Nasib aset wisata Surabaya: berkesan terabaikan


-April 2004-
Iklim industrialisasi di Surabaya amat dominan. Pariwisata pun perlu dikelola dalam aroma dan nuansa sarat kepentingan bisnis. Peliknya, penentu serangkaian kebijakan pariwisata terkadang mengabaikan tempat/objek wisata itu sendiri, terutama objek yang mempunyai nilai historis. Jika satu objek dapat menjadi mesin uang, maka objek itulah yang dikembangkan maksimal, tanpa ada pemerataan ke objek yang lain. Kondisi itu berimbas pada terkikisnya unsur-unsur keaslian objek. Kesan  terabaikan makin kuat mencuat pada objek-objek wisata yang tak mampu menjadi mesin uang

 Disayangkan sekali, bila Surabaya sebagai kota besar, ibu kota propinsi Jawa Timur, justru tidak memiliki tempat/objek wisata menarik yang bisa diandalkan. Demikian pandangan Nanik Sutaningtyas, Sekretaris Eksekutif ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Jatim dalam forum dialog pariwisata di kampus Unika Darma Cendika, Surabaya, Maret lalu. “Surabaya sebenarnya merniliki banyak tempat wisata, tapi potensi untuk pengembangannya kurang,” paparnya.

Dia uraikan, faktor aman dan menarik adalah hal utama dalam berwisata. Kedua hal tersebut saling terkait. Kalau cuma menarik tapi tidak aman, percuma. Tentu saja faktor keamanan menjadi penting , karena bila wisatawan merasa tidak arnan akan selalu berpikiran negatif. Begitu juga sebaliknya. Tempat yang aman, tapi tidak menarik, wisatawan jelas enggan datang. “Kenjeran contohnya. Sebenarnya, tempat itu kan menarik, tapi keamanannya? Lihat saja bila sore, Kenjeran sepi sekali,” tandasnya. Contoh lain, Pasar Bunga Kayoon (PBK) Dulu, kata Kepala Unit PBK Kayoon, Maskan, pernah ada rombongan turis mancanegara yang datang ke Kayoon naik sembilan unit bus pariwisata. Mereka mengagumi aneka bunga di pasar dalam kawasan bantaran Kalimas itu. Nilai plus lokasi PBK Kayoon yang strategis adalah mudah dijangkau dari pusat kota. “Lihat kondisi PBK sekarang. Sampah di mana~mana. Kan jadi tidak indah lagi dilihat”, ungkap Nanik Sutaningtyas.

Ada satu tempat/objek lagi yang mungkin belum sempat digarap oleh pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Objek dimaksud berupa pulau mungil, namun cukup punya daya tarik untuk dikunjungi, yaitu Pulau Galang. Pulau yang terletak di timur Surabaya itu dia sebut masih sering didatangi gerombolan burung pelikan, terutama saat menjelang senja. Lokasinya terletak sekitar tiga kilometer arah timur proyek Jembatan MERR di Sukolilo. Kabarnya, Walikota Bambang DH pun sudah menyimak pulau tersebut.

Pantai Ria
Sudah saatnya semua pihak harus ikut ambil bagian dalam pengembangan potensi pariwisata di Kota Pahlawan ini. Mulai dari pihak pemerintah, lembaga pendidikan, swasta, dan masyarakat. Ditanya lebih lanjut soal usaha konkret ASITA Jatim dalam mengembangkan objek wisata aset kota ini, Nanik rnengatakan pihaknya tidak bosan~bosan mempromosikan keindahan Surabaya. “Kami juga tak bosan~bosan mengajak semua pihak terkait untuk peduli dengan aset wisata Surabaya,” kata ibu satu anak itu.

Beberapa outlet tujuan wisata (OTW) di Surabaya, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Drs.Ec. H. Muhtadi MM, memang sudah saatnya perlu direhab hingga menunjukkan suasana baru. Pasalnya, rata-rata outlet itu sudah sangat lama dioperasikan. Muhtadi mencontohkan Kenjeran Lama yang justru lebih dikenal sebagai salah satu kawasan mesum. Padahal, citra tersebut sebenarnya tidak seluruhnya benar.

“Kawasan Pantai Ria yang sering dijadikan tempat mesum. Bukan Kenjeran Lama yang dikelola Pemkot. Saya sudah kasih SP Satu (surat peringatan pertama) kepada pengelola Pantai Ria. Dan SP Satu itu hanya akan diberikan dua kali. Kalau sampai saya keluarkan lagi, izin usaha pengelola Pantai Ria akan dicabut”, katanya.

Dikonfirmasi ihwal munculnya anggapan terabaikannya potensi beberapa OTW di Surabaya, Muhtadi menyanggah. Alasannya, pihaknya selama ini telah berusaha semaksimal mungkin untuk merawat dan memelihara OTW-OTW tersebut.

Seperti dalam kasus Kenjeran Lama, Muhtadi mengomentari, bisa saja memunculkan kesan pemeliharaannya terabaikan. Menurut dia, hal itu terjadi karena adanya outlet berupa penginapan-penginapan di Pantai Ria yang letaknya berdekatan dengan Kenjeran Lama. Realitas itulah yang akhirnya melahirkan kesan kumuh dan terabaikan. “Padahal sebenarnya tidak demikian,” tandas Kadisparta Surabaya itu OTW Pantai Kenjeran Lama dan Pantai Ria memang letaknya berdekatan, di kawasan timur Kota Surabaya. Momen sunrise (matahari terbit) menjadi andalan kedua OTW Surabaya tersebut. Selain itu, di Kenjeran Lama juga ada ruang pamer ikan. Seringkali diberitakan di media massa, beberapa hewan laut raksasa, seperti hiu tutul atau paus, terdampar di kawasan pantai yang menghadap kebagian selatan Pulau Madura itu.

Bikin Baru
Lantas, apa upaya konkret Disparta Surabaya untuk mengubah citra sekaligus menambah daya tarik kawasan tersebut? Kata Muhtadi, salah satu program mengangkat citra OTW di Surabaya secara umum adalah dengan menghadirkan suasana baru. Maksudnya, OTW–OTW di Surabaya perlu dibikin baru lagi. Baik dengan cara penambahan-fasilitas maupun renovasi.

Saat ini, pihaknya mengusahakan adanya outlet tambahan di Kenjeran Lama berupa jet ski. Artinya, kata Muhtadi, sebentar lagi warga Surabaya bisa menikmati kawasan Kenjeran sambil naikjet ski. Sementara hingga saat ini, pengunjung Kenjeran Lama masih disuguhi pentas musik dangdut dan jalan-jalan keliling pantai dengan perahu cadik bermesin engkel. “Sekarang ini kami sedang menyiapkan base camp jet ski. Tempatnya di sisi utara lokasi Kenjeran Lama. Memang belum jadi, tapi yang jelas tahun ini fasilitas jet ski itu kami usahakan sudah bisa dinikmati pengunjung,” kata Kadisparta Surabaya itu dalam nada mantap.

Persoalannya kini, layakkah Pantai Kenjeran dijadikan wisata air jet ski? Beberapa pihak yang tahu rencana Disparta Surabaya itu, memang berkomentar. Sebut saja, antara lain Faisal , salah seorang Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olah Raga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Jatim. Kenjeran, menurut Faisal, masih cukup layak untuk wisata pantai.

Pemandangan alam saat matahari terbit masih mampu menjadi andalan objek wisata ini. Selain itu, pemuda bertubuh tinggi ini juga mengakui angin laut yang bertiup menjelang tengah hari menjadikan suasana sejuk. Hal itu menjadi alasan Faisal untuk berlatih olah raga layar di sekitar kawasan pantai tersebut. Namun, pada saat-saat tertentu, lokasi tersebut dia nilai kurang representatif untuk olah raga air karena lautnya dangkal. Ihwal bakal hadirnya fasilitas hiburan baru di Kenjeran Lama berupa jet ski, dia nilai terlalu muluk. Seharusnya, masih versi Faisal, sebelum menyiapkan fasilitas yang tergolong mewah itu perlu adanya survey kelayakan lokasi dulu.

Dewi, salah seorang atlit PON Selancar Angin putri andalan Jatim, yang berlatih setiap hari di Kenjeran Lama, juga berkomentar senada. Dia menyebut kawasan Kenjeran Lama kurang layak untuk kegiatan olahraga air. Selain pantainya dangkal, air laut Kenjeran juga keruh tercampur lumpur. “Jet ski, kan harus dimainkan di laut yang jernih. Karena air di mesinnya harus bersirkulasi. Kalau airnya keruh kena lumpur, ya akan cepat merusak mesin jet ski ,” ujar atlet putri itu.

Artinya, serangkaian upaya-upaya  konkret tersebut menunjukkan aktif-tidaknya sejumlah OTW di Kota Pahlawan masih diurus. Tidak saja OTW Kenjeran Lama, namun juga OTW lain, seperti gedung bersejarah Balai Pemuda di Jalan Pemuda, Taman Hiburan Rakyat (THR), Taman Prestasi, dan Kalimas. Semoga saja kesan terabaikan dapat dihapus. Tentu, dengan kerja konkret plus kepedulian semua komponen. Dias, Dyan

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 32, 09 -23 April 2004, Tahun II, Hlm. 03-04

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s