Roti Maryam dan Gule Merah, Wah!


Datang di kawasan wisata relegius Ampel, Surabaya rasanya kurang lengkap jika belum menikmati salah satu makanan khasnya yaitu Roti Maryam dan Gule Merah atau Kacang Hijau.

Di tempat lain mungkin saja ada, namun rasanya sangat susah untuk mencarinya, baik itu di dalam maupun luar Kota Surabaya. Beda halnya jika kita mau berkeliling mencarinya di sekitar kawasan Ampel yang banyak sekali jalan tembus menuju masjid dan makam Sunan ampel yang setiap hari tidak pemah sepi pengunjung ini.

Di jalan Sasak, Nyamplungan, Oanakarya, Sidotopo, apalagi di sepanjang jalan KH. Mas Mansur penjual Roti Maryam dan Gule Merah atau Kacang Hijau di depot dan warung kaki lima di terotoar jalan hingga di rumah-rumah penduduk terutama di kampung Ampel makanan ini mudah didapatkan.

Ceritanya Roti Maryam dan Gule Merah pertama kali dikenalkan oleh orang-orang asal Arab yang datang di Indonesia, begitu juga di Ampel Surabaya yang sebagaian besar di kawasan ini warga Arab dan keturunannya tinggal. Untuk menikmati Roti Maryam berbentuk pipih melingkar berulir tidak beraturan baik tebal maupun tipis dengan rasa gurih karena terbuat dari bahan baku utama tepung, telur, dan mentega, ada satu kebiasaan yang berlaku di lingkungan warga Arab yaitu dicocolkan pada madu atau gula pasir. Sealin itu roti yang biasa dihidangkan untuk sarapan pagi ini semakin mantap dimakan dicampur dengan masakan berkuah khas kesukaan warga Arab bernama Gule Merah daging kambing.

Pada perkembangannya Roti Maryam tidak lagi berasa gurih saja, tapi ada rasa coklat, keju dan susu. Begitu juga dengan Gule Merah dengan ciri khas daging kambing, kentang dan lombok merah besar yang menjadi isi kuah, dengan ,kacang hijau dan daging sapi sehingga banyak disebut sebagai Gule Kacang Hijau.

Seperti Yang disajikan Gule Kacang Hijau Cak Heri yang berada diatas trotoar jalan Iskandar muda yang cabangnya KH. Mansyur ini mengaku berjualan Gule kacang sudah turun temurun. Diawali oleh sang Ibu yang berjualan tahun 1953. saat itu penjualan Gule dirintis oleh Ibu Ali Jujur dan Ibu Sawati.

Secara temurun resep makanan tersebut diturunkan ke anak cucu mereka. Heri sendiri adalah keturunan ke 3. Makanan ini mempunyai ciri khas yaitu Gule kacanag ijo dengan sate rebus

Menurut pengakuan Heri dirinya sendiri sudah bejualan selama 15 tahun.”

Gule kacang hijo sudah dirintis dari tahun 1953 oleh Ami ali jujur dan ibu Sawati yang berasal dari Sampang Madura, Diawali dengan bejualan di jalan panggung Saya sendiri sudah bejualan selama 15 tahun” Jelas heri sambil menyajikan gule kepada pelanggan.

Sementara itu Rouf pelanggan yang berasal dari Ponorogo mengungkapkan dia sudah lama menjadi pelanggan disini. Kalau ke ampel dia menyempatkan mampir ke warung Gule Kacang hijo sambil menikmati sedapnya sajian dari heri.

Gule kacang Hijo ini menurut Heri istilah orang Arab nya Full dan orang Malaysia Tamish. Dia sendiri tidak takut apabila makanan ini nantinya diklaim sebagai produk Negara lain,” kalau memang diambil hak ciptanya ya gak papa mas beda tangan beda rasa.” Katanya polos.

Warung heri buka mulai jam 10.00 – .00.00 setiap harinya. Rata rata tiap malam dikunjungi rata rata  50-100 orang. Bahkan setiap malam jum:at legi pembeli bisa melonjak hingga 100-150 orang tiap harinya.

Setiap hari membutuhkan 8 Kg daging Kambing 25 Kg Kacang hijau, Tiaap porsi yang disajikan berisi satu piring gule kacang hijau 1 roti maryam dan satu gelas es hanya dihargai 10.000 rupiah. Bila membeli 1 piring gule saja hanya Rp. 2.000 saja.” Saya berani menjamin masakan kami tidak menggunakan mizzen atau penyedap rasa. Semua masih menggunakan bahan-bahan alami.” Ungkap heri menjelaskan resep makanannya.

Saat ini warung gule maryam sudah memiliki 2 stan yaitu di KH. Mas mansyur, Iskandar muda.dan rencananya nanti akan membuka di Sidoarjo dan Madura karena telah dibukanya akses suramadu sangat potensi untuk berjualan disana.

Pembeli di cabang warung milik heri juga dapat menikmati kopi jahe khas ampel. Kopi yang diramu dari bahan alami seperti keninger,jahe dan kapulogo ini sangat enak diminum dalam kondisi panas. Kopi yang hangat dan dipercaya bisa menghilangkan masuk angin dan pegal pegal haya dihargai Rp.1 000 rupiah.  Dilulis oleh yoyok cahyadi

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Prasetya, Buletin Bulanan, Sumber Inspirasi Birokrasi, EDISI 07, Juli 2009

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Pos ini dipublikasikan di Wisata Kuliner dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Roti Maryam dan Gule Merah, Wah!

  1. Ping balik: Revitalisasi Ampel | Pusaka Jawatimuran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s