Batik Gedog Tuban


Kerek, Sentra Batik Gedog

Sangat mudah mengenali batik yang warnanya agak mencolok dengan  background yang didominasi warna serba gelap, antara lain biru tua, hitam, dan hijau, Guratan-guratan batiknya menampilkan gambar remang-remang. Itulah batik Gedog made in Tuban.

Disebut gedog karena suara “dagdog” yang amat nyaring saat proses pemintalan kain dan mencap batik, Di Jawa Timur, perajin batik cukup sekali, Tersebar hampir di setiap kota dan kabupaten, dalam berbagai skala usaha. Antara lain batik Madura, Banyuwangi, Sidoarjo, Malang, dan Tuban, Motifnya tidak sama, Perajin di masing-masing daerah menampilkan ciri khas produknya, Misal, batik corak Tanjung Bumi dari Madura yang didominasi marna cerah. Begitu pula batik Gedog yang berciri khas sedikit remang-remang.

Mencari Desa Jarorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, sentra produksi batik Gedog, tidaklah sulit. Dari kejauhan sudah tampak etalase toko penjual batik Gedog, Peraiin batik di desa ini berskala home industry, Pertumbuhannya lumayan subur. Salah satu dari mereka, H.M. Sholeh, sukses menekuni industri batik Gedog selama hampir 20 tahun. Usaha mengembangkan batik khas Tuban itu dia rintis dengan modal awal Rp 500 ribu.

Haji Sholeh memang bukan penduduk asli Desa Jarorejo. Dia seorang guru yang dimutasi dari Bojonegoro ke Kecamatan Kerek, Tuban. Sudah banyak perajin batik di Jarorejo, saat dia memutuskan menetap di desa tersebut. Menyimak potensi usaha batik Gedog lumayan prospektif, dia proaktif merangkul  kalangan perajin batik setempat yang kesulitan mencari pasar.

Dibantu istrinya, dia memasarkan batik Gedog dengan cara door to door ke seluruh pasar di Tuban. Awal membangun jaringan dia akui sulit. Tak jarang buyer rewel dengan berbagai dalih, antara lain soal corak dan motif batik. Tak jarang pula dikemplang (ditipu) buyer nakal yang mengambil batik dalam jumlah relatif besar. Namun, jatuh-bangun dalam membangun jaringan pasar batik Gedog itu terus dia lakukan.

Kerja keras dan keuletan membuahkan hasil, akhirnya. Bahkan, kini Haji Sholeh sudah memiliki sendiri industri batik Gedog. Selain memproduksi sendiri, dia juga mengepul produksi para perajin batik di desa tersebut. Malah dia memberlakukan standard mutu yang sudah dibakukan, “Mutu untuk menjaga kepercayaan publik,” papar dia, Memang, batik Gedog yang kini sudah punya pasar harus tetap dijaga, Harga boleh bersaing, namun mutu harus tetap nomor satu.

Trend Nasional
Jawa Timur sendiri hingga kini merupakan pasar potensial bagi produk batik, disusul Jawa Tengah, Bali, Jawa Barat, dan Kalimantan. Order lazimnya diambil sendiri oleh pemesan, atau tinggal kirim sesuai dengan pesanan. Misal, secara rutin Haji Sholeh memasokkan batik Gedog ke Pasarturi, Surabaya.

Ihwal pasokan bahan baku, tak ada masalah. Banyak tersedia di Tuban dan Surabaya. Adakalanya diambil dari Jawa Tengah yang juga sentra industri batik. Malah transaki bisnis dengan koleganya di Solo, cukup dilakukan pertelepon dan faksimili saja. “Kita saling percaya,” ungkapnya. Transaksi bisnis model hotline itupun kebetulan saja, berawal dari iklan di media massa.

Kawasan objek-objek wisata di Tuban kini ditumbuhi kios dan toko yang menjual batik Gedog. Tampak antara lain di Alun-alun kota, dan pintu masuk makam Sunan Bonang. Berbagai jenis busana batik untuk anak-anak sampai dewasa, dari yang santai hingga resmi, semua ada. Harga amat varaatif. Bahkan, lewat sentuhan modifikasi, terciptalah songkok, rompi, dompet, dan ikat pinggang dari bahan baku kain batik Gedog.

Baju batik Gedog lengan pendek (kain blacu) misalnya, harganya berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per potong. Batik sutera relatif lebih mahal. Sepotong kemeja berkisar Rp 175 ribu hingga Rp 350 ribu. Mahalnya batik sutera karena proses produksinya membutuhkan ketelitian dan waktu yang lebih lama. Bisa sepekan per potong.

Berapa pun Haji Sholeh minta kredit ke bank, bisa dipastikan cair. Lazimnya Rp 5-20 juta Kini indusri batik mantan guru tersebut sudah menjadi anak angkat PT Semen Gresik yang berkedudukan di Tuban. Sukses telah dipetik, namun dia berkeinginan batiknya dapat menjadi trend nasional, layaknya batik-batik yang sudah beken, seperti Danar Hadi dan Semar.

Pemkab Tuban pun dalam upaya mengembangkan sentra industri kecil sering memberikan bantuan penyuluhan dan pelatihan pada pengrajin. Mentradisikan berbusana batik Gedog setiap hari Jumat bagi seluruh karyawan pemkab di Kantor Bupati Tuban juga telah berjalan. Begitu pula pada even-even seremonial lainnya. Desa Jarorejo, sekitar 25 km arah barat pusat Kota Tuban, dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan, kecuali truk. Memang, beberapa desa menolak dilintasi truk, kecuali ada izin khusus. Melewati kompleks PT. Semen Gresik di Tuban setelah sampai di pasar kerek belok ke kanan, sekitar 500 meter di barat tugu, itulah sentra batik Gedog. GM

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 32, 09 -23 April 2004, Tahun II

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Kesenian, Seni Budaya, Sentra, Th. 2004, Tuban dan tag , , , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Batik Gedog Tuban

  1. haidar berkata:

    Apa tidak keliru istilah yang dipakai? Seharusnya kan: batik dan tenun gedog Tuban. Gedog adalah nama sejenis tenun yang dahulunya digunakan ibu-ibu di desa untuk menggendong keranjang. Dalam perkembangannya tenun gedog kemudian dimanfaatkan sebagai produk busana, seperti jas dsb. Batik Tuban menggunakan media yang sama dengan batik-batik pada umumnya, yaitu kain.

  2. anonim berkata:

    maaf tapi mmg benar bila batik Gedhog yg menjadi wacana dimana2 sudah salah kaprah, karena sebenarnya yg Gedhog adalah tenunnya, yang kemudian dibatik tulis. Sekarang perkembangannya batik Kerek ini hanya menjadi sebagai batik tulis di kain katun biasa, tidak bisa dikatakan Gedhog.

    • Memang kata GEDHOG berasal dari bunyi alat tenun ketika ditarik untuk merapatkan susunan benang, hal tersebut semua orang Jawa Timur tau. Namun sampai detik ini semua BATIK yang berasal dari TUBAN dinamakan BATIK GEDHOG dan sudah menjadi ciri khas Batik Tuban kami kira tidak ada salahnya.

  3. saya kira batik gedok sudah menjadi icon batik dari Tuban, sehingga tidak perlu lagi menggunakan pengertian yang sebenarnya. karena hal itu saat ini sudah menjadi sejarah lahirnya batik khas Tuban.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s