Begagan Lima, Surga Wisata di kabupaten Mojokerto


Menuju lokasi Desa Begagan Lima tidaklah terlalu sulit, berjarak kurang lebih 15 km dari terminal Pohjejer, Kecamatan Gondang perjalanan bias dilanjutkan dengan kendaraan pribadi, atau kalau terpaksa dengan ojek yang biasa mangkal di sekitar terminal Pohjejer. Jalan aspal yang mulai merangkak naik dan hamparan sawah akan menjadi suguhan seperti umumnya tipikal alam Indonesia. Begagan Lima, sebuah desa lereng Gunung Arjuno yang menyimpan sejuta misteri peninggalan Majapahit dan keindahan alam lereng pegunungan. Namun sayang kemolekan yang dimiliki Bagagan Lima terancam rusak akibat tangan jahil yang terus berupaya mereguk keperawanan alam Begagan Lima.

Aktivitas masyarakat dan senyum sapa bersahabat sepanjang perjalanan semakin menguatkan nuansa pedesaan lereng gunung, memberikan sambutan hangat kepada siapapun yang melalui jalur menuju lokasi. Sesampai di lokasi, gemericik air jernih dari sungai kecil di pinggir jalan desa Begagan Lima menggoda hasrat untuk membasuh muka atau sekedar bermain-main di air, keindahan pemandangan lereng Gunung Arjuno yang memeluk Begagan Lima menjadi sajian yang menawan terutama pada waktu pagi atau menjelang matahari berangkat ke peraduan. Selo Kendit, bukit yang biasa dijadikan arena pendakian oleh pecinta alam, menjanjikan sebuah petualangan yang cukup menantang bagi siapa saja yang suka mencari tantangan alam, dan petualangan yang tidak kalah menantang perjalanan masuk kedalam hutan selama kurang lebih 4 jam untuk sampai di lokasi peninggalan Majapahit yang tidak banyak dikenal berupa umpak-umpak. Selain potensi keindahan alam dan peninggalan budaya, Begagan Lima seperti diungkapkan seorang perangkat desa setempat memiliki sumber mata air yang sangat bagus.

Bahkan berdasar hasil uji laboratorium di Sandung, air dari sumber tersebut memiliki kandungan mineral lebih baik dibanding air kemasan produksi pabrik terkenal sekalipun. Namun belum lengkap rasanya apabila ke Begagan Lima tidak berinteraksi dengan warga. Salah satu orang yang sering dikunjungi adalah Pak Sayan (kaur pembangunan desa). Tokoh ini biasa menjadi tempat kunjungan pertama. Dari keterangan Pak Sayan bias diperolah informasi yang lengkap seputar Segagan Lima. Di Begagan Lima kita tak usah khawatir jika harus menginap. Desa yang hanya berpenduduk sekitar 300 jiwa itu menawarkan kehangatan yang menyenangkan dengan menyediakan hidangan-hidangan khas dan mempersilakan menginap di rumah penduduk setempat apabila pengunjung memerlukan tinggal barang sehari. Meski tidak dilengkapi fasilitas seperti layaknya objek wisata yang sudah berkembang, nampaknya keramahan masyarakat setempat merupakan kelebihan yang setidaknya merupakan ciri masyarakat pariwisata.

Namun meski kecantikan pemandangan desa yang berada di wilayah Kecamatan Gondang ini nampak begitu memukau, belum banyak pengunjung yang tertarik untuk menikmati. Yang sering datang biasanya adalah anak-anak muda pecinta alam. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya tangan jahil yang menjarah hasil hutan bambu berupa rebung (bambu muda) di lereng-lereng bukit. Perangkat desa bersama penduduk sekitar merasa kewalahan dengan aksi tersebut. Aksi penjarahan tersebut bisa dipastikan berlangsung setiap musim penghujan dan hampir rata-rata tiap hari 2 ton rebung keluar dari hutan bambu di lereng Begagan Lima. Lebih menyakitkan lagi fauna langka yang ada di wilayah tersebut keberadaannya terancam pemburu yang kerap masuk ke hutan Begagan Lima. Menurut warga, elang yang diduga dari jenis elang jawa yang memang sempat muncul walaupun tidak banyak, semakin hari jumlahnya semakin berkurang.

Gambaran ini sungguh ironis. Ditengah gencarnya pembangunan  sector pariwisata ternyata kemolekan “gadis” Begagan Lima seakan terlupakan, dan lebih mengenaskan lagi keperawanan Begagan Lima terkoyak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab tanpa tersentuh oleh upaya konservasi sumberdaya alam maupun keluguan budaya masyarakat setempat. Begagan Lima sungguh merupakan sebuah potensi besar pariwisata yang dipunyai Kabupaten  Mojokerto. Kini kawasan itu masihlah menjanjikan keindahan tetapi jika tak cepat menyelamatkan maka potensi besar itu akan hilang begitu saja. Bahkan bisa jadi bencana. (Ali Mahtum)

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:   Warta Majatama, Wawasan realita & data, Edisi 39, 20 April- 4 Mei  2003. hlm. 11

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Mojokerto, Wisata, Wisata Alam dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Begagan Lima, Surga Wisata di kabupaten Mojokerto

  1. Ping balik: Rohmad Priyanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s