Karapan Sapi Tingkat Nasional: Pasangan Sapi “Jet Metik” Raih Trofi Presiden RI


-Pamekasan, Bhirawa, 25 Oktober 2011-
Pasangan sapi “Jet Metik” meraih juara pertama dan menggondol trofi bergilir Presiden RI, pada grandfinal Karapan Sapi yang berakhir Senin (24/10) di stadion R, Sunarto Hadiwidjoyo, Pamekasan.

Sapi “Jet Metik” milik H Said, dari Kabupaten Sam pang, selain menggondol trofi Presiden RI, juga sebuah mobil Suzuki Carry dan sebuah sepeda motor. Kemenangan ini disambut suka cita pemilik, pengelola maupun pendukungnya. Sontak tabuhan musik Sronen dikumandangkan usai diumumkanya pasangan sapi “Jet Metik” menjadi juara Karapan Sapi Piala Presiden 2011. Pendukung pemenang mengarak keliling lapangan H. Said bersama sapi miliknya. Para pendukung itu tak sekadar memainkan musik sronen tapi juga menaiki kendaraan roda dua dan mobil yang menjadi hadiah juara pertama.

“Saya bersyukur, pasangan sapi milik saya meraih juara. Semua itu berkat kerja keras semua pendukung. Khususnya seorang penongkok pasangan sapi “Jet Metik” mulai start hingga ke finish”, kata H. Said, usai menerima trofi Presiden RI, dan hadiah lainnya.

Juara kedua dalam ajang ini diraih pasangan sapi “Parang Sakti” milik H. Udin, dari Pamekasan, juara ketiga direbut pasangan sapi “Bumi Hangus GR” milik Heri THR, dari Sumenep.

Pemenang golongan kalah, juara pertama diraih pasangan “Gagak Rimang” milik HM Tohir, dari Bangkalan, juara dua “Gagak Remang Muda” milik H. Abdullah, dari Pamekasan dan juara ketiga “Lintas J aya” milik Hakiki dari Sampang.

Gelar karapan pada hari kedua, melombakan enam pasang sapi berjalan tertib dan aman. Namun penonton yang menyaksikan tidak sebanyak pada hari pertama (Minggu, Red). Kepala Bakorwil IV Madura, Eddy Santoso mengatakan, pelaksanaan Karapan Sapi tahun ini jauh lebih baik, tertib dan meriah dibanding sebelumnya 2010 lalu.

Ia menilai, di tingkat lomba pelaksanaannya mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. “Saya harus membentuk tim evaluasi untuk membuat laporan disampaikan kepada Gubernur Jatim”, tegas Eddy Santoso, pada sambutan penutupan didampingi Kapolres Pamekasan, AKBP  Drs Anjar Gunadi.

Pelaksanaan karapan ini berlangsung selama dua hari. Menurut Kepala Bakorwil, hal itu karena peserta tidak konsekuennya mematuhi peraturan pelaksanaan Karapan Sapi, padahal sudah disepakati bersama.

Ia mengimbau, tahun mendatang jika Karapan Sapi kembali digelar seluruh peserta harus konsekuen dengan peraturan yang telah disepakati bersama. Karapan Sapi, kata Eddy Santoso harus tetap dilestarikan, karena merupakan budaya kebanggaan masyarakat Madura.  din

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Harian Bhirawa, Mata Rakyat Mitra birokrat, Selasa Legi 25 Oktober 2011 hal. 1 sambung 11

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Madura, Pamekasan, Seni Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s