOTO BOK IJO – LEGENDA KULINER KEDIRI

soto-bok-ijoSoto Bok Ijo buat warga Kediri dan sekitarnya pasti mengenalnya, karena memang makanan yang satu ini sudah sangat terkenal sebagai salah satu pilihan kuliner di Kediri. Kuliner ini juga sudah melegenda, konon soto bok ijo ini sudah ada sejak tahun 1969, soto bok ijo atau juga sering disebut Soto Ayam Tamanan. Dikenal dengan sebutan Soto Bok Ijo karena lokasi berjualannya di sekitar Bok Ijo (Jembatan Hijau). Kini lokasinya sudah berubah menjadi pertigaan di samping Terminal Tamanan Kediri. Dan para penjual soto di Bok Ijo dipindahkan di samping terminal, hingga saat ini bisa ditemui berjejer warung-warung soto di samping terminal.
Soto Bok Ijo sendiri sebenarnya merupakan soto ayam biasa, atau bisa disebut soto Kediri. Karena soto ini memakai kuah yang bersantan, soto ini rasanya memang enak, namun porsinya sedikit sih, satu mangkok pasti kurang, cara penyajiannya memakai mangkok standart, tapi porsinya sedikit, irisan ayamnya juga gak banyak. Dalam penyajiaannya pelengkap soto antara lain adalah kol, kecambah, cabe rawit, jeruk nipis dan tentunya kecap disajikan secara terpisah. Jadi pembeli meracik soto sendiri sesuai selera.
Yang istimewa dan menjadi favorit adalah ayam bakar bumbu kecapnya, pembeli bisa memilih ayam bagian mana yang diinginkan, dan dibakar saat itu juga, jadi pembeli bisa menyantapnya panas-panas. Bumbu kecapnya benar-benar meresap, karena ayam yang dibakar memang telah dipotong-potong terlebih dahulu dan disusun pada tusuk besi, baru kemudian dibakar dan disajikan di dalam mangkok. Harganya bervariasi tergantung bagian mana yang kita pilih, ayam bakar ini dinikmati dengan soto, terasa sangat cocok sekali, dinikmati langsung tanpa sotopun juga enak.

———————————————————————————————134N70 nulis DW

 

Bubur Ayam, Surabaya

Hangatnya Pagi dalam Semangkuk Bubur Ayam

YA AMPUN TABURAN AYAM SUWIR DI ATAS BUBUR  HANGAT DIPADU DENGAN CAKUE,  KRUPUK DAN DAUN BAWANG, SIAPA YANG BISA MENOLAK?

Sebuah imajinasi sederhana. Sebelum berangkat ke kantor atau ke sekolah, menikmati semangkuk bubur ayam. Hangat. Dengan asap tipis yang terus mengepul dan membawa cita rasa luar biasa. Bagi penggemar sabu alias sarapan bubur ayam, sensasi yang ditawarkan makanan ini ya saat tersaji hangat. Selebihnya, kelezatan pelengkap di atas bubur yang membuat rasa dan tampilan bubur menjadi istimewa.

kering adalah bubur yang bumbunya tidak menggunakan kuah tambahan, artinya agar rasanya tambah mantep, hanya kecap manis dan asin. Sedangkan bubur ayam basah, memakai tambahan. kuah khusus yang biasanya bersantan tetapi ada juga yang berkuah bening. Sebagai pelengkap ada irisan cakue, seledri, kedelai goreng, kerupuk dan bawang goreng. Jika rasanya kurang pas tinggal tambah kecap manis atau asin.

BUBUR PENGAMPON
Lokasinya, sedikit menjorok masuk ke dalam, tapi hal ini tidak mengurangi minat pencmta bubur ayam untuk singgah ke jalan Pengampongang dua. Deretan mobil tampakmemenuhi depangang, jika hari Sabtu dan Minggu jumlahnya bisa melonjak dua kali lipat. Pegawainya terlihat sigap melayani pembeli, tak perlu menunggu . lama, karena dalam hitungan menit bubur hangat dengan asap yang masih mengepul sudah siap tersedia. Agar rasa tetap prima, bubur yang disajikan, terlebih dulu dipanaskan dalam pand kecil lalu potongan daging ayam dimasukkan, sehingga tercampur rata. Kemudian bubur tersebut, diletakkan di atas mangkok, kemudian diberi taburan irisan cakue, bawang merah, daun bawang, dan potongan bunga sedap malam yang sudah dikeringkan.

Seporsi dihargai Rp 10 ribu. “Dijamin puas dan kenyang, soalnya porsinya lumayan banyak,” komentar seorang pembeli. Kelezatan bubur ini, terletak dari rasa buburnya yang khas, menebarkan wangi daun sereh, buburnya juga pas, tidak terlalu encer atau kental. Selain itu, penjualnya juga tidak pelit memberikan potongan daging ayam, membuat bubur ini tidak pemah sepi sendiri. Meski namanya bubur ayam, tapi daging babi juga disediakan di sini. “Bedanya kalau daging babi, bentuknya bulat seperti bakso,” tutur seorang pegawai.

Sebelumnya, bubur ayam yang ramai setiap minggu pagi ini, menempati lokasi di depan gang di jalan Pengampon 11/3, menu yang populer saat itu adalah pangsit dan bubur ayam. Beberapa tahun kemudian, menurut penuturan masyarakat setempat, lokasinya

mundur dan menjorok ke dalam. Karena sudah mempunyai pelanggan loyal, lokasi yang menjorok ini tidak menjadi masalah bahkan pelangganya makin bertambah.

“Kalau sudah ramai, maka rumah di depannya juga dibuka untuk

BUBUR AYAM TEH LILIS

menerima pembeli,” jelas Halim warga di gang ini. “Bubur yang dibawa pulang, kami sediakan wadah· plastik yang bisa ditutup, irisan bawang dan cakue dipisahkan, jadi lebih tahan lama dan rasanya tetap lezat,” jelas penjualnya. Mengenai asal muasal berjualan bubur, rata-rata pegawai tidak tahu persis kapan mulai berjalan, sedangkan si pemilik bubur, kata pegawai tersebut sudah sangat tua dan tidak lagi terjun langsung ke dapur. “Sekarang giliran anak dan menantunya yang ngurusin,” jelas salah satu pegawai.

Bermodal tempat berdagang sederhana, di pinggir jalan taya Mayjen Sungkono, Sulistin pemilik bubur ayam Teh Lilis mencoba mempopulerkan hidangan khas Jakarta di Surabaya. “Orang Jakarta kalau pagi pasti cari bubur ayam,” terang wanita asal Bandung ini. Awal berjualan ia hanya mampu menjual tujuh mangkok dalam sehari. “Kayaknya orang Surabaya belum terbiasa sarapan bubur,” jelasnya. Lambat laun, bubur ayam miliknya mampu memikat banyak hati, setidaknya sekarang 100 mangkok laku terjual setiap harinya. Harga bubur ayam Teh Lilis terbilang murah hanya Rp 3500 seporsi.

 
Bubur ayam ini disajikan dengan potongan ayam, cakue, bawang goreng, kerupuk, emping dan kedelai goreng. “Bubur khas Jakarta selalu memakai kedelai goreng atau kacang tanah,” tutur Lilis yang membuka cabang di belakang Darmo Trade Center. Pelanggannya kebanyakan bukan orang asli Surabaya, alasannya orang Surabaya lebih memilih sarapan pecel ketimbang bubur ayam. Di luar jualan

rutin, Lilis juga sering menerima pesanan bubur ayam untuk acara jalan sehat, rapat pagi atau pesta taman.Buka pukul lima pagi, warga Dukuh Pakis ini mulai memasak pada pukul tiga pagi dan dilakukan untuk buat bubur saja, sedangkan bahan lainnya sudah disiapkan sore hari. “Bubur itu paling enak dinikmati pagi hari,” ujarnya. Karena alasan inilah ia membatasi waktu berjualan.

“Pokoknya, habis atau tidak, pukul 11 siang ya pulang,” terangnya. Jika masih ada sisa, buburnya terpaksa dibuang karena  memang memang tidak tahan lama dan rasanya pun juga berubah.

BUBUR AYAM NGAGEL
Salah satu penjual bubur ayam yang cukup laris di Surabaya, adalah bubur ayam Jakarta di daerah Ngagel tepatnya di depan Bank Amin. Jika pagi hari melintasi jalan ini, tampak deretan mobil dan sepeda montor ramai membeli. Tak jarang, orang kantoran dan murid sekolah singgah dulu untuk sarapan dengan bubur ayam. “Sekarang langganan mulai banyak,” jelas Nanang yang . mulai berjualan tahun 2002.

Awal berjualan ia mengalarni cerita sedih, bubur ayam ternyatakurangpopuler diSurabaya, beda denganJakarta dan Jawa Barat yang banyak bertebaran penjual bubur ayam.” Awalnya sulit sekali jualan bubur, orang masih beranggapan bubur itu makanannya orang sakit,” tuturnya. Pandangan ini jelas dianggap keliru oleh Nanang karena bubur ayam lebih nikmat karena ada tambahan ayam,cakue, kacang kedelai dan kacang tanah. “Mestinya, lihat terus cicipi dulu, baru deh tahu kalau bubur ayam itu enak banget,” ujar lelaki asal Tasikmalaya ini. Waktu berjualannya relatif singkat, buka pukul enam pagi dan tutup pukul delapan.

“Lumayan minimal bisa laku 100 porsi,” ungkapnya. Sabtu dan Minggu dagangannya bisa lebih cepat lagi terjual. Yusuf salah satu pembeli menuturkan, keunggulan bubur ayam ini dari rasa buburnya yang gurih . “Rasa suwiran daging ayamnya juga enak,” kata Yusuf yang lebih sering membeli untuk dimakan di kantor. Soal porsinya, pria asal Delta Sari ini menyatakan ukurannya sesuai, tidak terlalu banyak atau sedikit.

Minimnya tempat duduk dan antrian yang panjang membuat banyak pembeli memilih dibungkus untuk dibawa pulang. “Tetap enak kok, karena bubur, kerupuk dan sambalnya dipisah kok,” jelas Nanang. Jika rasanya dirasa kurang pas, tinggal menambahkan kecap atau sambal.

Orang Jakarta kalau pagi pasti cari bubur ayam. Kayaknva orang Surabaya belum terbiasa sarapan bubur …

BUBUR AYAM PRlMARASA
Rumah makan ini dikenal dengan sajian ikan dan ayamnya, tapi untuk menu pagi Primarsa mengenalkan tiga menu sarapan pagi, yaitu nasi pecel, nasi kuning dan bubur ayam. Santi pemilik Primarasa menuturkan, awal menjual bubur ayam karena permintaan pelanggannya yang ingin makanan yang tergolong ringan untuk makan pagi. Akhirnya, pada akhir tahun 2005, menu bubur ayam, ditampilkan dalam daftar sebagai salah satu menu pilihan sarapan pagi.

Hasilnya, bubur ayam Lilis mendapat tempat di para pembeli yang rata-rata adalah pelanggan Primarasa. “Biasanya, habis olahraga mereka mampir ke sini untuk sarapan bubur,” ujar Santi. Tak jarang, bubur, ayam yang buka mulai 07.00-10.00 dipadati pembeli, apalagi jika hari Sabtu dan Minggu. Jika tidak ingin makan di tempat, ia menyiapkan kemasan praktis. “Kami sediakan cup khusus, jadi kalau mau makan tinggal dipanaskan di microwave,” ujanya. Sajian bubur ayam Primarasa ini berbeda dengan bubur Jakarta atau daerah lainnya, karena disajikan bersama telur dadar dan kacang goreng. “Telur dadarnya istimewa, karena ada potongan chiapo,” tuturnya. Chiapo ini diiris kecil-kecil lalu dicampur dalam telur dadar. “Ada rasa asin dan gurih, pas kalau dimakan dengan bubur,” jelasnya. Selain telur dadar, adapula kacang goreng, taburan daun bawang dan bawang goreng.

“Bubur memang paling pas buat sarapan pagi karena tidak membuat perut terlalu kenyang,” kata Santi yang memberikan 35 persen untuk menu sarapan pagi. Makan di sini memang murah meriah memang karena semangkuk bubur ayam hangat dengan telur dadar hanya Rp 4300 seporsi. _ manda roosa/foto: an kusnanto

 
Mosaik, maret 2006, hal. 99