Perajin Bedug Asal Kemlagi, Mojokerto


Obsesinya Mengusai Pasar Nusantara, Sakib Perajin Bedug  Asal Kemlagi, Mojokerto

Bagi warga Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, menyebut nama Sakib sudah identik dengan perajin bedug. Maklum, bapak satu anak ini memang mempunyai ketrampilan khusus yakni membuat bedug. Ketrampilannya membuat bedug ini ditekuninya sejak 1990 lalu dan kini menjadi sumber kehidupan dan mata pencahariannya yang pokok.

Dengan modal pertama sebesar Rp1,5 juta, kini Sakib mampu mengumpulkan modal hingga Rp25 juta. Suatu kemajuan yang luar biasa. Sedangkan untuk mengerjakan kegiatannya itu, Sakib tidak melibatkan orang lain, tapi cukup dengan keluarganya sendiri. Meski sistem pemasarannya tidak dilakukan secara modern, namun hasil karya warga Desa Japanan itu telah berhasil menembus pasar ke seluruh daerah di Jatim. Bahkan, kini mulai merambah sampai ke beberapa darah di wilayah Jateng.

Selain membuat bedug, kini Sakib mengembangkan ketrampilannya dengan membuat gendang dan ketipung (sejenis alat musik). Untuk membuat ketrampilannya itu, Sakib hanya membutuhkan dua jenis bahan baku yakni kayu nangka dan kulit lembu atau kerbau. Khusus untuk kayu nangka, kini Sakib terpaksa harus membeli dari luar daerah, karena di daerahnya kini sudah menjadi barang langka.

Termasuk di beberapa desa di wilayah Mojokerto. “Biasanya untuk mendapatkan kayu nagka itu, kami sampai memburu ke wilayah Lamongan hingga Gresik,” ujarnya. Sedangkan untuk kulit kerbau atau lembu, lanjut Sakib hingga saat ini masih bisa diatasi di Mojokerto. Alasannya menggunakan kayu nangka, karena jenis kayu tersebut selain ringan, juga mempunyai kekhasan tersendiri untuk membuat suara bedug, gendang atau ketipung menjadi lebih merdu. Dan hingga saat ini, masih belum ditemukan jenis kayu lain yang kualitasnya sama dengan kayu nangka.

Sedangkan untuk kulit  lembu atau kerbau sampai saat ini masih tetap dipertahankan sebagai penutup bedug, ketipung atau gendang. Karena jenis kulit itu, selain masih mudah untuk didapatkan juga kualitasnya paling baik. Adapun para pemesan yang banyak datang ke rumahnya selama ini, selain dari Surabaya juga berasal dari Banyuwangi, Lumajang dan Jember juga Jombang serta Mojokerto.

“Katanya orang, bedug, gendang dan ketipung yang saya buat ini mempunyai keistimewaan tersendiri tentang suaranya. Padahal, saya tidak pernah merasakan hal semacam itu.” Diterangkan bahwa, untuk membuat satu bedug, biasanya memakan waktu hingga satu bulan lebih. Sedangkan mengenai harganya bervariasi, sesuai dengan fariasi yang diminta. “Pokoknya semakin sulit fariasi yang diminta, sudah pasti harganya akan lebih mahal.” Bagi Sakib, ketrampilan membuat bedug sehingga membuat namanya menjadi terkenal. Itu merupakan sesuatu yang tidak pernah diduga. Apalagi, semua pekerjaannya itu hanya dilakukan dengan cara yang sederhana tradisional. Sakib mengaku tidak pernah mendapat latihan atau pendidikan secara khusus. “Semuanya berjalan secara alami bukan merupakan ketrampilan yang turun-temurun”. Karena saking melekatnya dengan 1 jenis ketrampilan membuat bedug yang ditekuninya, kini Sakib di desanya lebih dikenal Sakib Bedug, (Hj. Suhartatik, PLPI Kemlagi)

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:   Warta Majatama. Wawasan realita & data, Edisi 39, 20 April- 4 Mei  2003. 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Mojokerto, Sentra dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Perajin Bedug Asal Kemlagi, Mojokerto

  1. duan berkata:

    kulit kendang ada gak pak..???

  2. Budi Nur Cahyo berkata:

    Terima kasih Pusaka Jawatimuran.
    Semoga diberi kelancaran selalu, khususnya Admin.

    Budi Nur Cahyo

    http://www.beduglanggeng.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s