Grand Desain Madura Pasca Suramadu


OLEH : ARIF LUKMA”J.\J HAKIM *)

Diperkirakan Juli 2009 jembatan yang menghubungkanSurabayadengan Madura (Suramadu) selesai dan beroperasi. Masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Madura patut bersyukur karena kendala trgnsportasi yang selama ini selalu menyertai bila “toron” ke kampung halaman di Madura akan teratasi.

Selain itu, selesainya jembatan Suramadu diharapkan bisa mengangkat taraf hidup asyarakat Madura yang selama ini masih terbelakang. Berdasarkan survei, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madura cenderung di bawah rata-rata disbanding dengan daerah lainnya di Jawa Timur. Bahkan, dalamlimatahun terakhir Sampang memiliki IPM terendah di Jatim.

Adadua harapan besar yang melatar belakangi pembangunan jembatan Suramadu. Pertama, membuka akses untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Madura khususnya sumberdaya alamo Kedua, memperluas ruang bagi pengembangankotametropolitanSurabaya.

Karena itu, masyarakat Madura menaruh ekspekstasi yang sangat besar ketika jembatan Suramadu bias terealisasi. Bagi mereka, dua kepentingan itu tidak bertolak belakang.Surabayaselama ini telah dianggap sebagai serambi depan pulau Madura. Makanya, perluasan serambi ke.arah dalam bukanlah permasalahan. Hal itu justru dianggap sebagai tindakan memperindah serambi dan menambah ruang gerak bagi kehidupan mereka.

Apalagi, keberadaanSurabayasebagai daya tarik ekonomi bagi warga Madura telah berlangsung selama puluhan tahun.Adapepatah yang berkembang di kalangan warga. Madura, mereka dianggap sukses dalam kehidupannya bila sudah bisa menaklukkanSurabaya. Menaklukkan di sini berarti mampu mencari sumber penghidupan diSurabaya. Tak heran, bepergian keSurabayadianggap sebagai naik tangga atau ” ongge”. Sedangkan pulang kampong ke Madura dianggap sebagai turun tangga atau “toron”. Ini sebagai bentuk penghargaan warga Madura kepadaSurabaya(atau Pulau Jawa) karena telah memberinya sumber penghidupan.

Karena itu pula, ketika muncul tarik ulur siapan yang akan mengelola kedua sisi wilayah jembatan Suramadu, masyarakat Madura tak begitu mempersoalkan. Bila Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) beranggapan, atas dasar otonomi daerah pengembangan Suramadu sisiSurabayamerupakan kewenangannya. Namun, pemerintah

kabupaten (Pemkab) di Madura menyerahkan sepenuhnya keputusan itu kepada pemerintah pusat. Yang penting adalah mereka dilibatkan dalam segala hal terkait dengan arah pengembangan Madura ke depan.

Review Proyek Suramadu Di masa-masa awal, rencana pembangunan Suramadu sempat ditolak sebagian keeil masyarakat Madura. Mereka khawatir akan terjadi disorientasi budaya ketika Jembatan itu beroperasi. Kekhawatiran itu cukup beralasan mengingat rencana pemerintah yang menggagas industrialisasi besar-besaran pasca Suramadu.

Menurut mereka, industrialisasi bisa membunuh Madura seeara pelan-pelan. Dampak industrialisasi akan membuat masyarakat Madura merasa asing di lingkungannya. Itu karena tidak adanya komitmen pemerintah untuk memberikan tempat istimewa bagi warga Madura ketika melamar kerja di industri itu. Pemerintah memberlakukan sarna antara warga asli dengan pendatang.

Agar masyarakat Madura bisa memahami reneana pemerintah, para tokoh dan ulama Madura diundang berstudi banding melihat industrialisasi di Pulau Batam. Celakanya, hasilnya justru tidak sesuai dengan skenario.Paratokoh itu justru lebih menyoroti sisi negatif dampak industrialisasi di Pulau Batam semisal gemerlapnya dunia hiburan. Hal itu malah makin menambah retensi warga Madura yang khawatir terhadap dampak negatif industrialisasi. Meski kemudian masyarakat Madura berangsur-angsur dapat menerima kehadiran jembatan Suramadu –belakangan mereka lantang menyuarakan percepatan pembangunannya–, namun ketidak siapan menyongsong Suramadu kembali mengemuka. Berbagai tuntutan agar pemerintah selalu mengikut sertakan mereka dalam penyusunan konsep pasca Suramadu sering disuarakan. Tak kurang telah puluhan kali warga Madura, mengadakan pertemuan dengan para pengambil kebijakan baik di tingkat provinsi maupun pusat.

Persoalannya, siapkah masyarakat  Madura ketika Suramadu beroperasi? Pertanyaan ini layak diungkap karena hingga saat ini desain pengembangan Madura ke depan masih belum ada. Padahal, dua bulan lagi jembatan ini beroperasi.

Meski sudah banyak rekomendasi konsep terkait pembangunan Madura pasca Suramadu, namun semuanya masih samar-samar. Padahal, bila dipetakan jelas terlihat banyak kendala yang menghadang. Diantaranya, masih kuatnya tarik menarik kepentingan antar kabupaten, juga dengan provinsi, ketidaksiapan SDM dalam hal mentalitas dan perilaku, dan ketakutan yang berlebihan terhadap dampak moral Suramadu. Karena itu, semua pihak di Madura harus bisa memanfaatkan jembatan Suramadu untuk kebaikan. Sebab, kekayaan Jawa Timur juga banyak terdapat di Madura, terutama pertanian, minyak dan gas. Jika warga Madura tidak bisa mengambil manfaatnya dengan cepat dan tanggap, potensi itu akan dimanfaatkan oleh warga luar Madura.

Tidak kalah pentingnya, adalah membuat blue print yang terintegrasi antara Provinsi Jawa Timur dengan empat kabupaten di Madura. Untuk itu, dibutuhkan kesamaan visi masing- masing kepala daerah dan meninggalkan local centris-nya untuk kepentingan Madura. Begitu juga subjektifitas kabupa-ten, harus dihindari. Sebab, cepat atau lambat pembangunan di Bangkalan  akan memengaruhi pembangunan di kabupaten lainnya. Setelah ada blue print, selanjutnya harus ada plan action (rencana pelaksanaan) untuk menentukan prioritas. Investasi yang cocok dikembangkan di Madura adalah investasi di bidang agroindustri, khususnya perkebunan dan hortikultura, Juga industri yang tidak memerlukan banyak air semisal industri elektronika. Di sini diperlukan kesiapan masyarakat. Karena itu, harus ada pendekatan kepada pemuka-pemuka masyarakat. Selanjutnya, mereka yang harus menciptakan kondisi kondusif untuk mendapatkan kepercayaan dari investor. Jika investor sudah masuk, dengan sendirinya masyarakat yang ada di sekitarnya akan merasakan manfaatnya. Sebab, setiap perusahaan

wajib melaksanakan tanggung jawab so sial dan lingkungannya terhadap masyarakat yang ada di sekitarnya . •

Staf Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Prasetya, Buletin Bulanan, Sumber Inspirasi Birokrasi, EDISI 04, April 2009

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Beranda dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s