ber “KYA-KYA” di Kembang Jepun Surabaya


Istilah Kya kya yang dipakai untuk walkstreet Surabaya ini diambil dari bahasa Cina yang berarti jalan-jalan. Bahasa Cina? Ya, karena kawasan Kembang Jepun ini terkenal sebagai kawasan Pecinan. Dalam catatan sejarah, Kembang Jepun adalah salah satu kawasan yang paling sibuk sejak jaman Hindia Belanda.

Kya kya KembangJepun terletak di sepanjang jalan Kembang Jepun, hanya berjarak beberapa ratus meter dari pusat perbelanjaan JMP (Jembatan Merah PIasa). Kya-kya KembangJ epun yang menjadi ikon di kota Surabaya merupakan salah satu alternatif warga Surabaya dan sekitarnya untuk menikmati malam. Hampir setiap hari Kya kya yang mulai beroperasi pukul 18.00 hingga 24.00 ini dipenuhi pengunjung. Suasana akan terasa lebih padat jika hari menjelang malam. Dihari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung akan bertambah tiga hingga empat kali lipat dari biasanya dan Kya kya baru ditutup pukul 02.00 dini hari.

Memasuki gerbang pertama pusat Kya kya Kembang Jepun, nampak nuansa Cina yang sangat ken tal. Gerbang yang didominasi warna merah, dua ekor naga yang diatap gerbang serta dua ekor singa yang berada di samping gerbang menyambut pengunjung untuk menikmati romansa Cina yang romantis. Lampion-lampion yang digantungkan disela-sela lampu-Iampu semakin menambah suasana Cina yang kental. Di sepanjang jalan berjajar meja-meja dan .. kursi-kursi yang ditata rapi secara berkelompok. Semen tara disisi kanan kiti jalan terdapat deretan sekitar seratus rombong (kios kaki lima) yang seragam satu dengan yang lain dengan diberi nomor pada badan rombong, mirip seperti bazaar yang diadakan di kampung saat 17 Agustusan. Nuansa yang dibangun disekitar tempat ini akan membawa pengunjung ke negara tirai bambu, Cina. Ciri khas ini diperkuat dengan pilar-pilar yang ada disepanjang jalan ini apabila dihitung akan berjumlah 12 yang bergambarkan kedua belas shio, seperti yang terdapat di rnitologi Cina.

Ditempat ini, pengunjung dapat berjalan-jalan menyusuri jalan Kembang Jepun sepanjang kurang lebih satu kilometer. Meskipun banyak pengunjung, suasana yang nyaman dapat dirasakan.

 SIAPA MENGIRA, SEPANJANG JALAN KEMBANG JEPUN, SURABAYA YANG DI SIANG HARI PADAT LALU LINTAS DAN HIRUK PIKUK DENGAN AKTIVITAS PERDAGANGAN, DISULAP MENJADI TEMPAT YANG NYAMAN UNTUK MELEPASKAN PENAT DI MALAM HARI.INILAH PUSAT KYA KYA KEMBANG JEPUN RASANYA KURANG PAS, JIKA ANDA KE SURABAYA TETAPI TIDAK BER ‘KYA KYA’ DISINI.

pengunjung karena lokasinya yang berada di ruang terbuka. Pengunjung dapat bersantai sembari menikmati indahnya malam dengan berkumpul bersama ternan, keluarga ataupun orang terkasih. Bahkan tidak menutup kemungkinan pengunjung dapat menjamu relasi disini dengan suasana yang non formal. Banyak hal yang dapat dinikmati ditempat ini. Pengunjung dapat meramalkan beruntungannya di kios ramalan dengan biaya antara Rp 20.000,00 hingga Rp 30.000,00, memesan lukisan diri atau membuat tato. Bermacam aksesoris bernuansa Cina juga banyak dijual di tempat iill. Atau jika ingin fasih berbahasa Mandarin, jangan segan-segan untuk mempraktikkan kafasihan bahasa Mandarin pada saat bertransaksi dengan penjual disini.

Berbagai macam makanan dan minuman dapat dipilih. Mulai dari pisang goreng, loen pia (yang lebih dikenal dengan lumpia), sate Padang, masakan khas Cina hingga makanan bagi vegetarian. Minuman yang disediakan juga bervariasi mulai dari kopi panas hingga aneka milkshake ataupun juice. Saat memesan makanan, ada yang perlu Listrik Untuk Kehidupan yang Lebih Baik diperhatikan bagi pengunjung. Telitilah menu yang disodorkan oleh pelayan yang akan mendatangi Anda. Jangan segan bertanya jika Anda kurang mengerti dengan menu yang tertera. Jangan lupa pula untuk melihat daftar harga yang tertera pada menu agar Anda yakin dengan harga yang ada.

Pengunjung dapat menikmati hidangan dengan iringan lagu-lagu Indonesia dan Mandarin yang menggeina diseluruh areal Kya kya. Pada saat tertentu pihak pengelola menyediakan stage untuk acara-acara musik sehingga menambah suasana menjadi lebih hangat. Hingga tak heran, bagi yang berkunjung ke Surabaya, rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Kya kya Kembang Jepun ini.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Carakawala, Media Bulanan Pelanggan Listrik Jawa Timur, Edisi 15 April 2004, Diterbitkan PLN Disjatim.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s