Tony Koeswoyo, Seniman


Koestono, Tony Koeswoyo lahir di Tuban, 19 Januari 1938. anak kedua dari delapan anak  Koeswoyo  pensiunan karyawan Pemda Tuban ini, Pada  bulan Juli Tahun 1962  membentuk kelompok musik Koes Bersaudara ( Koes Bers ) yang anggota anggotanya adalah kakak dan adik adiknya putra Koeswoyo , yaitu dia sendiri Tonny Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo. Bisa juga ditambahkan dengan John Koeswoyo. Nama asli mereka pun sebagian dari kita sudah paham, yaitu Koesdjono (John K.), Koestono (Tonny K.), Koesnomo (Nomo K.), Koesyono (Yon K.) dan Koesroyo (Yok K.).  

Di awal tahun 1960-an group musik di Indonesia umumnya lebih bangga menyanyikan lagu asing, namun Koes bersaudara merupakan pelopor mencipta dan merekam lagu berbahasa Indonesia, ketika Koes Bersaudara manggung, mereka membawakan lagu lagu The Beatles, Kalin Twin dan Everly Brothers yang ujung ujungnya dituduh Bung Karno sebagai penyebar Musik Ngak Ngik Ngok tak berbudaya Indonesia. Oleh karenanya mereka mendekam di Bui tanpa proses pengadilan selama 3 bulan.

Di tengah perjalanan Nomo Koeswoyo mengundurkan diri  dari Koes Bers, Tetapi Maestro musik yang bernama asli Koestono berusaha keras eksis di bidang  musik  dengan merekrut  Murry atau KASMURI membentuk group musik yang diberi nama sementara FREE AND PEACE, sebelum kemudian terinspirasi dengan APC PLUS dan KOES PLUS-lah nama yang dipilih untuk nama Group yang terdiri dari Tonny, Yon, Yok, dan Murry.

Era kuasaan Orde Baru, Koes Plus Musiknya semakin diterima oleh banyak kalangan, terutama anak muda.  Dibandingkan saudara-saudaranya, Tony memang paling berbakat. Ia mahir memainkan gitar, ukulele, biola, piano, dan organ. Juga piawai mencipta lagu.

Koes Plus menjadi legenda musik pop Indonesia, yang eksistensinya diakui hingga sekarang. Koes Plus terinspirasi gaya musik Everly Brothers, grup musik Amerika yang menyajikan lagu-Iagu benada riang., lagu-Iagu riang seperti itu mampu bersaing di blantika musik Indonesia, Tahun 1980-an nama besar Koes Plus sempat tenggelam, namun hingga kini penggemar Koes Plus dari kalangan generasi baru mulai bermunculan, Tony wafat pada pada  tanggal 27 Maret 1987 penyakitkanker usus mengakhiri hidupnya. Tonny Koeswoyo tutup usia di Jakarta pada usia 51 tahun, namanya tetap dikenang sebagai salah satu pelopor musik pop Indonesia.

Sedangkan Koesnomo (Nomo Koeswoyo) membentuk kelompok musik sendiri dengan nama No Koes, Meski memakai nama No Koes namun personil sebagian besar diluar keluarga Koeswoyo.=WHO=

Bahan bacaan : Koleksi deposit

.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Sosok, Tuban dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s