Komuter : Berwisata Murah Meriah


Kehadiran kereta api (KA) Komuter (commutter, go-enfort, pulang-pergi) awalnya difokuskan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas kendaraan bermotor Surabaya-Sidoarjo. Perkembangannya kini, terutama pada tiap  akhir pekan dan hari libur, Komuter jadi sarana transportasi berwisata murah-meriah keSurabaya. Kelak, setelah bus sungai Susiger (Surabaya- Sidoarjo-Gresik) terwujud, bisa saja “nasibnya” seperti Komuter, menjadi sarana berwisata air di sungai Kali Surabaya dan Kalimas.

“Kalau Komuter memang bisa berfungsi ganda seperti itu, dan ternyata disambut baik oleh masyarakat,kanbagus jadinya. Tinggal mengembangkan sarana pendukungnya saja,” komentar Kasubdin Hubdar Dishub Jatim, Drs Edy P Sagala. Trayek Komuter memang masih Stasiun KA Sidoarjo-SurabayaKota. Namun, ke depan, akan diperpanjang sampai Stasiun KA Tanggulangin. Pertimbangannya, Komuter dinilai bisa member nilai tambah positif pada promosi wisata kawasan Intako Tanggulangin.

Pantauan Jatim News , setiap Sabtu, Minggu, dan hari-hari libur, Komuter dipadati penumpang. Mulai dari balita sampai lansia. Kebanyakan para penumpang itu mengaku naik Komuter untuk rekreasi. Salah satu sekolah yang sempat menggunakan Komuter untuk rekreasi adalah TK Damarsi, di Buduran, Sidoarjo. Beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi diSurabaya dengan Komuter, antara lain Tugu Pahlawan dan Pasar Atom. Dua objek itu berjarak sekitar 100 meter dari Stasiun Surabaya Kota. Sedangkan Monumen Kapal Selam (Monkasel) dan Mal Surabaya Plasa hanya berjarak sekitar 50 meter Stasi un KA Gubeng.

Sementara itu, fokus (tujuan) utama Komuter belum menampakkan hasil
maksimal. Data di Dishub Jatim menyebutkan, kepadatan kendaraan bermotor (ranmos) menujuSurabayadari pintu masuk selatan (Bundaran Waru dan JI. Ahmad Yani) saat pagi masih sangat tinggi. Setiap jamnya tercatat 4.973 PCU
(passanger car unit/mobil) melintas di JI. Ahmad Yani. Sedangkan daya tampung
badan jalan selebar 10 meter itu maksimal  5029 PCU. Persentasenya mencapai 99 persen. Otomatis yang terjadi setiap pagi di ruas jalan terse but adalah kepadatan luarbiasa.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Rayon 1 Lantas Polwiltabes Surabaya, Ipda Elik Ulsani. Menurut dia, kepadatan dan kemacetan lalin di kawasan tersebut masih terjadi sampai sekarang. Jam padat dan macet masih terjadi pagi, pukul 06.30 sampai 08.30, dan sore sekitar pukul 15.00 sampai 19.00. Pada jam-jam tersebut terdapat beberapa titik kepadatan, antara lain di Bundaran Waru dan beberapa pertigaan, seperti Supermarket Giant, pabrik paku,Petra, dan Jemursari. Elik mengaku tidak tahu geris sumber terbanyak datangnya kendaraan, karena ada dua arah, dari Sidoarjo dan dari tol Mojokerto. “Kelihatannya, sih, lebih padat dari arah Sidoarjo, ” ujarnya.

Komuter memang sarana transportasi baru trayek pendek, meski keberadaannya tak jauh beda dengan KA-KA sebelumnya. Sebut saja KA Penataran (Jombang-Surabaya, Malang-Surabaya) yang juga berhenti di Stasiun Sidoarjo enam kali/hari Dibandingkan dengan Penataran, Komuter punya kelebihan. Seperti diungkapkan Aris, mahasiswa ITS, yang mengaku diuntungkan Komuter dari segi tarif , “hanya” Rp 2.000,00. KA regular Rp 3.000,00. Sejumlah mahasiswa lain juga mengungkapkan hal senada.

Kapasitas angkut Komuter berbobot 37 ton dengan empat rangkaian gerbong itu, 82 tempat duduk berupa bangku panjang di sisi Kanan dan kiri,. plus 40 gantungan pegangan tangan untuk penumpang berdiri. Interiornya lebih bagus dan lebih luas dibanding KA reguler. Setiap gerbong dilengkapi enam kipas angin yang beroperasikan secara otomatis sejak KA berangkat. Sayangnya, penumpang tidak dilarang merokok .. Untunglah pengamen dan asongan dilarang beroperasi dalam Komuter, jadi tak sumpek.

Boleh jadi, Komuter dikatakan nyaman sekaligus anti macet, sehingga menjadi transportasi alternatif. Tidak hanya murah dan leluasa, namun juga tepat jadwal berangkat dan jadwal tibanya Setiap perjalanan, Komuter berhenti di 10 halte. Rincinya, di Sidoarjo-Pagerwojo-Buduran-Gedangan-Waru-Makro-Jemursari-Wonokromo-Gubeng, dan Surabaya Kota. Kini, saban akhir pekan dan hari libur, Komuter “berandil” pada kehidupan pariwisata Surabaya. Lumayan. dias

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 3o, 12 -26 Maret 2004, Tahun II

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s