Meriah, Penyelenggaraan Lomba Kerapan Sapi


-Pamekasan, Bhirawa, 25 Oktober 2011-
Meski sempat molor sehari dari jadwal semula, penyelenggaraan grand final lomba Kerapan Sapi memperebutkan piala Presiden RI di stadion R. Sunarto Hadiwijodjo, (23-24/1 0) secara umum berlangsung meriah.

Even yang masih merupakan rangkaian memperingati Hari Jadi 66 Tahun Provinsi Jawa Timur, ini memperlombakan 24 pasang Sapi Kerapan.

Sebelum menggelar grand final kerapan sapi, sehari sebelumnya panitia juga menggelar festival Sapi Sonok yang dimeriahkan dengan penyediaan stan-stan untuk menjual produk unggulan.

Gubernur Jatim semula dijadwalkan akan hadir dan membuka acara ini. Namun, karena kesibukannya, pembukaan Kerapan Sapi yang dipadati sekitar 25 ribu pengujung, dilakukan oleh Sekdaprov Jatim Dr. Rasiyo yang ditandai penyerahan bendera starter berwarna merah kepada petugas starter.

Beberapa pejabat ikut hadir diantaranya Kepala Bakorwil Pamekasan Eddy Santoso, Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Prabowo, Kepala Dinas Peternakan Jatim Ir. Suparwoko Adisoemarto, Kepala Badiklat Jatim Saiful Rahman, dan undangan lainnya. Selain beberapa wisatawan asing, tampak pula undangan khusus seperti dosen, mahasiswa dan peserta Pendidikan dan Latihan Pimpinan angkatan ke II.

Mengawali acara, dilaksanakan defile (kirab) pasangan sapi kerapan yang diiringi musik Saronen dan diikuti sejumlah orang. Kemudian pementasan tari Pecut yang dibawakan putra-putri dari beberapa Sekolah Menengah Atas, hasil buah karya Syaiful Mandacan.

Kepala Bakorwil Pamekasan Eddy Santoso, bersyukur penyelenggaraan even nasional tahun ini berlangsung tertib meski sempat molor sehari. Para penggemar sapi kerapan juga semakin nampak menjunjung tinggi sportifitas dan didukung kejujuran dan ketegasan para juri di lapangan. “Panitia sudah bekerja maksimal, namun bisajadi masih ada beberapa kekurangannya,” jelasnya.

Mengantisipasi besarnya jumlah penonton, panitia menyiapkan berbagai fasilitas terutama keamanan dan ketertiban bekerjasama dengan aparat TNI-Polri dan Satpol PP. Panitia juga menyiapkan berbagai makanan khas Madura dan tersedia pangggung representatif  untuk melihat secara gamblang  pasangan sapi yang dikirap tersebut.

Bagi pengunjung yang ingin berbelanja souvenir, di ajang pesta Kerapan Sapi ini juga tersedia berbagai macam produk unggulan seperti batik, pernak-pernik  kerajinan, jamu, kripik, makanan dan minuman khas Madura tersedia di stan-stan. Sekretaris Bakorwil Pamekasan Tajul Fallah, menyatakan stan-stan itu bagi UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan Pedagang Kaki Lima diatur baik yang berada di jalan masuk menuiu pintu Stadion.

“Penyediaan stan-stan ini, bagi UKM ini untuk mempromosikan dan menjual produk. Sekaligus dapat meningkat perekonomian  rakyat. Karena keramaian ini orang berkqmpul terjadi transaksi,” tutur Tajul Fallah.

Dijelaskan, grand final diikuti 24 pasang sapi kerapan ini merupakan para pememang golongan menang dan pemenang golongan kalah mulai seleksi di tingkat Kewedanan, dan tingkat Kabupaten, lalu dilombakan di tingkat nasional memperebutkan tropi bergilir PresidenRI.   din

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Harian Bhirawa, Mata Rakyat Mitra birokrat, Selasa Legi 25 Oktober 2011 hal. 12

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Madura, Pamekasan, Seni Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s