Paralayang Mahal, tapi Nikmat


-September-Oktober 2003-
Jika Anda ingin terbang bagai rajawali, cobalah mengikuti olahraga terbang layang. Cabang olahraga paralayang ini, boleh jadi merupakan bentuk olahraga kedirgantaraan yang paling sederhana dan termudah, karena kepraktisannya. Ribuan orang sudah mencoba, dan berhasil dengan aman. Namun sebagai olahraga di alam bebas, paralayang juga mempunyai resiko yang dapat menyebabkan cedera bila salah melakukannya.

Untuk menjadi atlet paralayang, Anda harus mengikuti short couse lebih dulu, sampai mendapat sertifikat dari PB Pasi. Dalam kursus itu Anda mendapatkan pengetahuan dan keterampilan tentang parasut, sudut terbang, windspeed (kecepatan angin) plus pengenalan perlengkapan terbang seperti helmet dan harnest.  

Anda juga akan dilatih bagaimana mengoperasikan instrumen terbang, seperti Variometer (alat untuk mengetahui ada-tidaknya udara naik), Altimeter (alat pengukur ketinggian), kompas, peta, dan pesawat HT. Tentu, Anda juga akan diajari mulai dari perencanaan terbang, pemeriksaan parasut pra terbang, cara lepas landas, teknik manuver, hingga cara mendarat yang tepat.

Paralayang memang termasuk olahraga yang cukup mahal bila Anda harus menyediakan parasut sendiri. Pasalnya, satu unit payung baru, merk Drakkar buatan Perancis misalnya, seharga Rp.50 juta. Parasut bekas pakai yang masih layak pakai, memang ada, namun juga masih puluhan jutaan rupiah harganya. Di pasaran sekitar Rp 30 juta. Haruskah beli? Tidak. Menyewa pun bisa. Jika punya relasi atlet senior, kadang malah dipinjami.

Persyaratan berikutnya adalah, Anda harus punya keberanian, karena olahraga ini memang akan memompa adrenalin Anda. Bila ragu-ragu, jangan melakukan penerjunan. Bisa terkencing-kencing. Seperti olahraga dirgantara lainnya Keberanian memang sesungguhnya nomor satu di cabang olahraga ini.

Bila keinginan Anda untuk terbang begitu menggebu dan tidak bisa ditahan, namun Anda belum punya sertifikat, masih ada cara yang bisa ditempuh. Gampang saja, terjun tandem! Terjun berdua dengan seorang pilot tandem, dan Anda “membonceng” saja. Biayanya hanya Rp.200 ribu bila Anda orang asing, wisatawan mancanegara misalnya. Namun bila Anda WNI, cukup Rp 100 ribu saja. Malah tak tertutup kemungkinan gratis, kalau membantu atletnya untuk mencek atau melipat parasut setiap ada kejuaraan.

Paralayang mahal, tapi memang nikmat. Menembus angkasa, membelah awan dari ketinggian puncak gunung. Tio

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 19, 26 September -10  Oktober 2003, Tahun I, Hlm.05

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s