Desa Wisata Tambaksari: Dusun Sumur Ampelsari, Desa Tambaksari, Kec. Purwodadi, Kab. Pasuruan


Wajar  banyak  turis  domestik maupun mancanegara tergiur  eksotisnya kawasan Gunung Arjuna. Di sana masih terhampar luas potensi-potensi yang bila dikembangkan akan mampu menyedot arus wisatawan. Seperti di kawasan lereng Gunung Arjuna dan sekitamya, terutama Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten  Pasuruan. Potensi desa itu ibarat perawan yang butuh sentuhan sehingga keelokannya kian menggoda.

Tinggal membedaki, memberi sedikit gincu dan pemerah, tentu perawan yang bersolek akan menarik banyak kumbang (baca: wisatawan). Cobalah Anda susuri potensi terpendam di area itu.  Alamnya masih asri, udara sejuk, dan pemandangan yang tampak adalah kehijauan yang sedap dipandang mata. Desa Tambaksari adalah desa terakhir sebelum wisatawan, terutama pendaki gunung, melanjutkan aksinya berhiking ria. Rute menantang, seperti naik turun, menanjak danmenikung adalah seni mendaki gunung.

Seni menaklukkan beratnya medan, meski kadangkala yang ditemui adalah bahaya. Yang penting persiapan dan kesiapan fisik dan mental harus benar-benar fit. Kepala Desa Tambaksari, Jatmiko, mengungkapkan, potensi yang dimiliki desanya tersebar di beberapa pedukuhan atau dusun. Namun ia masih prihatin pada penopang upayanya menjadikan Tambaksari sebagai desa wisata. “Masalahnya adalah air. Mungkin musim penghujan seperti sekarang ini nggak terasa, karena masih bisa diatasi. Tetapi saat kemarau datang, persoalan air menghadang warga kami”.

“Bayangkan, sumber mata airnya berjarak sekitar 13 km dari desa. Itu belum masuk kemungkinan saling jegal demi air,” kata dia. Seperti diketahui pada 31 Juli 2010 lalu, telah dideklarasikan bahwa Desa Tambaksari menjadi desa wisata. Ada banyak yang bisa dijual dari desa yang berada 800 DPL (di atas permukaan laut) itu. Mereka punya situs-situs dan objek wisata religius, selain panorama, agrowisata dan wisata budaya.”Tinggal bagaimana memaksimalkan potensi itu. Sumber daya Manusianya (SDM) juga sedang kami gembleng dan kita benahi terus.

Mereka adalah teman-teman pemuda desa sini saja, meski ada konsultan dari luar,” kata Jatmiko ditemui di Balai Desa yang rencananya juga akan dipugar itu. Mereka yang mencoba intensif menghidupkan wisata desa itu adalah Julianto (ketua), dibantu Ida Anita, Muh. Bambang Sugianto dan beberapa lainnya, serta Pembina  Siswoyo, yang baru pulang dari Inggris selama tiga bulan. Julianto, menyatakan, meski sudah dideklarasikan 31 Juli 2010 lalu, namun pihaknya masih perlu beberapa inovasi, pembenahan dan terus menciptakan kreasi-kreasi agar objek wisata Tambaksari diminati wisatawan. “Termasuk upaya mencari terobosan dalam memasarkannya,” ujar Julianto. (jat, bud)

Anda yang berminat ke Desa Wisata bisa ditempuh dengan beberapa cara, yakni:

Dari Surabaya:
Ambil rute perjalanan menuju Malang Sekitar 50 km perjalanan tiba di pertigaan Purwosari, lanjutkan ke arah kanan menuju Malang. Sekitar 1 km dari pertigaan, perhatikan sebelah kanan jalan sampai bertemu kantor Pegadaian cabang Purwosari Bila mengendarai mobil roda dua, lanjutkan perjalanan sampai sekitar 300 m lagi lantas putar batik menuju kantor Pegadaian. Tiba di pertigaan kantor Pegadaian, belok kiri dan lanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Tambaksari, sekitar 8,5 km dari poros jalan Raya Surabaya-Malang.

Dari Malang:
Ambil rute perjalanan menuju Surabaya. Sekitar 50 Km perjalanan tiba di kawasan depan Kebun Raya Purwodadi, perhatian sebelah kiri jalan Sekitar 3 km dari Kebun Raya Purwodadi, tiba di pertigaan kantor Pegadaian cabang Purwosari, belok kiri Lanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Tambaksari, sekitar 8,5 km dari poros jalan raya Malang-Surabaya. Sedangkan untuk informasi dan kontak, bisa 085815586200, email: ladewisari@ gmail.com; http://ladewisari.wordpress.com. Jl. Raya Arjuna, Dusun Sumur Ampelsari, Desa Tambaksari, Kec. Purwodadi, Kab. Pasuruan, kode pos 67163. (*, jat)

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:   Derap Desa. Desaku Menatap Dunia, Edisi XXXXI, Maret 2011. hlm.34

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pasuruan, Wisata dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s