Menelusuri Jejak Pahlawan di Nganjuk


Menanamkan nilai kepahlawanan sejak dini sangatlah diperlukan bagi  generasi muda. Sebab dengan berbekal nilainilai yang telah dimiliki oleh para pahlawan, pejuang dan perintis kemerdekaan, maka generasi muda bisa menghargai jati diri bangsa yang kini sudah mulai terlihat pudar. Demikian yang diungkap Drs Gupuh Santoso, Kepala Seksi  kepahlawanan dan Kesetiakawanan Sosial saat memberikan sambutan dalam acara Ziarah Wisata di Kabupaten Nganjuk 11 November lalu.

 “Saat ini, pemahaman nilai – nilai kepahlawanan cenderung menurun dan bergeser, karena adanya budaya hedonisme yang melanda anak muda.lni perlu diwaspadai karena tata nilai luhuryang dimiliki masyarakatIndonesiabisa saja sirna bila tidak dilestarikan. Dengan kegiatan ini diharapkan generasi muda lebih bisa memahami dalam memaknai perjuangan para pahlawan “tutur Gupuh.

Kegiatan yang diawali dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Yudha Pralaya Nganjuk ini, diikuti 200 siwa yang berasal dari Karesidenan Nganjuk. Selain tabur bunga, juga dilakukan pemberian bingkisan kepada para perintis kemerdekaan di Kab Nganjuk. Mereka ini kebanyakan adalah eks Pejuang PETA tahun 1942.

Setelah tabur bunga dan upaeara penghormatan, para siswa diajak menelusuri jejak Panglima Sudirman yang terletak di Bajulan, Loceret, Kab Nganjuk. Di tempat yang kini dijadikan eagar budaya itu terdapat batu yang pernah digunakan Sang Jendral Besar untuk menggelar strategi perang melawan Belanda . Disini, para peserta ziarah diajak mengenang kembali Perjuangan Panglima Sudirman dalam melakukan mobilisasi TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Dari Bajulan , rombong an kemudian menuju Museum Dr.Soetomo, pendiri STOVIA yang merupakan putra Asli Loceret. Di museum ini, para siswa bisa menyaksikan peninggalan Dr Soetomo dalam memajukan dunia

kedokteran diIndonesia. Sejumlah alat peraga dipajang di museum tersebut. Ternyata tidak banyak siswa yang mengetahui, bahwa Dr. Soetomo dilahirkan diareal yang kini digunakan museum tersebut.

Lokasi tujuan ziarah wi sata terakhir adalah Museum Anjuk Ladang. Di Museum ini disimpan bendabenda berupa, area, prasasti, pusaka, fosil, uang kuno, alat pertanian tradisional. Siswa dikenalkan tentang bendabenda tersebut, tujuannya adalah menanamkan sikap cinta tanah air seperti yang dimiliki oleh para pahlawan. (fan)

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Kontak Sosial, media informasi kesejahteraan sosaial, EDISI Triwulan 4 2009

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sejarah, Wisata Sejarah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s