Air Terjun Blawan, Pemandian Air Panas dan Pemandian Damar Wulan


Air Terjun Blawan, Pemandian Air Panas, Pemandian Damar Wulan, merupakan objek wisata yang berada di satu lokasi yaitu terletak di desa Kalianyar, Kecamatan Sempol. Bagaimana kondisi objek wisata yang merupakan salah satu andalan Kabupaten Bondowoso ini? Untuk mendatangi lokasi ketiga objek wisata itu, wisatawan harus menempuh perjalanan dari Kota Bondowoso ke desa kalianyar, Kecamatan “Sempol sepanjang 54 km. Selama perjalanan,wisatawan akan disuguhi berbagai pemandangan alam dan perkebunan kopi dan teh yang cukup menarik serta sejuk dipandang mata. Meskipun, jaliman yang ditempuh itu tidak semuIus yang diharapkan. Banyak sekali, jalanan yang rusak, naik turun, dan berkelok-kelok. Maklum, kebanyakanjalan yang rusak merupakan jalan yang berada di bawah kewEmangan Departemen Kehutanan dalam hal ini Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam. Sehingga, Pemkablkota tidak kuasa untuk memperbaiki jalanan tersebut. Menempuh perjalanan selama dua-tiga jam lebih melintasi perkebtinan kopi milik PTPN XI!, akhirnya sampai juga pada sebuah desa yang kebanyakan dihuni para warga sekaligus pekerja dari perusahaan perkebunan milik negara itu. “Tapi di sini juga ada satu desa yang dihuni khusus untuk korban bencana. Mereka diberikan bantuan rumah dan pekeIjaan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan P a riwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Bondowoso, Satrijo Soebakti sambil menunjukkan satu desa yang sudah mendekati kawasan objek wisata air terjun dan pemandian air panas. Jalanan hampir memasuki kawasan objek wisata ini juga tidak begitu bagus, penuh dengan bebatuan dan jalanan yang curam. Dibutuhkan kendaraan yang kuat,; untuk bisa menaiki dan menuruni jalan tersebut. Ketika sampai di objek wisata itu, terdapat beberapa gazebo yang sudah berkeramik dan didominasi warna biru. Di gazebo itulah, terletak lokasi pemandian air panasnya. Namun sayang seperti kurang pemeliharaan dari pengelola. Dari sisi bangunan, ruangan untuk pemandian kurang begitu besar, warna keramik yang kurang menarik, dan kamar mandi yang masih perlu perbaikan lagi. Kurang maksimalnya pengelolaan bisa dimaklumi karena pengelola merupakan warga yang dipekerjakan dengan upah dari bagi hasil tiket masuk, dengan perbandingan antara 40-60. “Yang penting saya bisa bekerja saja di sini. Sebenarnya banyak yang harus diRerbaiki. Selain itu , Pemkab juga harus memperhatikan kesejahteraan kami ini,” tutur salah satu pengelola wisata, H. Umar Faruk pada wartawan yang mengikuti kegiatan Fam Trip ini. Adanya gazebo yang berkeramik itulah, bisa jadi wisatawan kurang tertarik berkunjung di lokasi wisata itu. Menilik hal itu juga, Pemkab Bondowoso seharusnya bisa membangun lagi kawasan pemandian air panas lebih baik ke depannya. Pembangunan kawasan itu dengan menggunakan bahan bangunan yang bernuansakan lingkungan. Misalkan saja, lantai di pemandian air panas bisa diberikan lantai kayu atau bebatuan kecil yang ditata sedemikian rupa. Penataan warna bangunan pada kawasan objek wisata juga cukup menentukan keindahan kawasan tersebut. Begitupula dengan kamar mandi yang ada di pcmandian air panas juga perlu direnovasi lagi. Setidaknya, pembangunan kamar mandi juga bernuansakan alami. Kebersihan dari kamar mandi juga bisa menentukan wisatawan ingin berkunjung lagi atau tidak. Kalau lokasinyajorok, maka dapat dipastikan wisatawan tidak akan lama berkunjungdi pemandian air panas. Setelah dari pemandian air panas, wisatawan bisa berkunjung ke Air Terjun Blawan. Air Terjun Blawan merupakan hilir dari kali pahit rembesan Kawah Ijen yang penuh dengan kadar belerang dan dikelilingi oleh tumbuhan makademia. Yang inenarik dari air terjun ini adalah muara alirannya langsung menuju ke dalam tanah seperti air terjun Niagara diAmerika dan padaakhirnya akan bermuara di daerah Asembagus Situbondo. Ak.ses jalan kaki menuju air . terjun Blawan sangat menantang dengan jalan naik turun tangga di antara dua tebing dan melalui bebatuan atau kayu yang ditata di aliran sungai yang tidak begitu deras. Cukup alami dan sejuk ketika sampai di air terjun tersebut. Ketika siang hari didekat air terjun, kalau menengok agak kebawah maka terlihat sebuah pelangi yang cukup bagus. Tapi tetap harus berhati-hati ketika dilokasi Itir terjun itu, sebab jika tidak berhati-hati bisa terperosok dan jatuh. Setelah menikmati keindahan air terjun Blawan, wisatawan bisa diarahkan ke Pemandian Damar Wulan. Damar Wulan merupakan sosok pahlawan dalam cerita legendaris yang berhasil mengalahkan Minak Jinggo. ”Warga setempat menceritakan kalau dulunya kawasan itu merupakan salah satu pemandian Damar Wulan ketika menuju ke daerah lainnya,” ujar Satrijo Soebakti lagi. Sayangnya, pemandian Dhamar Wulan ini juga tidak terjaga dengan baik. Pemandian itu penuh dengan tanah dan tanaman air. Sehingga, tidak begitu layak jika dikatakan sebagai salah satu objek wisata. Apalagi akses jalannya melalui jembatan kayu yang sudah rapuh. Semua keindahan dan keasrian dari ketiga objek wisata alam ini memang cukup menarik apabila dikembangkan lagi oleh pemerintah daerah setempat. Pada kawasan objek wisata seharusnya terdapat tempat penjualan souvenir yang membuat wisatawan ingin kembali berkunjung. rac

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:   Bhirawa. Mata Rakyat Mitra Birokrat, Senen Wage, 12 Desember 2011. hlm. 1 sambung 11

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Bondowoso, Wisata, Wisata Alam dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s