Wingko Babat Si Bulat Pipih yang Manis Gurih


-2007-
Sepanjang Jalan Raya Lamongan dapat ditemui toko–toko yang menjajakan oleh-oleh makanan khas Lamongan, WINGKO, sebuah kudapan bentuk bulat pipih, dengan aroma harum, memadukan rasa manis gula dan gurihnya kelapa. Harumnya wingko akan semakin terasa saat memasuki bagian barat Lamongan, tempat lahirnya wingko, Kecamatan Babat. Wingko merupakan makanan khas dan asli dari Babat Kabupaten Lamongan. Nama babat diambil dari nama Kecamatan Babat tempat pertama kali wingko dibuat hingga tepatlah jika namanya adalah wingko babat. Meski ada daerah lain yang terkenal dengan produksi wingko babat, namun nama wingko Babat tetap melekat.

Sebuah perusahaan wingko tertua dan terbesar di Kecamatan Babat telah berproduksi sejak puluhan tahun yang lalu, tepatnya berada di jalan Raya Babat. Selain di Kecamatan Babat, di Kota Kabupaten Lamongan juga terdapat cukup banyak usaha pembuatan wingko yang tak kalah enaknya. Anda dapat membeli secara langsung di tempat usaha pembuatan wingko tersebut atau dapat juga membeli di outlet khusus wingko dan toko oleh-oleh yang berada di beberapa tempat di jalan raya Babat dan dalam Kota Lamongan. Di tempat wisata seperti Wisata Bahari Lamongan dan tempat wisata yang lain, baik berupa toko oleh-oleh maupun hanya pedagang kakilima juga banyak yang menawarkan wingko untuk wisatawan. Jika tak sempat pun, maka di terminal atau dalam kereta dan bus yang anda tumpangi banyak yang menjajakan wingko yang dapat anda beli untuk oleh-oleh.

Wingko dapat dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana dan mudah diperoleh. Wingko dibuat dari kelapa muda parut, tepung ketan, dan gula pasir yang seluruhnya merupakan bahan pangan lokal. Kuncinya kelapa yang digunakan haruslah masih muda dan adonan harus terbentuk dengan tepat, tak lengket di tangan (kalis). Pada proses pemasakannya, untuk ukuran besar berdiameter 25 cm dengan tebal 5 cm memerlukan waktu 2 hingga 5 jam di atas panggang api kompor minyak. Sedangkan untuk wingko ukuran sedang berdiameter 25 cm dengan tebal 3 cm diperlukan waktu tak kurang dari satu jam. Selain ukuran tersebut, pembeli dapat memesan dengan ukuran lain misalnya ukuran kecil yang berdiameter 15 cm dengan tebal 4 cm, atau bahkan dengan ukuran sampai dengan 7 cm dengan tebal 2 cm  dengan waktu pemasakan berkisar 1 jam. Pembuatan wingko yang cukup lama ini menyebabkan wingko mempunyai daya simpan yang cukup lama pula, yaitu antara 4 sampai dengan 7 hari pada suhu kamar.

Pada mulanya wingko babat ini dibuat dengan rasa alami kelapa dan gula saja, kini wingko babat dapat diperoleh dalam rasa lain seperti nangka, coklat, dan vanilla, memberikan pilihan rasa bagi penikmatnya. Aromanya yang harum khas kelapa dengan rasa manis dan gurih memang memberikan nuansa eksotik yang  berbeda melengkapi makanan khas Jawa Timur yang asin pedas. Wingko sebagai makanan tradisional khas Lamongan juga difungsikan sebagai buah tangan lamaran dan dondang, sebuah istilah hantaran saat nikah berlangsung. Barangkali bulatnya wingko merupakan simbol bagi tekad sang jejaka meminang anak dara pujaannya, nah tekad telah bulat! Bulat juga menjadi simbol tiada ujung dan akhir maka saat nikah diharapkan pasangan hidup bersama sampai akhir zaman. Semoga..

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Makanan Khas Nusantara  Kabupaten : Lamongan,  Dinas Perhubungan Dan Pariwisata Kab. Lamongan, Pusat Kajian Makanan Tradisional Univ. Gadjah Mada Yogyakarta,  2007, hlm.23-24, Deposit : CB/D13 : 2007.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Lamongan, Wisata, Wisata Kuliner dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s