Panen Raya di Made


Urban farming di Desa Made telah menunjukkan hasilnya. Bila musim
panen tiba, pertanian di sini sangat menarik menjadi tujuan wisata.
Desa Made bisa menjadi ikon baru wisata pertanian di Surabaya.

 Akhir Pebruari 2010 lalu, wargaSurabayamenyerbu Balai Desa Made, Sambikerep Surabaya. Mereka berebut memilih sekitar 20 komoditi hasil urban farming yang dikembangkan oleh warga setempat.

Komoditi itu ada pare hijau, pare welut, kacang panjang, gam bas, lodrong, terong, sawi cabut, kangkung cabut, bayam cabut, tomat, daun seruni/ kenikir, kemangi, daun ketela pohon, terong lalap, krai, mentimun, ketela pohon, jagung sayur, ubi jalar dan cabai merah. Sebagian yang lain lang sung menyerbu lahan pertanian dan memetik sendiri tanaman hortikultura di situ.

Pemandangan seperti itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi wargaSurabaya, terutama warga Made. Mengembangkan urban farming hingga berhasil panen seperti itu bias menambah penghasilan warga. Betapa tidak, dalam sehari warga di situ bisa memanen hingga 40 ton cabe merah. Pada sa at musim mangga juga demikian.

Tri Risma Harini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko)Surabaya, awalnya sempat tidak percaya kalau kawasan Kelurahan Made yang gersang ternyata produktif sebagai penghasil pertanian. “Lahan gersang dan berlumpur ini seolah tidak bias ditanami, namun begitu dicoba dengan teknik yang sedikit berbeda hasilnya ternyata luar biasa. (abe, misalnya, lebih awet beberapa hari, sehingga banyak diminati di luar Jawa. Bahkan sudah diekspor;’ jelasnya.

Bambang DH, Walikota Surabaya yang hadir pada acara panen, berharap hasil pertanian warga Made nantinya juga bisa dipasarkan di Pasar Citra Raya yang wilayahnya bertetangga dengan Kelurahan Made. Sehingga, kelompok tani di Made tidak kesulitan soal tempat untuk memasarkan produknya sekaligus memudahkan pembeli untuk memenuhi kebutuhannya.

Harga sayuran petani Made juga diakui lebih murah dari harga pasaran, seperti kacang panjang dijual Rp 2.500 per kg, Pare Kodok Rp 2.500 per kg, Gambas Rp 2.500 per kg, Timun Rp 1.500 per kg, cabe merah Rp 5.000 per kg. Tapi harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti harga pasar, seperti cabe merah yang sempat melonjak harganya mencapai Rp 8.000.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : SURABAYA City guide,  Suara Surabaya Media, EDISI mei 2010

 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Panen Raya di Made

  1. Ian berkata:

    Pak.tolong carikan sejarah desa made. Dan yang menjadi kepala desa made pertama.
    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s