Sepatu dan Sandal, Selosari Tetap Ngetren


Kerajinan kulit lokal kadangkala dipandang sebelah mata, karena modelnya kurang up to date alias tidak ngetren. Namun tidak demikian dengan kerajinan kulit di sentra industri kulit Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan.

PARA perajin disana memenuhi tingginya permintaan pembeli juga menambah stok hingga tiga kali lipat dari hari biasa. Selain itu, model-model sepatu dan sandal yang dikeluarkannya juga disesuaikan dengan tren pasar saat ini.

Saat Lebaran 2011 lalu, beberapa perajin meningkatkan produk maupun pajangannya. Bahkan naik hingga 100 persen. Seperti yang dilakukan Ny. Didik, salah satu perajin kulit sekaligus pemilikToko Sepatu dan Sandal Kulit Anugrah, yang mengaku, pada musim libur Lebaran merupakan saat puncak sentra kerajinan kulit di Kelurahan Selosari dikunjungi wisatawan.

“Biasanya para pengujung mampir ke sentra kulit Selosari setelah berwisata ke Telaga Sarangan, Magetan dan bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman. Jumlahnya sangat luar biasa, bahkan hingga mampu mendongkrak kuntungan kami hingga dua kali lipat dari hari biasa,” ujarnya.

Menurut dia, saat hari biasa, ia hanya menjual sekitar 500 pasang pesanan sepatu dan sandal kulit. Namun, pada momentum libur Lebaran, ia mampu menjual hingga 1.000 pasang. “Saat hari biasa kami hanya menjual sekitar 500 pasang sepatu ataupun sandal. Itupun merupakan barang pesanan pedagang. Berbeda saat Lebaran seperti ini, pembeli mayoritas adalah perorangan atau wisatawan,” ujarnya.

Guna memenuhi tingginya permintaan pembeli, pihaknya juga menambah stok hingga tiga kali lipat dari hari biasa. Model-model sepatu dan sandal yang dikeluarkannya juga disesuaikan dengan tren saat ini. Hal yang sama diungkapkan, perajin kulit sekaligus pemilikToko Praktis Manchegiani, Suwarni. Untuk menyambut kedatangan pengunjung dari dalam dan luar Kota Magetan, ia sengaja menambah koleksi dan stok produk kulitnya. Jika pada hari normal ia hanya menyediakan 1.700 item produk kulit mulai sepatu, sandal dan tas, maka saat ini ia tambah menjadi 2.000 hingga 2.200 item produk kulit.

“Selera pembeli itu bermacam-macam. Oleh karena itu kami sediakan produk kulit bermacam-macam pula. Karena itu kami menambah stok untuk memanjakan pembeli,” ujarnya. Untuk harga, pihaknya mengaku menaikkan hingga 10 persen dari harga normal. Meski harga naik, namun tidak menyurutkan minat wisatan untuk membeli sepatu dan sandal. “Harga yang ditawarkan bervariasi, antara Rp30.000 hingga ratusan ribu rupiah. Hal ini tergantung model dan bahan kulit yang dipakai,” kata dia.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, pada saat hari libur Lebaran ini dirinya bisa mendulang keuntungan berlipat ganda dari hari-hari biasa.  Diperkirakan bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Salah satu pengujung asal Kota Madiun, Sri Haruni, mengaku, ia sengaja datang ke kawasan ini untuk membeli sepatu kulit. Ia datang bersama sejumlah saudaranya dari Surabaya dan Lamongan. “Saya selalu datang ke sini dengan saudara-saudara dari luar kota. Selain mengenalkan mereka terhadap produk kerajinan kulit Magetan, juga untuk berbelanja,” kata dia. Menurutnya, kelebihan produk kulit di kawasan industri kulit ini terletak pada keaslian dan keawetannya.

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur : Galeria, media Dekranasda Jawa Timur, Edisi 03, Nopember-Desember 2011, hlm. 15.

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Magetan, Sentra dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s