Kuningan Sanan Kidul :Tembus Eropa


 

Keterampilan perajin apapun di negeri ini, sebenarnya, cukup andal. Namun, gerak maju mereka rnasih saja dililit persoalan klasik : modal dan jaringan pemasaran. Jika kendala klasik itu terpecahkan, dunia usaha perajin sesungguhnya pula padat karya. Mampu menyedot tenaga kerja dari kawasan sekitarnya.

Potret seperti itu tampak pula di sentra kerajinan kuningan, di Dusun Sanan Kidul, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Lokasinya sekitar 500 meter saja dari Terminal Mojoagung. Sentra perajin kuningan ini sudah lama dikenal. Produk awal.yang mencuat dari dusun ini adalah tempat kinangan, teko, dan peralatan rumah tangga dari kuningan.

Dalam perkembangannya, perajin kuningan di Sanan Kidul itujuga memproduksi aneka barang interior rumah tangga Mulai dari vas bunga, meja, kursi, almari pojok. Seiring perkembangan zaman, perajin di dusun itujuga membuat patung-patung replika barang peninggalan sejarah. Selain itu merekajuga menerima pesanan untuk membuat replica benda-benda seni dari kuningan.

Haji Istono yang menekuni usaha kerajinan kuningan di dusun itu sejak tahun 1970.an, mengisahkan, pad a awalnya dia belajar keterampilan mengecor kuningan dari kakeknya, Kasan . Barang yang dia produksi berupa gongseng dan klinthingan (genta) kalung sapi. Dibantu oleh keponakannya, Seto Pamuji, usahanya berhasil. Kini, di ruang pamemya yang bernama Ganesha, di Sanan Selatan 1/36, berbagai hasil karyanya dipajang.

Pemasaran produk kerajinan kuningan Haji Istono tidak hanya lokal, tapi sudah sampai ke Belanda, Perancis, dan beberapa negara Eropa lainnya. “Ada juga pesanan dari Amerika Serikat, ” ujarnya dalam percakapan dengan Jatim News. Di dusun itu selain Ganesha juga berderet puluhan showroom lain.

 Bahan Baku

Proses produksi kerajinan berbahan baku kuningan tergolong tidak sederhana, karena harus lewat proses cor logam. Diawali dengan membuat motif, kemudian membuat cetakannya dari semen. Cetakan itu diisi cairan lilin dicampur getah damar. Hasilnya, cetakan lilin itu, kemudian dibungkus dengan tanah liat. Cetakan terakhir  inilah yang kemudian dicor dengan kuningan. yang mencair dalam suhu tinggi. Tak cuma membutuhkan keterampilan, namun juga kesabaran.

Kesabaran para perajin kuningan memang merupakan salah satu kunci keberhasilan. Ketika krisis ekonomi melanda negeri ini, usaha pengecoran kalangan perajin kuningan di sentra tersebut sempat tersendat-sendat. Pasalnya,

bahan baku kuningan dari pengepul sulit didapat, dan bila barang ada harganya pun relatif tinggi. Sebelum krisis moneter, harga per kilogram kuningan Rp 3.000,00. Sekarang nominal harga itu menjadi tiga kali lipat. Padahal, per bulan seorang perajin ada yang membutuhkan bahan baku hingga 12 ton kuningan, seperti Haji Istono misalnya.

“Ganesha lebih banyak memproduksi barang kerajinan yang disukai buyerdari luar negeri, yaitu benda-benda seni berbentuk binatang, dan benda-benda abstrak lainnya, ” ujar perajin yang mempekerjakan 60 orang itu. Mayoritas pekerjanya adalah dari warga sekitar. Dengan jumlah tenaga kerja puluhan itu pernah terlambat.

Harga jual kerajinan kuningan kini mulai menggeliat naik Dari yang termurah, Rp 5.000,OO unit hingga yang jutaan rupiah. Kalangan pembeli dari dalam negeri kebanyakan golongan masyarakat bersosial-ekonomi menengah dan atas, wisatawan, serta instansi pemerintah plus Dharma Wanitaj PKK. Kualitas produksi untuk pembeli dalam negeri sama dengan unntuk pembeli dari mancanegara. Hal yang membedakan hanya corak produknya. Kalangan pembeli dari mancanegara lebih menyukai motif-motif tradisional (replika), antara lain dalam bentuk patung.                                                         Tio,Son

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 21, 7 -21 November 2003, Tahun I

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sentra dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s