Sandal Batik Magetan


Sandal Batik Magetan Diminati Manca Negara

JANGAN pernah menganggap sepele usaha rumahan atau home industry. Justru dari aktivitas itulah mampu dihasilkan kreasi-kreasi bernilai ekonomi tinggi. Simak saja industri rumah tangga berupa kerajinan sandal batik di Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Bahkan usaha tersebut telah berhasil menembus pasar luar negeri atau ekspor. Usaha membuat sandal batik ini diproduksi oleh keluarga Hendrik Yulianto. Dengan memanfaatkan limbah kain batik, ia mampu memproduksi kerajinan sandal batik bernilai jual tinggi.

Model dan motif unik yang ditawarkan, telah membuat sandal batik ini pun mampu menguasai berbagai pasar di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk luar negeri. “Pangsa pasar sandal batik ini masih cukup menjanjikan. Selain daerah lokal Magetan, sandal batik ini telah mampu menembus berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jogjakarta, Jakarta, Bali, hingga Kalimantan,” ujar perajin sandal batik, Hendrik Yulianto.

Sandal batik ini juga banyak dipesan sejumlah hotel dari berbagai daerah dan menembus pasar luar negeri di antaranya Belanda, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Menurut dia, ide kreatif membuat sandal batik ini, berawal dari banyaknya limbah kain batik, hingga akhirnya dapat dikelola menjadi sandal dan bentuk-bentuk lain yang unik. Usaha yang dikelola pasangan suami istri Hendrik Yulianto dan Ana Setyawati ini, telah digeluti sejak lima tahun terakhir. Awalnya sempat kesulitan modal dan pasar, namun kini telah cukup berkembang. Bersama delapan pekerjanya, dalam sebulan industri rumahan ini memproduksi sekitar 2.600 pasang sandal berbahan spon karet terbalut kain batik dengan berbagai model dan motif.

Satu pasang sandal dijual dengan harga variatif antara Rp 10 ribu hingga Rp20 ribu, bergantung model sandal yang dibuat. Omzet yang diraih juga lumayan banyak, yakni minimal mencapai Rp20 juta setiap bulannya. Sedangkan bahan baku limbah kain batik, didatangkan dari daerah penghasil kain batik, diantaranya Solo, Jogjakarta, dan Pekalongan dengan harga yang relatif sangat murah. Selain membuat sandal batik, industri rumah tangga ini juga mampu membuat kerajinan produk limbah kain batik lainnya, diantaranya tas, dompet hingga berbagai suvenir. Kini, seiring dengan pengakuan dunia akan batik oleh UNESCO, sandal batik semakin diminati. Diharapkan, nantinya kerajinan ini mampu menjadi ikon Kabupaten Magetan sama halnya dengan Telaga Sarangan, Jeruk Pamelo, dan kerajinan kulit.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Galeria, media Dekranasda Jawa Timur, Edisi 03, Nopember-Desember 2011, hlm. 15.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Magetan, Sentra dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s