Polo Agung, Bondowoso


Bondowoso memang daerah subur. Lihat saja, dalam perjalanan ke Air terjun Polo Agung itu wisatawan dapat menyimak banyaknya penduduk menjemur daun tembakau di kanan-kiri badan jalan. Berjajar rapi. Terlebih seusai panen dan proses rajang tembakau. Pengeringan alami “daun emas” itu dari kejauhan menyerupai susunan genting rumah.
Betapa damai menikmati pesona Air terjun Polo Agung dan kebun kopi rakyat, sekaligus. Duduk berjam-jam, termangu atau merenung, yang pasti akan terasa getar kebesaran alam dan keagungan Sang Pencipta. Itulah sepenggal keasyikan di kawasan wisata agro. Bisa lebih asyik lagi jika bertemu dengan pihak pemilik atau pengelola kebun. Nyaris dapat dipastikan akan mengalir cerita ihwal kopi, mulai dari menanam, memelihara, hingga panen.

Air terjun Polo Agung agak beda dengan air terjun pada umumnya. Memiliki pesona tersendiri. Kontur (tanah) bukit di atas air terjun menyebabkan jatuhnya air terbelah dua. Jadilah air terjun kembar. Mayoritas wisatawan di air terjun ini kalangan avonturir. Para petualang itu didominasi kawula muda. Badan jalan menuju lokasi masih makadam sekitar 2,5 km, disambung jalan setapak. Hal yang menarik, tiada rasa penat, karena terhipnotis suasana alam yang asri. Angin berhembus semilir, menyisir hamparan persawahan bersistem terasering. Di sekitar air terjun disemarakkan kehadiran sejumlah kera, bergelantungan di dahan pohon. Satu lagi yang tak ada di perkotaan, dan pasti diminati wisatawan mancanegara (wisman) adalah, pemandangan petani membajak. Di beberapa daerah di Jatim, Banyuwangi misalnya, objek wisata tradisional seperti itu sudah laku dijual, bahkan menjadi kunjungan rutin wisman. Bagi yang niat bermalam, ada bumi perkemahan lengkap dengan sarana pendukungnya, meski sederhana. Saat libur sekolah lazim dipadati pelajar dan mahasiswa.  Air Terjun Polo Agung terletak di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso. Sekitar 30 km atau satu jam perjalanan dari pusat kota arah ke selatan. Jika ditempuh dari timur (Banyuwangi) sebaiknya melewati Desa Cindogo, pusat kerajinan ukir kuningan. Jangan dilewatkan, mampirlah. Simak bagaimana para perajin memproduksi beraneka ragam barang souvenir seperti vas bunga, set teko, aneka binatang dan bentuk lain. Dari arah timur itu dilanjutkan ke arah selatan menuju arah Gunung Ijen

Air terjun Polo Agung berketinggian 25 meter. Tumpahan airnya mampu mengairi persawahan di sekitarnya. Pemkab Bondowoso terus menggalakan objek wisata ini sebagai bagian dari satu paket perjalanan wisata dengan ikon utama Kawah Ijen. Memang, lokasinya berdekatan dengan Kawah Ijen. Diharapkan wisatawan yang naik ke Ijen bisa singgah, membuktikan keindahan air terjun itu. Konon ada pengunjung yang tinggal sampai berhari-hari, menyepi, bermeditasi.

Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Bondowoso, Warsito, mengakui image wisatawan pada umumnya hanya Kawah Ijen. Padahal banyak objek wisata yang layak dinikmati di sekitar Bondowoso. “Kami punya banyak objek wisata menarik. Gunung Raung, air terjun Tancak Kembar, dan banyak perkebunan rakyat. Kopi , tembakau, atau karet ,” tandasnya. Bondowoso memang daerah subur. Lihat saja, dalam perjalanan ke air terjun itu wisatawan dapat menyimak banyaknya penduduk menjemur daun tembakau di kanan kiri badan jalan. Berjajar rapi. Terlebih seusai panen dan proses rajang tembakau. Pengeringan alami “daun emas” itu dari kejauhan memnyerupai susunan genting rumah.

Sebaiknya sebelum naik ke air terjun Polo Agung melapor dahulu ke kantor camat setempat, atau pas terdekat. Siapkan perbekalan secukupnya. Mental dan fisik pun harus dalam kondisi baik. Hal yang lebih penting adalah, jangan sesekali merusak lingkungan atau mengganggu satwa yang dijumpai di sepanjang perjalanan. Tips hiking ini perlu dipedomani, karena kelangsungan dan kelestarian wana-wisata memang perlu dijaga. Filosofinya, hutan bukan warisan nenek moyang, tapi pinjaman anak-cucu kita. • GM, Za

Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: Jatim News, Tabloid Wisata Plus, EDISI 36, 09 -22  Juli 2004, Tahun II 

Tentang Pusaka Jawatimuran

Semua tentang Jawa Timur
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Wisata, Wisata Alam dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s